Pembalasan Psikopat

Pembalasan Psikopat
9


__ADS_3

Zico menatap Mike yang tiba-tiba berbicara," Cih... mereka tak lebih dari sekedar sampah yang dikirim ke sekolah itu, pantas saja si botak mengirim mereka ke kelas itu, tak ada yang perlu dikhawatirkan tentang mereka!" ucap Zico dengan gamblang.


" Tapi perempuan itu cantik walaupun tatapan matanya bikin gregetan pengen ditabok berkali kali!!!" imbuh Frans sambil membayangkan wajah Atha.


" hah cantik katamu Frans!??" Nena berdiri dengan wajah kesal dan marah," Apa kau buta tolol!??" umpat Nena dengan kasar .


" Yak...Nena jaga bicaramu, kau sangat kasar sebagai perempuan!!!" ketus seorang gadis lain yang duduk di dekat Frans, dia menatap Nena dengan tatapan kesal, gadis dengan two tone hair hitam dan blonde itu mengoceh kesal dengan ucapan Nena pada kekasihnya.


" CK... sialan kau!!!" kesal Nena yang kembali duduk di kursi, kali ini kursi sungguhan bukan manusia.


"Mau cantik kek mau gimana kek peduli amat gue, kalau sampai dia bertingkah dan mengusik gue, gak akan gue lepas dari genggaman gue, harus sampai hancur kayak si


" Ekhmm..."Zico berdeham saat Nena akan membahas sebuah topik yang sangat sensitif bagi geng mereka.


Nena hampir saja keceplosan, dia tersadar dan kembali diam seraya melirik Mike yang asik membaca buku.


" Wehh mau taruhan gak?" usul Zico sambil tersenyum menatap mereka semua.


" Taruhan gimana!?" tanya Mike menatap Zico.


Zico menyeringai, dia meminta mereka untuk mendekat," Ayo taruhan seberapa lama dua siswa baru itu tahan di kelas 11 IPS 3!? kalau gue yakin gak sampai seminggu mereka bakal pindah kelas!!" ucap pria itu sambil tersenyum.


Nena, Frans, Mike, Bianca, Liza dan yang lain saling melirik. Mereka tersenyum, semuanya mengeluarkan taruhan dan menaruh uangnya di atas meja mengucapkan taruhan mereka.


" Gue tiga hari pasti mereka keluar!!!"


"Empat hari!!"


"Dua Minggu!!"


" Besok pasti keluar, tadi gue lihat tuh cewek sangar keluar sambil nangis!!" ucap Frans sambil tertawa.

__ADS_1


" What!?" mata mereka terbelalak mendengar info baru dari Frans.


" Lah bener Lo Frans!?" tanya Liza si gadis rambut pendek dengan seragam yang diikat ke atas jadi seperti baju crop top dan rok mini dengan anting dan perhiasan yang menempel di tubuhnya menatap Frans antusias.


Frans mengangguk sambil menatap mereka dengan seringai," gue yakin dia gak bakalan masuk besok, mental lemah, yang cowok mungkin bakal bertahan seminggu!" ungkap Frans sambil tersenyum dengan menyunggingkan sebelah bibirnya.


"Gimana kalau mereka gak keluar!?" tanya Bianca tiba-tiba. Semuanya tampak diam," Ya ulang taruhan sampai beneran keluar, atau kita paksa hahahahaha...." ucap Zico sambil tertawa.


" Gila Lo, sadar gak sih sama jabatan co? Lo ketos loh," ucap Nena sambil menatap Zico.


Pria itu tersenyum, dia berdiri lalu mendekati pria gendut yang dipukuli oleh Nena tadi. Berdiri membelakangi yang lain lalu membuka resleting celananya," Gue ketua OSIS bagi yang menurut dan ikut peraturan gue, bukan yang sok jagoan menolak bahkan menentang apa yang gue lakukan sama adeknya, karena semua siswa yang masuk ke sekolah ini..." Zico mengeluarkan urinnya dan membasahi Doni dengan cairan itu seolah Doni adalah toilet," Harus menurut dan patuh dengan perintah ketua OSIS!!!" ucap pria yang malah kencing di atas kepala Doni.


empat siswa yang jadi bahan bully Geng itu menangis ketakutan dalam.diam dengan tubuh gemetar. Selamanya luka ini akan jadi trauma berat bagi mereka dan tak akan pernah mereka lupakan seumur hidup mereka.


