Pelabuhan Akhir Perjalanan Cinta

Pelabuhan Akhir Perjalanan Cinta
HATI YANG MEMILIH


__ADS_3

...Sebenarnya apa yang paling berpengaruh pada diri adalah...


..." Apa yang kamu katakan pada dirimu sendiri"...


...~~~~~~...


Tinggallah Restu dan Ratu dibangku taman.


Bunda bersama gengs nya entah punya rencana apa buat sore mereka, Radja bergabung dengan pemuda-pemuda komplek untuk bermain basket, sedangkan ayah bersama para bapak yang lain bermain catur disisi lain taman ini.


Bagaimana dengan Safira? tentunya juga masih disana entah berapa porsi sudah dihabiskannya. Kenapa Safira masih disana? karena ingin mencari waktu supaya bisa ngobrol sama Restu. ( kira-kira kasi kesempatan gak nih buat deketin babang Restu? hehehheheh)


...~~~~...


...Pengenalan tokoh tambahan dulu ya....


...SAFIRA NIRMALA DEWI...


...Anak gadis dari Bu Mala, pindahan dari Bandung, tetangga sebelah rumah Mami Diana, Sekolah di SMA TUNAS HARAPAN kelas XI yang merupakan adek kelas dari Restu dan Radja....


...Sifatnya masih misteri tapi sudah menunjukan rasa ketertarikan kepada Restu....


...~~~~~...


Restu menemani Ratu menikmati makanan yang tadi dibuatnya, diselingi dengan obrolan-obrolan ringan serta becandaan yang menghangatkan suasana, namun ternyata ada yang kurang lengkap.... apakah itu??


Tiba-tiba mbak Cinta datang dengan membawa satu tumbler Tupperware berisi liang teh dan satu botol Tupperware 1 liter air putih. Perlu digaris bawahi ya Restu sosok pemuda yang mengutamakan kebersihan meskipun sesekali jajan jajanan pinggir jalan namun dengan catatan bersih.


" Mas Restu... ini pesanan nya tadi. " Kata Mbak Cinta sambil menyerahkan kedua minuman tersebut.


Restu menerimanya dan tidak lupa mengucapkan terimakasih setelah itu memberikan empat bungkus cilok dan cimol untuk dibawa pulang dan dibagi sama penghuni rumah yang lain.


Ratu menatap Restu terheran-heran sambil mengunyah makanan didepannya. Sedangkan Restu yang tersadar kalau ada yang menatapnya seketika menoleh kemudian mengangkat salah satu alisnya dan disambut Ratu dengan mengangkat kedua bahunya sambil meneruskan makannya, Restu tergelak dan kemudian mengacak pucuk kepala Ratu dengan perasaan sayang.


"Kebiasaan adekkan hem, suka lupa bawa minum, apalagi kalau jajan diluar." Kata Restu


Yang kemudian dibalas Ratu dengan nyengir menampilkan deretan gigi putihnya. Kemudian menunjuk tumbler dengan isi liang teh dan bertanya namun memakai bahasa tubuh.


Restu pun menjawab dengan isyarat juga dengan menunjuk kebagian tenggorokannya, seketika Ratu cemberut dan itu langsung membuatnya terkekeh melihat tingkah menggemaskan dari Ratu.

__ADS_1


( Ternyata pelengkapnya "liang teh" .... cilok cimol plus liang teh????.... cocok bro sist seperti aku dan dia cocok wkwkwkwwkwk )


" Tenggorokan adek kan sensitif kalau kena makanan yang digoreng-goreng, jadi abang tadi minta Mbak Cinta untuk buatin liang teh dan antar kemari." Jelas Restu yang diikuti anggukan kepala oleh Ratu.


" Abang so sweet deh jadi terpesona adek.... mau bangetlah nanti jadi istrinya abang. " Kata Ratu yang mampu membuat Restu terkejut dan terbengong, sedangkan hatinya seperti alunan musik disko. Namun Restu mampu mengontrol perasaan dan kegembiraan hatinya karena ia sadar bahwa adek dari sahabatnya itu masih dalam fase puber (meskipun agak terlambat ya... ) fase dimana mulai merasa tertarik kepada lawan jenis namun belum mengerti makna ketertarikan tersebut.


Dengan gemas diacaknya rambut dipucuk kepala Ratu yang ditanggapi dengan memanyunkan dibibirnya.


Dengan telaten Restu merapikan kembali rambut Ratu, segala interaksi antara mereka berdua tidak luput dari pandangan Safira, ada rasa sebal, cemburu dan iri melihat kedekatan mereka.


" Emang adek mau jadi istri abang nanti hem? " Tanya Restu setelah merapikan rambut Ratu


" Masih panjang loh dek,... adek masih SMP bentar lagi SMA, yakin nanti di sana gak tertarik sama teman atau kakak kelas? " Sambungnya.


Ratu yang mendengar pertanyaan itu hanya diam mencerna dan meresapinya, karena dirinya masih bingung dengan perasaannya, dirinya memang tidak suka jika Restu dikelilingi serta dikagumi lawan jenisnya, dirinya juga tidak rela kalau Restu jauh dari pandangannya.


Namun apakah ini bisa dikategorikan sebagai rasa CINTA, dirinya belum yakin karena sesuai yang pernah didengarnya dari teman-temannya di sekolah dalam hatinya belum ada getar-getar seperti alunan musik disko.


Restu yang melihat Ratu seperti sedang melamun tapi memikirkan maksud dari kata-katanya baru saja tersenyum karena dirinya yakin kalau gadis didepannya ini belum mengerti dan memahami arti rasa cinta terhadap lawan jenis.


