Penantian Dimas

Penantian Dimas
Marah


__ADS_3

Keesokan paginya, ibu Dimas dan mama mertuanya pagi-pagi sudah siap-siap akan ke rumah sakit. Nauval juga dibawa bersama bi Ijah.


"Sudah siap bi.... jangan lupa baju ganti Nauval dibawa juga." kata mama Viola pada bi Ijah yang sedang menggendong Nauval.


"Sudah kok bu... sudah saya siapkan dari pagi tadi." jawab bi Ijah.


"Baju Dimas sudah bu ?" tanya mama Viola pada besannya ibunya Dimas.


"Sudah juga kok bu." jawab ibu Dimas pada besannya.


Kemudian merekapun segera ke rumah sakit dengan naik taxi.


Tidak lama kemudian, merekapun sampai ke rumah sakit.


"Eh... anak ayah sudah sampai." ucap Dimas sambil menggendong Nauval.


"Gimana Viola Mas." tanya ibu dan mama mertuanya.


"Masih belum sadar ma, bu." jawab Dimas lemas.


"Ibu bawakan baju ganti untukmu, mandi sana." ucap ibunya sambil memberikan baju ganti pada Dimas.


Kemudian Dimas mengambil baju gantinya dan dia mergi ke toilet untuk mandi karena dari semalam sore belum mandi.


"Keluarga ibu Viola !" panggil suster yang keluar dari ruang icu.


"Kami sus... " jawab mama Viola dan ibunya Dimas bersamaan.


"Suaminya ada?" tanya suster lagi.


"Suaminya lagi di kamar mandi sus... " jawab ibunya Dimas.


"Ibu berdua dulu masuk." kata suster sambil mempersilahkan mama Viola dan ibunya Dimas masuk.


Kemudian keduanya masuk dan menjumpai Viola di dalam. Viola sudah sadar, tetapi kondisinya masih sangat lemah.


"Dimas lagi di kamar mandi tadi Vi, bentar lagi pasti kemari." ucap mamanya pada Viola.


"Viola gak mau ketemu dia ma... " ucap Viola dengan suara yang hampir tidak kedengaran.


"Loh.... memangnya kenapa Vi !" tanya mamanya heran.

__ADS_1


"Gak ada apa-apa kok ma. Yang penting Viola gak mau ketemu Dimas." jawab Viola lagi.


Kemudian mama Viola dan ibunya Dimas pun keluar ruanga icu. Karena sebentar lagi Viola akan dipindahkan ke ruangan.


Begitu keluar ruang icu, mereka berpapasan dengan Dimas. Belum sempat mereka ngomong apa-apa dengan Dimas, Dimas keburu masuk menjumpai istrinya.


Ibu Dimas dan besannya hanya terdiam dan tak sanggup berbuat apa-apa. Dibiarkannya Dimas masuk menjumpai istrinya. Mereka berdua heran, apa sebenarnya yang terjadi. Kenapa Viola sepertinya membenci Dimas.


"Gimana sayang ?" ucap Dimas sambil mencium kening Viola.


Tetapi Viola menolak dan buang muka.


"Aku gak mau ketemu kamu Mas... keluar kamu dari sini !" ucap Viola tegas.


"Memangnya ada apa Vi ?" tanya Dimas dengan perasaan heran.


"Yang penting.... aku gak mau lihat wajah kamu lagi. Keluar kamu dari sini !" jawab Viola lagi.


Akhirnya dengan perasaan sedih dan berat hati, Dimas pun keluar ruangan itu.


Di luar ruangan, ibu dan mama mertuanya hanya terdiam dan saling memandang.


"Dimas juga gak tau ma... kok tiba-tiba Viola begitu marah pada Dimas." jawab Dimas.


"Gak mungkin Viola begitu marah pada kamu kalau kamu gak berbuat salah pada dia !" jawab ibunya Dimas sambil duduk disamping Dimas.


"Benar loh bu.... Dimas gak tau apa salah Dimas. Semalam pagi waktu pergi kerja biasa-biasa saja. Kami gak ada ribut kok." jawab Dimas lagi.


Dimas terdiam dan terus berpikir. Mengapa Viola begitu marah padanya. Padahal semalam biasa-biasa saja, batin Dimas.


Di Percetakan.


Begitu sampai percetakan, Nita langsung mencari Dimas. Dia pingin melihat reaksi Dimas setelah ketauan Viola tentang foto mereka tidur berdua.


