Patah Tumbuh Dan Tak Mati 2

Patah Tumbuh Dan Tak Mati 2
10. Bos dan Member


__ADS_3

"Sepertinya mereka tidak ada di sini, kira-kira ke mana mereka pergi?" Tanya Suho pada anak-anak Dusun itu.


"Entahlah, hari ini paman Rain tidak melaut."


"Mungkin mereka di sungai, atau ke kebun," jawab anak yang lain.


"Paman ... paman ..." Seorang anak yang lain berlarian menghampiri mereka.


"Paman Rain dan bibi Hana di sungai," ujar anak itu dengan riangnya.


Sehun menghela nafas lega.


"Antar kami ke sana," pinta Suho tak sabar. Anak itu melangkah lebih dahulu disusul Suho dan yang lainnya.


Jarak dari rumah itu menuju sungai tak sama sekali tak jauh. Hanya pepohonan besar yang membuat pemandangan dari rumah ke sungai itu terhalangi. Hanya beberapa langkah, Suho sudah melihat sosok pria yang sangat ingin ia temui itu tengah melangkah ke arahnya juga.


Baek Hyun berdiri mematung menatap Suho. Di belakangnya tampak Sehun dan yang lainnya berjalan menyusul. Mata Suho berkaca-kaca. Dadanya terasa sesak oleh haru, rindu, dan kesedihan yang bergolak. Pria itu berjalan perlahan dengan perasaan yang masih juga tak percaya. Ia berjalan perlahan sembari meyakinkan dirinya bahwa sosok di depannya bukan  mimpi atau khayalannya saja. Tepat di depannya Baek Hyun masih berdiri di tempatnya. Dengan perasaan takut Suho merentangkan tangannya lalu memeluk tubuh itu pelan. Air mata Suho berderai ketika merasakan sosok itu begitu nyata.  Pelukannya perlahan menguat memastikan tubuh itu tidak akan lenyap dari rengkuhannya seperti dalam mimpi. Tangisnya makin menjadi setelah keyakinanya makin pasti.  Lebih lagi ketika ia merasakan tangan itu melingkar di tubuhnya.


Tubuh keduanya berguncang. Sehun dan Chen menyatu bersama mereka. Tangis mereka memecah kesunyian senja dengan senandung pilu Sehun dan Chen. Mereka rindu, teramat sangat rindu. Mereka juga terlalu bahagia. Sahabat yang susah payah direlakan kepergiannya kini kembali pada mereka dalam pelukan mereka sendiri.


Setelah keyakinan itu nyata terjawab. Perlahan D.O, Xiumin dan Kai melangkah menghampiri. Entah karena tangisan orang-orang itu, atau karena rasa haru karena sahabat mereka nyatanya masih ada di di dunia. Ketiganya tak mampu menahan kesedihan dan air mata yang seakan berlomba keluar dari pelupuk mata.


Tinggal Chamyoel seorang diri yang kini hanya bisa menatap orang-orang yang tengah berangkulan itu. Entah apa yang ia tangisi, entah apa yang membuatnya meneteskan air mata. ia sendiri sendiri berusaha menyangkal kesedihannya. Kekecewaan masih dengan begitu egois menahannya tetap di tempatnya.


Di dekatnya, anak-anak Dusun itu juga menangis meraung tanpa mengetahui mengapa mereka menangis. Anak-anak itu menangis hanya karena orang-orang dewasa itu berpelukan dan menagis keras.


Di tempatnya Hana hanya diam berdiri. Ia seakan terpaku di tempatnya. Hati wanitanya yang cendrung lebih sensintif tentu membuatnya tak mampu menahan kesedihan akan pertemuan yang tidak terduga itu. Lebih lagi ia sangat terharu, sahabat-sahabat suaminya masih menerima Baek Hyun, bahkan begitu merindukannya.


Menyaksikan kenyataan di hadapannya, Perlahan Chanyoel mengundurkan diri dari sana. Pria itu memalingkan tubuhnya. Secara mengejutkan sosok lain berlarian bersama seorang anak yang lain. Pria itu melewatinya begitu saja. Lalu meleburkan diri bersama gerombolan orang-orang yang tengah menumpahkan haru dan rindu itu. Chanyoel menatapnya dengan mata melebar seakan tak percaya. Namun demikianlah kenyataannya. Bagaimana pria itu bisa tiba-tiba ada di sini?


