
Aku adalah Ziaurus Qian Gudriai Xalvador Xalvarion dari Kerajaan Xalvarion. Kerajaanku menganut sistem kerajaan kuno yang masih sistematis dan katakan saja tidak fleksibel seperti sistem kerajaan zaman sekarang.
Tujuan utama kerajaan Xalvarion yaitu mendeklarasikan sistem kerajaan kuno agar sistem kerajaan-kerajaan lainnya bisa senada dan selaras dalam visi dan misi.
Deklarasi seperti ini sudah sering dilakukan oleh ayah dan kakek ku dibeberapa istana. Kami juga mengirimkan surat visi dan tujuan pemindahan sistem ini ke beberapa kerajaan namun mereka menolak dengan keras.
Itulah kenapa aku ikut masuk ke dalam lingkup 7 Kerajaan Besar yang berpengaruh beberapa tahun ini dengan tujuan agar mereka bisa menerima sistem kuno secara paksa.
“Ziaurus, apakah kau membawa kabar baru?” tanya ayah—Raja Yuho.
Ayahku Glorian Yuho Excras Da Hort Xalvarion yang kerap dipanggil Raja Yuho adalah generasi kedua setelah kakekku yang mendukung sistem pemerintahan ini.
“Belum ayah, aku akan mendekati salah satu dari mereka agar lebih mudah mendapatkan pendukung.” Jawabku
“Ziaurus, dari 7 Kerajaan Besar itu... Yang harus kau dekati adalah penerus dari Istana Corvus. Karena saat ini yang memegang kendali atas kedamaian dan kerukunan 7 Kerajaan Besar itu ayahnya Raja Aiden. Akan lebih mudah jika kau bisa berteman akrab dengan anaknya.” Jelas ayah
“Tidak semudah itu untuk mendekatinya ayah, dia tidak se-ramah itu dengan orang baru” jawabku
“Sejak kapan kau menjadi menyerah? Bukankah kau pandai dalam berteman dengan orang asing? Apakah sesulit itu untuk mendapatkan hati penerus Corvus itu?” tanya ayah sembari menatapku dengan tatapan angkuh
“Aku akan mencoba” jawabku
“Dengar Ziaurus! Jika semua orang masih menolak tujuan kita maka jalan satu-satunya adalah berperang. Persiapkan dirimu jika hal ini terjadi.” jelas ayah sembari menatap ke luar jendela besar disebelah Timur-nya.
“Kenapa harus perang ayah? Jika semua orang menolak kita hanya tinggal menyerah saja, jika kita memaksa semua akan sia-sia untuk kita.” Jawabku
“Ziaurus, mereka punya banyak harta dan bahan makanan pokok yang melimpah. Selain itu relasi mereka itu cukup luas, mendekati 7 Kerajaan Besar itu sama dengan memiliki kendali atas kerajaan daerah Utara, Selatan, Tenggara dan Timur. Seluas itu relasi mereka, itulah kenapa kita harus memiliki apa yang mereka punya.” Jelas ayah dengan tegas sembari menatap mataku tajam.
“Tujuan ayah belum sepenuhnya jelas untukku, untuk saat ini aku hanya akan menunggu tujuan yang pasti. Beri aku perintah ketika semua sudah siap dalam segi apapun. Aku permisi, salam Yang Mulia..”
Setelah memberi hormat aku langsung mundur beberapa langkah dan membalikkan badanku untuk keluar dari ruang tahta singgasana.
Katakan saja aku masuk ke dalam lingkup 7 Kerajaan Besar itu hanya untuk membuat sistem kerajaan modern menjadi sistem kerajaan kuno seperti dahulu lagi. Karena sistem yang mereka gunakan sudah berbeda beberapa kerajaan yang masih menganut sistem kuno kesulitan.
Kerajaan-kerajaan besar yang saat ini berpengaruh pada dunia kerajaan sudah menganut sistem modern itulah kenapa kerajaan yang masih menggunakan sistem kuno menjadi kesulitan dalam hal apapun.
Ayahku hanya ingin menguasai kembali kerajaan-kerajaan besar seperti dulu, ayah juga memiliki mimpi untuk menyejahterakan rakyat Kerajaan Xalvarion seperti dahulu.
Selain itu, ada satu penguasa kerajaan yang akan membunuh kerajaan manapun saat tugas ini gagal mereka lakukan. Itulah alasan mengapa ayahku memaksa untuk melakukan ini padaku. Selain mempertahankan keluarga kerajaan dia juga bertanggung jawab pada nyawa para rakyat karena penguasa ini.
Sampai saat ini pun ayah belum memberitahuku siapa penguasa kerajaan itu, aku berusaha mencari tahu tentang orang itu namun ayah melarang dan menyuruhku untuk fokus pada tugas yang diberikan.
