
Tak... tak... tak...
Jari tangan dengan sebuah cin cin besar berbentuk tengkorak manusia bergerak naik turun di atas meja hitam. Ruangan yang remang-remang dengan sebuah layar besar di hadapan orang itu terlihat sangat suram seperti benda benda aneh yang diletakkan di dalam ruangannya.
Karpet kulit berwarna cokelat dengan kepala harimau yang di pajang di dinding putih menambah suasana misterius di ruangan itu. Ada beberapa senjata dan barang barang aneh dengan bentuk abstrak yang dietakkan di atas meja. Melihat ornamen ruangan itu jelas bisa ditebak kalau pemiliknya adalah orang yag misterius dan menyukai hal hal yang berbau tantangan.
Seorang wanita bangkit dari tempat tidurnya hanya menggunakan kemeja putih tipis, wajah cantiknya dan rambut panjangnya terurai begitu saja. Berjalan dengan peuh pesona menghampiri pria dengan tato di pergelangan tangannya itu, pria yang beberapa jam bermain dengan dirinya sampai dia benar benar puas begitu pun dengan orang itu.
Wanita itu duduk di atas pangkuan pria yang tak memakai kaos itu, duduk dan menatap wajahnya, jarinya mengusap wajah pria itu dan matanya menatap dalam netra orang itu dengan tatapan menggoda seolah memberi kode untuk melakukan kegiatan haram mereka lagi .
Pria itu menatap perempuan itu sambil memainkan rambutnya, diciumnya rambut hitam panjang itu, ditatapnya wanita bayarannya itu dengan intens sedang tangannya menyentuh punggung wanita itu membuatnya berdesis geli.
“ Menurutmu apa yang akan kulakukan pada gadis itu? Dia akan jadi target yang tepat, wajahnya, tubuhnya dan suaranya yang lembut itu membuatku ingin segera menyentuhnya, hehehe dia berbeda, tatapan matanya yang tajam membuatku tertantang, kau tahu aku sangat menyukai tantangan, dia akan jadi lawan main yang memuaskan,” ucap pria itu sambil menatap foto seorang gadis di layar besar dalam ruangannya.
“ Apa kau tidak puas hanya bermain denganku?” bisik wanita yang sedang mengusap usap dada pria itu dengan nada manja.
“ ohh ayolah baby... apa kau juga puas hanya bermain dneganku?” pria itu bertanya balik sambil menaikkan sebelah alisnya.
“ ahhh... kau tahu saja, hehehe” balasnya smabil terkekeh.
“ Apa kau butuh bantuan? Aku akan mendekatinya dan membawa dia ke hadapanmu, target yang sempurna untuk diajdikan mainan,” ucapya dengan senyuman licik.
“ hmmm... kita lihat saja, mungkin permainan ini akan semakin menarik, kepala sekolah bodoh itu bahkan pemilik sekolah itu tak tahu apa yang terjadi di sekolah hahhaha... mereka hanya mementingkan kepopuleran sekolahnya tanpa tahu kalau aku sudah mengontrol anak anak disana,” pria itu tertawa jahat.
“ kau memainkan peran yang jahat, apa kau puas?” tanya wanita itu.
__ADS_1
Dia menggelengkan kepalanya,” belum hahha.. puas apanya, ini masih permainan awal, beruntung bajingan sialan itu mati, jika tidak mungkin kedokku sudah terbongkar sejak awal, ahhhh melihat dia mati hari itu membuatku puas hahahha... tak pernah aku melihat seorang pria sampai sefrustasi itu, hahahhaha... hanya untuk melindungi teman teman sampahnya itu dia merelakan nyawannya, wahhh hidup yang sangat dramatis bukan?”
“ ahhhh.. entahlah... aku tak peduli dengan mereka, aku hanya ingin ini, “ wanita itu memainkan perannya, dia memberikan sentuhan sentuhan hangat pada bagian bagian sensitif pria itu. Keduanya kembali melakukan hubungan terlarang itu di dalam sana. Bermain dengan berbagai macam gaya sampai keduanya berteriak nikmat di dalam sana.
