
Setelah sampai di cafe mbak Wiwin, mas Bambang segera mencari tempat duduk di sudut agar isi pembicaraannya nanti tidak didengar oleh orang yang duduk dekat situ.
Kemudian Dimas dan mas Bambang pun duduk ditempat yang telah dicarikan mas Bambang tadi.
Tidak berapa lama, pelayan pun datang menghampiri mereka dan menanyakan mau pesan apa.
"Ini mas daftar menunya." kata pelayan sambil menyodorkan menu makanan dan minuman yang dijual di cafe itu.
"Terima kasih." jawab mas Bambang sambil menerima daftar menu makanan dan minuman.
Setelah beberapa saat, mas Bambang dan Dimas pun memesan minuman. Sedangkan mas Bambang selain pesan minuman, dia juga memesan kentang goreng. Dimas hanya pesan minuman saja. Dia lagi gak selera untuk makan, walaupun makanan ringan.
"Apa yang mau kamu ceritakankan Mas... ya sudah ceritakan saja, mudah-mudahan mas bisa membantunya." kata mas Bambang pada Dimas yang sejak tadi belum mulai bicara.
Dimas memandang keluar cafe, dilihatnya langit mendung, semendung hatinya.
Dengan agak sedikit berat, akhirnya Dimas pun mulai bercerita pada mas Bambang.
"Ya Allah Mas... kenapa kamu mudah sekali percaya pada Nita. Dia itu kan masih pegawai baru. Kamu juga belum kenal dia sebelumnya.
Memang sebelumnya saya sudah curiga sama Nita, kemudian hal ini saya sampaikan ke mas Rizky. Mas Rizky menyuru saya menyelidikinya. Kalau sudah ada bukti biar langsung ditindak." ucap mas Bambang.
"Memang sih iya mas. Saya menyesal terlalu percaya pada Nita," kata Dimas sambil tertunduk menyesali perbuatannya.
"Kamu itu terlalu lugu Mas, makanya Nita dengan mudah menjebak kamu." kata mas Bambang lagi.
"Menjebak gimana mas, saya gak mengerti." tanya Dimas sedikit heran.
"Bisa jadi kamu gak melakukan apa-apa, tetapi dibilanglah kamu sudah meniduri dia." kata mas Bambang lagi.
"Oh gitu... " jawab Dimas heran.
"Itulah yang namanya dijebak. Setelah kamu gak sadar, kemeja dan celana kamu dilepas, terus dia pura-pura menangis mengatakan kamu sudah menidurinya. Mudahkan?" kata mas Bambang lagi.
__ADS_1
Dimas berpikir keras, apa mungkin Nita mau berbuat seperti itu. Kenapa Nita begitu tega padaku. Sedangkan dia kelihatan sangat baik di depanku, batin Dimas dalam hati.
"Kalaulah dia berbuat seperti itu, lalu apa motif dia melakukan itu mas. Sementara dia kan tau kalau saya sudah punya istri?" tanya Dimas lagi masih belum percaya.
"Dimas... zaman sekarang ini lebih banyak wanita dari pada pria, sehingga wanita sekarang ini berebut mendapatkan suami walaupun itu suami orang. Apalagi dilihatnya kamu baik, ganteng, dan mengelola usaha percetakan. Masa depan terjamin. Tentu dia tertarik untuk menjadi istri kamu walaupun itu istri kedua." ucap mas Bambang.
"Jadi bagaimana cara saya mengatasi masalah ini mas Bambang. Saya takut kalau Viola akan tau masalah ini?" tanya Dimas lagi.
"Sekarang sikap kamu pada Nita biasa saja, supaya dia tidak curiga. Nanti biar saya cari orang yang bisa memata-matai dia. Mudah-mudahan dalam waktu dekat semuanya bisa terungkap." kata mas Bambang lagi.
"Terima kasih mas Bambang atas bantuannya." ucap Dimas.
Kemudian mereka pun meninggalkan cafe dan pulang ke rumah masing-masing.
Menjelang magrib, Dimas pun sampai di rumahnya. Dia disambut dengan rengekkan Nauval yang minta digendong ayahnya. Kemudian Dimas pun menggendong Nauval.
Setelah sholat magrib, Viola menyiapkan makan malam.
