Pembalasan Psikopat

Pembalasan Psikopat
20


__ADS_3

Seisi sekolah dibuat ketar ketir dengan pernyataan Kepala Badan Penagwas pendidikan tadi. Mereka tak menyangka akan diadakan kompetisi antar siswa yang akan dilaksanakan tiga Minggu lagi. Para siswa menertawakan kelas 11 IPS 3. Bagi mereka kelas itu adalah kelas paling bodoh bahkan sejak ujian bulanan 1 dimulai. Ketika mereka masih duduk di kelas 10 semester dua, seluruh kelas tersebut berada di peringkat paling akhir dengan nilai nol dan membuat mereka menjadi kelas dengan performa paling buruk masa itu.


“ aku yakin kelas itu tidak akan bisa bertahan, mereka tidak secerdas itu, sampah tetaplah sampah,” ucap Mike dengan angkuhnya. Dia adalah anak orang kaya dengan segala fasilitas mewah untuk belajar dan mendapatkan bimbingan dari guru terbaik di negeri itu, bahkan Nena dan anak anak lain juga memiliki pendukung yang kuat di belakang mereka.


Berbeda dengan kelas 11 IPS 3 yang tidak diketahui siapa yang mendukung dan mensupport mereka, orangtua mereka saja terlalu malu untuk datang ke sekolah karena sifat mereka yang keras.


Di kelas 11 IPS 3, Jin-ji berdiri di depan mereka semua, namun suara bariton Jack yang menarik Hana masuk ke kelas itu terdengar menggelegar di dalam ruangan mereka.


“ Siapa itu, siapa pelakunya!!!?” Jack berteriak dengan kencang menatap seisi kelas itu. Tentu saja Atha yang sedang duduk berdua dengan Beer terkejut bukan main saat mendengar suara teriakan Jack ajudannya yang sangat dia percaya tetapi akan sangat merepotkan jika samapi tahu kalau Atha terluka.


“ Ya ampun si jambang kenapa datang kesini? Mau apa coba?” batin Atha sambil menatap tajam ke arah Jack yang berdidi di ujung pintu dnegan raut wajah panik dan khawatir.


“Siapa? Anda siapa tuan? Kenapa diperbolehkan masuk sembarangan?” tanya Jin-ji heran, dia melihat Jack dari ujung kepala sampai ujung kakinya saking terkejutnya dengan penampilan pria itu . Dia terlihat seperti seorag bos masfia yang sedang menculik anak remaja dan membawa bawa gadis itu seperti korban kekerasan.


“ Hana, kenapa kau bersama om-om aneh dan berjambang ini, kau tidak diapapain kan?” celetuk Bob yang langsung menarik tangan Hana dari genggaman tangan Jack.


“ Bu.. bukan begitu....” ucap Hana sambil menatap Jack. Tetapi pria tinggi dan besar itu berlari menghampiri Atha dengan wajah panik. Dia berlari seperti seorang ayah yang sedang mengkhawatirkna gadis kecilnya yang terluka karena ulah teman sekelasnya.


“ Ya ampun siapa yang berani melakukan ini pada wajah nona muda kuu...” teriak Jack yang lansgung membuat keadaan menjadi heboh.


“ Dia...” seru seisi kelas itu sambil menunjuk Peniel yang duduk di sudut ruangan, diam diam menghanyutkan menatap mereka seolah tak terjadi apa-apa sebelumnya namun sedetik kemudian ekspresi polos tak berdayanya itu berubah menjadi wajah ketakutan karena melihat kobaran api yang keluar mencuat dari mata jack .


“ Beraninya... wajah nonaku jadi teluka seperti ini dasar pria tidak bertanggung jawab beraninya memukul perempuan!!” geram Jack yang hendak menghampiri Peniel.


Peniel lasngung berlari dan bersembunyi di belaang tubuh besar King yang duduk tenang dan menyaksikan mereka.


“ Mampus gue, itu siapanya Atha sih.. kok serem...” celetuk Peniel.


Atha menahan tangan Jack ,” Kak please jangan bikin kegaduhan,” ucap Atha dengan wajah serius.


“ ngga bisa begitu dong nona, lihat wajah nona jadi terluka, bagaimana kalau sampai berbekas? Bagaimana kalau ada peradangan, bagaimana kau nona sampai geger otak gara-gara pukulan pria itu, bikin kesal saja kenapa sembarang memukul orang hah. Heh bocah sini kau biar kupukul wajah mu itu..” kesal Jack yang tak habis-habisnya mengomeli Peniel.


