Pangeran Elio

Pangeran Elio
Para Putri dan Pangeran Kerajaan


__ADS_3

Suasana pagi hari di Corvus hari ini sangatlah baik, matahari bersinar dengan terang, awan yang membentuk sangat indah, para warga yang sudah sampai di kebun dan sawah.


Katakanlah Corvus sudah sejahtera dan bahagia, banyak warga yang senang dengan sistem pemerintahan yang Raja Aiden terapkan.


Keluhan warga Corvus pun didengar dengan baik, keputusan keluhan warga pun meminta persetujuan dari warga lagi apakah mereka setuju dengan kebijakan yang Raja Aiden buat.


Sementara di ruang makan, kakek Maverick, Raja Aiden dan Pangeran Elio sedang sarapan bersama. Mereka menyantap makanan dengan tenang.


Hingga Raja Aiden buka suara membuat perhatian semua orang tertuju padanya.


"Apa yang akan dilakukan hari ini?" tanya Raja Aiden


"Jadwal hari ini berkuda bersama seluruh pangeran dan putri" Pangeran Elio


"Lakukan yang terbaik, tunjukkan kalau kau Pangeran berbakat dari Corvus." Raja Aiden


"Baik ayah" jawab Pangeran Elio


"Berbicara tentang berkuda, kakek ingat. Ayah dan ibu mu itu pandai berkuda." kakek Maverick


"Benarkah itu? Apakah ibu pandai berkuda juga seperti ayah, Kek?" tanya Pangeran Elio


Kakek Maverick mengangguk, dia meletakkan alat makannya dan menatap cucu tampan yang ada disebelah kiri dia duduk.


"Tidak perlu di ragukan, walaupun ibu mu melakukan kesalahan besar namun bakat yang dia punya luar biasa. Dan yang harus kau ikuti adalah sifat tanggung jawab nya." kakek Maverick


"Untuk hal itu Elio sudah tau Kek, Elio akan berusaha bertanggung jawab atas semua perbuatan yang Elio perbuat" ucap Pangeran Elio


"Bagaimana dengan kisah asmara mu? Kau sudah punya wanita yang kau suka?" tanya kakek Maverick tiba-tiba


Raja Aiden langsung tertawa kecil disela makannya, namun Pangeran Elio malah berdecak.


"Ayolah Kek... aku tidak ada waktu untuk menatap wanita. Posisi ibu belum bisa tergantikan saat ini, aku ingin memiliki pasangan seperti ibu" ucap Pangeran Elio


Raja Aiden yang mendengarnya pun sedih, seketika semua kenangan tentang Ratu Carla terlintas di otaknya.


"Mencari yang seperti ibu mu saat ini susah nak, karena wanita punya karakteristik yang berbeda." kakek Maverick


"Tapi Elio ingin yang seperti ibu." ucap Pangeran Elio


"Kek... ceritakan kisah cinta ayah dan ibu. Ayah jarang bercerita padaku tentang itu" ucap Pangeran Elio.


"Yang kakek ingat sampai saat ini dan yang sangat berkesan hanya satu kejadian" ucap kakek Maverick dengan senyuman indahnya.


"Apa itu? Ceritakan Kek!" seru Pangeran Elio


Raja Aiden meletakan alat makannya diam-diam dan ingin mendengar cerita dari ayahnya tersebut.


"Dahulu... saat ibu mu memiliki rencana untuk berkunjung ke permukiman warga Rumpelstiltskin. Ayah mu ingin menemani ibumu, saat itu kakek mengizinkan nya dengan catatan jika ibu mu terluka ayahmu mengganti dengan nyawanya. Kakek berpikir ayah mu tidak akan menerima hal itu, ternyata ayah mu berkata iya..."


"Lalu dia menemani ibu mu melakukan jadwal kunjungan itu, ayah mu pulang langsung mengatakan pada kakek kalau ibu mu terluka karena perampok di desa itu. Kakek langsung menghukum ayah mu, namun... tanpa di sangka ibu mu datang melakukan janji lisan agar ayah mu dibebaskan..."


"Kakek ingat itu, dan kakek merasa terharu. ibu mu pun berani datang sendirian di saat masa pemerintahan kakek dikenal ketat dan kejam" jelas kakek Maverick dengan senyuman di akhir kata.


"Ibu berani sekali" ucap Pangeran Elio spontan


"Itulah yang ayah suka dari ibu mu" ucap Raja Aiden


"Elio bangga dan senang lahir dari kerajaan Corvus" ucap Pangeran Elio


"Kakek juga senang dan bangga lahir sosok pangeran yang luar bahagia, dia adalah Pangeran Elio dari Kerajaan Corvus" ucap kakek Maverick.


Mereka semua saling melempar senyuman, setelah sarapan Pangeran Elio langsung keluar dari ruang makan dan pergi menuju kandang kuda. Dimana Don di urus dan dipelihara.