***


Suho hanya bisa berdiri sembari mengacak-ngacak rambutnya sendiri melihat ulah sahabat-sahabatnya. Ke delapan orang itu tampak duduk mengelompok, Chanyole seorang diri karena masih belum mau menerima  Baek Hyun juga Lay yang tiba-tiba muncul di sana. Di sudut lainya ada Chen, Xiumin, D.O dan Lay.  di tempat lainnya ada Baek Hyun yang dipaksa bergabung bersama Sehun, dan Kai. Sehun dan Kai adalah tim yang tidak terima dengan kehadira Lay di sana. Terhitung hari ini, Suho hanya punya waktu tiga hari untuk menyatukan mereka lagi.


Sejujurnya, kalau bukan karena Baek Hyun ...  Sehun, Kai termasuk Chanyoel sudah pasti pulang dari pada tinggal serumah dengan seseorang yang mereka anggap pengkhianat.


“Apa kalian anak TK?” ujar Suho membuka pembicaraan. “Tidak bisakah kalian bersikap dewasa?! Kalian sudah umur berapa?”


“Ini bukan masalah pola pkir yang dewasa atau tidak. Ini masalah perasaan yang tidak bisa menerima sebuah pengkhianatan!!” jawab Kai tegas.


“Aku mengerti, ” Lay berdiri. “Aku minta maaf. Tapi aku sama sekali tidak punya pilihan. Aku senang busa bersama kalian. Aku begitu bahagia bisa debut dengan bersama EXO. Tapi keluargaku ...”


“Apa pun alasannya, kau sudah membuat kami dalam masalah. Kau bahkan baru mengabarinya setelah sekian lama. Apa kau kira kami bisa menerima itu!?" Potong Kai.


“Keadaanku saat itu tidak seperti yang kalian bayangkan. Aku bahkan tak bisa melakukan  atau memikirkan apa pun saat itu. Aku benar-benar terkejut drngan kenyataan yang kuhadapi. Bahkan setelahnya aku juga terkekang" jelas Lay.


“Tidak bisakah kita saling memaafkan? Ini sudah terlanjur terjadi? Lay juga manyadari itu dan meminta maaf, apakah begitu sulit memaafkan?” Chen mencoba mencairkan suasana.


“Aku tahu aku tidak berhak mengatakan ini karena situasi yang kualami. Tapi aku rasa, Lay punya alasan sendiri dengan pilihannya. ” Baek Hyun mencoba mengutarakan pendapatnya. Mendengar itu, Sehun, dan Kay yang duduk di kiri dan kanannya  serentak menoleh padanya.


“Apa yang kau lakukan lebih buruk lagi! Setidaknya Lay memberi kabar beberapa bulan setelah dia menghilang, sedang kan kau!?”  Chanyole tak sadar mebela Lay.


“Apakah tu artinya kau mau memaafkanku? Tanya Lay dengan wajah berbinar.


Chanyoel tersadar. Seketika mukanya berubah datar lagi.


" Aku mengakui kesalahan itu. Aku tahu aku tidak ada alasan yang tepat untuk membela diri. Tapi terima kasih sudah mendatangiku ke sini.”  ujar Baik Hyun seraya menatap Chanyoel.


“Aku menganggap Chanyole sudah memaafkan Lay. Sekarang tinggal kalian berdua?” ujarSuho seraya menatap Kai, dan Sehun.


"Tuggu! siapa bilang aku mau memaafkan dan menerima dia kembali. Aku berkata seperti itu bukan berarti aku ..."

__ADS_1


"Mulutmu sudah mengungkapkan apa yang ada di hati dan pikiranmu yang sebenarnya. Seperti apa pun alasanmu menyangkalnya, hati kecilmu sebenarnya sudah bersedia memaafkan dan menerima Lay termasuk Baek Hyun. Jika tidak, tidak mungkin kau menyusul kami dengan hanya mengenakan baju tidur dan sandal bulu itu. Kau juga akan nekat pulang sendiri dan tidak akan duduk di sini bersama kami jika tidak menginginkan ini semua." tegas Suho.


"Dengar ..."


"Tidak ada yang perlu dilanjutkan lagi. Keputusannya mutlak. Sekarang tinggal kalian berdua," ujuar Suho sembari menatap Sehun dan Kai.


“Berikan 3 alasan kenapa kami harus memaafkanmu?” ujar Sehun pada Lay.


