
Pagi ini setelah sesi sarapan Istana Corvus selesai, Pangeran Elio langsung mengganti pakaiannya sesuai dengan jadwal pagi ini yaitu sesi pelatihan fisik dan perang Pangeran Elio.
Bahkan sebelum pelatih hari tiba di area pelatihan Pangeran Elio sudah melakukan pemanasan sendiri seperti biasa yang dia lakukan.
“Salam Yang Mulia... Mohon maaf saya hari ini sedikit terlambat karena Raja Aiden berdiskusi dengan saya sebelumnya.” jelas sang pelatih
“Tidak apa, kalau memang diskusi itu penting dilanjutkan saja” jawan Pangeran Elio sambil melakukan push up
“Sudah selesai Yang Mulia, saya bisa melatih anda hari ini” ucap sang pelatih dengan senyumannya
“Baiklah” jawab Pangeran Elio
Pelatihan pun dimulai, pelatih memberikan pelatihan untuk fisik sebelum sesi pelatihan perang dimulai. Untuk sesi pelajaran istana kali ini, Pangeran Elio melakukannya dengan senang hati dan serius.
Ini adalah salah satu pelajaran kerajaan yang paling dia sukai dan ditunggu-tunggu. Selain fisiknya terbentuk, Pangeran Elio pun akan terbiasa menggunakan senjata-senjata jika suatu saat terjadi perang.
Saat usia Putri Quely menginjak 18 tahun, dia tidak sengaja masuk ke kamar Pangeran Elio yang pintunya memang tidak ditutup menyisakan celah dari pintunya. Karena mereka memang sudah janji untuk pergi bersama jadi Putri Quely berniat masuk untuk mengajak Pangeran Elio.
Namun Putri Quely justru teriak dan menutup matanya ketika Pangeran Elio bertelanjang dada hendak mengganti pakaian, sontak itu membuat mereka berdua terkejut.
Tapi, tidak bisa dipungkiri Putri Quely mengidam-idamkan bentuk tubuh seperti sepupunya—Pangeran Elio, yang tampak seperti bata disusun. Pengakuan dari Putri Quely bahwa tubuhnya itu bagus membuat Pangeran Elio merasa semangat untuk menjalani pelatihan fisik.
...• • •...
3 jam telah berlalu, Pangeran Elio tertidur diatas tanah yang tandus dan panas, pelatih pun tersenyum dan mendekati Pangeran Elio yang sedang memejamkan mata karena kelelahan.
“Saya merasa tidak ada yang harus dikomentari Yang Mulia, dari segi pelatihan yang saya amati dari waktu ke waktu anda terus mengalami perkembangan selagi anda selalu fokus dalam pelatihan ini. Saya berharap anda bisa meningkatkan konsentrasi yang lebih lagi karena sejauh ini sudah sangat baik Yang Mulia. Raja Aiden pasti senang mendengarnya.” jelas sang pelatih.
“Terima kasih, ini semua karena aku menyukai pembelajaran ini daripada yang lainnya. Jadi aku punya perkembangan yang baik dari waktu ke waktu.” jawab Pangeran Elio.
Sang pelatih pun tersenyum, Pangeran Elio berdiri dari posisi tidurnya kemudian membungkuk untuk memberi hormat.
“Terima kasih aku ucapkan untukmu... salam...” ucap Pangeran Elio
“Salam Yang Mulia Pangeran Elio” jawab sang pelatih sembari melakukan hormat yang sama.
Setelah pelatih pergi meninggalkan area pelatihan, Pangeran Elio juga meninggalkan area pelatihan untuk mandi dan bersiap-bersiap dengan jadwal berikutnya yaitu pertemuan rutin para pangeran dan putri.
...• • •...
Satu jam telah berlalu, para pangeran dan putri pun sudah duduk di kursi yang disediakan di Istana Pejasone seperti biasanya. Disaat sedang berdiskusi Pangeran Elio pun dipanggil oleh kepala pelayan istana untuk menemui Ratu Ails seperti biasanya.
Dan satu kerajaan baru datang untuk masuk ke dalam lingkup 8 Kerajaan besar yang saat ini bertambah menjadi 9 Kerajaan besar. Pangeran Elio menuntun orang yang baru dia kenal itu masuk ke dalam ruangan dimana mereka biasa berkumpul.
Setelah berdiri didepan para pangeran dan putri, Pangeran Elio memberi perintah agar dia memperkenalkan diri.
