
Suasana langit yang cerah berubah menjadi gelap, angin yang berhembus pun menjadi dingin ketika menerpa kulit. Suara burung hantu pun menggema di hutan yang sedang dikunjungi oleh dua manusia dari Corvus dan Rumpelstiltskin—Pangeran Elio dan Putri Quely.
“Kenapa harus malam hari? Saat sore kan bisa” ucap Putri Quely dibelakang Pangeran Elio
“Kau memaksa ingin ikut dan menemui Igr kan? Inilah waktu yang tepat.” Pangeran Elio
“Tapi, aku ingin bertemu saat langit sedang cerah. Pagi, siang atau sore... Namun, kau mengajakku malam hari seperti ini.” oceh Putri Quely tidak berhenti.
“Kan sudah aku katakan padamu, malam ini aku ada jadwal istana untuk berkemah. Dan saat itu juga aku bisa menemui Igr. Karena sejak awal kau memaksa bertemu dengannya jadi aku turuti. Kau tinggal ikuti saja” jawab Pangeran Elio
“Ya sudah, terserah kau saja. Jika aku terluka maka kau harus bertanggung jawab!” tegas Putri Quely
“Aku bukan lelaki pengecut dan lepas tanggung jawab.” jawab Pangeran Elio
Setelah sampai diarea yang selalu Pangeran Elio singgahi untuk berkemah, mereka memulai untuk membangun tenda dan mencari kayu bakar untuk membuat api unggun.
Putri Quely yang seharusnya tidak ikut andil dalam hal ini terpaksa mengikuti jadwal sepupunya ini.
Mereka berpencar mencari kayu bakar, namun karena Putri Quely sudah merasakan ketakutan karena suara-suara disekitarnya yang mencurigakan akhirnya dia kembali ke area perkemahan sendirian.
“Jika akan berakhir seperti ini, aku memilih tidak ikut” gumam Putri Quely saat meletakkan kayu bakar itu diatas tanah.
“Penyesalan memang datang diakhir.” imbuhnya.
Butuhwaktu 10 menit untuk Putri Quely menunggu Pangeran Elio dan saat sosok yang ditunggu datang dia langsung berdiri dari tempatnya.
“Bisakah aku langsung bertemu Igr?” tanya Putri Quely
“Kenapa kau bersikeras untuk bertemu dengan Igr?” tanya Pangeran Elio
“Karena aku ingin dekat dan berteman dengannya.” ucap Putri Quely
“Kau ingin memiliki harimau sebagai teman? Aku bisa memberikan anak harimau untuk mu. Bagaimana?” tanya Pangeran Elio berusaha membuat tawaran.
Putri Quely menggelengkan kepalanya. “Tidak! Aku ingin Igr.”
Pangeran Elio menghela nafasnya, perasaannya mengatakan jika dia tidak mau kalau Igr berteman dengan manusia lain selain dirinya. Selain itu, Igr memang tidak pernah bertemu manusia sebelumnya selain Ratu Carla dan Pangeran Elio.
“Aku tidak akan membiarkan siapapun berteman dengan Igr” jawab Pangeran Elio dengan perasaan berat namun jujur.
“Kenapa?” tanya Putri Quely
“Dia sudah seperti teman kecilku, aku memang jarang mengunjunginya. Namun dia sudah mengenaliku ketika aku akan datang kemari. Entahlah, rasanya aku tidak rela jika dia akrab dengan yang lain.” jelas Pangeran Elio sembari menunduk menatap ujung sepatunya.
Putri Quely justru tersenyum, dia menaruh kedua tangannya dipinggang dan mendorong bahu Pangeran Elio dengan pelan.
“Hei! Itu namanya sayang, itulah kenapa kau tidak rela jika Igr akrab dengan orang lain. Karena kalian selalu bersama sejak kecil jadi kau sayang sekali dengannya. Aku paham, lagipula aku tidak seberani itu untuk berteman dengan harimau putih.” jelas Putri Quely dengan senyumannya
Pangeran Elio mengangkat dagunya dan menatap Putri Quely dengan tatapan yang bingung.
“Jadi, apa maksudmu?” tanya Pangeran Elio
“Aku hanya ingin tahu seberapa besar kau sayang dengan harimau itu. Aku hanya penasaran seperti apa dia didalam kehidupanmu. Oh... Jadi sudah kau anggap seperti pasangan hidup yaa. Aku rasa calon istrimu nanti cemburu dengan harimau putih itu, hahaha..”
Putri Quely tertawa sembari menutup mulutnya, sedangkan Pangeran Elio hanya bisa menghela nafas. Tidak sampai disitu, Pangeran Elio menggendong Putri Quely bridal style kemudian dia berjalan menjauhi area perkemahan dan meninggalkan sepupunya sendirian disana.
“Hei! Kenapa kau meninggalkanku?” Putri Quely berlari untuk mengejar Pangeran Elio.
...• • •...
Ditengah acara makan malam, Putri Quely sibuk bercerita apapun yang sebenarnya tidak penting untuk diceritakan. Pangeran Elio yang sudah terbiasa dengan sifat cerewet sepupunya ini memilih untuk diam dan hanya mendengarkan sesekali merespon seadanya saja.
