
Pagi hari yang cerah, merah, biru, kuning, putih, lilac, tosca membuat suasana di dalam istana para putri—Flower Dainty cerah dan ceria. Dandanan yang cantik serta gaun berbagai macam model dan warna menambah kesan yang sangat positif di dalam Istana Flower Dainty.
Pagi ini, banyak para putri yang sedang bercerita dan bercanda serta tertawa sebelum acara dimulai. Yaitu, cerdas cermat pengetahuan “Dunia Putri Kerajaan”. Acara yang sudah berjalan selama 1 tahun ini di backing oleh Ratu Ameda pemilik Istana Flower Dainty.
Ratu Ameda yang mendapatkan julukan “Wakil Para Putri” ini adalah ratu yang penuh kreatifitas dan ide cemerlang. Jika ada acara dimana seluruh putri dari berbagai kerajaan berkumpul, maka disitulah Ratu Ameda menjadi backing nya.
Bukan tanpa tujuan, acara yang dia adakan setahun sekali ini untuk menguji ilmu akademik dan non-akademik kerajaan seluruh putri. Dengan kata lain festival ini bisamenjadi ajang kompetisi.
“Seperti biasa ya, dalam satu tahun sekali kita selalu melihat pemandangan para putri baru yang masih sangat muda.” Ucap Putri Quely
“Iya, kau benar putri. Tapi tidak bisa kita pungkiri juga kalau putri muda itu adalah putri-putri yang cerdas dan pintar.” Jawab Putri Athanasia.
“Kita sebagai putri diatas mereka harus mempertahankan posisi agar tidak kalah saing.” ucap Putri Jannesa
“Maksudmu, kita putri yang sudah tua kan?” tanya Putri Lizzie
“Iya, walaupun wajah kita muda, kita tidak bisa mengelak kalau kita ini lebih tua. Putri Lizzie.” Jawab Putri Jannesa
“Ada benarnya dan terima saja kalau kita ini sudah tua” imbuh Putri Quely
“Iya, karena kau lebih tua dari kami. Putri Quely” ucap Putri Jannesa sembari tertawa kecil
“Iya, aku akui aku memang lebih tua daripada kalian.” jawab Putri Quely dengan enteng
Bunyi terompet menggema di seluruh Istana Flower Dainty yang menandakan bahwa acara akan dimulai. Para putri yang menyebar ke seluruh area istana langsung bergegas masuk ke dalam satu ruangan yang besar, luas dan megah.
Dekorasi-dekorasi ruangan yang delapan puluh persen kristal, menambah kesan anggun di ruangan ini. Para putri langsung duduk di kursi yang sudah disediakan mengelilingi meja yang panjangnya 2 meter.
Tiupan trompet yang kedua, para putri langsung berdiri dan memberi salam hormat pada kedatangan Ratu Ameda yang memasuki ruangan.
Sampai di depan semua orang, para putri serempak memberi salam hormat yang dibalas oleh Ratu Ameda, mereka kembali duduk dan Ratu Ameda mulai memimpin acara Festival Istana Flower Dainty.
“Terima kasih atas kehadiran kalian semua di acara Festival kali ini, tuan putri. Aku senang kalian semua terlihat tampak antusias dan senang dengan acara ini. Kalian terlihat sangat cantik dan berwibawa menambah suasana yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Baiklah! Aku tidak akan berlama-lama dengan sesi sambutan. Acara pertama adalah sesi cerdas cermat pengetahuan kerajaan para putri, setelah itu dilanjutkan sesi kompetisi berkuda dan memanah selanjutnya simulasi perang dan yang terkahir adalah jamuan.” papar Ratu Ameda dengan suara yang keras dan lantang.
“Mari kita mulai sesi pertama yaitu, cerdas cermat pengetahuan kerajaan.”
Ratu Ameda memberikan senyuman sebelum duduk di satu kursi khusus, didampingi para petinggi kerajaan dan Ratu Ails. Mereka akan memberikan peniliaian untuk acara cerdas cermat ini.
“Baik, kita mulai dari Istana Rumpelstiltskin.” ucap Ratu Ameda
“Aku benci mengatakannya tapi ya sudah, kenapa harus Rumpelstiltskin yang pertama” gumam Putri Quely disaat dia hendak berdiri dan berjalan ke bagian podium.
"Baiklah, kau sudah siap tuan putri?" tanya Ratu Ameda
"Siap, Yang Mulia Ratu!" jawab Putri Quely dengan sangat yakin.
Butuh waktu 2 jam untuk menguji satu ratu dari perwakilan masing-masing kerajaan. Sesi cerdas cermat adalah sesi yang sangat disukai para putri.