“Silahkan perkenalkan diri mu” ucap Pangeran Elio
Tubuh tinggi, badan besar, dengan beberapa luka di wajah, rambut yang diikat, mata yang berwarna coklat cerah, bibir yang merah, hidung mancung, rahang yang tegas serta membawa 2 pedang di pinggang kanan dan kiri menambah kesan yang tegas jika pertama kali bertemu dengannya.
“Nama ku Ziaurus Qian Gudriai Xalvador Xalvarion, kalian bisa memanggilku Pangeran Ziaurus. Aku dari kerajaan Xalvarion yang terletak di bagian Barat. Alasan Xalvarion masuk ke dalam lingkup 8 Kerajaan Besar kalian karena kami baru saja menaklukan Kerajaan Danmr dan berhasil menemukan penemuan berharga di zaman kerajaan kuno. Itu saja, senang bertemu dengan kalian semua. Salam...” papar Pangeran Ziaurus kemudian dia membungkuk memberi hormat.
Para putri dan pangeran berdiri dari duduk mereka dan memberikan salam hormat yang sama sembari menampakkan senyuman masing-masing.
“Senang berkenalan denganmu, Pangeran Ziaurus.” Ucap Pangeran Aragon
“Semoga kau bisa menjadi teman baik kami” ucap Putri Eudora
“Terima kasih” ucap Pangeran Ziaurus
“Kau bisa duduk” ucap Pangeran Elio kemudian dia kembali duduk di tempat semula
“Baiklah bagaimana dengan pembahasan sebelumnya yang sempat tertunda?” tanya Putri Jannesa
“Bisa jelaskan padaku kalian sedang membahas soal apa?” tanya Pangeran Ziaurus
“Kami sedang membahas tentang perekonomian Kerajaan Blue Stone yang sedang menurun beberapa hari ini. Kami berencana untuk memberikan sumbangan berupa bahan pangan yang cukup.” jelas Pangeran Zaire
“Aku paham, bolehkah aku berkomentar?” tanya Pangeran Ziaurus
“Silahkan...” jawab Pangeran Elio sembari menatap Pangeran Ziaurus dengan tatapan datar
“Sebelumnya, Kerajaan Xalvarion juga pernah ada di dalam krisis ekonomi yang sama. Bantuan yang datang tak hanya berupa bahan pangan tapi mereka juga memberikan pakaian dan vitamin serta rempah-rempah yang cukup. Bagiku itu sudah membantu. Selain itu, beberapa putri dan pangeran dari kerajaan berbeda juga membantu sosialisasi penanaman yang baik untuk beberapa tanaman. Mereka juga memberikan solusi yang cukup baik untuk krisis ekonomi berikut.” jelas Pangeran Ziaurus.
“Aku rasa itu saran yang bagus, lagipula jika diperhatikan tadi kita sudah punya contoh yang sama.” jawab Pangeran Aragon.
“Tapi aku tidak tahu apapun tentang bercocok tanam, metode seperti apa yang digunakan untuk meningkatkan perkebunan.” ucap Putri Hera
“Kau lupa ya? Kita memiliki perpustakaan alam yang berjalan disini” ucap Pangeran Raynor sambil menaikan satu alisnya ke arah Putri Athanasia.
“Aku bukan perpustakaan berjalan” ucap Putri Athanasia tidak terima
“Tapi yang aku katakan benar kan?” Pangeran Raynor tersenyum lebar
“Aku rasa, saran dari Pangeran Ziaurus bisa kita terima. Dan jika sudah melihat situasi serta kondisi langsung kita bisa melakukan perubahan rencana. Aku rasa kita harus mengunjungi Kerajaan Blue Stone, kemudian membentuk tim untuk menjalankan rencana” ucap Pangeran Elio
“Baiklah, aku setuju!” jawab Putri Quely sambil menopang dagu dan menatap Pangeran Elio dengan tatapan yang berbinar.
Pangeran Elio tersenyum lalu dia menyentil dahi Putri Quely hingga korbannya meringis. Putri Athanasia yang melihat momen itu hanya bisa tersenyum tipis sambil menunduk.
“Aku juga setuju dengan hal itu” ucap Putri Hera
__ADS_1
“Iya, aku juga setuju” ucap Pangeran Dragomir
“Aku rasa semua setuju dengan saran itu, jadi kita harus menjalankannya langsung” jawab Pangeran Aragon
“Baiklah, kita selesaikan hal ini” ucap Pangeran Elio
Akhirnya setelah menemukan jalan keluar, para putri dan pangeran langsung keluar dari ruangan pertemuan dan berkuda untuk mengunjungi wilayah warga Blue Stone.
