
Kehebohan terjadi di keluarga Adiswara sore ini, siapa lagi biangnya kalau bukan Bunda yang rempong menyiapkan barang yang akan dibawa anak gadisnya ke pantai. Ya sesuai janjinya kepada Restu untuk menemaninya acara masa tenang sebelum ujian sekalian acara tahunan buat kelas XII.
"Bunda... tidak usah banyak barang yang dibawa". Kata Ratu
"Kan mau ke Pantai dek... panas itu nanti kamu jadi hitam karena terbakar sinar matahari. " Bunda menjelaskan
Yah....kalau Bunda sudah panjang lebar berargumentasi Ratu hanya bisa pasrah mendengarkan, karena mau protes juga percuma, pepatah 'emak tidak pernah salah memang benar adanya' (uhuk... jiwa emak-emak berteriak).
Bunda mengiventaris barang apa saja yang akan dan harus dibawa oleh anak gadisnya,
dari sunblock, aloe vera sampai topi.
"Oke sudah siap semua tinggal dimasukkan kedalam tas. " Kata Bunda lega.
Ratu hanya terbengong melihat banyaknya barang yang akan dibawanya ke pantai. Kalau bisa protes ia akan melakukannya terapi sayang yang bisa dilakukannya hanya gigit jari melihat semua yang akan dibawanya.
" Bund... nanti kan kami naik bus pariwisata, bagaimana adek bahwa semua itu. Pastinya akan berat dan rempong ? " Kata Ratu.
Ingin rasanya ia menangis membayangkan bagaimana repotnya nanti.
"Bagaimana kalau naik mobil pribadi dek, setuju tidak? " Bunda memberikan solusi.
Ratu hanya bengong mendengarnya, tiba-tiba ayah dan Radja masuk ke kamar Ratu.
"Mana bisa begitu Bund, kan sekolah sudah menyediakan transportasinya. " Kata Radja.
"Eh... siapa bilang tidak bisa mas, kan Ayah yang punya sekolah, jadi anak-anak ayah bisa dong pengecualian. " Sambung Ayah yang didukung Bunda.
Radja dan Ratu hanya bisa terdiam mendengar jawaban dari Ayah, namun beberapa saat kemudian Restu masuk ke kamar Ratu,
"Itukan namanya pilih kasih dong Yah, Bund. " Kata Restu
" Bus pariwisatanya juga bagus kok. " Sambung Radja.
Ayah dan Bunda diam memikirkan perkataan Restu, tapi tidak salah juga sih sebenarnya jika Radja, Restu, dan Ratu memilih naik mobil pribadi.
"Nah... tadi siapa coba yang bilang kalau kerepotan bawa keperluan untuk ke pantai? " Bunda menengahi agar tidak terjadi perdebatan diantara mereka.
Akhirnya mereka tertawa. Hasil akhir dari perdebatan tersebut adalah dengan membagi barang bawaan buat Ratu, keperluan Ratu ke pantai akan dibawa oleh Radja dan Restu. Kesepakatan ini atas dasar saran dari Restu dan disetujui oleh Radja.
...~~...
Keesokan harinya Radja, Ratu dan Restu tiba di sekolah dengan diantar oleh sopir, siswa siswi yang sedang berkumpul menatap keheranan melihat mereka.
Kenapa demikian? ya karena selama ini mereka tidak pernah menunjukan apa yang mereka punya, mereka selalu memakai motor saat pergi ke sekolah, kalaupun diantar sopir mereka lebih memilih berhenti lewat pintu belakang.
Safira menghampiri Radja dan Restu yang sedang mengambil barang bawaan di bagasi mobil.
"Abang Restu dan Abang Radja, selamat pagi berdua saja nih bang? " Tanya Safira.
Keduanya menoleh kearah sumber suara, kemudian melanjutkan aktifitasnya.
"Pagi." Jawab Restu setelah menyelesaikan kegiatannya.
