Pembalasan Psikopat

Pembalasan Psikopat
Mengamuk


__ADS_3

Kepala sekolah mendapati kelas 11 IPS 3 yang sangat berantakan. Dia benar benar naik pitam saat melihat Peniel terikat di ujung ruangan sedang Atha dan King berada di dalam kelas itu.


Mereka yang menyaksikan ini berpikir bahwa kedua siswa itu yang membuat kekacauan besar di dalam kelas itu.


" Anak anak sialan ,beraninya kalian membuat kekacauan di dalam sekolah ini!!!" Kepala Sekolah berteriak marah.


King dan Atha tak peduli, mereka membuka ikatan Peniel yang terluka.


" Kalian seharusnya tidak masuk, ini jebakan mereka, aku sudah melihat pelakunya, dia berbicara padaku dan mengatakan bahwa seluruh anggota kelas kit akan mati sama seperti Kiel!!" Ucap Peniel dengan tubuh gemetaran karena rasa sakit akibat pukulan yang diterima tubuhnya.


" Jangan khawatir Peniel, aku sudah memperhitungkan ini semua, kita hanya tinggal menjalankan rencana kita, tapi tahan jangan sampai emosi kalian membuat rencana ini hancur, " ucap King dengan suara pelan.


" Lalu selanjutnya bagaimana??" tanya Peniel.


" kurasa Atha sudah mengatasinya," ucap King sambil menatap Atha yang berdiri menatap kepala sekolah sambil berpangku tangan.


" Pak, apa bapak mau kejadian ini sampai ke luar sekolah? belum jelas siapa pelakunya, bapak lihat sendiri ada kotoran dan ember di atas pintu, ruangan kami dicoret-coret, bahkan Peniel jadi korban, kalau sampai berita ini di dengar oleh publik, maka sekolah ini hanya akan jadi bahan pergunjingan!" ucap Atha sambil mengeluarkan ponselnya.


" Tau tidak Pak?" Atha menunjukkan ponselnya, akun media sosialnya memiliki dua juta pengikut," Kalau aku mengirim foto foto ini ke media sosial, nama bapak akan langsung naik jadi kepala sekolah paling tidak kompeten di negri ini, kurasa itu akan baik untuk kesehatan jantung bapak, makin cepat mati Iya kan!?" celetuk Atha tanpa takut dan gentar.


Bagai tersedak, kepala sekolah dibuat mati kata oleh seorang bocah remaja yang tingkat kecerdasannya di atas rata-rata.


Sambil memainkan ponselnya Ayah tersenyum licik.


"Bagaimana? mau cepat mati atau mau panjang umur pak? silahkan pilih!?" ucap Atha sambil menaikan sebelah alisnya. Baginya bukan masalah besar melawan guru, toh dia d sekolah itu hanya sementara, hanya untuk membalas perbuatan para bajingan itu atas apa yang mereka lakukan pada kakak laki lakinya.


"Pak sebaiknya kita diamkan saja, bapak tau sendiri isi kelas ini seperti apa!" bisik salah satu guru yang ikut memergoki mereka karena dipanggil oleh Zico.


"Nggak boleh gitu pak, mereka ini harus dikeluarkan dari sekolah!!" Kali ini Zico mengambil peran dan memperpanas situasi.


Atha menatap pria itu dengan tatapan tajam," ohh...karena ujian akan dimulai besok kau meminta aku dan King dikeluarkan dari sekolah atas kejadian yang tak jelas buktinya? Wahhh.... " Atha melangkah dan mendekati Zico sambil menatap kedua mata pria itu dengan intens.


Zico berjalan mundur, Atha termasuk gadis yang mendominasi pembicaraan, dia bahkan membuat kepala sekolah dan si ketua OSIS terdiam dengan tatapannya yang mematikan.

__ADS_1


" Apa ketua OSIS kita yang sombong ini tau sesuatu ? sampai kau mengusulkan kami dikeluarkan padahal tidak ada bukti!?" Atha menyerang Zico.


" Si..sialan, siapa sebenarnya perempuan ini!? kenapa auranya sangat mengerikan!!;" batin Zico yang mulai panik.


" Apa benar Zico!? apa kau tau sesuatu tapi tidak melaporkan pada kami!?" Kepala Sekolah membentak pria itu dengan wajah masam dan kesal..


" Nggak Pak, saya nggak tau apa apa... saya hanya . saya hanya melihat mereka masuk tadi, saya pikir terjadi sesuatu makanya saya panggil Bapak dan guru guru lain, lagipula saya tidak bilang kalau mereka yang melakukan ini semua!" jawabnya dengan nada gugup.


Jelas ucapan Zico itu membuktikan bahwa Atha dan King bukan pelakunya.


" Bukannya sudah jelas pak!? kalau begitu mohon keluar, Karena kelas kami yang bau kotoran ini akan segera kebersihan sebelum pembelajaran di mulai!!!" ucap Atha dengan nada dingin sambil menunjuk pintu keluar dimana anggota kelas lainnya sudah berdiri disana sambil menahan amarah mereka agar tidak meledak di depan para guru dan kepala sekolah mereka.


" CK...sial, menghabiskan waktuku saja, lain kali berikan info yang jelas Zico, kau ini ketus OSIS tapi mengurus hal kecil seperti ini saja kau tidak sanggup!!!!" kecam pak kepala sekolah sambil menatap Zico dengan tatapan kesal..


" Ma..maaf pak!" jawab Zico sambil menunduk.


Selepas kepergian Kepala Sekolah dan para guru, para anggota kelas memasuki ruangan itu sambil berdecak kesal karena ruang kelas mereka jadi kotor akibat ulah manusia yang harusnya segera dibasmi.


Tatapan mata kemarahan itu mengatakan segalanya, bawah dia dan rencana busuk dari orang yang memerintah dirinya gagal total karena salah target.


King dan Atha bukan lawan ubah tepat untuk ikan terus seperti Zico.


" Heh...jaga matamu, atau kucolok nanti sampai keluar, benar benar mengganggu, sana kau pergi!!!" teriak Beer sambil mendorong Zico dengan tangannya yang ditutupi sarung tangan karet berlumuran tinta hitam


" Apa yang kau lakukan sialan, bajuku kotor karena tangan mu, beraninya kau!!!!!" kesal Zico yang mengangkat tangannya hendak memukul Beer tetapi tiba-tiba...


Brukkk...


" Jangan coba coba menyentuh gadis gadis di kelas kami kalau kau tidak mau segera bertemu pencipta mu bajingan!!" Raiden melayangkan tendangan ke perut Zico sampai dia terhuyung dan jatuh tepat di atas tumpukan kotoran di depan pintu kelas mereka..


" Sialan apa ini!!!" pekik Zico sambil mengangkat tangannya yang terkena kotoran yang dia buat sendiri untuk menjebak King dan Atha


pfthh....

__ADS_1


Hahahahahha


Seisi kelas itu menertawakan Zico yang terkena jebakannya sendiri, mereka tau siapa saja yang terlibat dan salah satunya adalah ketua OSIS songong yang jadi dalang perisakan di sekolah itu.


Setelah kepergian Zico, kelas itu membersihkan ruangan mereka sampai benar benar bersih. Sebenarnya Diana sudah sangat kesal dan bersiap membakar ruangan OSIS, tapi untuk saat ini rencana itu di tunda sebelum ujian dimulai.


"Bagaimana keadaan Peniel?" tanya Jin Ki .


" Dia terluka di bagian wajah, ini semua ulah para manusia jahanam itu, " geram Alex.


" Tahan semuanya, sebentar lagi, pernah sesungguhnya akan terjadi sebentar lagi, kita harus tetap tenang !" ucap Bob dengan yakin.


Mereka semua mengangguk setuju, target, rencana dan persiapan mereka telah dirampungkan, tinggal menunggu tanggal mainnya.


Sementara itu di kelas lain, pria berkacamata bernama Alvino itu terdiam dengan tatapan kesal dan marah akibat rencana yang gagal lagi .


" Sialan kenapa begini!?? seharusnya tidak begini, mereka harusnya terjebak arrkhhh bajingan... bajingan sialan!!!! " geramnya sambil menghancurkan mejanya sendiri sampai benar benar hancur berantakan.


Tak ada siswa yang mempedulikan pria itu, mereka bertindak seolah dia tak ada disana.


" hei aku takut..." salah satu siswa di kelas itu berbicara.


" Shhh diamlah .. ikuti aturannya kalau kau tak mau mati ..." balas yang lain.


" Sialan sudah kubilang tak akan ada yang bicara saat aku sedang marah, beraninya kau bangsat!!!!" pekik Alvino sambil mengangkat kursi dan melemparkan benda itu ke dinding kelas, dia menggila seperti orang kesetanan, benar benar gila sampai membuat kelas itu diam tak berkutik.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2