
Bunda pulang dengan lemas dan gontai, ada apakah gerangan?
Padahal tadi saja saat berangkat bersama gengnya bersemangat sekali.
Cinta dan Gending sedang mengambil mangga dipekarangan depan. ( perkenalan dulu ya.. Cinta dan Gending adalah 2 art dirumah bunda, tapi keluarga Adiswara tidak menanggap mereka sebagai art mereka dianggap sebagai saudara... cusss lanjut kembali ya).
Cinta dan Gending yang sedang memanjat pohon mangga langsung turun setelah melihat ekspresi bunda yang lain dari sewaktu berangkat tadi. Ekspresi bunda sekarang kurang enak dipandang lebih mirip kertas yang telah diremas-remas...kucel. Buru-buru mereka menghampiri bunda,
"Kanjeng Ibu kenapa? " tanya Gending khawatir.
Ya Cinta dan Gending lebih suka memanggil Ibu dari pada Bunda, karena lebih mendalam dan dekat menurut mereka, karena mereka telah menganggap bunda sebagai orang tua sendiri.
Dengan rasa enggan bunda melirik Cinta dan Gending dan memperhatikan apa yang mereka bawa, kemudian berkata
"Mengapa jadi kayak monkey manjat-manjat, kan ada galah"
"Obati dulu itu tangannya, tadi kena gigit semut rangrang kan?" lanjut bunda penuh selidik.
kemudian dengan perasaan malas bunda masuk meninggalkan Cinta dan Gending diluar, buru-buru mereka menyusul bunda karena mereka tahu pasti ada yang tidak beres dengan bunda.
Dan benar saja mereka mendapati bunda duduk di sofa ruang keluarga sambil diam namun sesekali menghela nafas berat serasa mau menangis tapi tidak bisa keluar air matanya.
Segera mereka Manghampiri bunda dan duduk bersimpuh di kanan dan kiri bunda seraya memijit kedua kakinya.
"Ibu kenapa kok bersedih, pakai menangis segala padahal tadi berangkat saja semangat sekali? " Tanya Gending
Dengan menghela nafas dalam dan berat akhirnya bunda menceritakan apa yang terjadi...(penasaran kan... siap-siap ya sedia tisu dulu takut nanti tiba-tiba tertawa sambil nangis).
Akhirnya bunda bercerita
" Tadikan Ibu ke mini market depan kompleks, rame-rame jalan kaki bergaya sedikitlah jogging sore gitu. "
" Mau berburu minyak goreng goreng yang lagi ada diskon "
"eh sampai sana ternyata sudah tidak ada stock lagi, kesel banget kan jadinya. "
" Mana pas pulang diganggu lagi sama itu doggy nya Pak Kumis Ndaplang, hiks...hiks... huuuaaaahuhuhuhuhu. "
__ADS_1
setelah bercerita bunda malah menangis.
Iya lah pastinya nangis karena sebel juga kesel hati, udah capek jalan kaki dongkol lagi target sasaran gak dapat ditambah lagi diganggu guk-guk genit. Huaaaa kalau sayapun pasti demikian secara saya tergolong cengeng hahahaha hahahaha.
Cinta dan Gending hanya terbengong-bengong mendengar cerita bunda, Kemudian Gending berinisiatif mengambilkan bunda air gula.
Entah apa yang sedang dipikirkan Cinta dan Gending, kasihan mungkin tapi lebih kuat rasa ingin tertawa tapi takut dikutuk bunda jadi berlian... hahahahhahahahha.
Belum sempat mereka Menimpali cerita bunda dari arah pintu depan masuklah Ayah, Radja dan Ratu.
"Kok kalian bisa sama-sama pulangnya? " tanya bunda keheranan.
"Oh, tadi mas dan abang tidak bawa dompet bund, jadi adek telp ayah buat mampir jemput sekalian bayarin. " Jawab Ratu
Sedangkan ayah dan Radja cuma menganggukan kepala tanda membenarkan jawaban Ratu.
" Kenapa gak disuruh cuci piring aja sih. Ish kang jo gak bisa diajakin kerjasama. " Gumam bunda seraya membersihkan ingus dari hidungnya.
Radja dan Ratu terbengong-bengong mendengar gumaman bunda yang masih ingin mengerjai mereka kembali.
" Bunda habis menangis? kenapa bund... apa yang membuat bunda sedih? "
Kemudian bunda menceritakan kembali kejadian sore ini sama persis sewaktu bercerita kepada kedua gadis tadi.
Setelah mendengar cerita bunda meledaklah tawa Ayah Radja dan Ratu, Cinta dan Gending hanya bisa menahan tawa karena takut dosa... wkwkwkkwkw.
Setelah melihat reaksi semua orang bunda pun kembali menangis.
( Harap maklum ya pemirsa, karena bunda saat ini sedang dilanda hormon sensitif/sttt bunda sedang masanya, dimana emosi memuncak saat tersulut seperti gunung berapi yang siap meletus terkadang bisa juga banjir seperti air bah.... as like me tidak jarang orang sekitar yang terkena imbasnya... untung yang sering kena imbasnya tidak baca).
"Lahhh... bunda juga sih pakai acara berburu diskon.... memang uang belanja dari Ayah kurang?" Seru Radja sambil tertawa sampe kram perut.
"Idihhh.... ini bujang kalau ngomong gak difilter dulu. " Sahut bunda keki sambil memasukkan cemilan di meja ke mulut Radja.
"Mas belum rasa sensasinya berburu diskon sih. " Sambung bunda kembali
"Tapi sekarang bunda yang rasain efeknya kan? " Ayah pun tidak tinggal diam ikut menimpali sambil memainkan alisnya naik turun ikut jahil.
__ADS_1
Ratu, Cinta dan Gending hanya menyimak sambil memakan cemilan yang ada di meja.
"Ish... Bapak sama anak sama saja, kompak kalau sudah jahil. " ucap bunda merajuk
Melihat bunda yang merajuk Ayah memutar otak berpikir bagaimana cara meluluhkan bunda. Dan akhirnya Ayah mendapatkan ide.
(Eh.. kok jadi mirip koko ya wkwkwkkwkw)
"Bunda.... apel krowak mau tidak? "
"Mooohhhh.. " Jawab bunda singkat
"Moooooooooooo.... " Sahut Radja, Ratu, Cinta dan Gending serentak.
" Gustiiiiii... kenapa banyak sapi disini."
" Kalau tas H*sh Poppi*s bagaimana bund? " Jurus pamungkas Ayah
Seketika bunda berbalik menatap Ayah dan tersenyum manis. Karena yakin umpannya terpancing kemudian Ayah beranjak berdiri dan meninggalkan bunda masuk ke kamar buat bersih-bersih.
Merasa dijahili Ayah akhirnya bunda kembali merajuk.
"Yahhh... bunda merajuk lagi deh, nanti mbak cincin dan mbak dinding pijit jangan merajuk lagi ya bund. " seloroh Ratu
Yang menjadi objek sasaran pun terdiam sambil mencerna, karena memang sudah dari tadi pijitin bunda. Mendengar panggilan yang diberikan Ratu akhirnya Cinta menimpali
"Mana ada cincin di dinding mbak Ratu?
yang ada tuh cicak. "
Cicak cicak di dinding diam-diam merayap bukan cincin cincin di dinding.....gimana pakainya kalau cincin di dinding???
yang ada kan cincin dijari.
Cieeee .... yang dapat cincin
Have a nice weekend all
__ADS_1