“Apakah kau sudah menemukan pria yang kau sukai?” tanya Pangeran Elio tiba-tiba
Putri Quely langsung mengerutkan dahi dan menatap ekspresi sepupunya yang memang sedang serius.
“Belum... Aku belum menemukan pria yang aku sukai saat ini, kenapa kau bertanya seperti itu?” tanya Putri Quely
“Kakek selalu mendesakku untuk menceritakan perempuan yang aku suka, aku bahkan tidak dekat dengan perempuan mana pun.” ucap Pangeran Elio
“Kau itu terlalu selektif, banyak perempuan cantik dan pintar yang mengantri didepanmu. Aku beri contoh saja ya, apakah kau mau tahu?” tanya Putri Quely dengan antusias.
__ADS_1
Pangeran Elio ragu-ragu dia menatap api unggun didepannya dan berpikir sejenak.
“Ada yang suka denganku?” tanya Pangeran Elio
“Banyak, kau tahu kan aku punya teman putri dari kerajaan dan lingkup lainnya. Jadi mereka juga memintaku agar mengenalkannya padamu... tapi aku tidak melakukannya karena aku tahu kau tidak akan suka. Tapi untuk yang satu ini aku akan mengatakannya karena dia putri yang baik dan pintar. Kau mau tahu tidak?” tanya Putri Quely untuk yang kedua kalinya
“Baiklah, katakan.” jawab Pangeran Elio
Putri Quely membisikkan namanya ke telinga Pangeran Elio, dan saat itu juga wajah Pangeran Elio sedikit terkejut dengan apa yang Putri Quely katakan.
“Kau tidak bercanda kan?” tanya Pangeran Elio
“Apakah kau melihat raut wajah bercandaku disini?” tanya Putri Quely balik.
“Dia tidak mungkin menyukaiku” ucap Pangeran Elio beropini.
“Ekspresi dan tingkahnya terlihat sekali saat bertemu dengan mu. Dia juga jadi ingin tahu apapun soal dirimu ketika aku bercerita sedikit tentang dirimu.” jelas Putri Quely
“Dia terlalu baik untuk aku yang seperti ini” gumam Pangeran Elio
“Ya, kau benar! Dia terlalu baik untuk orang jahat seperti mu sepupuku.” ledek Putri Quely
Pangeran Elio langsung menarik hidung Putri Quely, Putri Quely yang tidak menerima perlakuan itu akhirnya merangkul leher sepupunya seperti hendak mencekiknya.
“Berani kau sentuh wajahku tampan? Aku tidak akan memaafkanmu.” ucap Putri Quely dengan geram.
“Hidung mu itu tidak mancung, hahaha” Pangeran Elio menambah ledekannya.
Dan hal itu berakhir menjadi sebuah pertengkaran dan ledekkan diantara Pangeran Elio dan Putri Quely.
...• • •...
Setelah menunggu didalam hutan sekitar 50 menit lamanya, suara ranting pohon dan dedaunan kering yang terinjak terasa semakin mendekat. Pangeran Elio berdiri sembari memegang handle pedang yang ada dipinggang sebelah kanan. Putri Quely langsung berdiri dan bersembunyi dibelakang Pangeran Elio sembari mengamati sekitar.
Saat sosok itu muncul, Pangeran Elio langsung tersenyum lebar dan menghela nafas. Iya, itu adalah Igr dia muncul didepan Pangeran Elio dan Putri Quely yang jaraknya sekitar 2 meter.
“Igr?” pekik Putri Quely saat melihat Igr
Pangeran Elio mendekati Igr, Igr menundukkan kepala dan tangan Pangeran Elio menyentuh kening Igr.
“Darimana saja kau?” tanya Pangeran Elio
Igr mengaum seakan mengerti perkataan Pangeran Elio. Pangeran Elio yang mendengar jawaban dari Igr pun tersenyum lebar.
“Kau semakin pintar, lebih baik kalau kau selalu menjawab pertanyaanku walau aku tidak paham bahasamu,Igr.” ucap Pangeran Elio
Igr kembali mengaun dan mendekati Pangeran Elio untuk duduk disampingnya dan dia mengendus tubuh Pangeran Elio.
“Oh, kau ingin lebih dekat denganku rupanya” ucap Pangeran Elio yang langsung memeluk tubuh Igr yang lebih besar dari lingkaran tangannya.
“Kau tumbuh semakin besar” ucap Pangeran Elio
“Kalian akrab sekali” ucap Putri Quely dengan memasang wajah takut
“Bukankah kau ingin bertemu dengannya? Sapa lah...” ucap Pangeran Elio
Putri Quely menggelengkan kepalanya, dia mundur satu langkah ke belakang menjaga jarak aman.
“Kenapa kau takut? Puluhan menit yang lalu kau bersikeras untuk bertemu dan berteman bukan?” tanya Pangeran Elio sembari memasang wajah angkuh nya
“Ti-tidak! Aku berubah pikiran, lebih baik berteman dengan kelinci dibanding dengan harimau putih. Iya kan?” tanya Putri Quely
Igr mengaum dengan kencang, Putri Quely langsung memejamkan matanya dan meremas gaunnya dengan kuat lantaran auman Igr seakan tidak setuju.
