Pelabuhan Akhir Perjalanan Cinta

Pelabuhan Akhir Perjalanan Cinta
DARI HATI KE HATI


__ADS_3

...TIDAK ADA YANG BAIK TIDAK ADA YANG SEMPURNA...


...KITA SEMUA DALAM STATUS, SEDANG DIPROSES TUHAN...


...~~~~~~...


Restu berniat menyelesesaikan permasalahan kesalahpahaman yang terjadi dengan Ratu, oleh karena itu disinilah ia sekarang dikediaman keluarga Adiswara rumah kedua setelah rumahnya bersama orangtuanya.


~Flashback on~


sore ini sebelum Restu ke kamar gadis kecilnya terlebih dahulu ia bersama Bunda Ayah dan Radja diruang keluarga, ruang terfavorite bagi mereka untuk bersantai dan bercengkrama.


"Adek kemana Bund kok tidak kelihatan? " tanya Restu.


"Cieeeee... calon mantu khawatir ya, yang lagi dingambekin. " Seloroh Bunda jahil yang langsung membuat Restu tersenyum malu-malu kucing, muka sudah merah seperti kepiting rebus.


Radja yang melihat perubahan muka sahabatnya itu seketika tergelak,


"Dih... tuh muka biasa aja kali Tu, geli merinding gue. " Kata Radja seraya melempar bantal sofa kearah Restu yang dengan sigap ditangkap oleh Restu.


Ayah yang melihat anak laki-laki serta istrinya menjahili anak dari sahabatnya itu ikut terkekeh.


"Sudahhh... temui dan luruskan kesalahpahaman kalian sana... capek Ayah lihat anak gadis ayah manyun terus mirip desy duck dan mengurung diri dikamar seperti vampire yang takut cahaya." Kata ayah panjang lebar yang membuat ketiganya bengong.


"Kok desy duck Ayah...? "


"Kok vampire Ayah...? "


Tanya Bunda dan Radja bersamaan sedangkan Restu hanya diam mencerna.


"No penjelasan lagi. " sambung Ayah sambil mengambil bakwan jagung didepannya, namun akhirnya Ayah terkejut sewaktu mendengar sorak gembira dari kedua orang tersayang nya kemudian Ayah mendongak dan terbengong-bengong melihat perilaku istri serta anak laki-laki nya, namun akhirnya sadar dengan kesalahan yang dibuatnya sendiri hanya bisa pasrah dan geleng-geleng kepala. (Penasaran gak nih kesalahan apa yang Ayah lakukan wkwkwkwkwk).


"Yes... dapat tambahan 10% uang jajan. " Seru Bunda dan Radja bersamaan. Karena gembiranya Bunda sampai goyang ngebor dan Radja jungkir balik kayak titisan Sun Wu Kong yang menghindari lawan. (Bagaimana reaksi Restu???... pastinya sama seperti saya dan kalian wkwkkwkwkwkwkk).


Kita tinggalkan kehebohan Bunda dan Radja ya kita kembali ke usaha Restu menaklukkan gadis kecilnya


~flashback off~


Didalam kamar Ratu, setelah Restu mampu membuat terkejut si empunya kamar namun lagi-lagi dirinya dicuekin.

__ADS_1


"Dek...... " Panggilnya


Masih tanpa ada jawaban dari Ratu, kemudian dengan gemas Restu melepaskan headphone dari telinga gadis kecilnya.


"Abanggggg...... kenapa sih ganggu adek! " Seru Ratu kesal.


Dengan lembut Restu menarik tangan Ratu, menuntunnya ke balkon kamar , mendudukkan dikursi sedangkan dirinya langsung berjongkok didepannya seraya menatap manik matanya tajam namun lembut menyiratkan kasih sayang yang teramat dalam.


"Adek kenapa jadi cuek dan ketus sama abang hem? "


"Abang buat salah sama adek ya ... yang mana dek... coba adek jelaskan? "


Restu memberondong pertanyaan kepadanya, namun yang di tanya hanya bisa diam kemudian tanpa disadari matanya berkaca-kaca....


Ya sebenarnya Ratu sudah capek menuruti ego dan gengsinya namun tubuhnya berkata lain.Tapi mau bagaimana lagi dalam hati ia tidak bisa menerima kalau orang-orang yang dekat dan sangat disayanginya akan pergi menjauh.


(Hiks... ternyata perasaan Ratu sama denganku ya, baru saja terjadi padaku hiks .... semangat Ratu).


Tanpa Ratu sadari air matanya turun seperti hujan deras yang tidak bisa terbendung lagi.


