
...BAHAGIA ITU TIDAK HARUS BERGELIMPANGAN HARTA BENDA....
...BISA BERKUMPUL DENGAN ORANG-ORANG KESAYANGAN SUDAH MERUPAKAN KEBAHAGIAN YANG TERBESAR DAN TIDAK AKAN TERGANTIKAN....
...--------------–-...
Ratu melongokkan kepalanya dari meja pantry mengintip siapakah yang datang malam itu.
Betapa terkejutnya melihat sosok yang berjalan dibelakang Papi dan Restu yang sedang menggosok-gosok perutnya bekas gigitan Ratu.
Dengan bersemangat Ratu menghampiri pemuda itu.
"Mamas... pulang kok gak kasi kabar?"
"Ayah sama Bunda lagi gak ada di rumah mas. "
"Mamas kok tahu Adek disini? " Serentetan pertanyaan Ratu.
Tanpa menjawab Radja langsung mengangkat adiknya dan menggendongnya.
Diusapnya kepala adiknya secara sayang.
"Kebiasaan yang tidak pernah berubah. " Kata Radja.
Setelah menurunkan adiknya Radja menghampiri mami dan mencium punggung tangannya.
"Apakabar mami? "
__ADS_1
"Anak ganteng, mami baik bagaimana kamu, tadi nyampai jam berapa? " Tanya mami.
"Jam empat tadi mami, sudah selesai bersih-bersih badan dan istirahat sebentar langsung kesini. " Jawab Radja.
Setelah ngobrol sebentar akhirnya mereka berlima makan malam bersama sambil bercerita banyak hal.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Tak terasa hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun.
Ratu sudah menjalani masa akhir jenjang pendidikannya S1, sedangkan Radja menjadi CEO di Adiswara Group dan Restu CEO di Nugraha Group disamping ia juga menjalankan bisnis cafe yang dirintis dari masa kuliah dulu.
Masa akhir kuliahnya sambil menunggu wisuda Ratu mengambil pekerjaan sebagai pegawai sebuah perusahaan namun bukan di perusahaan Adiswara ataupun Nugraha.
"Dek jadi sekretaris abang saja ya gak usah di tempat lain? " Kata Restu.
"Yang ada nih ya kalau adek di kantor abang ataupun mamas bukan malah kerja. " Jawab Ratu terjeda sambil menyeruput jus alpukat.
"Yang ada nih adek jadi putri bak porselen deh. " Lanjutnya.
Saat ini 3R sedang makan di sebuah mall setelah menemani Ratu berbelanja kebutuhan saat dia bekerja nanti. Dan pastinya uang jajannya dari Bunda aman karena kakak dan abangnya yang menanggung semua belanjaannya.
Sore hari menjelang senja keluarga Adiswara berkumpul taman samping rumah dekat pohon mangga yang baru ditanam bunda 3 bulan lalu namun sekarang mangga tersebut sudah berbuah. Dengan sangat kagum bunda memperhatikan pohon dan buah mangga tersebut.
"Beneran yang diiklankan channel itu hasilnya luar biasa mempersona, tak bisa membuatku mengalihakan pandanganku darimu." Gumam bunda.
"Siapa yang mempesona bund, bunda punya simpanan lain ya? ayah tidak terima masak pesona ayah sampai kalah." Sahut Ayah protes.
__ADS_1
Ternyata ayah tidak mendengar ucapan kekaguman bunda dari awal, hanya setengah saja dengan diawali kata mempesona.
(Yah... informasi yang didengar hanya setengah saja akan menimbulkan sebuah masalah bahkan juga bisa menimbulkan perpecahan ataupun adu domba).
Bunda masih tidak mengalihkan tatapan matanya dari arah pohon mangga yang berbuah itu dan bunda juga seperti menulikan telinganya dari pertanyaan ayah hanya karena buah ranum berwarna hijau kuning keemasan ada kilasan merah sebagai pemanis tampilan.
"Ada apa Yah, kok masam gitu mukanya kayak jeruk nipis?" Tanya Radja.
"Tuh.... coba perhatikan bunda, pesona ayah luntur mas... kalah sama mangga ranum." Jawab ayah mendramatisir suasana.
"Jiah... mangga tua sudah gak manis lagi ya... ha ha ha ha. " Sahut Radja.
Dengan kesal ayah mengambil pisau kemudian melangkah dengan pasti ketempat yang sangat menarik perhatian bunda.
Dengan penuh semangat 45 karena kecemburuan yang menyelimuti ayah memetik mangga ranum tersebut sambil melirik kearah bunda penuh kemenangan.
Seketika bunda tersadar namun sangat disayangkan kesadarannya terlambat buah ranum tersebut yang bergelantungan melambai-lambai pesonanya berpindah ketangan ayah dengan senyum liciknya.
"Ah.... manggakuuuuuuu...... " Ucap bunda.
Radja tertawa melihat tingkah dari kedua orang tuanya.
Nih... si mangga ranum nan manis yang mampu mengalahkan manisnya si mangga tua... ha ha ha ha ha ha.
Kira-kira ayah akan mendapat hukuman atau hadiah ya dari bunda???
__ADS_1