
...Pagi yang indah ini sudah terlukis senyuman indah dari Yani saat siap mengahadapi masalah yang akan ia jalan di ruangan pengadilan tempat ia bekerja selama ini dengan penuh percaya diri . Yani terus melangkah kan kaki nya menuju ruangan nya sebelum pengadilan masalah yang ia pegang di mulai ....
...waktu pun terus berjalan hingga pengadilan yang Yani tunggu tunggu pun di mulai, saat Yani masuk kedalam ruangan ,sudah banyak orang yang duduk menunggu keputusan sang hakim, dan juga seorang wanita yang menjadi klien nya menangis Sedari tadi meminta simpati dari sang hakim . dan di seberang nya duduk seorang pria paruh baya yang hanya diam ikhlas untuk semua yang akan terjadi pada diri nya ....
...pengadilan pun di mulai dengan rasa yang sangat menegang kan di kedua pihak .hakim pun memukul palu nya tiga kali menandakan pengadilan akan di mulai , hakim pun menjelaskan semua masalah pembunuhan anak yang berumur tujuh tahun. bahwa waktu kejadian sang ayah dan sang ibu sama sama berada di lokasi kejadian dan mengatakan bahwa sang ibu menyaksikan sendiri bahwa sang ayah anak tersebut lah yang tega membunuh anak yang berumur tujuh tahun tersebut .mendengar itu ,ibu dari anak itu menangis histeris , sedangkan sang ayah menatap dengan sinis seakan ingin membunuh wanita itu ....
..." keberatan yang mulia ! " kata Rian pengacara sang ayah dengan tak terima akan berita itu ....
..." dipersilahkan " kata hakim sambil mendengarkan apa yang akan di katakan pengacara tersebut ....
..." di saat kejadian saudara Panto sudah melihat anak nya yang berumur tujuh tahu yaitu korban dari pembunuhan ini , telah tergeletak di lantai rumah mantan istri nya tersebut yaitu ibu marnia , dengan banyak luka yang ada di seluruh bagian tubuh korban , pak Panto juga sempat melihat sang mantan istri buk marnia menatap kearah sang anak yang sudah tak berdaya lagi , , setelah itu sang ayah juga mengatakan kepada saya bahwa Sanya ibu marnia pergi lari dan membawa semua barang bukti yang ia pakai untuk membunuh korban . karna saat itu ia terkejut melihat pak Panto yang sudah duduk di samping korban dan memeluk korban yaitu adalah anak tunggal mereka berdua ." jelas Rian dengan tenang dan percaya diri sambil berjalan Ke kanan ke kiri ,...
..." tidak, saya tidak melakukan itu !!" kata ibu marnia menangis sambil memegang baju anak nya yang sudah tiada itu ....
...hakim memukul kan palu nya sekali ....
..." harap tenang semuanya" kata hakim...
...menenangkan semua orang yang sudah mengeluarkan suara.sedikit demi sedikit perkara penjelasan dari Rian , dan saat semua kembali tenang ia pun kembali berbicara untuk melanjutkan persidangan ....
..." kepada saudari Marnia saya beri kesempatan untuk berbicara "...
...ya , nama ibu sang anak malang itu adalah marnia ....
...marnia pun berdiri masih menciumi baju anak nya tersebut sambil menangis tersedu ....
..." mana mungkin saya membunuh anak saya sendiri hiks ... hiks ... , bahkan saya sendiri lah yang melahirkannya dari rahim saya sendiri , jadi bagaimana mungkin saya tega membunuh nya .... hiks ... hiks.. " kata marnia masih terisak....
..." saya sangat menyayangi anak saya yang mulia dan pria itu !! " kata nya sambil menunjuk kearah mantan suaminya , dan semua mata tertuju pada pria itu ....
..." dia bahkan tidak ada saat saya mengandung dan melahirkan anak saya , saya membenci pria itu " kata marnia sambil menangis dengan nada suara sedikit serak karna terus m nangis...
..." keberatan yang mulia ! " kata rian sedikit menahan amarah ....
..." wanita itu berbohong , yang sebenarnya adalah ibu marnia sendiri lah yang meninggal kan pak Panto pergi bersama pria hidung belang karna ia sudah capek hidup miskin , bukan begitu buk marnia ?!! "...
__ADS_1
...tanya Rian sambil menatap tajam kearah marnia. yang kembali menatap tajam kearah Rian dengan air mata yang terus terjun ke pipinya ....
..." DIA BERBOHONG YANG MULIA , DIA BERBOHONG !!! " teriak marnia membuat hakim dan semua terkejut dengan cepat hakim memukulkan palu kembali agar marnia bisa tenang ....
..." harap tenang saudari Marnia saya harap anda tenang agar persidangan ini bisa terus di lanjut kan dan kepada saudari marnia saya persilakan untuk kembali duduk dan tidak berbicara sebelum saya mengijinkan anda untuk kembali berbicara " kata hakim tegas ....
..." dan kepada saudara Panto saya beri kesempatan untuk bicara " perintah hakim agar Panto dapat menjelaskan semua kejadian yang terjadi ....
...ya dan nama ayah anak malang itu adalah Panto , Panto pun berdiri ia menatap sekilas kearah marnia dan kembali menatap kearah hakim....
