Pembalasan Psikopat

Pembalasan Psikopat
Kotoran


__ADS_3

Seluruh sekolah digemparkan dengan perubahan besar yang terjadi pada kelas 11 IPS 3. Bahkan para guru yang masuk ke kelas itu dibuat tak bisa berkata kata dengan kecerdasan luar biasa yang mereka sembunyikan selama ini.


kelas tersebut diisi oleh anak-anak yang cerdas dan memiliki keterampilan masing-masing. bahkan kecerdasan mereka mengalahkan semua siswa terpintar di sekolah itu. para siswa dengan perubahan besar yang terjadi pada kelas buangan tersebut, melihat perubahan besar terjadi pada mereka membuat kelas unggulan dari masing-masing tingkat menjadi ketakutan.


Namun tak sedikit yang mencemooh mereka dan mengatakan bahwa kelas itu tidak akan pernah bangkit. Sekali kelas buangan tetaplah menjadi kelas buangan.


Seperti biasanya sekolah kembali mulai aktivitas. Atha tiba lebih dulu dibandingkan dengan teman-temannya. Dia berjalan dengan santai sambil menatap lingkungan sekolah yang masih sepi.


Namun mata Gadis itu melirik tukaran dan ke kiri karena merasa ada yang mengawasi dirinya.


"Bukan hanya satu, tatapan matanya terlalu terasa!!" batin Atha sambil mencengkram tali tasnya.


Lingkungan sekolah memang sepi tetapi ada beberapa pasang mata yang mengawasinya dari jarak tertentu.


Gadis itu seolah tak peduli, dia tetap berjalan dengan santai. Di saat yang sama, beberapa meter di hadapannya seorang perempuan berjalan dengan lembar sambil terus menatap Atha.


Tangannya dia simpan ke belakang, berjalan dengan tatapan mengintimidasi agar membuat gadis itu takut.


Semakin lama semakin sedikit jarak mereka. Atha tidak peduli, dia berpikir kalau itu hanya warga sekolah tersebut, dia berjalan sambil memperbaiki pakaiannya.


Perempuan di depannya itu berjalan lurus ke arah Atha dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


Saat hampir berpapasan tiba-tiba....


"Heyy baby kenapa gak tunggu pacarnya sih!!??" Tiba-tiba King menarik tangan Atha sampai gadis itu sedikit terhuyung dan jatuh ke dalam pelukan King.


Seolah King menarik Atha untuk menghindari perempuan aneh itu. Wajahnya asing, tak pernah King lihat perempuan itu di sekolah, dia mengenakan seragam yang sama dengan mereka tetapi tak pernah terlihat di sekolah itu.


" King??" Atha terkejut saat King memeluknya.


" Morning!?" ucap King sambil mengedipkan sebelah matanya dan melirik perempuan tadi melalui ekor matanya.


Jelas Atha melihat kalau perempuan itu berganti haluan, dia berjalan ke arah lain dengan langkah cepat.


" Kau hampir terkena jebakan, dia membawa suntik," bisik King di telinga Atha, tetapi seolah dia sedang mengecup pipi gadis itu.


" Suntik? bagaimana kau tau???" tanya Atha.


"Aku sudah di sekolah ini sejak jam 5 tadi, Peniel juga tapi dia sedang molor di kelas, anak itu cepat datang ke sekolah hanya untuk tidur. Aku tadi di atas sana," ucap King sambil menunjuk bangunan di depan mereka, titik yang sempurna untuk melihat apa yang dibawa perempuan aneh tadi.


" Hah!?? di atas? bagaimana kau bisa sampai disini!??" tanya Atha sambil melepaskan pelukan King.


"Terbang!? melompat? yahh begitulah, demi ayang akan kulakukan apa pun," celetuk King sambil mengedipkan sebelah matanya.


Bughh...


Atha memukul perut pria itu dengan wajah kesal Bukan jawaban yang dia inginkan yang dia dapat, tapi gombalan dari si pria gila itu.

__ADS_1


" Hahhah... kau harus berhati-hati, orang itu mulai bergerak!" bisik King.


" Apa kita belum bisa melaksanakan rencana kita sekarang?? aku ingin cepat cepat menghabisi si bangsat dan komplotannya itu!!!" bisik Atha.


King merangkul Atha, dia sangat suka melakukan hal itu pada gadis yang hanya setinggi badannya itu.


