PACARKU TERNYATA SAHABAT KECILKU

PACARKU TERNYATA SAHABAT KECILKU
EPISODE 10


__ADS_3

"gimana keadaan Kiara dok" ucap mereka berempat bersamaan.


"cepet jawab dok" ucap Trisa.


"pasien baik baik saja walaupun kehilangan banyak darah, untung saja peluru nya tidak Sampai menembus" ucap dokter mengubah raut wajahnya menjadi tersenyum.


"ish si dokter ngerjain aja" ucap Trisa kesal.


"maaf kan saya, saya permisi dulu untuk mengambil resep obat untuk pasien" ucap dokter.


"iya dok terimakasih" ucap Trisa.


Mereka berempat langsung masuk kedalam ruangan dimana Kiara berada.


_di dalam ruangan kiara_


di dalam sana Alvaro dan Raka saling menatap satu sama lain karena merasa aneh dengan sikap Rey dan Trisa.


"bro elo ngerasa aneh nggak sih sama mereka berdua" bisik Raka kepada Alvaro.


Alvaro hanya mengangguk angguk kan kepalanya.


Raka yang tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya akhirnya menanyakannya kepada Trisa dan Rey.


"woi kalian berdua kok aneh si nggak kayak biasanya, akhir akhir ini gue juga nggak pernah liat kalian berduaan lagi ada apa si" tanya Raka.


"kepo lo nyet" jawab Rey dengan ketus.


"dih kok ngamok, kenapa si Sa" karena Rey tidak menjawab pertanyaan Raka, Raka kembali bertanya pada Trisa.


"nggak papa kok kak" jawab Trisa dengan senyum yang di paksa.


"nggak percaya gue sama kalian berdua" ucap Raka lagi.


"yaudah nggak peduli gue mau lo percaya atau kagak" ucap Rey.


"udah, bisa diem nggak si kalian ni adu mulut aja capek gue denger nya" ucap Alvaro geram.

__ADS_1


mereka akhirnya membahas hal lain hingga larut malam.


"Ka yok pulang ngantuk gue" ucap Rey pada Raka.


"yaudah, lo nggak pulang Ro" tanya Raka pada Alvaro.


"kagak, dah Sono pulang" ucap Alvaro.


"ngusir lo" balas Raka.


"ah berisik lo" ucap Alvaro lagi.


"hehe yaudah deh kita berdua pulang dulu ya, Sa elo nggak pulang" tanya Raka pada Trisa.


"nanti aja kak" jawab Trisa.


"yaudah balik dulu ya" ucap Raka lagi.


"iya"


Rey dan Raka berjalan keluar dari ruangan Kiara di rawat.


"serius ni" balas Trisa.


"iya, udah Sono pulang" ucap Varo lagi.


"yaudah deh, awas jangan di apa apain sahabat gue" ucap Trisa.


"hm" Alvaro hanyak berdehem saja.


"oke deh bay"


karena kelelahan Alvaro tertidur di kursi tepat di sebelah ranjang Kiara dengan menaruh kepalanya di tangan milik Kiara.


.


.

__ADS_1


.


malam berganti pagi Kiara akhirnya sadar, ketika Kiara terbangun dia terkejut karena ada Alvaro di sebelahnya.


"kak Varo" gumam Kiara.


Alvaro yang merasa ada pergerakan merasa terusik dan dia bangun.


"Ra elo udah bangun" ucap Alvaro.


"iya kak" balas Kiara.


"maaf karena nolongin gue elo jadi kayak gini" ucap Alvaro lagi.


(kak Varo minta maaf, ini bener bener momen langka) batin Kiara.


"nggak papa kok kak, itu semua kan juga karena kak Varo mau nolongin aku" ucap Kiara dengan tersenyum.


"yaudah elo mau makan bubur nggak" tanya Alvaro.


"iya aku laper hehe" jawab Kiara.


"yaudah sini gue suapin" ucap Alvaro.


Kiara terkejut dengan tingkah Alvaro yang ingin menyuapinya.


"nggak usah kak aku bisa sendiri" ucap Kiara.


"udah biar gue" balas Alvaro.


Alvaro mengambil bubur yang ada di meja lalu menyuapkannya pada Kiara.


"buka mulut cepet" ucap Alvaro karena Kiara tak kunjung membuka mulutnya.


"i-iya kak" ucap Kiara dengan terbata bata.


ketika Alvaro sedang asik menyuapi Kiara pintu terbuka, terlihat seorang wanita yang membukanya.

__ADS_1


"berhenti, kalian apa apaan main suap suapan" ucap wanita itu.


bersambung


__ADS_2