Dari sesi tadi, para putri bisa mengukur sejauh mana kemampuan otak mereka dalam pengetahuan kerajaan itu. Jika para putri merasa dirinya paling tinggi maka mereka akan membanggakan diri setelah acara ini selesai.
Bahkan tak jarang para putri bertengkar dan saling mengejek satu sama lain. Itu pun sangat berlaku dan sering terjadi pada para putri yang memiliki rival.
Dan benar saja, belum lama sesi cerdas cermat berakhir. Para putri berkumpul di depan pintu ruangan.
Dan terdengar suara keributan di dalam kerumunan itu. Para putri dari lingkup 9 Kerajaan Besar hanya melewati keributan itu dan menutup pendengaran mereka tentang keributan itu.
__ADS_1
"Lihat! Tidak ada gunanya ikut campur dengan urusan itu. Lagipula kenapa selalu terjadi keributan setiap tahunnya hanya karena dia memiliki skor tertinggi?" ucap Putri Quely
"Kau lupa ya tuan putri? Saat dahulu Putri Athanasia ditantang soal kecerdasannya oleh putri lain. Kita juga hampir menyebabkan keributan namun semuanya bisa teratasi karena Putri Jannesa." ucap Putri Hera
"Oh iya! Aku hampir lupa soal itu. Baiklah, setidaknya kita tidak menyebabkan hal seperti itu lagi" ucap Putri Quely.
"Lebih baik kita segera mengganti pakaian untuk sesi berikutnya" ucap Putri Lizzie
"Sesi berikutnya yang aku tau itu berkuda sambil memanah. Benar?" tanya Putri Kanzia
"Benar, sepertinya kau cepat beradaptasi dengan kondisi kerajaan disini." ucap Putri Athanasia
"Aku membaca jadwalnya tadi" ucap Putri Kanzia
"Hahaha, ternyata. Tidak apa, tidak ada salahnya kau membaca jadwalnya" ucap Putri Lizzie sembari merangkul Putri Kanzia.
Mereka tertawa kecil dan menuju ruang ganti pakaian, sesi berikutnya adalah olahraga berkuda sambil memanah. Para putri mengganti gaun mereka dengan pakaian khusus berkuda.
Dan disinilah para putri diuji dalam fisik dan kerjasama kudanya. Semua putri menantikan sesi ini.
...• • •...
Para Putri sudah berkumpul di area pacuan kuda, suasana yang semula ricuh menjadi tenang disaat Ratu Ameda datang untuk mengamati jalannya pertandingan ini.
Sesi berkuda ini akan menjadi sesi yang panjang dimana hanya akan diambil 3 terbaik dari 50 putri kerajaan yang hadir.
"Baiklah... sekarang kita hanya perlu menggunakan semua kekuatan yang kita punya. Jangan sampai lingkup kerajaan lain bisa unggul dari kita! Ayo semangat tuan putri!" ucap Putri Quely dengan semangat didepan semua teman-temannya.
Putri Kanzia tersenyum, dia bergumam dan tersenyum lebar.
Putri Kanzia merenggangkan tubuhnya dan dia mengelus kuda kesayangannya, Putri Kanzia mendapatkan giliran bertanding di sesi pertama.
Jadi dia tidak mau dirinya kalah, dia ingin semua orang mengakui kerajaan Diamond yang saat ini sudah menjadi kerajaan "besar".
"Arthur, aku percaya padamu" ucap Putri Kanzia saat sudah menunggangi kudanya.
"Semangat Putri Kanzia!!!" teriak Putri Lizzie
Saat peluit di tiup, Putri Kanzia melajukan kudanya. Dia menyusun rencana agar bisa menang namun kudanya juga tidak kelelahan karena terus berlari.
Kemenangan ada di pihak Putri Kanzia, dia memeluk kudanya dan tersenyum.
"Bagus Arthur! Kau akan memenangkan perlombaan ini" ucap Putri Kanzia
"Aku tahu dia hebat, aku yakin dia bukan putri biasa." gumam Putri Hera sembari tersenyum.
"Kau berhasil tuan putri" ucap Putri Quely langsung memeluk Putri Kanzia
Putri Kanzia terkejut, dia melebarkan matanya dan memasang wajah kikuk mendapatkan perlakuan ini dari Putri Quely.
"Kalian... berusahalah dengan baik. Lawannya mudah tidak seperti yang kalian bayangkan." ucap Putri Kanzia
"Mudah? Apa benar?" tanya Putri Athanasia
"Benar putri, kau hanya perlu tenang dan mengatur rencana dengan baik" ucap Putri Kanzia
__ADS_1
"Iya, aku rasa itu rencana yang bagus" ucap Putri Athanasia.