Nena, dan gengnya tertawa terbahak-bahak. Salah satu dari mereka, yang kerap disapa Rico mengambil foto Doni yang basah karena kencing Zico.


" Woi cungkring buka baju si babi gendut cepat anjir!!!" umpat Rico yang sangat bersemangat mendokumentasikan hal hal seperti ini yang kemudian akan digunakan untuk alat mengancam mereka. Entah sudah berapa banyak foto dan video yang mereka simpan dari setiap siswa yang dipakai untuk mengancam mereka jika tak menurut.


hakk cuihh...


" Ahh banyak omong lu kampret!!!" kesal Frans yang langsung berdiri dan menarik kepala siswa kurus itu lalu bugh!!! dia melayangkan sebuah pukulan keras di perut anak junior di sekolah itu.


"Akhh.... uhuk....uhuk...a...ampun!!" lirih pria itu. Dia tersungkur ke atas tanah sambil memegangi perutnya yang terasa sangat sakit karena ulah Zico.


Bianca, Nena dan Liza tertawa cekikikan melihat tingkah Ziora, mereka menikmati tontonan ini tanpa takut terkena hukuman.


" Hahahah gila lu Co, mau uji coba kekuatan? lo lahan dah si anak baru yang mirip preman itu!? atau paling nggak coba Lo bogem si Peniel tukang molor dari 11 IPS 3, sanggup gak loh!!" tantang Bianca.


Zico memutar malas kedua bola matanya," Peniel itu orang gila Bianca, Lo pikir sembarangan orang bisa menghajar si kampret itu, apalagi kalau sampai si tukang mabuk tau, gue bisa jadi ayam geprek !" ucapnya sambil membayangkan adegan horor kalau sampai peniel atau Brian dari kelas buangan itu mengamuk.


" Lo takut co?" tanya Mike sambil terkekeh.

__ADS_1


Zico terdiam sejenak begitupun dengan yang lain,"ah..ahahahahhaa... takut? nggak mungkin Mike, cuma gue kalah tenaga doang hahah, tapi kalau otak mah gue lebih hebat, masalah menjebak dan membunuh dalam diam gue jagonya hahhahahahah.... Lo tau sendiri kan?" ucapnya sambil mengedipkan sebelah mata.


" Jiahhh kampret lu, udah ahh bosan, kelab yok?!!!" ajak Liza sambil menguap dan menatap ke atas. Namun tiba-tiba di matanya menangkap sebuah sosok di atas gedung itu, berdiri di ujung gedung sambil menatap ke bawa, topeng badut yang tersenyum dipakai di wajahnya, sekali dia berkedip sosok itu langsung menghilang.


" Lah gue mulai halu, CK..CK...CK... wehh tempat ini horor deh, keluar yok, " ajak Liza.


" Kenapa Lo?" tanya Frans


" Gue kira tadi ada orang di ujung pinggir bangunan atas, taunya khayalan!!" ucap Liza sambil mengucek matanya.


" Makanya jangan kebanyakan nonton film gblok!" celetuk Bianca dan Nena sambil menggandeng tangan Liza.


" Ehh sebentar, gue foto dulu mereka, ya kali gue dtinggal!!" ucap Rico yang asik membuka baju empat rekan satu sekolah dimana tiga diantaranya kelas sepuluh dan Doni adalah kelas sebelas.


"Dasar sinting Lo, cepat gue lapar!!" ucap Zico dengan wajah kesal.


" Oke, let's go... " teriak Rico sambil menendang ke empat orang itu satu persatu sampai ambruk di atas tanah.


"Mati Lo bangsat!!" umpat Rico.


Mereka berjalan keluar dari bagian belakang gedung itu sambil tersenyum puas. Zico, Nena, Frans, Bianca, Liza, Rico, dan Mike tersenyum dengan senyuman aneh di wajah masing-masing.


Sementara itu, di atas gedung, pria yang tak lain adalah King membuka topengnya sambil duduk di atas lantai dengan wajah syok saat melihat langsung bagaimana perundungan dilakukan bahkan di luar sekolah," Titisan setan, harusnya dibasmi!!!" geram pria itu sambil mengepalkan tangannya.


.


.


.


like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2