Don kuda jantan berwarna hitam kesayangan Pangeran Elio, salah satu kuda yang sangat dia sayangi. Pangeran Elio selalu berbicara dengan Don walaupun mungkin Don tidak mengerti bahasa manusia.


Namun, chemistry dari Don dan Pangeran Elio tercipta ketika lelaki tinggi berkulit eksotis itu menunggangi Don.


"Selamat pagi Don, kau siap menemani ku menuju istana Pejasone? Kita akan melakukan sedikit perlombaan. Aku berharap kau tidak mengecewakan aku hari ini." ucap Pangeran Elio sambil mengelus tubuh dan leher Don.


Pangeran Elio membuka kunci kandang Don dan menuntunnya keluar, kemudian Pangeran Elio langsung menunggangi Don untuk berangkat menuju Istana Pejasone.


...• • •...


Sesampainya di Istana Pejasone, semua orang menoleh pada Pangeran Elio. Mereka tersenyum, seorang putri bertubuh mungil dengan mata berwarna hijau datang mendekati Pangeran Elio sambil mengelus Don.


"Selamat pagi semuanya" sapa Pangeran Elio


"Don semakin tampan aku lihat, mengalahkan pemiliknya" ledek Putri Quely


"Benarkah? Don pasti senang mendengar pujian darimu Putri Quely." jawab Pangeran Elio


"Ada yang belum datang?" tanya Pangeran Elio


"Siapa lagi kalau bukan Putri Lizzie dan Pangeran Dragomir" ucap Pangeran Aragon


"Mereka berdua memang selalu begitu, kita tunggu beberapa waktu lagi" ucap Pangeran Elio


10 menit kemudian Pangeran Dragomir dan Putri Lizzie tiba, mereka langsung memulai perlombaan berkuda hari ini di area pacuan kuda istana Pejasone.


30 menit berlalu, seluruh pangeran dan putri duduk di atas rumput Istana Pejasone yang hijau dan subur.


Kemudian, mereka mengobrol sedikit-sedikit.


"Aku dengar akan ada festival, benar kan?" ucap Pangeran Theonor.

__ADS_1


"Benar, ada Festival. Kita para putri akan menampilkan sesuatu disana" ucap Putri Athanasia.


"Benarkah? Apa itu?" tanya Pangeran Xavier.


"Rahasia, kalian tidak boleh tau. Yang pasti setelah melihat kami tampil pasti kalian semua akan tersihir dan aku prediksi akan ada acara cinta lokasi." ucap Putri Quely dengan gaya bicaranya yang unik


"Cinta lokasi apanya, tidak ada cinta yang seperti itu" bantah Pangeran Elio


"Bagaimana jika terjadi padamu? Kau bersedia memberikan aku harimau untuk dijadikan penjaga gerbang Rumpelstiltskin?" ucap Putri Quely


Putri Quely lupa dia sedang mengancam siapa.


"Baiklah, jika aku terlibat cinta lokasi. Aku akan memberikan mu satu harimau, jangan lupa kau jadikan penjaga gerbang istana." ucap Pangeran Elio


"Baik! Mari kita lihat" ucap Putri Quely


"Yaa.. seperti biasa. Perdebatan saudara sudah dimulai" ledek Putri Hela.


"Harap mengerti saudara-saudara ku, mereka berdua memang seperti ini" ucap Pangeran Zaire.


Semua orang tertawa, mereka tidak bisa membantah dan menyetujui tentang itu. Pangeran Elio dan Putri Quely memang sering berdebat kecil. Namun mereka tetap akan akur.


"Baiklah... ini saatnya istirahat. Kalian boleh makan aku akan membaringkan tubuhku di atas rumput ini" ucap Pangeran Aragon.


Semua orang berdiri dan berjalan cepat masuk ke dalam istana untuk makan siang. Putri Athanasia pun mengejar Pangeran Elio dan menyetarakan langkahnya dengan Pangeran Elio.


"Apakah kau ingin tahu pertunjukan apa yang akan para putri tampilkan?" tanya Putri Athanasia


"Tidak perlu, lagi pula itu rahasia para putri kan? Lebih baik kau tidak memberi tahu" ucap Pangeran Elio


Putri Athanasia langsung diam, dia langsung tersenyum kembali dan bertanya lagi.


"Kau percaya cinta lokasi?" tanya Putri Athanasia


"Entahlah, aku tidak pintar dalam bidang itu" jawab Pangeran Elio


"Aku percaya, itu nyata. Kau pasti akan percaya jika sudah merasakannya" ucap Putri Athanasia


Pangeran Elio memberhentikan langkahnya karena mereka berdua sudah tiba di depan meja makan. Pangeran Elio menarik salah satu kursi untuk Putri Athanasia.


