PACARKU TERNYATA SAHABAT KECILKU

PACARKU TERNYATA SAHABAT KECILKU
EPISODE 05


__ADS_3

Rey dan Trisa yang melihatnya langsung berlari kearah wanita yang sudah di penuhi darah itu.


"Kiara bangun Ra" ucap Rey berusaha membangun kan Kiara. Ya yang tertabrak adalah Kiara.


Trisa yang menyadari ke khawatiran Rey yang tak wajar memaksakan tersenyum.


(Nanti aja mikirin itu, yang paling penting sekarang Kiara) batin Trisa.


Akhirnya Rey dan Trisa membawa Kiara ke rumah sakit terdekat dengan taksi. Sesampainya di rumah sakit Kiara di masukkan ke ruang UGD.


Disana Rey dan Trisa benar benar panik "duh Ra semoga lo nggak papa" ucap Trisa yang sudah menangis dari tadi.


Sedangkan Rey dari tadi hanya mondar mandir tanpa berbicara apa apa di depan pintu menunggu kabar dari dokter.


"Kak Rey" Panggil Trisa.


"Kenapa"


"Aku tau kok waktu itu kamu sebenarnya mau nembak Kiara kan, tapi ternyata kamu salah orang dan orang itu adalah aku" ucap Trisa.


Rey menoleh ke arah Trisa lalu duduk di sebelahnya "aku minta maaf, aku nggak maksud bikin kamu sakit hati Sa" ucap Rey.


"Nggak papa kok aku baik baik aja" ucap Trisa "maaf aku terlalu berharap lebih sama kamu" lanjutnya.


Sebelum Rey membalas ucapan Trisa, Alvaro dan Raka sudah sampai di rumah sakit untuk melihat Kiara.


Di tempat lain lebih tepatnya rumah Alvaro.


"Kak Varooooo Kayla pulang" ucap Kayla adik Alvaro.


(kok sepi ya kemana ni kak Varo) batin Kayla.


"Biiii, bi Mayaaa" panggil kayla pada pembantu yang ada di sana.


"Eh non Kayla udah pulang yaaa, mau bibi bikinin apa non" ucap bi Maya.


"nggak usah bi" balas Kayla.


Tiba tiba ada seorang pria menghampiri mereka berdua "nona Kayla sudah pulang" ucap pria itu.

__ADS_1


"Eh kenz iya" pria itu bernama kenz "oh ya kamu tau nggak kak Varo kemana, aku kangen niii" ucap Kayla.


"Iya saya tau nona, tuan Alvaro sedang ke rumah sakit" jawab Kenz.


"untuk apa kenz" tanya Kayla.


"Menjenguk temannya nona" balas Kenz.


"Oh, antarkan saya kesana ya"


"Baik nona"


Setelah sampai di rumah sakit Kayla dan Kenz langsung menuju dimana Alvaro berada.


Ketika Kayla melihat Alvaro, dia berlari ke arahnya "kakaaaak, Kayla kangen banget tau sama kakak" ucap Kayla sambil memeluk Alvaro.


"Ngapain kamu kesini bukannya malah istirahat dirumah, kan bisa nunggu kakak di rumah" ucap Alvaro.


"Kan Kayla kangen sama kakak" ucapnya sambil memanyunkan bibir "emang kakak nggak kangen sama Kayla" ucap Kayla.


"Kangen, tapi kan bisa nanti Kay" ucap Varo sambil mengkode Kenz untuk membawa Kayla pergi.


"yaudah, tapi tunggu dulu" balas Kayla, lalu melangkah kan kakinya ke arah Rey.


"kak Rey ganti nomer ya, mana aku minta" ucap Kayla dengan bergelanyut manja ke tangan Rey.


Alvaro yang melihatnya menepuk jidat.


(yaaah gagal gue nyuruh dia pulang cepet cepet supaya nggak Deket Deket Rey, kan nggak enak sama Trisa) batin Varo.


"eh maaf Kay handphone ku rusak" balas Rey.


"yaaaah, yaudah deh aku pulang dulu ya. ayo Kenz" ucap Kayla dengan melenggang pergi.


(loh bukannya handphone kak Rey baik baik aja ya, yaudah deh biarin aja) batin Trisa.


setelah lama mereka menunggu akhirnya dokter keluar "dok gimana keadaan sahabat saya" ucap Trisa.


"pasien kehilangan banyak darah. dia membutuhkan golongan darah O, sedangkan disini stok golongan darah O tidak ada" ucap dokter.

__ADS_1


"saya golongan darah O dok, saya akan memberikan darah saya" ucap seorang wanita.


"baik saya akan periksa dulu, mari ikut saya" ucap dokter.


(loh itukan kak Bianca ya) batin Trisa.


(Bianca) batin Rey, Raka dan Alvaro bersamaan.


setelah memberikan darahnya Bianca keluar dan melangkah ke arah Rey, Raka, Alvaro dan Trisa.


"gue cuman nggak mau berhutang budi sama orang, cuma itu yang gue bisa lakuin" ucap Bianca lalu melangkah pergi meninggalkan mereka.


sudah seminggu dari kecelakaan itu Kiara tak kunjung bangun, neneknya pun kondisinya sangat buruk.


"Ra gue kangen banget sama lo" akhir akhir ini Trisa sama sekali tak bersemangat semenjak Kiara kecelakaan.


"nanti gue jenguk deh" ucap Trisa lagi.


Bel pulang sudah berbunyi Trisa langsung keluar kelas dan pergi ke arah gerbang. setelah sampai di gerbang sudah ada supir yang selalu menjemput Trisa.


"pak ke rumah sakit ya, mau jenguk Kiara" ucap Trisa.


"siap non" balas supir Trisa yang bernama Bambang.


Setelah sampai di rumah sakit, Trisa langsung ke tempat dimana ruangan Kiara di rawat. belum sampai di ruangan Kiara Trisa melihat orang yang menjaga nenek Kiara menangis sesenggukan. karena memang ruangan nenek Kiara tak jauh dari ruangan Kiara.


Trisa menghampirinya "ada apa kenapa nangis seperti ini mbak apa yang terjadi" ucap Trisa.


"nek Mirna, dia sudah tidak ada" ucapnya.


"a-apa, dimana dia sekarang mbak" ucap Trisa dengan air mata yang sudah menetes.


"di dalam"


"aku tinggal ke ruangan Kiara dulu ya mbak"


"iya"


Trisa langsung menuju ke ruangan dimana Kiara berada "Ra ayo bangun Ra, masa elo belum bangun juga Ra. ayo Ra nenek lo butuh elo Ra, dia mau pergi ninggalin elo Ra ayooooooo banguuuun" ucap Trisa sambil menggoyangkan tubuh Kiara dengan sesenggukan.

__ADS_1


_bersambung_


__ADS_2