Biar aku beritahu sedikit seperti apa sistem kerajaan kuno. Sistem kerajaan kuno berbeda jauh dengan sistem kerajaan modern. Sistem kerajaan kuno masih menganut keputusan pemimpin apapun yang terjadi, sedangkan sistem modern menerima semua keputusan keluarga inti istana seperti Raja, Ratu, Putri dan Pangeran.
Kegiatan didalam istana pada sistem kuno dan modern juga berbeda, kuno tidak akan pernah mengalami perubahan jadwal sesuai dengan pangeran atau putri istana, dalam artian jadwal pangeran dan putri selalu sama sejak nenek moyang terlebih dahulu.
Tidak ada sesi keluarga dalam sistem kuno, jadi perilaku atau obrolan santai anak dan ayah tidak dicantumkan dalam sistem kuno. Raja tetaplah raja tidak ada raja dan pangeran seperti halnya ayah dan anak.
Pasangan hidup harus ditentukan melalui garis keluarga untuk mempertahankan garis keturunan dan tahta kerajaan. Sedangkan sistem modern bisa memilih pasangan yang akan dia nikahi berdasarkan rasa cinta dan kasih sayang.
Pangeran dan putri bekerja dibawah kepemimpinan Raja dan para petinggi kerajaan, tidak bisa sembarangan memberi perintah atau keputusan tanpa adanya keputusan sang Raja. Seperti yang pertama tadi, sistem kepemimpinan.
__ADS_1
Pangeran dan putri yang gagal melaksanakan misi tingkat tinggi bayarannya adalah nyawa, tidak jarang banyak Kerajaan yang tidak memiliki Pangeran dalam istananya. Seorang Putri yang gagal dalam misi tingkat tinggi yang diberikan akan diberi hukuman sel selama 10 tahun lamanya.
Sudah terlihat berbeda dari sistem kuno dan modern yang dianut kerajaan-kerajaan saat ini. Karena kerajaan besar lainnya sudah beralih sistem dan sudah tidak menggantungkan kepemimpinan pada “sang penguasa” maka mereka tidak akan memiliki kekayaan dan harta yang banyak seperti semula.
Alasan “sang penguasa” masih terus memberikan misi berat seperti ini pada kerajaan yang masih menganut sistem kuno. Memang berat, namun aku sebagai pangeran tidak bisa berbuat apapun dan hanya bisa mengikuti apa yang mereka perintahkan padaku.
...• • •...
Saat ini aku memilih untuk merilekskan pikiran dengan melakukan kegiatan pelatihan pedang pada boneka jerami dihadapan ku saat ini. Sembari memikirkan bagaimana caranya aku bisa berhasil dalam tugas yang diberikan padaku.
Aku bertaruh nyawa menjalankan tugas ini, ini tugas teratas yang harus aku lakukan bahkan jika harus berperang pun aku harus memenangkan perang ini.
“Yang Mulia... Salam.”
Aku memberhentikan kegiatanku dan menoleh kebelakang, saat itu juga aku melihat Putri Erlen. Dia adalah tunangan ku, kami masih memiliki hubungan keluarga walaupun cukup jauh. Kami dijodohkan untuk mempertahankan perluasan wilayah kerajaan.
Putri Erlen menyukaiku dan aku pun menyukainya, kami tidak menyesal menerima perjodohan ini karena aku bisa hidup bersama wanita yang aku cinta dan aku sayangi.
“Salam Putri Erlen, kapan kau tiba di Xalvarion?” tanyaku
“Sekitar 10 menit yang lalu. Apa aku menggangu latihan mu Yang Mulia?” tanya Putri Erlen
“Tidak, kau tidak mengganggu ku” jawabku
“Kalau begitu, bisakah kau menemaniku ke area latihan berkuda? Ayahmu memberikan seekor kuda untukku. Aku ingin kau menemaniku untuk dekat dengan kuda itu.” Ucap Putri Erlen
“Ayahku memberikan kuda? Kau tau namanya?” tanyaku
“Walson? Dia kuda yang baik, dia penurut aku yakin hanya dalam satu hari kalian akan dekat.” Jawabku
“Benarkah? Aku tidak sabar bisa berteman dengan Walson” ucap Putri Erlen
“Baiklah, ayo kita ke area pacuan kuda”
Aku melangkah lebih dahulu dari Putri Erlen dan saat sudah sampai di area pacuan kuda kami berhenti dihadapan Walson.
“Berbicaralah pada Walson, salurkan perasaanmu padanya agar dia tahu bahwa kau pemilik barunya yang baik.” Ucapku
“Walson... Aku pemilik barumu, ayo kita bekerja sama kedepannya.” Ucap Putri Erlen setelah itu dia tersenyum pada Walson.