Restu yang melihat pemilik hatinya menangis ikut merasakan sakit yang dirasakan oleh Ratu, namun ia sendiri tidak tahu apakah penyebabnya.


Dan dengan seketika Ratu langsung berhambur memeluknya sambil menangis sesenggukan. Dibiarkannya Ratu menumpahkan segala kekesalan dan kegundahan hatinya lewat tangisan. Hening tanpa ada suara lain selain suara tangisan dan sesenggukan dari Ratu, pundaknya pun sudah basah. Sampai akhirnya Ratu membuka suaranya


"Abang mau ninggalin adek sendirian... "


"Abang mau pergi dari adek..... "


"Adek gak akan ngerepotin dan ganggu abang lagi, asal abang jangan jauh-jauh dari adek ya. "


Restu terdiam dan tersenyum, kemudian diuraikannya pelukan Ratu dan menatapnya dengan rasa sayang teramat dalam.


"Jadi ini yang membuat kesayangan abang ngambek dan merajuk selama berhari-hari hem? " Tanya Restu sambil tersenyum jahil menggoda.


"sssreeetttttt.... CK abang nyebelin." Ucap Ratu sambil menarik cairan hidung yang mau turun Ratu hendak beranjak berdiri dari tempat duduknya, namun seketika ditahan oleh Restu.


"Adek mau dengerin penjelasan abang gak?" Tanya Restu dengan lembut


(astagaaaa aku ikutan baper meleleh dengan kelembuatan Restu 😍😍).

__ADS_1


Ssssrrrttttt....


Lagi-lagi Ratu menarik cairan hidung sambil mengangguk.


"Adek... jorok ih, bentar lagi SMA loh dek? " Ucap Restu sambil mencubit hidung Ratu kemudian masuk kedalam kamar untuk mangambil tisu, setelah itu ia mendudukkan dirinya dikursi sebelah yang terhalang meja ditengah.


"Abang memang berencana melanjutkan study ke kota sebelah sudah ikut tes dan lolos."


" Tapi.... semua itu masih rencana abang dek, belum tentu sesuai kehendakNya."


Penjelasan Restu kepada Ratu panjang lebar dan berusaha membuat adek kecilnya mampu memahami.


Meskipun banyak fakultas dikota ini namun karena Restu ingin mandiri juga ingin menambah pengetahun serta pengalaman membuat jiwa petualangnya tergerak (bukan jiwa petualang cinta ya gaes .... stop traveling ya wkwkwkwkwkwkkw).


Menuntut ilmu tidak mengenal waktu dan tempat selagi kita diberi kesempatan.Namun kesempatan itu tidak akan bisa terwujud jika tidak ada campur tanganNya dan juga sesuai kehendakNya, sejatinya kita memang merencanakan namun Allah yang menentukan.


"Bagaimana... apa adek paham maksud abang hem? " Tanyanya dengan lembut dan sayang.


"Tapi.. intinya abang jauh dari adek kan? " Ratu menimpali dengan lirih.


Dengan gemas Restu berdiri menghampiri Ratu mengacak rambutnya dengan sayang kemudian berjongkok kembali didepannya, dengan tatapan lembut penuh kasih Restu kembali bersuara


" Kan masih lama dek.... jarak juga bisa ditempuh dalam waktu 1 jam setengah... weekend juga pasti ketemu. Gimana.... damai kita dek, maaf abang belum kasi tahu adek y soalnya juga belum pasti dek? "


Hening suasana... Restu masih menatap gadis kecil didepannya seraya menunggu keputusan apakah damai atau tetap ngambek.


Tik tok tik tok tik tok lama tidak ada jawaban dan kaki Restu juga sudah pegal, akhirnya dirinya buka suara


" Ayolah dek... udahan ya ngambeknya, adek gak kangen abang ya? " sambil senyum menggoda.


" Damai yuk... abang traktir sebagai ucapan maaf.. adek mau apa... bakso atau es krim atau cilok? " Restu bernegosiasi.


mendengar ada salah satu makanan kesukaan nya di pilihan tersebut membuat Ratu bersemangat dan mengangguk buat berdamai.


Coba dari kemaren aja kamu beliin sekalian yang jual aja jadi gak panjang kan ngambeknya wkwkwkkwkwk. Kir-kira ada yang tahu tidak makanan apa yang membuat Ratu langsung meleleh 🤭🤭.


Nantikan kelanjutannya ya.


Cerita selanjutnya masih sekitar keluarga Adiswara y all 🙏

__ADS_1


__ADS_2