...• • •...
Butuh waktu 30 menit untuk sampai ke wilayah warga Blue Stone, kemudian mereka menaruh kuda di kandang khusus yang warga sewakan untuk pendatang dari luar.
Saat masuk ke wilayah warga beberapa tanaman memang kering dan mati, ada juga sawah yang gagal panen, serta beberapa sayuran membusuk menjadi beberapa tumpukkan.
“Aku rasa ini sudah parah kondisinya” ucap Pangeran Ziaurus
“Kau benar pangeran” jawab Putri Quely
Putri Athanasia terkejut ketika Pangeran Elio menarik tubuhnya untuk mendekat karena dia berjalan tanpa arah dan hampir menabrak warga lainnya.
“Terima kasih” ucap Putri Athanasia
“Jangan melamun, tuan putri.” ucap Pangeran Elio
“Tak akan aku ulangi” ucap Putri Athanasia.
“Baiklah” ucap Pangeran Elio
“Pangeran, aku rasa kita harus menerapkan hasil diskusi yang sudah kita lakukan tadi. Karena kondisinya sudah lebih parah dari yang Pangeran Theonor katakan.
“Baiklah, tapi apakah memungkinkan kita menyelesaikan ini hanya dalam beberapa jam saja?” Pangeran Elio pun berpikir untuk memperkirakan waktu
“Kau bisa percayakan ini pada kami, pangeran” ucap Pangeran Dragomir
“Baiklah, kalian bisa langsung pergi menurut pembagian tim yang sudah di berikan tadi. Aku dan tim ku akan melakukan kegiatan pemantauan lahan disini serta langsung bersosialisasi.” ucap Pangeran Elio.
“Baik, ayo kita lakukan tugas kita” ucap Putri Eudora
Para pangeran dan putri langsung menjalankan tugas mereka masing-masing berdasarkan pembagian tim, sementara Pangeran Elio, Putri Athanasia dan Putri Jannesa menyusuri tempat beberapa lahan dan mengobrol dengan salah satu warga.
Mereka disana mengumpulkan beberapa petani dari berbagai lahan yang mereka kelola untuk diajarkan tentang cara efektif dan pencegahan jika hal yang sama terjadi. Beberapa warga berkerumun dan tertarik dengan obrolan Putri Athanasia dan juga Putri Jannesa.
Sedangkan Pangeran Elio memantau kondisi warga lainnya dan bertanya dari sisi lain mengenai dampak ini.
Setelah bersosialisasi, Putri Athanasia dan Putri Jannesa menghampiri Pangeran Elio.
“Pangeran, kita akan langsung terjun tentang cara efektifnya. Apakah tidak apa-apa?” tanya Putri Athanasia
“Putri Atha? Wahh... apa ini? Apakah itu panggilan khusus?” goda Putri Jannesa sembari menyenggol Putri Athanasia yang ada disampingnya.
“Kau ini” ucap Putri Athanasia
“Baiklah, saya akan melakukannya” ucap Putri Athanasia
“Ayo tuan putri!” ucap Putri Athanasia menggandeng Putri Jannesa untuk kembali menjalankan tugas
(Bisa bahaya jika Putri Jannesa terus-terusan meledek aku dan Pangeran Elio) batin Putri Athanasia.
Pangeran Elio membantu warga lainnya dan setelah tugasnya selesai dia ikut terjun ke tempat Putri Athanasia dan Putri Jannesa sedang melangsungkan demonstrasi.
Sepanjang berjalanya demonstrasi Putri Jannesa tidak berhenti salah tingkah karena melihat kerjasama Pangeran Elio dan Putri Athanasia yang jatuhnya semacam chemistry diantara dua insan itu.
Dimulai sejak Pangeran Elio yang menjaga Putri Athanasia, menolong Putri Athanasia ketika hampir terjatuh karena berjalan di lumpur, dan membantu membawakan sepatu ketika hendak terjun ke ladang padi.
Walaupun Pangeran Elio juga membantu Putri Jannesa namun, dia merasa chemistry Pangeran Elio dan Putri Athanasia lebih romantis. Dia merasa seperti menonton romansa istana diawal pendekatan, Putri Jannesa menyukai hal-hal yang berbau romansa.