"Kok lama tadi pulangnya Mas, banyak orderan?" tanya Viola pada suaminya.
"Oh.... aku pikir kamu lembur Mas." ucap Viola lagi.
Keesokan Hari.
Mas Bambang selalu memperhatikan setiap gerak gerik Nita. Dia juga mencari info tentang Nita dari teman dekatnya di percetakan yang bernama Anggi.
"Nggi.... menurut kamu si Nita itu gimana kepribadiannya. Kebetulan teman mas ada yang sedang mencari istri. Rencana mas, Nita akan mas jodohkan dengan teman mas itu." ucap mas Bambang pada Anggi.
"Kalau mengenai itu saya gak bisa jamin mas, karena saya tidak terlalu dekat. Yang banyak tau tentang Nita itu teman saya si Betty. Nantilah mas saya cari info tentang Nita dari Betty." ucap Anggi lagi.
Setiap hari Nita selalu mencari perhatian Dimas. Walaupun Dimas tidak memberikan respon, Nita tetap menggoda terus. Lama kelamaan Dimas semakin muak dengan sikap Nita yang terlalu over akting di depannya.
Tetapi mengingat pesan mas Bambang yang selalu bilang, bersikaplah biasa-biasa saja seperti tidak ada masalah sehingga Dimas dapat mengendalikan emosinya. Semakin lama semakin kelihatan kalau Nita terlalu gila padanya.
__ADS_1
Setelah tiga hari mas Bambang mencari info tentang Nita dari Anggi, akhirnya Anggi pun menceritakan kepribadian Nita pada mas Bambang.
"Tapi kita ceritanya jangan disini ya mas Bambang. Kalau disini nanti dengar teman kerja yang lain gak enak." kata Anggi pada mas Bambang saat makan siang di kantin.
"Gimana kalau kita ketemu di cafe mbak Wiwin saja. Tapi saya bersama Dimas ya. Kalau kita berdua kan gak bagus dilihat orang. Lagian Dimas itu bisa jaga rahasia kok." ucap mas Bambang.
Mereka pun akhirnya ketemu di cafe mbak Wiwin.
Setelah pesan makanan dan minuman, Anggi pun mulai cerita tentang Nita.
"Info yang saya dengar dari Betty, bahwa Nita sebenarnya dipecat dari perusahaan tempat dia bekerja karena korupsi uang perusahaan. Kemudian dia diceraikan suaminya karena ketauan selingkuh." ucap Anggi.
"Apa.... " kata mas Bambang dan Dimas terkejut.
"Saya juga terkejut mendengarnya, gak menyangka dia seperti itu. Jadi menurut saya, mas Bambang pikir-pikir lagi lah kalau mau menjodohkan dia dengan teman mas Bambang," ucap Anggi lagi.
"Betty kok tau banyak tentang Nita, apa Nita sering curhat tentang dirinya?" tanya mas Bambang.
"Betty sebenarnya kurang suka dengan perilaku Nita, tetapi dia selalu nelpon Betty dan ngajaknya jumpa untuk curhat. Kata Betty juga, Nita sekarang sedang mendekati sesorang. Tetapi orang itu gak respon karena sudah mempunyai istri." ucap Anggi lagi.
"Jadi gimana kelanjutannya?" tanya mas Bambang penasaran.
"Saya gak tau mas." kata Anggi lagi.
Akhirnya mas Bambang dan Dimas menemukan titik terang. Berarti lelaki yang dikatakan Anggi itu tidak lain adalah Dimas, batin mas Bambang.
Kemudian mereka bertiga terdiam sambil memakan hidangan yang ada didepan mereka. Setelah beberapa saa akhirnya Dimas membuka pembicaraan.
"Kamu bisa mencari tau tentang lelaki yang dimaksud Nita, dan apa usaha yang dilakukan Nita untuk mendapatkan lelaki itu." tanya Dimas pada Anggi.
"Untuk apa mas Dimas?" kata Anggi kurang mengerti.
Akhirnya mas Bambang menceritakan maksud dan tujuannya pada Anggi. Awalnya Anggi sangat terkejut mendengar cerita Dimas.
__ADS_1
Kemudian, dia sendirilah yang menawarkan diri untuk mencari info tentang Nita dan lelaki yang diceritakan Betty itu. Apakah Anggi bisa menguak masalah ini sampai tuntas?