__ADS_1
"Pagi juga. " Jawab Radja.
"Kami bertiga kok. " Sambungnya berusaha seramah mungkin.
Sedangkan Restu berlalu menjemput Ratu yang dari tadi disuruh mereka duduk didalam mobil.
"Res.... gue bawa sebagian barangnya ke bis ya. " Kata Radja yang kemudian meninggalkan Safira namun sebelumnya mengangguk dan tersenyum kearahnya.
Safira tertegun melihat senyum Radja untuknya.
"Yuk dek.... bentar lagi bisnya berangkat" Kata Restu saat sudah membuka pintu mobil dan mengulurkan tanganya.
"Kenapa tidak dari tadi saja sih bang adek turun kan bisa bantu bawa barang bawaan. " Kata Ratu sambil cemberut menerima perlakuan kedua abangnya yang terlalu melindunginya, sampai harus melindunginya dari paparan sinar matahari yang menurutnya terkesan lebay dan keterlaluan.
Para peserta rekreasi pada heran melihat seorang gadis cantik manis tapi cemberut yang dibawa oleh idola sekolah mereka. Karena mereka belum pernah melihat gadis tersebut sebelumnya, para gadis bertanya-tanya namun juga merasa tidak senang karena idolanya diambil alih.
Beberapa saat kemudian pembimbing mengabsen kehadiran sekalian mengatur tempat duduk didalam bis.
...~~~~...
Setelah sampai di tempat yang dituju seluruh peserta memasuki lobi dari penginapan yang telah disediakan.
Semua telah dibagi partner kamarnya hanya Ratu saja yang sendiri sesuai permintaan dari Ayah dan kamarnya bersebelahan dengan Radja dan juga Restu.
Safira yang mengetahui itu mencari cara supaya dirinya bisa sekamar dengan Ratu sehingga bisa dekat dengan Radja juga Restu.
Safira berusaha mengelabuhi pembimbing dengan bantuan teman-temannya. Namun sayang rencananya tersebut diketahui oleh Radja dan Restu Sehingga dengan mudah digagalkan.
Radja dan juga Restu tidak akan membiarkan kenyamanan orang tersayangnya terganggu sehingga merusak acara mereka.
Ratu berada di kamarnya bersantai lebih tepatnya rebahan namun beberapa menit kemudian terlelap.
Di Kamar Radja dan Restu.
Mereka berdua merapikan barang bawaan sekalian memisahkan barang Ratu, kemudian menghampiri kamar Ratu untuk membantu merapikan barang bawaan, namun sebelum itu Restu memesan makan siang untuk diantar ke kamar Ratu. Safira mondar mandir di depan kamar Ratu kemudian pura-pura duduk ditaman saat penghuni kamar tersebut keluar dan mendatangi kamar sebelahnya.
"Hehehehheh... ketahuan kan kalian, pasti ada main belakang deh sampai kamar pun harus berdampingan tanpa teman lain . " Ucap Safira sendiri.
Entah sebenarnya apa yang telah ia rencanakan karena gagal untuk sekamar dengan Ratu.
Karena berulang kali melihat Restu, Radja maupun Ratu saling mengunjungi kamar, maka Safira kemudian Melaporkan kepada Pembimbing kegiatan tersebut.
"Mas Restu, Mas Radja.... bagaimana ini ada laporan atas nama Safira kalau Mas berdua dan juga Mbak Ratu saling mengunjungi kamar. Memangnya Safira belum tahu kalau Mbak Ratu itu adiknya Mas Radja dan juga putra putri pemilik sekolah? " Ucap Kepala sekolah selaku pembimbing senior.
Radja dan Restu menggelengkan kepala.
Kemudian Bapak kepala sekolah mempersilahkan keduanya untuk kembali ke kamar dan masalah ini beliau yang akan menangani tanpa harus membongkar identitas dari mereka bertiga.