...• • •...
Matahari menjadi semakin panas, hari ini cuaca cerah tanpa awan. Matahari terekspos dengan baik di langit. Para putri sudah mulai menyibakkan tangan didepan wajah mereka karena hawa yang panas menerpa wajah.
"Kita hanya perlu menunggu siapa pemenang sesi berkuda hari ini." ucap salah satu putri
"Aku yakin pasti Putri Eugenie adalah pemenangnya. Dia sudah menang 3× berturut-turut... jadi aku yakin dia pemenangnya." ucap putri lainnya.
"Baiklah... Hasil yang cukup mengejutkan. Kalian benar-benar menunjukkan bakat kalian putri. Untuk acara Istana Flower Dainty di sesi berkuda dan memanah kali ini pemenangnya adalah... Putri Kanzia dari kerajaan Diamond. Selamat untuk mu tuan putri!" ucap Ratu Ameda.
Semua orang bertepuk tangan sembari mencari orang yang disebutkan sanga ratu. Sedangkan Putri Athanasia, Putri Quely, Putri Hera, Putri Lizzie, Putri Jannesa dan Putri Eudora bertepuk tangan riang sembari menatap Putri Kanzia yang tersipu malu.
"Kau hebat, putri!" ucap Putri Eudora
"Aku ikut senang dengan kemenangan mu hari ini tuan putri" ucap Putri Jannesa
(Sudah aku duga, dia hebat dalam hal lain selain bertarung denganku saat itu. Apakah dia juga ahli dalam hal lain?) gumam Putri Hera.
"Baiklah... sekarang adalah waktu untuk istirahat dan makan siang. Silahkan masuk ke dalam istana dan beristirahat lah putri." ucap Ratu Ameda
"Terima kasih Yang Mulia!" jawab seluruh putri di area pacuan kuda.
Semua putri berlomba untuk masuk ke dalam istana untuk mencari hawa yang sejuk. Putri Kanzia memilih untuk menunggu suasana sedikit sepi agar bisa lebih leluasa untuk masuk ke dalam istana.
Namun, saat ingin masuk ke dalam. Seorang putri berparas tegas, dengan model rambut pendek itu berdiri didepan Putri Kanzia sembari bersedekap.
Iya, dia adalah Putri Eugenie dari Kerajaan Southern.
"Apakah kau putri baru? Aku baru mendengar nama mu tahun ini di Festival Flower Dainty." ucap Putri Eugenie.
"Iya, bisa dibilang aku baru disini. Ada apa?" tanya Putri Kanzia
"Apa kau menggunakan jalur dalam? Kau dekat dengan Ratu Ameda ya?" tanya Putri Eugenie
"Apa maksud mu? Aku berbuat curang? Itu bukan tipe ku, aku tidak suka hal yang berbau curang" ucap Putri Kanzia
"Kau itu putri baru, tapi sudah bisa menggeser posisi ku yang selama ini selalu menang 3× berturut-turut. Pasti kau menyogok Ratu Ameda bukan? Kalau aku lihat kau juga tidak bagus-bagus sekali di pertandingan" ucap Putri Eugenie.
"Jadi kau iri ya dengan kemenangan ku? Kau tidak menerima kekalahan dan tidak menerima posisimu yang sudah tergantikan oleh aku? Begitu kan?" tanya Putri Kanzia dengan nada yang tegas tanpa memberikan senyuman.
Putri Kanzia sudah tahu kemana arah pembicaraan lawannya ini.
"Ya... setidaknya aku tidak berbuat curang seperti mu!" ucap Putri Eugenie sembari menunjuk Putri Kanzia didepan matanya.
"Hanya karena aku putri baru yang ikut acara ini, kau merasa aku curang dan menyogok Ratu Ameda ya? Ingat, diatas langit masih ada langit. Jadi jangan merasa sombong kalau kau akan menjadi juara bertahan. Kau seharusnya tidak membuat opini seperti itu padaku, itu tandanya kau terlalu lemah dan lalai akan latihan mu selama ini hingga posisi mu bisa direbut oleh ku..."
"Kau kurang beruntung untuk membuat aku jatuh hari ini. Senang bertemu dengan mu putri, salam." ucap Putri Kanzia dengan tegas dan sopan serta penuh penekanan agar lawan bicaranya paham dengan apa yang dia katakan.
"Berani sekali dia berbicara seperti itu padaku. Memangnya dia bisa apa? Kau hanya beruntung!" ucap Putri Eugenie sembari menatap punggung Putri Kanzia
...•...
...•...
__ADS_1
.... to be continued ....