
Mereka semua berpencar saling berhubungan melalui sambungan telepon yang terhubung ke satu sama lain.
Atha dan King berada di jalur yang sama, Jin-ji mengoordinasi anak anak kelas 11 IPS 3 untuk membantu mencari lokasi Cindy. Karena beberapa diantara mereka adalah hacker handal dan yang lainnya memiliki kemampuan menganalisa dan mengamati yang tak dimiliki anak anak lain. Katakan saja jika kelas itu secara kebetulan dipenuhi dengan anak anak super cerdas yang hanya disisa siakan oleh pihak sekolah dengan menjadikan mereka sebagai kelas buangan.
The Chamber menyisir area sekitar ruamh sakit dan mencari jejak sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh tim Jin-ji yang berhasil meretas jaringan big data dan mengakses semua data yang mereka bisa gunakan untuk mencari tahu keberadaan Cindy. Anak anak berbakat ini didampingi oleh Adrian dan Jack di dalam ruangan kontrol rahasia tanpa sepengetahuan pasien lain agar tak membuat kehebohan di rumah sakit tersebut.
Semuanya bergegas sebelum sesuatu yang buruk terjadi pada Cindy.
Sementara itu, di dalam sebuah van hitam yang sedang melaju, seorang pria sinting tengah tertawa terbahak-bahak sambil mengemudikan mobilnya seperti orang gila. Di sampingnya ada Cindy yang pingsan dan masih mengenakan jubah pasien rumah sakit. Jubah gadis itu tersingsing dan menampakkan paha mulus gadis remaja itu.
Pria berkacamata dengan wajah yang tampan tapi sayang, siapa sangka dia adalah pedofil gila dan psikopat sinting yang membuat seisi rumah sakit kacau karena menculik seorang gadis dalam waktu yang sangat cepat.
“ whahahahha berhasil, ini waktunya makan siang, makan malam dan makan pagi hahahahha... dia masih perawan , aku pasti akan sangat puas hahahhaa....” teriak pria itu sambil mengusap barang pribadinya sendiri yang sudah menggembung di balik celana katun yang dia pakai. Senyum sumringah dan tawa bahagia dengan fantasi gilanya itu.
Dia adalah Pak Bima, pria yang dipukul oleh Jack saat di sekolah tadi karena mengejar Hana dan membuat gadis itu ketakutan. Tetapi karena tak mendapatkan Hana sebagai sasarannya dia menculik korbannya sendiri, Cindy. Padahal dia tak atau kalau dia baru saja memasuki neraka yang akan segera datang menghampirinya karena telah berani mengusik adik dari serang psikopat,.
Guru IPA itu melaju melalui sebuah jalan kecil dari samping perumahan yang cukup sepi, dia semakin tidak tahan dan tak sabar apalagi melihat gaun cindy yang tersibak berhasil membuat jiwa laki-lakinya memanas dan sesak. Rasanya ingin segera melakukan hal bejat itu pada sang gadis belia.
Dia tersenyum manis, memperhatikan dirinya di depan cermin sambil merapikan rambutnya. Ada simbol lingkaran degan garis di cermin milik pria itu, dia mengusapnya dan tersenyum saat melihat kaki cindy yang memiliki bekas luka yang sama dengan bentuk itu.
__ADS_1
“ heheheh dia memberikanku makanan enak, benar benar tuan yang sempurna, kalau begini aku akan merasakan surga berkali kali apalagi dengan gadis gadis muda , dan sebentar lagi targetku adalah si Hana, ahhh jangan dia, ada pria jambang itu, sebaiknya aku meminta tuanku menargetkan gadis baru di kelas 11 IPS 3, mereka anak sampah dan selamanya kana jadi sampai, sebelum dibuang ada baiknya aku menikmati tubuhnya yang molek itu, “ gumam pria itu sambil menepuk nepuk kemudi mobil dengan girang dan bahagia.
Dia melaju dengan sangat kencang menuju sebuah gubuk yang berada di tengah tegah perkebunan yang sudah terbengkalai dan jarang dilewati oleh orang orang.