“Pertama ...


aku rindu bersama kalian. Aku ingin bersama lagi meski bukan sebagai member.”


“Ke dua ...” Lay menatap langit langit penginapan mencoba mencari alasan yang bisa menggugah hati Kai dan Sehun. “Aku mencintai kalian semua," Lay menjawab seadanya.


"ke tiga ..."


“Tunggu ..." potong Sehun. Berikan masing-masing kami 3 alasan, aku baru bisa menerimamu.”


“Aku juga ...” sambung Chanyoel. “membelamu tadi bukan berarti aku benar-benar menerimamu."


“ Baiklah, kalau itu aku punya banyak alasan" ujar Lay seraya menatap ketiga sahabatnya itu berganti-ganti.


"Untuk Kai ... aku mengaguminya karena dia penari yang hebat. Aku rindu membicarakan tarian bersamananya. Aku juga merindukan daging panggang buatanmu. Daging panggang buatan Kai adalah daging panggang terenak yang pernak kurasakan," Puji Lay tulus.


Kai sampai harus  menundukan kepalanya menyembunyikan senyumannya. Ia tak dapat menyangkal jika dirinya tersanjung mendengar pujian itu.


“Sehun ...


Sehun orang yang  sangat menyenangkan. Aku tidak tahu kenapa, aku selalu betah bersamanya. Sejujurnya Sehun pribadi yang manja, polos juga jahil, tapi  ia sangat baik hati. Aku rindu jalan-jalan bersamanya sembari membeli pakaian dan aksesoris. Aku menyukai Fasionnya. Bagiku, gaya berpakaiannnya selalu cocok denganku dan itu adalah yang terbaik. Sehun menatap langit-langit rumah itu berusaha bersikap biasa saja meski hatinya juga melambung mendengar pujian itu.


dan Chanyoel ...


Lay tersenyum sembari menunduk.


"Terkadang aku tersenyum bahkan tertawa sendiri mengingat bunyi kentutmu ...” ujar Lay dengan wajah serius. Kecuali Chanyoel yang tiba-tiba melotot menatap Lay, hampir semua orang di ruangan itu berusaha menahan tawanya mendengar perkataan Lay yang di luar dugaan itu.


“Kenapa ... kenapa kau jadi membicarakan soal kentut!!”


“Itulah istimewanya. Kentutmu ... bunyinya nyaring  tapi tak berbau.”


“Ah .... kenapa ....” Chanyoel yang merasa malu tak mampu melanjutkan kata-katanya. Suaranya tenggelam oleh tawa orang-orang yang seketika pecah dalam ruangan itu. Lay yang berkata dengan sepenuh hati hanya terdiam bingung melihat kelakuan sahabat-sahabatnya itu.


“Apa yang lucu ...” Lay menatap D.O juga Chen yang tawa makin nyaring  sampai terkapar di lantai. Lebih lagi ketika mereka menyadari  ekspresi Chanyoel yang seakan tidak terima dengan perkataan Lay tentangnya.


Wajah Suho memerah kerena tertawa. Dalam hatinya ia merasa lega. Akan ada harapan mereka bisa bersama-sama seperti dulu lagi, meski mungkin tidak sebagai member EXO.


“Kenapa kau tidak menerima itu. Kau bahkan kentut saat tidur. Mata dan mulutmu juga terbuka seperti ini,” ujar Sehun sembari menirukan gaya Chanyoel ketika tidur.


“Ah ... kau ingat saat di lifh? Tiba-tiba tercium bau kentut, dan dia sibuk mencari pelakunnya. Padahal itu dirnya sendiri,” cerita Chen.


“Bagaimana kau tahu  kalau aku pelakunya!?”


“Bukannya saat latihan kau kentut terus?” D.O bersaksi.


“Kenapa sekarang kalan jadi menyerangku?” Chanyoel masih saja tidak terima dengan penghakiman sahabat-sahabatnya.


“Sudahlah ... intinya Lay merindukan kentutmu yang istimewa. Ah .. Lay, apa ada hal lain yang kau rindukan tentang Chanyoel?” Tanya Suho.


“Tentu saja aku merindukan gaya tidurnya yang unik.”


“Kenapa yang kau ingat tentangku jelek semua?” protes Chanyoel

__ADS_1


“Aku belum selesai madih ada satu lagi."


"Tidak, tidak  tidak! Apa pun itu aku tidak mau mendengarnya lagi." tegas Chanyoel.