"Dari tadi aku lihat kamu mondar mandir di depan ruang kerja mas Dimas, Nit. Ada apa Nit !" tanya Anggi pada Nita yang dari tadi dilihatnya gelisah tak menentu.


"Aku mau ketemu mas Dimas, ada yang mau aku tanyakan." jawab Nita bohong.


"Mungkin mas Dimas datangnya agak siang. Mungkin lagi ada urusan, karena biasa jam segini sudah sampai." jawab Anggi santai.


Padahal Anggi sudah tau kalau Dimas lagi di rumah sakit nunggu istrinyat melahirkan. Tetapi dia gak berani bilang pada Nita, karena dia taunya dari mas Bambang saat semalam di rumah mas Bambang.

__ADS_1


Kalau Anggi cerita bahwa Dimas di rumah sakit, pasti Nita akan curiga padanya.


"Ya sudahlah... " ucap Nita sambil berjalan menuju ruang kerjanya.


"Oh ya Nit.... coba tanya mas Bambang. Mas Bambang pasti tau tentang mas Dimas. Mungkin juga mas Dimas sakit, makanya jam segini belum datang." ucap Anggi.


"Tak usahlah. Paling bentar lagi sampai." jawab Nita lagi.


Di Rumah Sakit.


Setelah lima belas menit sadar, kemudian Viola dipindahkan ke ruangan.


Sengaja Dimas memilih ruang vip supaya lebih tenang dan ruangannya juga lebih mewah dengan fasilitas yang lengkap.


Setelah Viola memasuki ruangan vip, mama dan ibunya Dimas pun segera masuk ke ruangan itu. Disusul dengan bi Ijah dan Nauval. Viola kelihatan sangat bahagia saat ketemu dengan Nauval.


Sedangkan Dimas masih duduk di luar.


Kemudian mama Viola mendekati Viola.


"Vi.... sebesar apapun kesalahan Dimas padamu, kamu gak boleh seperti itu. Kamu gak berhak menghakiminya. Bagaimanapun, dia itu suami kamu. Ayah dari anak-anak kamu. Harus kamu hargai. Kalau kamu lagi ada masalah dengan dia, nanti setelah pulang ke rumah kamu selesaikan baik-baik. Dia sangat khawatir dengan keadaan kamu. Kenapa kamu gak menghargai pengorbanannya. Dia sangat mencintai kamu Vi....." ucap mama Viola.


Viola hanya terdiam saja. Kemudian Dimas pun segera disuru masuk sama mama mertuanya.


Dimas pun segera masuk dan duduk didekat Viola. Tetapi Viola tidak ngomong sepata katapun. Dia hanya asik dengan hpnya.


Dimas paham betul, kalau lagi marah biasanya Viola gak mau ngomong. Dia hanya diam saja. Mungkin Viola marah pada dirinya karena tidak menungguinya saat dia melahirkan. Karena Viola pernah bilang pada Dimas, kalau melahirkan nanti Dimas harus ada disampingnya. Atau karena aku tidak ada disampingnya makanya Viola sangat marah padaku, batin Viola dalam hati.


Di Percetakan.


Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh, tetapi Dimas belum muncul juga. Sedangkan Nita sudah tidak sabar menunggu kedatangan Dimas.


Tanpa pikir panjang, Nita kemudian mencari mas Bambang untuk menanyakan kenapa Dimas belum datang.


"Memangnya ada apa Nit, kok nanya Dimas ?" tanya mas Bambang pada Nita.


"Ada yang mau saya tanya loh mas !" jawab Nita.


"Dimas hari ini gak masuk, karena istrinya melahirkan semalam. Kalau ada yang kurang paham tentang pekerjaan, kamu kan bisa tanya saya." ucap mas Bambang.


Nita hanya terdiam tidak menjawab omongan mas Bambang barusan. Dia sedang memikirkan Viola. Sebenarnya Mbak Viola marah atau gak ya setelah menerima kiriman foto semalam. Kalau semalam melahirkan, mana mungkin dia sempat buka hp. Atau hpnya dipegang mas Dimas, dan mas Dimas yang membukanya kemudian dihapusnya. Kalau mas Dimas yang buka duluan, pasti akan marah besar padaku, batin Nita tidak tenang.

__ADS_1


__ADS_2