
Hari ini Viola sudah bisa pulang ke rumah karena kondisinya sudah sehat betul. Tetapi Viola sudah bilang pada mamanya kalau pulang nanti dia mau pulang ke rumah mamanya saja.
"Ma.... Viola hari ini pulang ke rumah mama ya." ucap Viola saat menelpon mamanya.
"Bukannya mama tidak mau kamu pulang ke rumah mama, tetapi kamu kan sudah punya rumah dan punya suami. Apakah suami kamu mengizinkan kalau kamu pulang ke rumah mama ?" tanya mamanya dalam teleponnya.
"Viola malas ngomong sama Dimas ma !" jawab Viola dalam teleponnya.
Tetapi mama Viola tidak setuju kalau Viola pulang dari rumah sakit langsung ke rumah mamanya.
Jam sepuluh pagi mama Viola sudah sampai di rumah sakit untuk membereskan barang Viola karena Viola akan pulang hari ini.
Sedangkan ibunya Dimas dan bi Ijah di rumah saja membereskan rumah untuk menyambut kedatangan adiknya Nauval.
"Mas.... kenapa Viola minta pulang ke rumah mama ? Apakah kamu sudah mengizinkannya ?" tanya mama mertuanya Dimas.
"Loh.... Dimas juga baru tau ini ma. Viola tidak cerita apa-apa sama Dimas. Dia tidak pernah mau cerita sama Dimas lagi ma. Dimas juga bingung, sebenarnya apa salah Dimas kok Viola berubah seperti itu." jawab Dimas menjelaskan.
"Jadi dari kemarin Viola tidak mau cerita apa-apa sama kamu Mas ?" tanya mama mertuanya lagi.
Dimas hanya mengangguk menandakan setuju dengan ucapan mama mertuanya.
Pulang ke Rumah.
Karena mama Viola ngotot tidak setuju kalau Viola pulang ke rumah mamanya, akhirnya Viola pun dibawa pulang ke rumahnya sendiri.
Sesampainya Viola di rumahnya, banyak tetangga yang datang untuk mengabarinya dan tidak ketinggalan bu Susi yang merupakan tetangga paling dekat dengan keluarga Viola.
"Sudah sehatkan Vi...." ucap bu Susi sambil memeluk Viola.
"Alhamdulillah sudah bu." jawab Viola dengan tersenyum bahagia.
Viola sangat bersyukur karena tetangga di komplek rumahnya pada peduli dengannya. Sewaktu di rumah sakit banyak yang datang menjenguknya, sampai di rumah juga menjenguk lagi.
__ADS_1
Setelah tetangganya pada pulang semua, Viola pun segera istirahat di kamarnya.
Kemudian Dimas mengambilkan makan buat Viola yang sedang di kamar untuk istirahat.
"Vi... kamu makan dulu ya." ucap Dimas sambil membawa sepiring nasi.
"Nanti saja Mas biar aku makan sendiri." jawab Viola ketus.
"Biar aku suapin sekarang ya." ucap Dimas sambil mengambil sesendok nasi dan memasukkan kemulut Viola.
Viola tidak dapat menolaknya karena dengan cepat Dimas memasukkan nasi ke mulutnya. Viola menurut saja tanpa berkata apa-apa.
Setelah selesai memberi makan, Dimas pun memberikan segelas air putih.
Mama Viola yang menyaksikan hal itu tersenyum kagum pada Dimas. Padahal Viola begitu cuek pada Dimas, tetapi Dimas tetap menunjukkan rasa sayangnya pada Viola.
Kasihan Dimas dicuekin seperti ini, batin mama Viola dalam hati.
Kemudian Dimas keluar kamar dan istirahat di depan TV. Sedangkan Nauval, ibunya Dimas dan bi Ijah istirahat di kamar bi Ijah.
"Mas.... kenapa kamu gak istirahat di kamar bersama Viola." tanya mama mertuanya pada Dimas.
"Dimas istirahat di depan TV saja ma, sekalian nonton TV. Mama istirahat di kamar Viola saja." jawab Dimas.
Kemudian mama mertuanya masuk ke kamar Viola. Dilihatnya Viola belum tidur, dia masih main hp.
"Vi.... coba kamu ceritakan pada mama. Sebenarnya antara kamu dan Dimas ada masalah apa? " tanya mama Viola.