“Hahaha! Dia tidak setuju dengan ucapanmu.” Pangeran Elio tertawa dan langsung duduk disamping Igr, Igr pun beralih menjadi berbaring diatas tanah.
“Makhluk itu, kapan kau bawa ke istana?” tanya Putri Quely
“Igr? Entahlah... Aku butuh waktu untuk mengatakan tentang Igr pada Raja dan kakek.” ucap Pangeran Elio
“Aku takut Igr justru dibunuh saat aku rawat di dalam istana” imbuh Pangeran Elio dengan nada sendu.
__ADS_1
“Kau benar, lebih baik Igr tinggal disini sampai semuanya siap menerima kehadirannya” jawab Putri Quely
“Iya, akan aku lakukan.” ucap Pangeran Elio
“Semoga semuanya berunjung membaik” ucap Putri Quely
“Semoga” Pangeran Elio
...• • •...
Matahari telah muncul dari persembunyiannya menggantikan langit gelap malam menjadi langit biru yang cerah tanpa hujan. Dibawah sinar matahari ini pula Pangeran Elio dan Putri Quely membuka mata mereka karena sinar matahari yang sudah terang saat ini.
“Sudah pagi rupanya” ucap Putri Quely
Pangeran Elio menoleh kearah kanan dimana Igr berbaring semalam, namun Igr sudah tidak ada disampingnya. Pangeran Elio merasa sedih karena Igr tidak bisa bersamanya dalam waktu yang lama.
“Sepertinya Igr sudah berada ditempat persembunyiannya” ucap Putri Quely
“Iya, aku rasa begitu. Ya sudah, ayo kita kembali ke istana.” ucap Pangeran Elio
Mereka berdua bekerja sama untuk membereskan peralatan dan barang-barang yang dibawa kemudian keluar dari hutan.
Dalam perjalanan, Putri Quely terus mengoceh dan membuka obrolan agar tidak terasa sepi dan membosankan.
“Kalau kau akan menikah, katakan padaku ya?” ucap Putri Quely tiba-tiba.
“Hei, kenapa kau mengatakan hal seperti itu?” tanya Pangeran Elio
“Karena aku sudah percaya diri kalau kau akan menikah dalam waktu dekat, mungkin?” papar Putri Quely
“Tidak secepat itu tuan putri, aku masih mencari wanita yang cocok untuk ku.” jawab Pangeran Elio
“Kau ingin mencari siapa? Putri Athanasia ada, lagipula dia sudah bahagia dengan panggilanmu padanya. Kau jangan mempermainkan perasaannya.” ucap Putri Quely
“Panggilanku padanya? Apa maksudmu?” tanya Pangeran Elio
“Putri Atha. Hanya kau saja yang memanggilnya seperti itu, bahkan keluarganya tidak memanggilnya seperti itu.” jelas Putri Quely
“Aku memanggil seperti itu karena namanya terlalu panjang untuk diucapkan. Aku memotongnya menjadi lebih pendek. Itu saja.” jawab Pangeran Elio dengan tegas.
“Benarkah? Tapi, Putri Athanasia merasa sangat senang dengan panggilan khusus darimu itu” ucap Putri Quely
“Jika namamu panjang, aku juga akan memotongnya menjadi lebih pendek.” ucap Pangeran Elio
“Setidaknya buka hati untuk Putri Athanasia.” ucap Putri Quely
“Entahlah, lihat saja nanti. Kenapa kau membahas hal seperti ini?” tanya Pangeran Elio
“Aku hanya membantu hubungan kalian agar menjadi lebih baik” jawab Putri Quely dengan nada yang riang
“Aku tidak bisa berjanji untuk membuka hati” jawab Pangeran Elio dengan nada rendah.
Langkah mereka berdua terhenti didepan gerbang utama Istana Corvus, mereka saling berhadapan dan kontak mata satu sama lain.
“Kita sudah sampai” ucap Pangeran Elio
“Ya~ setidaknya aku sudah berusaha memberi tahu agar kalian bisa lebih mudah menjalankannya.” ucap Putri Quely sembari memegang bahu sebelah kiri Pangeran Elio
“Kau selalu ikut campur urusan orang lain” ucap Pangeran Elio menepis tangan Putri Quely denga pelan.
“Aku mencampuri urusan ini karena termasuk urusan yang baik untukmu” ucap Putri Quely menampilkan senyum nya yang lebar.
“Hm, terserah kau saja” Pangeran Elio langsung meninggalkan Putri Quely didepan pagar.
Putri Quely menatap punggung sepupunya hingga menjauh, dia menampilkan senyum terbaiknya sembari bergumam.
“Putri Athanasia cocok untukmu, sepupuku yang tampan.”
Putri Quely berjalan masuk menyusul Pangeran Elio untuk berpamitan pada Raja Aiden dan kakek Maverick sebelum pulang ke Istana Rumpelstiltskin.
...•...
__ADS_1
...•...
.... to be continued ....