“Ya... ya maaf om saya gak sengaja....” ucap peniel dengan suara pelan dari belakang tubuh King.

__ADS_1


“ saya juga sudah minta maaf sama Atha , “ ucap anak itu sambil mengintip dairi balik ketika king.


“ Makanya kalau dibangunin itu sadar dulu Pen, lo sih molor mulu,” ejek Brian.


“ Ck... ya iya gue salah tapi isi om-om jambang di tarik dulu gue masih mau panjang umur...” uap Peniel dengan wajah pias.


Mereka tertawa geli melihat kedua orang itu, yang satu sangat seperti preman yang satu ketakutan seperti anak kecil.


“ Sudahlah Jack, pulang sana, lagian apa ke sekolah sih?” kesal Atha.


“ Ohhh itu, mau ketemu Kevin, yang ngomong di depan tadi, masa nona gak kenal bawahan..


“ jack...?” Atha menatap pria itu dengan tajam.


“ Tha.... lo kenal pak Kevin?” tanya mereka semua dengan mata membulat sempurna menatap gadis itu dengan mulut menganga tak percaya.


“ Ehh.... i... itu... ck....” Atha menatap Jack dengan tatapan kesal.


“ Ck.... dasar kak Jack,” kesal gadis itu.


Beer mendekati Atha,” lo kenal Pak kevin?” tanya Beer sekali lagi dengan wajah serius.


“ Ya kenal, Pak Kevin kan tadi sudah kenalan di depan sekolah masa iya gue gak kenal,” jawab Atha sambil berdiri dan beranjak menghampiri Hana yang masih terlihat diam dengan btanagnnya yang bermain dibawah sana.


“ Ehh maksudnya bukan itu tha.. lo kenal secara pribadi, kenal dekat?” tanya Jin-ji.


“ Nggak,” jawabnya singkat.


“ han kamu baik-baik saja?” tanya Atha.


Kini perhatian seisi kelas itu tertuju pada Hana yang kembali dibawa oleh Jack ke kelas itu.


“ A.. aku....

__ADS_1


“ apa yang terjadi tadi? Kenapa balik lagi?” tanya Bob dan Alex bersamaan.


“ Ta.. tadi....” Hana hendak berbicara namun matanya menangkap sosok Pak Bima yang menatap mereka dari sudut jendela kelas itu. Hana sontak langsung menangis histeris lagi, dia dibuat ketakutan dengan tatapan seram dan mengintimidasi dari pria yang berdiri di ujung kelas itu , di tititk dimana hanya Hana yang bisa melihat.


“ Akrrhrhhhh.... hikshiks hiks.... Bob... Bobby bawa aku pulang please... aku mau pulang.... atau kita ke tempat itu saja, aku gak mau disini please hiks hiks...” Hana menangis sesenggukan, dia menarik tangan Bob dan meminta bantuan pada pria itu.


“ Han ada apa?” tanya Atha dengan nada penasaran.


“ Han lo bisa ngomong, bilang saja ke kita, ada apa dengan lo?” tanya Beer khawatir.


Namun Hana tetap diam , dia tak mau menjawab.


“ Bob, bawa dia ke tempat ngumpul, Hana gak akan bertahan kalau begini terus, satu jam lagi pulang sekolah, kalian berdua pergi terlebih dahulu, entar kita menyusul,” ucap Josua yang tak tega melihat kondisi temannya seperti itu.


“ Baik, gue bawa dulu,” ucap Bobby sambil memapah Hana danmembawa tasnya.


Mereka keluar dari ruangan itu, meninggalkan kelas dan teman-teman mereka.


Atha menatap mereka, dia benar benar penasaran dengan semua orang yang mengisi kelas itu, “ Ada apa dengan kalian, kenapa kalian seperti ini, dan Hana ada apa dengannya?” tanay Atha penasaran.


Jin-ji, Bob, Brian dan yang lainnya terdiam, mereka memalingkan wajah mereka, lau kembali ke tempat duduk mereka masing-masing, tak menggubris perkataan Atha.


“ Ahhh... sebenarnya kalian ini kenapa?” pikir Atha.


King berdiri lalu menghampiri Atha,” kau penasaran? Pulang sekolah ikut aku,” ucap pria itu lalu kembali duduk di kursinya.


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2