Aku terpana dengan senyumannya, Putri Erlen tampak sangat cantik dan manis ketika tersenyum. Matanya yang berwarna hitam pekat, wajah yang mungil, hidung kecil, bibir yang tipis serta bentuk mata yang cukup besar didukung sifatnya yang lembut. Itulah alasan aku jatuh cinta padanya.
“Apakah Walson bisa makan dengan baik?” tanya Putri Erlen
“I-iya, dia makan dengan baik apapun yang diberikan. Dia kuda kesayanganku saat aku umur 10 tahun.” Jawabku
“Sepuluh tahun... Dan umur mu saat ini dua puluh dua tahun. Sudah lama sekali ya” ucap Putri Erlen
“Ya... Dan selama ini Walson selalu membantuku dan bersamaku. Aku harap Walson bisa senang bersama mu juga” ucapku
“Terima kasih, kau dan Raja selalu membantuku” ucap Putri Erlen.
__ADS_1
“Aku yang seharusnya berterima kasih padamu. Karena selama ini kau selalu membantuku.” ucapku
“Aku tidak banyak membantumu, aku hanya ingin kau menjadikan aku tempat dimana kau berkeluh kesah.” ucap Putri Erlen.
“Setelah ini aku akan kembali ke istana. Sampai jumpa di lain waktu. Aku masih menunggu waktu itu tiba.” Ucap Putri Erlen.
Aku tersenyum lalu memberikan hormat pada Putri Erlen.
“Salam Yang Mulia Putri” ucap ku
Putri Erlen memberikan salam padaku juga sembari tersenyum “Salam Yang Mulia Pangeran”
Putri Erlen langsung pergi meninggalkan ku, aku hanya bisa tersenyum saat dia mengatakan bahwa dia menunggu “waktu itu tiba”. Kami sudah bertunangan, kemungkinan datangnya Putri Erlen bersama sang raja kemari untuk menentukan tanggal pernikahan kami.
Entah bagaimana caraku mengatakannya namun aku merasa bahagia saat perjodohan ini sesuai dengan keinginanku. Ayahku dan ayah Putri Erlen tidak tahu kalau kami sudah saling menyukai.
Yang mereka tahu kami saling suka karena perjodohan ini terjadi, aku jatuh cinta pada Putri Erlen disaat dia sedang berlatih bersama para prajuritnya. Saat itu Kerajaan Xalvarion memang berkunjung ke istana Putri Erlen.
Dengan menggunakan seragam perang ditambah memegang pedang aku terpana ketika dia menggerakkan tubuhnya untuk melawan para musuh dan mengayunkan pedang. Sejak saat itu aku menyukainya, namun Putri Erlen sendiri tidak mau mengaku padaku kenapa dia bisa menyukai ku.
Dia mengatakan bahwa akan menceritakannya ketika kami berdua sudah menikah, itu janjinya saat pertemuan kerajaan untuk yang ketiga kalinya.
“Salam Yang Mulia Pangeran Ziaurus, saya mendapatkan perintah dari Raja untuk mengantarkan Yang Mulia menuju ruang singgasana sekarang juga.” ucap sang pengawal.
“Baiklah”
Aku langsung berjalan menuju ruang singgasana dimana ayah menungguku, sesampainya disana. Ayahku sudah berdiri dari singgasananya kemudian dia tersenyum tipis.
“Ziaurus...” ayahku langsung berjalan menghampiriku dan menepuk pundak ku sekali.
“5 hari lagi kau akan menikah dengan Putri Erlen, persiapkan dirimu.” Ucap ayah
“5 hari lagi? Apa itu sungguhan Yang Mulia?” tanyaku
“Apakah aku terlihat bercanda?” jawab Raja Yuho
“Baik Yang Mulia Raja, saya akan persiapkan diri.” Jawabku
“Salam Yang Mulia Raja.”
Aku langsung keluar dari ruang singgasana dan langsung masuk ke dalam kamarku untuk menulis surat. Menggoreskan tinta pada kertas dan merangkai kata yang baik dan pantas untuk diterima Putri Erlen.
Setelah itu aku langsung mengirimkannya, walaupun rombongan Putri Erlen belum sampai di kerajaan mereka aku yakin surat itu akan sampai tepat waktu.
Aku akan menjadi orang pertama yang menunggu waktu pernikahan ini tiba dalam 5 hari ke depan dimana aku akan terikat janji setia hanya pada satu wanita seumur hidupku dan membangun keluarga yang harmonis bersama Putri Erlen hingga tua nanti.
Ziaurus POV END
.......
.......
__ADS_1
.... to be continued ....