*


“Bulan depan aku akan mengambil alih kepemimpinan Antares,” Lay mengumumkan sesuatu yang mengejutkan setelah suasana mulai mereda.


"Plok plok plok,” D.O bertepuk tangan sendiri dengan ekspresi bangga. Namun tak demikian dengan member lain yang tampak tak percaya dengan perkataan Lay. Jadi selama ini mereka bernaung di bawah perusahaan milik keluarga Lay?


Sebenarnya Antares itu salah satu perusahaan milik keluarga kami. Jadi aku sengaja mengambil alih agar aku bisa kembali ke sini dan bekerja sama lagi dengan kalian lagi," jelas Lay.


Kali ini ke 6 member mengalihkan pandangannya ke Suho yang sepertinya tahu akan hal ini. 


“Kenapa?” Tanya Suho heran.


“Apa masuknya kita ke perusahaan itu bagian dari rencanamu?” Tanya Kai.


“Benar ... ada banyak perusahaan yang menawarkan kerja sama, tapi kau dan manejer lebih memilih perusahaan itu.” sambung Sehun.


“Sebenarnya, 'iya.' Bukankah lebih nyaman bekerja sama dengan sahabat sendiri?"


Para member itu terdiam. Pantas saja segala sesuatunya terasa begitu mudah selama ini. Bahkan mereka terkesan diistimewakan di perusahaan itu.


“Kedua. Aku memutuskan untuk menambah satu member EXO.”


“Hei! Jangan mentang-mentang kau akan jadi pimpinan kami, lalu kau bisa menambah anggota seenaknya. Apa kau pikir semudah itu menerima orang lain dalam satu grup yang sudah sekian tahun bertahan!” protes Chanyoel. “Tidak, tidak tidak, kalau yang itu aku tidak akan terima.”


“Apakah yang kau maksud  itu Baekhyun?” D.O mncoba menebak.


"jila itu benar, aku minta maaf. Aku ... aku tidak akan bisak." jawab Baek Hyun seraya tertunduk.


“kenapa?” Chen mewakili pertanyaan yang ingin dilontarkan sahabat-sahabatnya.


Baik Htun terdiam sejenak. Pria itu berkali-kali menghela nafas sebelum menjelaskan alasan yang sebenarnya tak diharapkan orang-orang dalam ruangan itu.


“Kau tak perlu menjawabnya. Aku mengerti" ujar Suho Seakan paham beban yang dipikul sahabatnya itu. "Kedatanganku bersama mereka hanya untuk berjumpa denganmu, Bukan untik.memaksamu kembali.


" Tapi kembalilah kau sudah siap untuk kembali," sambung Lay.


“Kalau begitu, aku akan memperkenakan member yang lainnya untuk kalian.”


“Hei ... sudah ku bilang tidak akan terjadi penambahan anggota. Jika kami menolak, kau tidak bisa memaksa!"


“Meski kau pemimpin perusahaan, bukan kau sungguh keterlaluan jika kau mengambil kebijaksanaanmu sendiri?” sambung Sehun.


“Benar, itu merugikan kami” ujar Kai.


“Tidak ada penambahan member, EXO tetap 7 orang kecuali jika baekhyun bersama kami” Sehun kembali mengajukan pendapatnya.


“Kalau begini, kita akan memutuskan kontrak dengan perusahaan."


“Memangnya siapa orang yang kau maksud?” Chen yang hanya celingak celinguk mendengar protes sahabat-sahabatnya memutuskan bertanya.


“YAAAA!!!!!” Orang-orang itu serempak berteriak pada Chen


“Itu adalah ....  Aku ....”


“Plook ... Plook ... plok ..." D.O kembali bertepuk tangan diikuti Chen. Baek Hyun tampak tersenyum senang sembari mengacukan ke dua jemponya.


“Selamat datang, aku senang kau kembali,” Chen berdiri menghampiri Lay dan memeluknya. D.O pun melakukan hal serupa. Ke tiga orang itu saling berpelukan dengan begitu bahagia. Tanpa mampu menahan diri, ketiganya melonjak-lonjak merayakan sukacita yang sungguh tak terbayangkan sebelumya.

__ADS_1


Sepertinya tidak ada lagi yang mengajukan protes. Sejujurnya mereka lebih suka jika Lay kebali bersama mereka ketimbag jadi pimpinan mereka. Bos dan member? Bukankankah Lay terlalu rakus?


__ADS_2