
Betapa bahagia hati saat bertemu dengan orang yang selama ini kita rindukan tetapi bagaimana hati jika akhirnya akan ditinggal lebih lama lagi?
...-------------...
Ratu terkejut juga bahagia saat seseorang yang ia rindukan berada didepan matanya, sementara rasa ngantuk yang masih setia mengikutinya tiba-tiba saja menguap entah kemana. Seketika itu juga ia mengekspresikan kebahagiannya dengan langsung menghambur kepelukan Restu.
"Abang pulang kapan?"
"Abang kok gak kasi tahu adek? "
"Abang jam berapa tadi nyampenya, kenapa gak sama-sama adek tadi sekalian mami jemput? "
"Tadi adek berarti gak mimpi ya? "
"Ada bawa oleh-oleh buat adek gak? " Tanya Ratu tanpa henti.
Restu hanya bisa tersenyum diberondong pertanyaan yang tanpa jeda seperti senapan yang memuntahkan pelurunya.
Diacaknya rambut Ratu penuh sayang dan kerinduan.
"Abang harus jawab yang mana dulu dek?" Jawabnya.
"Ah... serasa jadi nyamuk kita pi. " Kelakar Mami bercanda.
Betapa bahagia hati kedua orang tua Restu, namun mami tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi gadis kecil itu jika tahu kalau abangnya akan meninggalkannya.
"Mana bisa mami dan papi jadi nyamuk mi, kita kan manusia mi? " Sambung Ratu yang ditanggapi dengan gelak tawa oleh mereka.
__ADS_1
"Mami, Papi dan abang ngobrol gih... adek mau baring aja dipangkuan abang mumpung abang pulang. " Kata Ratu.
Mereka ngobrol sambil menghabiskan senja, kapan lagi bisa berkumpul seperti dulu.
Ratu kembali berbaring dan tangannya menggambar abstrak diperut Restu yang terlindungi kaos.
"Dek... geli dek? " Katanya
Namun serasa menulikan telinganya Ratu tetap dengan aktifitasnya.
Mami yang melihat itu hanya tersenyum. Apakah sebagai orang tua mami tidak takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sedangkan mereka berdua belum ada status yang jelas?
Jawabnya adalah tidak.
Karena dari kecil mereka bertiga tumbuh bersama. Ratu dan Restu memang dijodohkan dari kecil namun dengan syarat kalau keduanya bisa saling mencintai nanti kedepannya. Namun jika keduanya nanti memiliki cinta masing-masing maka perjodohan itu tidak akan diteruskan.
Serasa paham maksud mami Restu pun menjawab.
"Tanya apa Mi, btw gimana kabarnya mi. "
Ratu yang mendengar itu merasa tidak nyaman dihatinya, diam-diam dia cemberut.
Dengan gemas dicubitnya perut Restu.
"Aduh... dek kenapa abang dicubit? " Serunya sambil meringis dan memegang tangan Ratu tadi.
"Mami... adek mau makan mie instan yang seger itu Mi. " Kata Ratu tanpa menjawab pertanyaan Restu.
__ADS_1
"Bukannya minggu lalu adek udah makan mie instan ya kata Bunda. " Sahut Restu.
"Kan... kan... sama Bunda aja abang selalu kasi kabar sama adek gak sama sekali, males ah sama abang sama mas juga. " Sungut Ratu yang kemudian menggigit perut Restu.
"Astaga dek kenapa abang jadi sasaran amukan terus sih... sakit dek." seru Restu.
"Ayo Mami buatkan dek.... diskon ajalah ya kali ini. " Ajak mami tak kuat nahan sakit perut karena ulah Ratu dan Restu.
Keduanya berjalan beriringan menuju ke dapur meninggalkan kedua lelaki beda generasi itu.
"Makanya jangan membangunkan singa yang sedang tidur dibalik wajah kucing imut manis bang. " Nasehat papi sambil tertawa.
Restu tidak menanggapi omongan papi namun menyusul papi ke ruang makan sambil menggosok-gosok perutnya yang digigit Ratu.
Tak lama kemudian Mbok memberitahu kalau Mas Radja datang.
"Selamat malam Papi. " Sapanya sambil mencium tangan Papi, dan Papi langsung memeluk anak sahabatnya itu saudara Ratu.
"Pulang juga akhirnya Tu. " Sambungnya yang dijawab dengan menangguk oleh Restu.
Mendengar suara familiar ditelinganya Ratu melongokkan kepalanya dari dapur, seketika terbelalak terkejut namun juga bahagia bagai dapat jackpot berlipat ganda hari ini.
Melihat reaksi Ratu Mami pun penasaran namun sedetik kemudian senyum bahagia menghiasi wajah cantik Keibuannya.
"Akhirnya bisa berkumpul kembali setelah sekian lama. " Ucapnya dalam hati.
...-----------...
__ADS_1
Jangan lupa siraman like dan komennya ya all.