Pelabuhan Akhir Perjalanan Cinta

Pelabuhan Akhir Perjalanan Cinta
SATU TAHUN KEMUDIAN


__ADS_3

Ratu berhasil masuk ke almamater Radja Restu, dan sudah menjalani aktifitas di sekolah tersebut.


Restu sudah tinggal ke kota M sesuai dengan keputusan awal sedangkan Radja terbang ke kota J melenceng dari rencana awal, tinggallah Ratu sendiri dikota ini namun sesekali terjadi penculikan dari orang tua Restu karena mereka merasa kesepian.


Seperti hari ini mami calling bunda untuk menjemput Ratu dari sekolah untuk weekend bersamanya, dan kebetulan juga bunda akan ikut menemani ayah ke luar kota karena ada urusan bisnis sekalian menjenguk bujang mereka.


"Mamiiii...... " pekik Ratu kegirangan.


Ratu berlari menghampiri ibu dari Restu yang hari ini memjemputnya dari sekolah.


Wanita cantik sahabat bundanya itu tersenyum dan langsung memeluknya dengan penuh sayang.


"Sayang... sudah besar loh kok masih lari-lari begini, kalau jatuh bagaimana malu dong masak seorang Ratu jatuh apalagi kalau sampai roknya ikut demo naik lagi.. " kata mami setelah Ratu mencium tangannya.


Ratu hanya nyengir dengan memperlihatkan gigi putihnya yang berbaris rapi seperti pasukan pengibar bendera. Kemudian mami memberitahu kalau malam ini Ratu akan menginap dirumahnya yaitu rumah Restu.


Mendengar itu luar biasa senang hatinya seperti mendapatkan lotre karena pikirannya malam ini ia akan tidur sendiri dirumah karena bunda ikut ayah perjalanan bisnis.


Hatinya bersorak gembira karena malam ini ia akan kembali mengacak-acak kamar Restu seperti yang selalu ia lakukan kalau sedang menginap dirumahnya.


Sudah satu tahun Ratu berjauhan dengan Restu dan juga Radja dan sudah hampir 6 bulan ini mereka jarang sekali kontak dikarenakan kesibukan masing-masing.


"Kita ke market dulu ya dek. " Kata mami


Sekarang ini mereka berdua sibuk memilih bahan yang akan dibeli, rencana weekend ini mami mau ngajak Ratu baking. Bahan-bahan sudah masuk troli tidak lupa snack-snack kesukaan Ratu. Setelah membayar ke kasir mereka langsung pulang ke rumah.

__ADS_1


"Mami... adek tidur kamar abang saja ya? " Pintanya.


"Abang weekend ini tidak ada rencana pulang kan mi? " Sambungnya.


"Tidak ada sayang.... pakai saja seperti biasanya. " Jawab mami sambil mencubit pelan hidung Ratu.


"Cuci tangan dan kaki trus makan ya... habis itu mandi, baju adek masih ada kan di kamar adek? " Kata mami kemudian yang diangguki oleh Ratu.


Setelah makan dan mencuci bekas yang dipakainya Ratu naik ke kamar Restu sebelumnya ia mengambil baju yang masih ada di kamarny.


Di rumah Restu memang papi dan mami menyediakan satu kamar yang didekorasi girly khusus buat Ratu dan Ratu sering menginap sejak Restu mengambil kuliah di luar kota. Ratu langsung merebahkan badannya di kasur king size milik Restu, entah merasa kekenyangan atau capek mengakibatkannya terlelap.


"Mami.. abang pulang. " Kata Restu.


"Abang... kenapa tidak kasi kabar kalau mau pulang, tidak seperti biasanya... ? " Tanya mami keheranan.


"Iya mi.. abang tidak tahu kenapa kok perasaan weekend ini pengennya pulang. " Katanya setelah mencium tangan mami dan memeluknya.


Mami tersenyum dengan kontak batin antara anaknya dan Ratu begitu kuat sehingga tanpa disadari mereka seperi kedua kutub magnet yang saling tarik menarik untuk mendekat, seperti telepati yang mengirimkan sinyal dimana belahan hatinya berada.


Setelah makan dan ngobrol sebentar dengan mami, Restu pamit ke kamar untuk bersih-bersih badan. Mami mengangguk dan tersenyum, mami sengaja tidak memberitahu jika ada gadisnya yang sedang menguasai kamarnya, mami akan menjadikan itu kejutan seperti Restu mengejutkannya.


...---------------...


Saat membuka pintu kamarnya ia merasa sedikit heran, hidungnya mencium wangi yang sangat familiar dan sangat ia rindukan. Namun dirinya sedikit heran kenapa wangi ini berada dikamarnya, matanya memindai seluruh ruangan dan menangkap seperti bungkusan ramping dan panjang menguasai tempat tidurnya. Perlahan-lahan kakinya melangkah mendekat ke arah tempat tidur sedikit demi sedikit senyum terukir dibibirnya yang seksi.

__ADS_1


Kemudian Restu melangkahkan kakinya kearah kamar mandi untuk sekalian membersihkan badannya. Restu keluar dari kamar mandi dengan memakai baju santai lengkap karena ia tidak ingin memancing gemuruhnya gunung berapi yang siap memuntahkan laharnya jika melihat dirinya keluar kamar mandi hanya dengan selembar handuk yang melilit dipinggang bisa-bisa bantal akan melesat seperti anak panah.


Dengan perlahan ia mendekat ke tempat tidurnya kemudian jongkok didepan Ratu yang sedang terlelap.


"Ternyata ini yang menarik abang seperti magnet untuk pulang ke rumah. " Katanya sambil merapikan anak rambut yang jatuh kewajah gadis didepannya.


"Abang kangen dek. " Bisiknya


Perlahan namun pasti dikecupnya kening kemudian kedua pipinya, terakhir matanya menatap kearah bibir cherry merah muda itu, semakin lama semakin mendekat seperti kutub magnet yang tertarik dan tanpa aba-aba serta seperti dikuasai alam bawah sadarnya tiba-tiba bibirnya mendekat dan menempel ke bibir cherry tersebut namun sejurus kemudian ia terkejut sendiri dengan tindakannya. Buru-buru ia keluar dari kamarnya untuk menyusul mami yang ada didapur.


...---------------...


Haiiiii.... sampai disini ya lanjut besok lagi ya all.


Jangan lupa minta dukungannya ya


...LIKE...


...KOMEN ...


...VOTE/GIFT...


...RATE...


...FAVORITE...

__ADS_1


__ADS_2