" Tapi adek harus jadi istri abang nanti, adek gak mau abang diambil orang, abang harus sama adek. " Kata Ratu egois


" Tapi nanti saat adek di bangku SMA, apa adek bisa menjaga hati khusus buat abang? "


" Siapa tahu nanti adek tertarik sama teman SMA adek? " sahut Restu kembali


" Simple nya seperti ini adek.... waktu masih panjang biarkan semua terjadi secara alami.... kita ikuti alur yang telah diatur oleh Yang Diatas dek.... kalau memang nantinya adek itu jodoh abang, pasti adek akan jadi istrinya abang. " Restu memberi penjelasan sambil sesekali membersihkan sisa-sisa saus sambal di sekitar bibir Ratu.


Safira yang melihat semua itu merasa terbakar hatinya, dengan buru-buru ia kunyah itu cimol di tangannya sampai tidak sengaja tergigit dinding mulut bagian dalamnya.


" Aduh. " Serunya sambil menahan sakit. ( Untung tidak sampai berdarah, kan nanti jadi sariawan. Masak sariawan gara-gara cemburu dan penasaran... wkwkkwkwkwkk)


Siapa sih itu gadis kecil, sepertinya Bang Restu perhatian sekali... so sweet lagi perlakuannya .... ish bikin iri aja .... gumamnya sendiri.


Akhirnya karena dari tadi sudah terbakar api cemburu dan penasaran, Safira nekat untuk gabung bersama Restu dan Ratu.


" Iya sih.... tapi nanti hanya adek yang boleh jadi istri abang. " Kata Ratu menanggapi penjelasan Restu.


" Hai... boleh ikutan gabung gak? "

__ADS_1


Tiba-tiba mereka berdua terkejut dan menoleh kearah sumber suara.


Sebelum mereka mempersilahkan Safira sudah lebih dulu duduk di bangku sebelah Restu, yang langsung membuat Restu bergeser menjauh dan memilih duduk dekat Ratu. Ya ternyata pemilik suara tersebut adalah Safira. ( Ternyata benar-benar nekat ya )


" Halo... boleh kenalan gak, aku Safira tetangga sebelah rumah abang Restu. " Kata Safira seraya mengulurkan tangannya.


Kemudian Ratu menyambut uluran tangan tersebut dan menyebutkan namanya, tapi belum selesai Ratu melanjutkan ucapannya buru-buru Safira melepaskan tangannya. ( Catatan ya cuma nempel saja tuh tangan belum sempat Ratu genggam, wkwkwkkwkw salam tempel ya mbak ) Restu yang melihat itu merasa tidak suka namun tiba-tiba Safira melontarkan pertanyaan kepadanya lebih tepatnya sebuah permintaan.


" Abang Restu besok bantu Sasa buat kenal lingkungan sekolah ya? "


Ratu menoleh kearah Restu namun sebelum Restu ikut menoleh kearah Ratu, tiba-tiba Safira kembali melanjutkan kalimatnya.


" Sasa kan baru pindah abang baru beberapa hari ke sekolah jadi belum tahu banyak sekolah kita abang. " Lanjutnya sambil tersenyum penuh kemenangan.


Ratu hanya diam sambil menikmati sisa-sisa ciloknya dan meminum liang teh tadi. Radja yang sudah selesai bermain basket berjalan mendekat kearah sahabat dan adeknya, namun Radja memicingkan matanya heran sambil berjalan kearah mereka.


Siapa gadis yang duduk bersama mereka dan mengapa Restu merasa tidak nyaman dengan keberadaan gadis tersebut.... itulah yang ada didalam pikirannya.


" BOBOBi nih dek. " Kata Radja menyerahkan bungkusan kertas kepada Ratu.


Yang disambutnya dengan mata berbinar-binar, namun tidak dengan Restu.


( BOBOBI itu adalah BOla BOla uBI yang tengahnya kopong )


Restu merasa heran sama sahabatnya ini padahal baru saja makan cilok goreng masih saja dibelikan BoBoBi lagi, reaksi Restu mengundang gelak tawa dari Radja yang membuat Safira terpesona melihatnya. Namun bukan Radja namanya kalau sampai menanggapi makhluk asing yang berada disekitar sahabat dan adeknya itu.


" Yok pulang dek, Tu.... besok mau vaksin kedua juga kan." Kata Radja


Yang ditanggapi mereka dengan menggangguk, tak lupa mereka membereskan sampah makanan sisa mereka makan tadi dan mengingatkan Restu agar tidak lupa Tupperware Bunda yang dibawa tadi. ( Pasti tahukan jika Tupperware hilang wkwkwkkwwkkw )


Safira terbengong-bengong melihat mereka bertiga, sedikit shock juga karena dicuekin, namun tiba-tiba terdengar suara,


" Bye kakak, sampahnya jangan buang sembarangan ya. " Seru Ratu sambil melambaikan tangan.


Bagaimana ya perasaan Safira? wkwkwkkwkw abang Radja dan Restu kejam ya masak cewek cantik dicuekin, siapa nih yang mau temani Safira jajan cilok?


Kira-kira bagaimana ya mamas Radja dan abang Restu divaksin.... wkwkwwk mau lanjut gak nih cerita para cogan saat vaksin atau mau lanjut beberapa tahun kemudian hehehheheh


Keep healthy ya sayang-sayangku.

__ADS_1


Terimakasih banyak ya like dan komennya berkah selalu buat kalian.


__ADS_2