Putri Athanasia langsung duduk diiringi senyuman yang dia berikan karena salah tingkah.


"Kau bisa lanjutkan topik itu nanti" ucap Pangeran Elio kemudian dia mencari tempat duduk lain yang kosong, yaitu didepan Putri Athanasia.


...• • •...


Selesai makan siang, semua pangeran putri bersiap untuk pulang ke istana masing-masing karena jadwal hari ini hanya berlomba menunggang kuda.


Putri Athanasia mencari Pangeran Elio, saat sudah menemukan sosok yang dia cari Putri Athanasia memberi hormat disertai senyuman manisnya.


"Salam Pangeran Elio"


Putri Athanasia tersenyum, dia bersiap untuk melemparkan pertanyaan.


"Apa kau ingin kembali ke istana?" Putri Athanasia


"Iya, setelah ini. Ada yang ingin kau bicarakan padaku?" tanya Pangeran Elio diakhiri dengan senyum tipis.


"Kau bilang akan melanjutkan pembicaraan mengenai cinta lokasi." ucap Putri Athanasia


"Oh itu, kau ingin membicarakan itu?" Pangeran Elio


"Kau mengatakan agar kita lanjutkan pembahasan itu" ucap Putri Athanasia


"Baiklah..."


Pangeran Elio duduk di pinggir batu dan menatap Putri Athanasia didepannya.


"Silahkan lanjutkan.."


Putri Athanasia tersenyum, pipinya merah. Ini adalah salah satu sifat yang Putri Athanasia sukai dari Pangeran Elio.


Dia akan memberikan seluruh perhatiannya pada lawan bicara, pertama kali di perlakukan seperti itu sebelumnya Putri Athanasia sudah jatuh cinta dengan Pangeran Elio.


"Kau tidak percaya dengan cinta lokasi? Kenapa? Bisa katakan alasannya padaku?" Putri Athanasia


"Aku hanya tidak percaya saja, seorang laki-laki dan perempuan jatuh cinta hanya karena satu kejadian ditempat yang sama. itu yang aku pikirkan" jelas Pangeran Elio


"Namun nyatanya banyak yang sukses di cinta lokasi" ucap Putri Athanasia


"Namun aku katakan itu semacam tidak masuk akal. Aku percaya cinta yang tumbuh di dalam hati" ucap Pangeran Elio


"Jadi, kau masih tidak percaya tentang itu yaa... baiklah tidak apa, banyak orang yang sependapat denganmu juga" ucap Putri Athanasia.


Pangeran Elio berdiri dari duduknya dan menatap Putri Athanasia.


"Apakah pembahasan ini sudah selesai?" tanya Pangeran Elio


Putri Athanasia mengangguk sambil menyembunyikan senyumannya.


"Baiklah, kalau begitu aku pamit pergi. Salam Putri Atha" ucap Pangeran Elio


Kemudian dia menaiki kudanya dan meninggalkan istana Pejasone.


"Dia begitu tampan, dia juga orang yang sopan. Aku berharap Pangeran Elio melirikku." ucap Putri Athanasia.

__ADS_1


...• • •...


Don melaju dengan cepat, Pangeran Elio dan Don hadir di tengah-tengah hutan yang lebat. Masih bersama dengan matahari yang bersinar terang diatas sana.


Pangeran Elio turun dari kudanya dan duduk di atas ranting kayu besar yang sengaja dia letakkan di sana selama bertahun-tahun.


Dari arah timur laut terlihat sosok hewan bertubuh besar berwarna putih dengan loreng hitam.


Harimau albino yang menjadi sahabat Pangeran Elio. Sejak kematian ibu nya, Pangeran Elio sering berkunjung ke hutan. Awalnya Pangeran Elio takut karena dia tidak memiliki ilmu apapun dan skill apapun untuk melawan hewan buas.


Namun, harimau albino itu mendadak duduk di depannya. Pangeran Elio pun perlahan mendekati harimau itu dan mengelus kepalanya.


Sejak saat itu interaksi antara harimau albino dan Pangeran Elio tercipta. Siapa yang akan menyangka harimau albino yang dituduh membunuh ibunya justru menjadi sahabat dekatnya di hutan ini.


Beberapa hari setelah berteman baik dengan harimau itu, Pangeran Elio bermimpi bahwa yang membunuh ibunya bukanlah harimau ini tapi harimau ilusi yang memang di ciptakan untuk ibunya sendiri.


Tidak masuk akal memang, harimau ilusi namun hasil cakarannya nyata. Iya, seperti itulah hukuman atas perbuatan ibunya sendiri.


"Iger, bagaimana kabarmu?" tanya Pangeran Elio


Iger mengaum seakan mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Pangeran Elio tersenyum dan mengelus kepala Iger.