Tangan dan tubuhnya semakin tidak sabar untuk mencicipi tubuh gadis muda itu. Dengan wajah berbinar binar pria gila itu mengemudikan mobilnya hingga tiba di depan sebuah gubuk yang terlihat terawat dengan beberapa tanaman yang dicangkok disana. Ada kepala monyet yang digabung dengan kulit kucing yang dikeringkan , ada kura kura yang tempurungnya dilepas dan dipasang dengan ember tetapi semau benda eksperimennya itu sudah gagal dan tampak dipajang disana sebagai hiasan.
Dia tersenyum sempurna,” home sweet home baby girl...” seloroh pria itu sambil mengusap paha Cindy sambil menghirup dalam dalam udara seolah dia sedang menerima kehidupan dan jiwa baru, pria gila itu tersenyum dnegan wajah segar sambil mengusap bibirnya sendiri dan menatap lapar pada Cindy.
“ grhhhhhhhh harus dilakukan ide dalam, hehehe.. sayang kita akan bersenang -senang muai hari ini....” pria itu keluar dari dalam mobil lalu meregangkan tubuhnya dan berjalan membuka pintu rumah yang di depan pintu nya ada sebuah kepala beruang yang dijahit dan disatukan dengan tubuh seekor anjing,, benar benar seperti rumah hantu di pasar malam, menyeramkan dan terlalu ekstrim.
Dia tersenyum, menyalakan lampu remang remang di rumahnya. Terlihat beberapa pernak pernik aneh yang dia gunakan untuk menikmati malam yang indah bersama korbannya tanpa mereka sadar. Aroma pewangi yang memabukkan dan membuat korban yang menghirupnya bagai terhipnotis dan tak sadar selama dia melakukan hal bejat itu pada mereka tercium sangat kuat disana.
Lilin lilin yang sangat banyak, seisi ruangan dipenuhi dengan bunga yang memberikan efek halusinasi sehingga korban akan berada dalam kondisi seolah dia sedang di dunia fantasi dimana dia menikmati kehidupannya yang damai sesuai dengan apa yang tersimpan di alam bawah sadarnya.
Lambang lingkaran dengan garis panjang yang memotong lingkaran itu terpampang jelas dan dirajut dalam sebuah hiasan gantung hasil rajutan, berwarna hitam dan tertempel di dinding, lambang yang sama dengan lambang yang Atha temukan pada Cindy, Hana dan mendiang Kiel.
Pak Bima berjalan dnegan langkah cepat lalu' membuka pintu mobil disebelah Cindy yang masih belum sadarkan diri. Dengan senyuman sumringah menatap tubuh gadis itu di mengangkat cindy lalu membawa gadis itu masuk ke dalam rumah yang dia pakai untuk melakukan hal bejat itu sampai dia puas sendiri tanpa korbannya ketahui kalau dia sudah menjadi korban kebejatan manusia tanpa hati itu.
Senyuman pria itu mekar, dia memasukkan Cindy ke dalam ruangan . lalu berdiri sambil mengusap lehernya yang mulai menegang .
__ADS_1
Dia melangkah keluar sambil menghela nafas berat karena menahan gejolak hasrat yang membara dalam dirinya.
Pria itu menelepon seseorang dari sana,” tuan terimakasih untuk makanannya, target berikutnya saya ingin gadis baru di kelas 11 IPS 3, gadis itu tampak nikmat, mungkin tuan juga akan tertarik dengannya,” ucapnya.
Setelah berbicara, dia memutus sambungan teleponnya lalu mengeluarkan kartu simnya dan mematahkan benda itu.
“ saatnya menikmati malam yang by sambil menyeringai dengan senyuman licik.
Dia berbalik dan melangkahkan kakinya namun tiba-tiba sebuah serangan mendadak mendarat tepat di wajah pria itu untuk kedua kalinya dan rahangnya yang sudah hampir patah karena ulah Jack sebelum nya menjadi benar benar patah.
Bughhh...
“ KEPARAT SIALAN, KUBUNUH KAU....”
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen