Pelabuhan Akhir Perjalanan Cinta

Pelabuhan Akhir Perjalanan Cinta
JAILANGKUNG GANTENG


__ADS_3

Ratu mengerjapkan matanya, sepertinya ia bermimpi jika Restu datang dan mengecup bibirnya. Perlahan ia bangun dan duduk sambil mengumpulkan nyawanya yang masih berserakan dan berkuasa dialam bawah sadarnya.


Perlahan ia meraba bibirnya, ia merasakan antara percaya atau tidak percaya, yakin tidak yakin, nyata tidak nyata, real atau halu, hidungnya menangkap aroma yang membuatnya rindu tetapi antara mimpi atau nyata ia merasakan benda kenyal empuk dan hangat menempel di bibirnya.


"Apa abang pulang ya... sepertinya tadi hidungku mencium aroma abang lalu bibirku agak hangat. "


" Ahhhh... semoga kalau memang benar abang pulang dan....... ahhhhh semoga mulutku tidak terbuka apalagi sampai ngeces... ahhhhh. "


" Kalau benar abang pulang dan.... dan.... astagaaa my first kiss. "


Itulah semua pertanyaan yang ia lontarkan sendiri berkaitan dengan rasa yakin tidaknya apa yang dirasakannya. Dengan malas dan rasa kantuk yang masih menderanya Ratu keluar dari kamar Restu menuju kebawah.


Sementara itu.......


"Abang kenapa tiba-tiba pulang tanpa memberi kabar mami dan papi? " Tanya mami


'Anak pulang ditanya... gak pulang gelisah gimana sih mi. " Jawab papi.


Papi berjalan mendekat sambil membawa martabak telur kesukaan Ratu karena mami tadi pagi pesan untuk mampir membelinya saat pulang kantor.


"Sebenarnya memang tidak ada rencana pulang weekend ini mi pi, tapi rasanya ada dorongan yang seperti suruh abang pulang. " Kata Restu.


"Dan untungnya tugas abang sudah selesai semua tinggal nunggu info lanjutan dari kampus. " Sambungnya.


"Emangnya kapan abang ber.... " Tanya mami tertahan.


Papi dan Restu merasa heran dengan pertanyaan mami tertahan namun kemudian kedua mata mereka mengikuti arah pandangan mami.

__ADS_1


Dilihatnya Ratu sedang berjalan kearah mereka dengan langkah sempoyongan.


"Adek... sudah bangun ya?" Tanya papi


"Belum pi.... nih lihat adek masih merem kan. ' Jawab Ratu sekenanya.


Mami dan Papi tersenyum melihat tingkah konyol anak gadis sahabatnya itu.


Ratu bergabung dengan mereka di ruang keluarga, ia langsung duduk di sofa panjang yang diduduki oleh Restu kemudian langsung menjatuhkan kepalanya dipangkuan Restu.


" Pi.... papi pakai sabun mandi dan parfum abang ya? " Tanyanya tiba-tiba


Mami dan papi heran dengan pertanyaan Ratu, Restu hanya senyum-senyum mendapatkan serangan dadakan untung saja martabak yang hampir ia masukkan ke mulut tidak terlepas.


"Ahh... adek kangen abang Pi... Mi.. " Katanya lagi tapi mata masih tertutup sepertinya dewa ngantuk masih berada disekitarnya.


"Bukannya abang sering kasi kabar adek ya? " Tanya mami.


"Liburan ke tempat abang saja dek. ' sahut papi.


Ratu bergerak berbalik dengan kepala menghadap ke perut Restu dan tangannya dilingkarkan memeluk pinggang Restu.


" Tadi adek mimpi... abang datang terus abang cium adek Mi. " Katanya.


Restu terkejut dan membelalakkan matanya kemudian mengangkat wajahnya, dilihatnya pandangan mami dan papi tajam kearahnya dan menuntut penjelasan. Restu hanya nyengir saja merespon tatapan kedua orang tuanya yang tajam setajam silet itu.


"Abang kayak jailangkung mi... tiba-tiba datang tiba-tiba ilang. " Ucapnya lagi.

__ADS_1


Kedua orang tua Restu tertawa sedangkan Restu terkejut dengan gemasnya ia cubit pipi gadis yang baring dipangkuannya.


"Bangun cuci muka dek... ngelantur ih ngomongnya. " perintah Restu lembut.


"Kannnn sekarang suara papi mirip abang. " cicit Ratu yang masih belum menyadari kalau memang yang berbicara itu Restu.


Kemudian Restu mendekatkan wajahnya ketelinga Ratu dan berbisik.


"Bangun atau abang curi lagi ciuman adek. "


Kedua orang tuanya hanya tersenyum melihat tingakah kedua anak didepannya itu.


Ratu yang terkejut shock langsung membuka matanya. Dilihatnya perut didepan matanya yang terbungkus kaos dengan aroma yang sangat ia rindukan beberapa bulan ini.


Ya mereka berdua, Radja dan Restu seperti jailangkung kalau kata Ratu. Tiba-tiba kabarnya datang tiba-tiba pula tanpa kabar. Seketika ia bangkit dari posisinya dan duduk diusap matanya untuk mamastikan pengelihatannya.


Dan ternyata sosok yang ia rindukan duduk dan tersenyum manis semanis martabak manis coklat keju.


"Abanggggggg...... " Serunya sambil menghambur kepelukan Restu.


Mami dan papi hanya mampu geleng-geleng kepala melihat interaksi keduanya.


...-------------...


Akankah kekuatan cinta mampu membuat mereka bersatu?? sedangkan salah satu dari mereka belum tahu apa itu arti cinta yang sesungguhnya.


Mungkin harus mendengarkan "Arti Cinta" by Ari Lasso ya

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya all.


__ADS_2