Setelah mendengar pengarahan dari para pembimbing tentang kegiatan rekresi terarah, sore ini ada acara santai yang bisa mereka gunakan untuk bersantai di pantai sambil menunggu dan menikmati sunset. Begitu juga dengan Triple R. Radja dan Restu bergabung dengan pemain voli pantai sedangkan Ratu melihat dari tempat duduk yang sudah disediakan.
Tidak lama kemudian Safira datang menghampiri.
"Hai adik kecil... sendirian aja? " Sapanya berbasa basi sedikit, karena dari tadi dia selalu mengamati Triple R. Sejak laporanya tentang Radja, Restu dan juga Ratu mendapat respon yang tidak sesuai dengan ekspektasinya.
__ADS_1
Ratu menoleh kemudian tersenyum kemudian menjawab Safira. Kemudian melihat kearah pantai. Tak lama kemudian pandangan Ratu fokus kepada segerombolan pemuda yang sedang berkerumun, ketenangannya melihat kedua abangnya terusik oleh segerombolan pemuda yang Ternyata sedang menjahili seekor kucing.
Kucing? darimana kucing itu datang? bukannya area pantai ini tidak boleh membawa binatang peliharaan? terus darimana kucing itu berasal? itulah yang menjadi pikiran Ratu.
Safira yang melihatnya tersenyum penuh arti.
"Astaga.. kasihan kucingnya kenapa sih mereka itu mempermainkannya? " Kata Safira memancing suasana.
Ratu tetap tidak bergeming dari fokus pandangannya kearah kucing. Restu yang tidak sengaja melihat Ratu merasa heran apa dan siapa yang dilihat oleh Ratu.
"Ya ampun... itu kucingnya mau masuk ke laut itu... gimana kalau terseret ombak? " Lagi Safira memperkeruh suasana tanpa melakukan tindakan.
Tiba-tiba Ratu berlari kearah laut.....
Restu yang melihatnya langsung berlari meninggalkan area voli pantai, Radja yang melihatnya kebingungan namun akhirnya ikutan berlari menyusul Restu.
Restu menangkap Ratu yang tiba-tiba akan masuk kedalam laut.
"Abang.... lepasin adek mau ambil kucingnya!! " Ratu berontak berusaha melepaskan diri dari dekapan Restu
"Jangan dek,... abang yang ambil adek diam disini! " Seru Restu.
"Ada apa? " Tanya Radja saat sampai.
"Jaga Tutu dja... aku tolongin kucingnya. " Kata Restu.
Radja menahan Ratu supaya tidak turun ke laut, sedangkan Restu menolong kucing yang dimaksud oleh Ratu.
Safira tidak membuang kesempatan ini, Safira berlari mendekati Radja dan Ratu.
"Bagaimana Kucingnya? " Safira berbasa basi
Radja memandang tajam kearah Safira, yang dipandang merasa tidak nyaman kemudian menunduk, sedangkan Ratu masih fokus melihat Restu yang sedang menolong kucing tersebut. Saat Restu sudah berhasil menolong kucing itu Ratu berlari mendekatinya.
"Abang.. Kucingnya baik-baik sajakan? " Tanyanya khawatir.
"Sudah tidak apa-apa dek... lain kali panggil abang atau mas ya dek... jangan buat kami khawatir dek. " Kata Restu memberi nasehat yang diangguki oleh Ratu. Kemudian mereka berdua mengeringkan badan kucing tersebut.
"Jangan pernah kamu berusaha mencelakai Ratu, kami tahu apa yang kamu rencanakan, saya minta cukup sampai disini. " Kata Radja kemudian meninggalkan Safira.
Sedangkan Safira hanya bisa diam namun didalam hatinya masih tidak bisa terima kalau pesonanya dikalahkan oleh gadis kecil.
To be continued
Buat para reader...
maaf lama tidak up Triple R hehe..
...SELAMAT IDUL FITRI 1443...
...MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN...
...MOHON MAAF LAHIR BATIN...
__ADS_1