"Coba mama lihat ini." jawab Viola sambil memberikan foto mesum Dimas dan Nita.
"Astagafirullah.... " ucap mama Viola terkejut.
"Mama pasti terkejut jugakan. Mama pasti tidak menyangka kalau menantu mama mau berbuat seperti inikan ?" tanya Viola lagi pada mamanya.
__ADS_1
Mama Viola hanya terdiam sedih. Kenapa Dimas begitu tega menyakiti hati Viola.
Padahal Dimas selama ini kelihatan sangat baik dan sayang pada istri dan anaknya, batin mama Viola dalam hati.
Setelah selesai sholat ashar, mama Viola memanggil besannya yaitu ibunya Dimas dan menunjukkan foto yang ada di hp Viola.
Ibunya Dimas hampir pingsan melihatnya. Tidak disangkanya, anaknya yang selama ini dianggapnya baik, sopan, ternyata sanggup berbuat hina seperti ini.
Dengan sangat emosi, ibunya Dimas memanggil Dimas dan menunjukkan foto yang ada di hp Viola pada Dimas.
"Coba kamu ceritakan pada ibu, apa maksud foto ini !" tanya ibunya Dimas dengan nada marah.
Begitu Dimas melihat foto dirinya dengan Nita yang sedang tidur sama, dia pun sangat terkejut.
"Bu.... ini tidak seperti yang ibu bayangkan. Dimas tidak melakukan apa-apa. Di..... " ucap Dimas terputus karena omongan ibunya.
"Kamu bilang kamu tidak melakukan apa-apa Mas, sementara bukti sudah jelas !!! Kamu tidak bisa mengelak Mas. Ibu sangat malu dengan kelakuan kamu seperti ini. Ibu malu dengan Viola, ibu juga malu dengan mertua kamu mamanya Viola. Mau diletakkan dimana wajah ibu ini Mas !!!" ucap ibunya Dimas sambil menangis.
"Sudahlah bu.... kita selesaikan masalah ini baik-baik." ucap mama Viola sambil menenangkan besannya.
Ibunya Dimas hanya bisa menangis menyesali perbuatan Dimas yang cukup memalukan keluarga.
"Coba sekarang kamu jelaskan pada mama Mas. Apa alasan kamu melakukan ini semua. Kalau kamu memang sudah tidak mencintai Viola, ya tidak apa-apa. Karena yang namanya cinta tidak bisa dipaksakan. Kalau memang sudah ada orang lain dihati kamu, juga tidak apa-apa. Tapi kamu ceraikan Viola. Jangan main di belakang. Hati wanita pasti akan sakit kalau dihianati oleh suaminya. Mama tidak pernah menyangka kalau kamu bisa setega ini pada Viola Mas. Padahal kalau mama perhatikan, kamu sangat perhatian pada Viola. Tidak mungkin kamu menghianatinya, tetapi foto ini telah membuka mata hati mama, bahwa perhatian kamu selama ini hanya sebuah topeng yang menutup semua keburukan kamu." ucap mama mertuanya.
Ucapan mama mertuanya memang lembut, tetapi menusuk sampai ke jantung Dimas.
Dengan berat hati akhirnya Dimas menceritakan semua kejadian yang sebenarnya. Ibu dan mama mertuanya mendengarkan dengan sangat tekun, begitu juga dengan Viola.
"Kalau kami memang melakukan perzinahan itu, kan tidak mungkin ada foto itu. Karena di rumah Nita tidak ada CCTV. Itu artinya foto itu memang sengaja direncanakan sebelumnya oleh Nita. Sekarang Dimas lagi mencari bukti-bukti kalau Dimas sebenarnya telah dijebak oleh Nita. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini Dimas dapat menunjukkan bukti tersebut pada Viola, pada ibu dan pada mama juga. Sekarang terserah Viola, ibu atau mama mau percaya atau tidak omongan Dimas. Tolong beri Dimas waktu untuk membuktikan ini semua." ucap Dimas dengan perasaan yang sangat sedih.
Semua yang mendengarkan penjelasan Dimas terdiam dan merenung. Viola hanya tertunduk dan mulai sedikit percaya dengan omongan Dimas barusan.
Mata hatinya mulai terbuka mendengar ucapan Dimas. Apa mungkin Dimas tega berbuat seperti itu, sementara Dimas sangat perhatian dan sayang pada aku dan Nauval, batin Viola dalam hati.
__ADS_1