Lambang lingkaran dengan garis tengah itu terlihat sangat aneh, ada beberapa foto yang dipajang di dinding dengan lingkaran merah dan tanda X disana. Foto semua siswa kelas 11 di SMA Pratama, dan dua tambahan foto baru yang dia letakkan di bagian paling ujung dari daftar siswa.
Semuanya diberi tanda, entah apa arti tanda itu.
Di pojok kanan ruangan itu ada sebuah kacamata rusak yang diletakkan di dalam kotak kaca, memberi kesan kalau benda itu sangat berharga atau sebagai sebuah simbol dengan tujuan misterius.
Pelajaran baru dimulai kembali. Minggu baru telah berjalan, seperti biasa kelas 11 IPS 3 sudah diisi dengan anak-anak kelas itu. Raiden dan Diana sudah kembali ke sekolah karena minggu lalu masa skors mereka telah berakhir.
Kelas itu tampak lengkap, Hana juga bergabung dengan yang lain, dia duduk di sebelah Bobby, satu satunya yang bisa membuat gadis yang mulai berubah ini tenang.
Atha baru tiba di sekolah itu, begitu pun dengan King. Melihat Atha yang berjalan dengan santai, king menghampiri gadis itu saat seorang pria berkacamata yang sering mendapat julukan si culun dari kelas 12 IPS 1 hampir menubruk tubuh Atha.
“ Bro maaf ya, dia memang seperti itu, hampir saja menubrukmu tadi,” ucap King pada pria tinggi berkacamata itu.
“ Ehh.. maaf, gue gak sengaja, lagian lo juga harus pakai mata dong,” celetuk Atha seraya memiringkan kepalanya menatap pria berkacamata di depan mereka dengan name tag “ Alvino Halim” itu.
Alvino tersenyum kikuk, jelas dia adalah siswa yang menjadi target perundungan paling keras di sekolah itu. Penampilannya yang cupu, cara bicaranya yang gagap dan tatapan matanya yang ketakutan membuat siapa pun pasti berpikir kalau dia adalah orang yang mudah di rundung.
“ i.. iya gak apa.. apa kok,” jawabnya dengan gugup sambil melirik ke kanan kiri, tangannya menggegam kuat tali tasnya dan dia menunduk.
Pukk...
__ADS_1
King menepuk bahu pria itu,” tak apa, kakak kelas kami kan? Tapi usiaku sepertinya lebih tua darimu, aku tinggal kelas dua kali dan terlambat masuk sekolah, jika saja kehidupanku normal aku mungkin sudah jadi mahasiswa tingkat 2 saat ini,” oceh King yang masih merangkul Atha.
“ heh banyak bacot, kau memang malas belajar, tak perlu diragukan lagi dari tampangmu sudah kelihatan, tidak seperti kakak ini, dia pasti siswa yang cerdas, iya kan kak? “ ucap Atha sambil menatap orang itu.
“ehh hehhe... i.. itu.. bukan apa apa...” jawab Alvin dengan wajah tersipu malu.
“ wahh lihat senyuman kakak ini saja begitu manis, berbeda dengan pacarku ini, cihh wajahnya seram seperti om om pedofil yang menyamar jadi siswa di sekolah ini hahahhahaha....” Seloroh Atha seraya meledek King.
“ om om? Kau gila ya, kau pikir aku monster segila itu sampai menyamar jadi siswa, dasar kau ini,” King mengacak acak rambut Atha, mereka berdua terlihat begitu dekat dan mesra.
Alvin tersenyum lembut,” Te.. terimakasih, ba,,baru kali i... ini ada yang me..memujiku...” ucapnya sambil tersenyum kikuk.
“ Ahhh jangan sungkan kak, kalau mau main bareng kita, datang saja ke kelas 11 IPS 3, kelas itu , kami siswa baru, ya sudah kami ke kelas dulu ya kak,” ucap Atha dengan senyum tipis di wajahnya.
“ ba..baiklah...” Jawabnya.
Atha dan King berjalan dengan posisi saing merangkul, berjalan sambil melompat lompat seperti anak TK yang sedang bermain di sekolah , dengan girangnya serasa dunia ini adalah milik mereka berdua.
Alvino mengumbar senyum lebar di wajahnya, dia menatap kedua orang itu sambil membuka kacamatanya, “ Om-om ya? hmm... manis"
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen