
...Episode kali ini hanya menceritakan keseruan dan tingkah laku gokil duo cogan yang sedang divaksin....
...Yuk kepoin yuk... kalau mau ngakak guling-guling tidak apa-apa yang penting jangan sampai ngompol dan ditegur pak satpam ya............
...~~~~~~~...
Di kediaman keluarga Nugraha
Hari ini anak semata wayangnya akan mengikuti vaksin kedua, sebagai seorang ibu pasti tidak ingin melupakan moment ini. Begitu juga dengan Mami Di, namun sayang tadi malam tiba-tiba Papi Nug-nug meminta Mami menemaninya diacara peresmian restoran baru di kota sebelah sehingga mau tidak mau Mami tidak bisa menemani Restu.
Ada rasa bersalah dalam diri Mami, tapi kewajiban seorang istri tidak bisa diabaikannya. Sebenarnya dilema melanda antara kewajiban seorang istri dan kewajiban seorang ibu.
" Abang beneran tidak apa-apa ini Mami tidak temani, abang kan..... " Kata mami namun belum sempat diselesaikan olehnya sudah langsung dipotong oleh Restu.
" Tidak apa-apa Mi, nanti abang sama-sama Bunda saja. " Jawab Restu sambil berusaha menenangkan kekhawatiran sang Mami.
" Hari ini kamu pakai mobil saja ya boy ke sekolahnya. " Kata sang Papi
" Atau Papi minta salah satu sopir perusahan yang antar kamu ya boy. " Sambungnya
Restu menghela nafas, ia tahu dengan kekhawatiran kedua orang tuanya tidak dipungkiri bahwa dirinya merasa..... dan ingatannya kembali ke waktu itu.
" Tidak usah Pi, nanti abang sama-sama Bunda saja berangkat ke sekolahnya, semalam abang juga sudah kasi tahu Radja kok. " Kata Restu lagi
" Atau Mami minta Tante Bening buat jaga kamu ya abang, tadi malam Tante Bening bilang kalau dia yang dapat tugas ke sekolah kamu. " Kata mami lagi masih dengan kekhawatiran.
" Sudah Mami Papi.... nanti abang ikut Bunda saja. Abang tidak mau merepotkan Tante Bening, kan nanti yang beri vaksin abang Tante Bening, Mami Papi tenang ya tadi malam siapa yang beritahu coba ? " Restu meyakinkan supaya orang tuanya merasa tenang.
" Mengapa jadi Baper dan lebay begini sih Mami Papi. " Sambung Restu berusaha mencairkan suasana.
Dan tiba-tiba disambut dengan sentilan di dahinya.
" Aduh.... lagian kan abang bukan maju perang atau menghadapi sakrat..... " seru Restu mengaduh karena tiba-tiba Papi menyentil dahinya dan langsung disambut Mami dengan memasukkan satu sendok makanan kedalam mulutnya.
" Huh huah ... Mami suap apaan nih pedas sekali mi? " tanya Restu yang kemudian menyambar segelas air putih didepannya.
Mami nyengir menampakkan rentetan gigi putihnya dengan mimik muka tanpa dosa dan mengangkat jari telunjuk dan tengahnya seraya berkata PEACE . Ternyata tidak sengaja Mami menyendok cabe yang didalam sayur.
(Kasihan babang Restu pagi-pagi sudah makan ranjau... wk wkwkwkkwkw)
KEDIAMAN KELUARGA ADISWARA
Pagi ini keluarga Adiswara bersama duo cincin dinding sedang menyantap sarapan di ruang makan.
" Gimana mas... sudah siap mental untuk adu otot sama jarum suntik? " Tanya Bunda sambi menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
Sedangkan yang ditanya hanya mencebikkan bibirnya karena pertanyaan jahil dari Bunda. Ya... ada rahasia dari duo cogan kita ini... apa ya kira-kira?
Selang beberapa menit kemudian Restu datang mengucapkan Salam pagi, mencium tangan Ayah dan Bunda, melakukan Salam cogan dan mengacak pucuk kepala Ratu yang kemudian disambut dengan cemberut.
" Bund.... adek ikut ke sekolah kita kan? " Tanya Restu
" Hitung-hitung sekalian orientasi lah sama calon sekolahnya nanti. " Sambungnya lagi.
" Tapi jangan menyolok ya Yahhh!!! " Seru triple R serempak dan disambut dengan tertawa oleh Bunda.
" Ish... padahal Ayah mau suruh kalian nyobain mobil terbaru ayah. Masak selama kalian sekolah tidak ada yang tahu kalau kalian putra putri pemilik dan donatur sekolah, hanya kepala sekolah saja yang tahu... mau sampai kapan sembunyi-sembunyi sih. " Kata Ayah panjang lebar
Triple R, Cinta dan Gending melongo mendengar Ayah berkata demikian. Selama ini mereka tidak pernah mendengar ayah mengeluhkan status mereka yang sebenarnya. Bunda yang mendengarnya seketika tersenyum dan mengelus punggung tangan ayah, karena bunda tahu apa yang sebenarnya dirasakan suaminya.
" Sabar Ayah... suatu saat status mereka akan dipublikasikan ya, untuk sekarang biarlah anak-anak tumbuh seperti anak-anak pada umumnya tanpa harus menerima perlakuan istimewa ataupun teman yang ada apanya. " Kata Bunda lembut menjelaskan.
Radja, Ratu dan Restu mengangguk tanda setuju, sedangkan Cinta dan Gending memberikan seperti sepasang jempol mereka. Sementara Ayah hanya menghela nafas tanda harus bersabar lagi, entah sampai kapan waktunya itu.
" Papi dan Mami pasti sependapat sama Bunda, Yah." Kata Restu mendukung Bunda.
" Ya sudah... berangkat sekarang lah... hati-hati ya di jalan. " Pesan Ayah kemudian.
DI SEKOLAH TUNAS HARAPAN
Hari ini akan dilaksanakan vaksinasi bersama, semua siswa diwajibkan ikut kecuali bagi yang sedang sakit. Safira bersama temannya sedang berada di kantin untuk menunggu giliran kelasnya, karena sekarang masih kelas XII kelasnya Radja dan Restu.
" Abang Radja dan Abang Restu belum kelihatan apa mereka belum datang ya? Tanyanya kepada salah satu teman yang baru dikenalnya.
Yang kemudian dijawabnya dengan mengangkat kedua bahunya disertai mereka yang duduk dalam satu meja itu.
Sedangkan diruangan lain sudah berkumpul Bunda, Jeng Bening, Radja, Ratu dan juga Restu. Ya mereka masuk ke lingkungan sekolah melewati pintu masuk khusus buat kepala sekolah, para guru juga para pegawai sekolah.
Setelah berbasa basi sebentar, akhirnya Jeng Ning memulai persiapan untuk memberikan vaksin kepada duo cogan idola sekolah TUNAS HARAPAN.
" Yuk... siapa duluan? " Tanya Jeng Ning
Restu dan Radja hanya saling pandang, tidak ada yang bersuara untuk mengajukan diri, Bunda dan Jeng Ning tahu akan situasi dan kondisi dari keduanya.
" Yuk abang duluan ya.... " Lanjut Jeng Ning yang dijawab Restu dengan mengangguk namun keringat dingin mulai keluar, Restu meminta Ratu untuk menemaninya. Bunda dan Jeng Ning berusaha membuat Restu tenang tanpa rasa takut, berkali-kali tensinya tinggi karena rasa takut yang menghampiri, akhirnya yang terakhir baru bisa normal kembali.
" Abang.... tenang ya jangan takut adek temani kok... lihat wajah adek saja yang imut ini ya. " Kata Ratu berusaha mengalihkan perhatian Restu karena dari tadi Jeng Ning merasa kesulitan untuk menyuntikan cairan vaksin tersebut.
Dari ditutup matanya sampai drama manja yang dibuat Restu untuk mengecohkan perhatiannya dari jarum suntik itu.
__ADS_1
Ah bisa gak ya aku, aduh lihat ekspresi Restu aku gak yakin berani, bisa aku harus bisa, habis nanti aku diolok-olok Bunda dan Tutu kalau sampai melarikan diri .....
itulah pergolakan batin Radja saat memperhatikan Restu ternyata situasi dan kondisi Radja sama dengan Restu.
( Ekspresi Radja saat memperhatikan Restu sebelum tiba gilirannya. Ilustrasi photo by Pinterest )
" Dek.... sudah masuk belum jarumnya " Tanya Restu was-was yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Ratu. Jeng Ning diam maklum sambil sesekali menenangkan Restu karena ia sangat mengenali duo cogan kesayangan anak dari sahabat-sahabatnya itu, sudah sejak dari bayi ia yang selalu memegang hak untuk memberikan imunisasi kepada mereka berdua. Akhirnya Jeng Ning memberi kode kepada Ratu untuk mengajak Restu ngobrol supaya mudah baginya untuk menyuntikan cairan vaksin itu.
( Ekspresi Restu dan usaha Ratu menenangkannya saat mau disuntik. Ilustrasi photo by Pinterest )
" Nanti diacara wisuda abang adek ngisi acara deh ikutan abang n mamas di band, sama ikut pas acara refreshing ke pantai. " Kata Ratu
" Beneran nih dek ... adek setuju " Tanya Restu yang ditanggapi Ratu dengan anggukan kepala yang kemudian Jeng Ning mengambil kesempatan itu untuk menyuntik Restu, merasa ada yang menggigit lengannya Restu sedikit menyerngit dan kaget namun juga lega akhirnya selesai juga perjuangannya.
Sekarang giliran Radja dengan ditemani Bunda, kurang lebih drama yang dilakukannya sama seperti Restu untuk mengecoh rasa takut dalam dirinya. Sampai-sampai Jeng Ning kualahan menghadapinya beberapa kali Radja memeluk Bunda erat sekali dan Bunda dengan sabar mengelus-elus punggungnya memberi kekuatan untuk mengahadapi rasa takutnya itu.
Berulang kali Jeng Ning meminta Radja tenang, akhirnya dengan segala keberanian Radja mengulurkan tangan kirinya namun tangan kanannya tetap melingkar memeluk Bunda serta kepalanya dibenamkan diperut Bunda.
( Radja saat memeluk Bunda erat saat menyalurkan dan menetralkan rasa takutnya ketika hendak di vaksin. Ilustrasi photo by Pinterest )
Akhirnya dengan penuh perjuangan dan drama Jeng Ning meyelesaikan pemberian vaksin kepada keduanya.
Untung saja tidak ada drama nangis ataupun teriak-teriak ya....pastinya bisa membayangkan sendiri, kan ?
terkadang sekuat apapun kita pasti kita mempunyai sisi lemahnya, karena hukum alam itu tidak ada ciptaan yang diciptakan sempurna oleh Allah. Mengapa?.... supaya kita bisa saling melengkapi
TIDAK ADA GADING YANG TIDAK RETAK
Bonus photo saat duo cogan pada galau ketika hendak divaksin..
all ilustrasi photo by Pinterest ya.
Radja by Wei long
Restu by Lin yi
__ADS_1
Ratu nyusul ya belum tahu namanya hehehheheheh
stay healthy all..... God Bless You 🙏🙏