"Kau tumbuh besar dan sehat, kau harus selalu sehat untuk menjadi teman ku selamanya. Suatu saat aku akan membawamu ke istana" ucap Pangeran Elio


Iger hanya diam, dia mendusel tubuh Pangeran Elio hingga lelaki itu tertawa kecil.


"Sepertinya kau habis berburu ya... Aku kemari dengan Don, aku rasa kau tidak perlu bertemu dengannya. Disini lebih baik..." ucap Pangeran Elio


Iger mengaum lagi, Pangeran Elio tersenyum.


"Kucing besar yang dikatakan berbahaya justru menjadi temanku. Jika kau manusia mungkin ucapan-ucapan buruk tidak sampai ke padamu" ucap Pangeran Elio.


"Baiklah... kunjungan hari ini selesai. Kapan-kapan aku akan kemari lagi dalam jangka waktu dekat, kau jangan macam-macam denganku." ancam Pangeran Elio bersamaan dengan tangannya menyentuh dahi Iger.


Iger menunduk dan diam, seakan dia mengerti dan memberi hormat karena tuannya akan pergi ke tempat dia tinggal.


"Jaga dirimu baik-baik Iger, kita akan bermain ketika aku berkunjung kemari" ucap Pangeran Elio


Dia memeluk Iger sebentar kemudian berjalan menjauh, saat sudah menemukan Don dia menungganginya dan kembali ke istana Corvus.


...• • •...


Sementara sore ini, para putri berkumpul untuk persiapan Festival yang akan diadakan dalam waktu dekat.


Mereka akan menampilkan tarian pedang dan beberapa pertunjukan simulasi perang dari beberapa putri.


Sementara saat ini, Putri Lizie bermasalah dengan dirinya sendiri. Dimana dia tidak selalu memperbaiki posisi pedang yang dipegang karena tangannya basah dan licin.


"Maafkan aku, pasti ini membuat kalian jengkel bukan? Aku memang pengacau" ucap Putri Lizie


"Tidak Putri Lizie, kau bukan pengacau. Mungkin kau memang butuh istirahat, bagaimana kalau kita semua beristirahat sebentar?" ucap Putri Quely


Semua nya mengangguk setuju, mereka langsung terduduk di lantai ruang latihan. Sambil saling menatap satu sama lain.


"Kalian tau apa yang aku pikirkan?" tanya Putri Quely


"Kau memikirkan tentang kondisi Festival yang ramai" ucap Putri Hela


"Iya benar, aku tidak punya banyak keberanian untuk tampil didepan semua orang. Aku tidak mewarisi keberanian ayah dan ibuku." ucap Putri Quely


"Kau pasti bisa Putri Quely, ingat saja hal-hal yang membuat mu bahagia. Itu akan membantu, aku pun melakukan hal itu" ucap Putri Athanasia


"Benarkah? Tapi tidak semudah itu menerapkannya Putri Athanasia" Putri Quely


"Putri Quely.. kau pasti bisa!" ucap Putri Eudora


"Jangan khawatir, besok kita menggunakan pakaian yang hampir tertutup semua. Jadi semua orang tidak akan mengenali kita" ucap Putri Deela


"Oh iya! Itu benar! Aku baru ingat, kostum kita itu seperti penyamar antar kerajaan. Jadi kemungkinan besar orang lain tidak akan mengenali kita Putri Quely" ucap Putri Lizie


"Baiklah, jika memang terbantu dengan kostum itu. Aku akan sangat berterima kasih karena akan menyembunyikan wajahku hahaha" ucap Putri Quely


(Dia introvert, tidak seperti Raja Harris dan Ratu Abella) batin Putri Eudora.


"Bagaimana jika kita membuat sebuah permainan konyol?" tanya Putri Deela


"Seperti apa?" Putri Hela


"Tunggu... aku sebagai putri paling tua akan berpikir apakah permainan ini merugikan kita." ucap Putri Quely


"Tentu saja tidak tuan putri, karena ini akan terasa menyenangkan" ucap Putri Deela


"Baiklah, katakan permainan apa itu?" tanya Putri Jannesa


"Jika di acara Festival ada yang cinta lokasi maka orang itu wajib menggendong salah satu dari kita atau 2 orang" ucap Putri Deela


"Hahaha tidak mungkin, dimana image kita sebagai para putri jika itu terjadi." ucap Putri Jannesa


"Baik! Aku setuju! Mari kita lihat siapa yang kalah dalam permainan ini" ucap Putri Quely bersemangat.


"Baiklah! Ayo kita setujui permainan ini!!" seru Putri Deela


Diiringi suara tepuk tangan dari para putri. Dan hari ini ditutup oleh ide pernikahan konyol para putri yang sedang beristirahat disela-sela latihan.


...•...

__ADS_1


...•...


.... to be continued ....


__ADS_2