Sementara di sisi lain masih di dalam lingkup yang sama, para pangeran dan putri juga membagikan pakaian, serta bahan pangan ke rumah-rumah warga. Mereka pun senang ketika melihat senyum bahagia dari warga yang mereka bantu siang ini.
...• • •...
Selesai dengan sesi membantu di wilayah Blue Stone, Pangeran Elio kembali ke Istana Corvus dan mengganti pakaian untuk berburu di jadwal selanjutnya. Saat hendak berangkat berburu, Putri Quely datang bersama kuda putih kesayangannya.
“Halo sepupuku~ Kau ingin berburu? Bolehkah aku ikut? Maksudku aku dan Elsy” ucap Putri Quely sembari tersenyum dan mengelus kepala kuda putih yang dia beri nama Elsy.
“Tidak perlu ikut tuan putri, aku akan lama. Kau di istana saja.” ucap Pangeran Elio
“Aku kesini untuk ikut denganmu, bukan malah menganggur di Istana seperti di istanaku.” ucap Putri Quely
“Maksudmu?” tanya Pangeran Elio
“Sore ini aku tidak ada jadwal kerajaan, jadi aku memutuskan untuk berjalan-jalan bersama Elsy dan aku menemukan tujuanku yaitu menemui dan mengikuti kegiatan istana mu.” ucap Putri Quely
“Aku berburu dan kau ingin ikut? Menggunakan gaun?” Pangeran Elio menatap gaun putih yang digunakan Putri Quely
“Iya, memang kenapa? Gaun tidak menjadi penghalang” ucap Putri Quely
“Baiklah, terserah. Yang penting aku tidak akan melindungi dan membantu mu jika terjadi sesuatu” ucap Pangeran Elio sembari menaiki kuda hitam miliknya.
“Mari kita lihat, kau akan menepati ucapanmu atau malah melanggarnya. Aku menunggu itu sepupuku.” ucap Putri Quely
Putri Quely bisa percaya diri mengatakan hal itu karena Pangeran Elio adalah orang yang suka ingkar dengan ucapannya sendiri. Dengan kata lain dia tidak mungkin membiarkan orang lain terluka jika masih ada disekitarnya.
__ADS_1
Dan ucapan yang Pangeran Elio katakan tadi bukan sekali dua kali dia katakan, namun berkali-kali namun akhirnya dia akan melanggar ucapannya itu. Pangeran Elio mulai menjalankan kudanya itu dan diikuti Putri Quely di belakangnya.
Sesampainya di hutan Pangeran Elio langsung melancarkan aksinya, dia akan memburu kancil sore ini. Putri Quely kewalahan karena mengejar Pangeran Elio yang berlari.
“Hosh... hosh... aku tidak tahu kalau cara dia berburu sebrutal ini. Aku kira dia akan pelan-pelan dan was-was ternyata tidak. Itulah alasan dia bertanya tentang gaun ku~” oceh Putri Quely sembari berlari mengejar Pangeran Elio
“Hei bis- hmph hmph”
“Sst... jangan berisik.” ucap Pangeran Elio pelan sembari menutup mulut Putri Quely
Pangeran Elio melemparkan beda tajam ke arah kancil itu kemudian dia mengarahkan busur panahnya tepat mengenai area vital kancil tersebut. Dan Putri Quely pun membulatkan matanya sembari menutup mulutnya dengan tangan sendiri.
“Kau tega sekali, pangeran” ucap Putri Quely
“Inilah yang dinamakan berburu” ucap Pangeran Elio sembari tersenyum
Pangeran Elio mendekati kancil yang sudah mati tersebut dan melepaskan anak panah serta besi tajam yang ada dikaki kancil itu.
“Kau brutal sekali” ucap Putri Quely disamping Pangeran Elio yang akan membawa hasil buruannya.
“Ayo kita pergi” ucap Pangeran Elio
“Pergi kemana?” tanya Putri Quely mengekor dibelakang Pangeran Elio
Pertanyaan itu tidak dia jawab hingga Pangeran Elio meletakkan kancil buruan itu dibawah pohon besar, Putri Quely langsung duduk di akar besar yang muncul ke permukaan tanah.
“Tunggu sebentar disini” ucap Pangeran Elio
Pangeran Elio langsung meninggalkan Putri Quely, mau tak mau Putri Quely menunggu sendirian di hutan bersama dengan kancil yang sudah mati tanpa bertanya Pangeran Elio pergi kemana.