"Sabar, tiga hari lagi ujian dilakukan, kita akan melakukannya pada hari itu, aku yakin mereka akan berusaha mencari soal yang akan diujikan, kita buat mereka hancur dengan nilai lalu kita lakukan rencana itu!!!" ucap King.


Atha mengangguk " baiklah, "


"Tapi apa kau yakin? aku takut kau....


"Aku yakin, bukannya ada kalian yang menjagaku dari jauh?" tanya Atha sambil menaikkan sebelah alisnya.


King tersenyum, dia menepuk kepala gadis itu," baiklah, saat ya belajar," ucap King.


" Tapi apa kau sadar kalau kita diawasi??" tanya King.


" Sadar, kurasa ada 5 atau 6 orang yang mengawasi kita dari jauh.


" Lebih tepatnya 8 orang, dua lainnya di ruang kontrol, pertama sekali kita harus membereskan orang itu, mereka kemungkinan menghapus rekaman CCTV penyebab kematian Kakakmu dan penyebab kasus bully di sekolah itu ditutupi karena tak ada bukti yang kuat!" Ucap King.


" Hmmm.. baiklah, "


Mereka berjalan menuju kelas mereka, sekolahan yang sepi terlihat cukup suram dan terasa hawa aneh disana.


" Tunggu!!!" ucap Atha yang menghentikan langkah kaki King.


" Ada apa??" tanya King.


"Lantainya basah!!!" ucap Atha sambil menunjuk cairan berwarna kecokelatan di atas lantai menuju kelas mereka.


"lalu? "


"Lihat cairan ini King, dan bekas tangan di pintu, apa kelas kita seperti ini!??" tanya Atha sambil menunjuk bekas tangan berwarna cokelat, sepertinya baru dibuat disana.


King menatap sekeliling kelas mereka, ada yang mengawasi mereka seolah menanti mereka masuk ke dalam kelas itu.


" Bukannya kau bilang Peniel di kelas!??" tanya Atha.


King menjadi panik, dia tadi memang meninggalkan pria itu di dalam kelas.


Atha hendak melangkahkan kakinya, tetapi King menari tangan gadis itu," jangan sembarang masuk!!!" King menatap ke atas pintu," ada jebakan, mereka mungkin ingin mempermalukan kita!!" ucap King sambil melirik ke atas pintu.


"Cihhh jebakan anak kecil!!!" gumam King.


Dengan kaki jenjangnya dia menendang pintu itu dan menarik Atha ke sisi lain.

__ADS_1


Brakkk....


Pintu terhempas dan...


byuurrrr........


Kotoran bau dari ember yang disimpan di atas pintu tumpah begitu saja. Hampir saja mereka terkena jebakan anak anak itu.


" Sialan!!!" umpat Atha sambil menatap ke kiri dan kanan.


Dia jelas melihat Zico, Tasya, dan beberapa anak unggul lainnya memperhatikan mereka beberapa saat . Setelah itu pergi karena tak berhasil mengerjai mereka.


" Sialan!!!" umpat Atha yang hendak mengejar orang-orang itu.


" Jangan dikejar, ini akan jadi bukti yang sempurna!!!" ucap king sambil mengambil gambar kejadian itu.


" Kau!??"


" Tenang saja, kita harus lebih licik dari mereka!!!' ucap king.


" Tapi Peniel, ayo masuk!!!" Atha menarik tangan King dan masuk ke dalam kelas.


Betapa terkejutnya mereka melihat kelas yang sangat berantakan.


Seluruh meja di coreta coret, papan tulis disiram kotoran dan berbagai kata kata mengumpat di tulis di dinding dan papan tulis mereka.


" Ya ampun!!"


"Peniel!!!" King terkejut melihat Peniel yang diikat dengan tali, wajahnya penuh luka dan tubuhnya disiram air dari parit.


Kedua orang ini tentu saja syok, mereka tak menyangka kalau ruangan mereka akan dihancurkan seperti ini.


Peniel menatap mereka sambil menggelengkan kepalanya seolah hendak mengatakan sesuatu.


" Peniel... bagaimana bisa mereka melakukan ini padamu!!!!" King membuka ikatan Peniel, namun sebelum itu terjadi tiba-tiba....


" Apa yang kalian lakukan!!!!!" suara teriakan Kepala sekolah terdengar di ruangan itu .


" King... kita dijebak!!!" Atha mendekati King dengan wajah panik.


" Mereka yang terjebak!!!" balas King.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2