..." saya sama sekali tidak membunuh anak saya , bahkan mungkin ketika saya mengatakan ini semua pun kalian pasti lebih percaya pada ibunya dan tidak percaya kepada saya , jadi yang mulia saya hanya bisa ikhlas untuk semuanya yang akan di putuskan . dan saya percaya jika saya tidak bersalah. " .kata panto dan kembali duduk ....
..." ya mungkin kau ikhlas tapi aku sama sekali tidak . dasar kau pembunuh !! " kata marnia menatap dengan wajah penuh kebencian pada pria yang saat ini sedang duduk si sebrang sana ....
...hakim pun menyuruh dan Yani untuk berbicara selaku pengacara dari marnia ....
..." terima kasih yang mulia telah memberi saya kesempatan untuk berbicara , yang mulia sebenarnya saya sudah tau siapa pembunuh korban tersebut. " kata Yani menatap tajam ke arah hakim semua orang pun berbisik bisik penasaran ingin tahu pembunuh anak malang itu termasuk kedua orang tua anak tersebut yang mulai tegang mendengar perkataan dari Yani ....
..." Dan saya juga berterima kasih karena yang mulia telah memberi saya waktu untuk mengumpulkan bukti bukti tertentu untuk membuktikan siapa pembunuh diantara kedua orang tua anak malang ini , ya itu benar , seperti yang sudah saya dengar kedua orang tua korban berada di lokasi kejadian benar begitu kan ibu marnia ?" tanya Yani dan di balas dengan anggukan kecil dari marnia yang masih menangis ....
..." di persilahkan " kata hakim mengijinkan Yani untuk bertanya ....
..." bapak Panto , saya ingin bertanya , apakah benar di saat buk Marni mengandung dan melahirkan , anda tidak ada bersamanya ?" tanya Yani....
..." mereka memang tidak bersama karna wanita itu yang meninggal kan pak Panto " celah Rian panas...
..." maaf saya tidak bertanya pada anda " kata Yani tersenyum manis dan kembali menatap Panto menunggu jawaban ....
..." iya " jawab Panto singkat , Yani pun tersenyum mendengar nya sedangkan Rian menahan emosi akan pertanyaan Yani....
..." dan mengapa anda berada di lokasi kejadian pak Panto , apa yang sedang Anda lakukan di rumah mantan istri anda ? , bukan kah anda sudah meninggalkan istri dan anak yang masih ada di dalam kandungan buk marnia ? " tanya Yani lagi....
..." saya hanya ingin bertemu anak saya " jawab Panto tanpa melihat Yani hanya menunduk ....
..." untuk apa , bukan kah anda tak menginginkan anak itu sehingga anda meninggalkan kan mereka ? " tanya Yani lagi....
__ADS_1
..." saya hanya memang meninggalkan mereka tapi dia tetap lah anak ku , darah daging ku , dan aku harus tetap bertanggung jawab anakku " kata panto masih menundukkan kepalanya ....
..." dia bohong ! " kata marnia diseberang....
..." kenapa anda mengatakan itu bohong ibu marnia ? " tanya Yani kepada marnia....
..." karna pria itu sama sekali tak menyayangi anak ku " kata marnia menatap tajam kepada panto yang hanya menunduk ....
..." kenapa anda berkata seperti itu ?" tanya Yani lagi kepada Marnia ....
..." kalau memang dia sayang dia tidak akan pergi dari saya , disaat saya mengandung anaknya " kata Marnia kembali menangis ....
...Yani menggelengkan kepalanya ....
..." ijin yang mulia " minta Rian...
..." di persilahkan " jawab hakim...
..." pengacara Yani kenapa anda membolak-balik kan pertanyaan kepada kedua tersangka , kenapa anda tidak mengatakan siapa pembunuh anak malang itu ? " tanya Rian dengan tegas...
...dan semua orang pun setuju akan hal itu membuat ruangan kembali bersuara , hakim memukul palu nya kembali meminta agar semua orang yang berada di ruangan tenang , dan juga meminta agar Yani memberi tahu siapa pembunuh anak malang tersebut agar cepat membuat keputusan pada si pembunuh ....
..." sebelum nya saya berterima kasih kepada yang mulia karna telah memberi ijin " kata Yani dan mendapat anggukan dari sang hakim....
..." sebelum itu saya meminta ijin akan memberi bukti berupa barang yang di pakai pelaku untuk membunuh korban . kepada yang mulia apakah anda mengijinkan ? " tanya Yani ,...
...hakim pun mengijinkan untuk Yani memberikan barang bukti , menerima ijin dari sang hakim yani pun langsung menyuruh orang suruhan nya untuk membawa barang bukti tersebut ke dalam ruangan ....
..." iya itu adalah barang yang di pakai pria jahat itu , untuk membunuh anak saya, iya saya ingat itu " kata marnia sambil berdiri membuat semua mata tertuju pada benda itu ....
...yaitu adalah kayu Broti yang begitu tebal bentuknya , sehingga siapa pun yang kena pukulan dengan kayu itu mungkin akan mendapat kan memar yang cukup parah....
...mendengar perkataan dari marnia Yani pun tersenyum ....
..." bukan kah barang ini milik anda ibu marnia nianta ? " tanya Yani dengan tegas menatap Marnia sinis dan semua mata yang ada di ruangan itupun kini tertuju pada Marnia mereka sedikit kaget dan bingung begitu pun Rian dan Panto....
__ADS_1