Tak lama Putri Quely mendengar suara ranting yang dinjak serta daun kering yang berbunyi semakin ramai dan semakin dekat sumber suaranya. Putri Quely langsung berdiri dari duduknya dan mengedarkan pandangan ke sekiatarnya untuk mencari sumber suara.
Dan hanya dalam beberapa detik harimau putih muncul di depan Putri Quely, merasa gemetar dan keringat dingin Putri Quely langsung mundur beberapa langkah.
“AAAAAAAAAA!!!!!!”
Putri Quely berteriak sekeras-kerasnya, untuk melawan dia tidak membawa senjata apapun karena kakinya sudah lemas dia hanya mampu berdiri ditempat.
Saat harimau itu mendekat, Pangeran Elio langsung berdiri didepan Putri Quely dan melemparkan kancil hasil buruannya pada harimau itu. Harimau itu langsung memangsa kancil tersebut dan Pangeran Elio tersenyum.
“Makanlah yang banyak Igr” ucap Pangeran Elio sembari mengusap kening harimau putih itu
“I-igr?”
Putri Quely langsung terduduk lemas hendak pingsan, Pangeran Elio langsung menopang tubuh Putri Quely yang sudah terduduk di atas tanah dengan tatapan kosong. Pangeran Elio memberikan air minum pada Putri Quely yang di kantungi di saku pakaian berburunya.
“Minumlah ini”
Putri Quely meneguk air mineral yang diberikan dan dia mengatur nafas yang sedang tersenggal saat ini.
“Tak apa, kau aman sekarang. Dia bukan hewan buas” ucap Pangeran Elio menenangkan Putri Quely yang masih berada di pelukan Pangeran Elio.
“Kenapa kau meninggalkan aku sendirian dihutan hah! Kau tidak mengatakan apapun padaku, aku tidak membawa senjata apapun dan kau memasrahkan kancil itu padaku! Bagaimana kalau aku dibunuh harimau itu hah? Kau ingin mengurus pemakamanku? Kau tega sekali!!!” oceh Putri Quely sembari mendorong Pangeran Elio
“Aku tidak ada niatin untuk menjadikan mu mangsa Igr, lagipula dia tidak doyan manusia” ucap Pangeran Elio
“Jangan mengarang seakan kau sudah mengenal hewan buas itu!” ucap Putri Quely
Pangeran Elio menghela nafas, dia menatap Igr yang masih mengigit tulang kancil itu. Pangeran Elio dan Igr sempat berkontak mata sebelum Igr kembali melanjutkan santapannya.
“Aku memang sudah mengenalnya, dia adalah harimau yang selalu dituduh membunuh ibuku.” ucap Pangeran Elio dengan pelan.
“A-apa maksudmu? Tidak mungkin itu harimau nya, kau mengarang kan? Lagipula kenapa kau malah memeliharanya bukan membunuhnya?” tanya Putri Quely
“Tidak, karena bukan dia yang membunuh ibuku. Ada cerita panjang soal ini, aku tidak bisa bercerita sekarang. Mungkin lain kali...”
Pangeran Elio berdiri dan mendekati Igr untuk mengelus kepalanya dengan lembut, hal itu membuat Putri Quely meringis ngeri.
“Yang penting kau sudah tau inti nya dan Igr sudah mengenalmu.” sambung Pangeran Elio
“Apakah Raja Aiden tahu soal harimau ini?” tanya Putri Quely berusaha berdiri dari duduknya
“Tidak, hanya kau dan aku yang tahu soal Igr” ucap Pangeran Elio
“Apakah dia jinak?” tanya Putri Quely
Pangeran Elio mengangguk dan tersenyum pada Igr.
“Dia jinak, dia sudah terhubung denganku sejak ibuku meninggal. Dan Igr sudah menjadi sahabatku sejak kecil. Mendekat lah, Igr suka dengan teman baru.” ucap Pangeran Elio
“Tidak, aku kan tidak tahu arti dari suka dengan teman baru. Siapa tahu artinya suka memangsa teman baru, iya kan?” oceh Putri Quely
“Terserah kau, Igr sudah bertemu denganmu setidaknya jika dia melihatmu dia tidak langsung memangsa.” jawab Pangeran Elio.
“Dia kurang waras agaknya, bagaimana bisa dia berteman dekat dengan harimau putih.” gumam Putri Quely dengan pelan.
...•...
...•...
.... to be continued ....
__ADS_1