
...Yani pun keluar dari kamar miliknya , ia menuruni tangga satu _ persatu dengan sangat pelan seakan ia takut terjatuh . yani pun sampai di ruang tamu di sana ia dapat melihat ayahnya dan kakek nya sedang bermain catur , sesekali mereka tertawa dan sesekali mereka bertengkar itu yang selalu mereka lakukan setiap pagi datang . yani pun menoleh kearah dapur di sana dapat dilihat nya ibu dan mbok nur , pembantu lama di rumah mereka dan sudah dianggap sebagai keluarga karna dulu mbok nur bekerja bersama kakak nya yaitu mbok Elis pengasuh Yani mulai dari kecil. mereka sudah sangat lama berada di kediaman Dirgantara dan setia pada majikan mereka seakan menyembah paulan kakek Yani . tapi mbok Elis harus pindah saat umur Yani sudah tujuh belas tahun , mbok Elis bekerja di rumah sahabat kakeknya , karna dulu mereka sangat membutuhkan pembantu baru , sedangkan pembantu mereka yang lama sudah mengundurkan diri karna ingin menikah dan memilih untuk menjadi ibu rumah tangga , dan mbok Elis pun menjadi pengganti pembantu mereka yang lama ....
...yani pun menghampiri ibunya yang sedang membantu mbok nur menyiapkan sarapan pagi ....
..." pagi mahh " bisik Yani , dan itu mampu membuat Diandra terkejut ....
..." ya ampun , rambut mu kamu potong Yani ! " kata Diandra mendekati Yani sambil memegangi rambut kecil seukuran leher Yani . mendengar itu , paulan dan Damos yang bermain catur menoleh kearah ibu dan anak tersebut ....
..." ada apa mah ? " tanya Damos penasaran ....
..." pa... , lihat " diandra menarik tangan Yani menuju ruang tamu ....
..." lihat ini pa.. Yani memotong rambutnya " kata Diandra terlihat jelas kalau dia sangat kecewa lantara dia tidak suka wanita berambut pendek , sangat tidak suka ....
..." mahh , Yani gak potong rambut, ma..." kata Yani , sambil melepas kan wig yang ia pakai....
..." yani cuman pakai Wig , rambut palsu " kata Yani tersenyum ....
..." untuk apa kamu pakai Wig Yani , rambut kamu itu dah cantik , kamu gak perlu pakai Wig yang jelek itu " kata Diandra dengan perasaan marah ....
__ADS_1
..." mahh Yani kan mau menyamar , jadi Yani perlu rambut palsu ini mahh " kata Yani sambil menunjukkan rambut palsu itu kepada Diandra ....
..." tapi sayang " . belum sempat Diandra menyelesaikan perkataannya paulan langsung memotong perkataan dari Diandra dan menyetujui ide dari Yani , Yani begitu senang atas ijin dari sang kakek dan meminta ijin kepada kakek nya agar Yani dapat bawa besok ke tempat ke diaman keluarga Sanjaya , paulan pun setuju dan akan mengantar kan Yani ke rumah sahabat nya itu ....
...Esoknya seperti yang di janjikan paulan , Yani di bawa kerumah sahabat paulan tak lain adalah rumah calon suami Yani . ya , Yani sedikit gugup, takut jika dirinya ketahuan bahwa ia bukanlah seorang pembantu , melainkan calon menantu di rumah itu , tetapi dengan percaya diri ia akan tetap melakukan semua ini untuk mengetahui semua tentang calon suaminya tersebut . kini nama nya bukan lah Yani lagi melain kan Mira , paulan menceritakan semuanya kepada sahabat nya yaitu Gandri Sanjaya , bahwasanya cucu nya Yani ingin menyamar sebagai pembantu di rumah mereka untuk mengetahui sifat calon suaminya sebelum mereka menikah nanti . mendengar penjelasan itu Gandri pun mengangguk setuju dan senang jika Yani berada di rumah mereka tetapi merasa kasihan karna Yani harus menyamar sebagai pembantu untuk memastikan kepastian dari calon suaminya yaitu cucu nya sendiri ....
...Yani sangat senang saat melihat mbok Elis berada di dalam rumah itu , Yani langsung memeluk mbok Elis sangat erat, mereka melepas kan rindu yang selama ini mereka pendam , mbok Elis bertanya mengapa penampilan Yani berubah dan untuk apa berada di rumah majikan baru mbok Elis , yani menjelaskan semuanya kepada mbok Elis tentang perjodohan dirinya dengan cucu pewaris di keluarga Sanjaya tempat mbok Elis bekerja . Mbok Elis pun paham dan bersedia membantu Yani menyamar sebagai keponakan mbok Elis dari kampung yang bernama Mira, yani pun setuju dan sangat berterima kasih pada mbok Elis karna mau membantu dirinya untuk menjalankan rencana nya . Kini yani pun mulai bekerja sebagai pembantu tak ada yang tahu tentang keberadaan dirinya hanya Gandri dan mbok Elis yang mengetahui dirinya sebagai pembantu di rumah itu di karenakan Yani selalu berada di dapur , dan sudah seminggu Yani berada di rumah itu , tapi ia sama sekali belum melihat keberadaan calon suami nya itu , rasa nya Yani sangat bosan dan malas untuk terus bekerja sebagai pembantu ....
...Karna Yani bosan ia pun keluar mengelilingi rumah calon suaminya itu , memang begitu indah , tak kalah jauh dari rumah keluarganya . ketika Yani asik berjalan tak sengaja dia menabrak seseorang hingga dirinya terjatuh kebawah sambil memegang bokongnya yang sedikit sakit ....
..." auhh ..... "kata Yani menahan rasa sakit nya sambil menatap kearah orang yang ia tabrak yang sama sekali tidak terjatuh melainkan masih berdiri kokoh di depannya ....
..." kau tidak papa , apa kau tidak bisa fokus saat kau berjalan " kata pria itu dengan ketus dan terlihat dari wajah nya pria itu sangat sombong ....
..." maaf den dia masih baru disini jadi dia belum paham " kata mbok Elis pada pria yang sedari tadi menatap tajam kearah Yani...
..." siapa dia mbok " tanya nya masih menatap tajam kearah Yani...
..." dia Mira den keponakan mbok dari kampung , mau bantu mbok bekerja disini den " kata mbok Elis berbohong ....
__ADS_1
..." sebaiknya mbok ajari dia tentang peraturan di rumah ini sebelum saya menyuruhnya untuk keluar dari rumah saya " kata pria itu lalu pergi meninggalkan kan mbok Elis dan Yani ....
..." ayo non " ajak mbok Elis pada Yani sambil membantu Yani berjalan ....
..." panggil aku neng mbok jangan non , nanti ada yang dengar gimana ? " tanya Yani kesal ....
..." baiklah neng , ayo " ajak mbok Elis lagi ....
...akhirnya mereka pun sudah berada di dapur , mbok Elis pun mendudukkan Yani di kursi dapur ....
..." mbok , tadi itu siapa ? " tanya Yani penasaran...
..." yang tadi itu den gama , anak tuan dan nyonya Sanjaya " kata mbok Elis sambil tersenyum....
..." mbok kenapa senyum ? " tanya Yani heran ....
..." itu calon suami mu neng " kata mbok Elis mencolek tangan Yani sambil tersenyum, seperti sedang menggoda Yani ....
...Yani terkejut , dan memang pria itu tampan bagaikan dewa Arjuna , tinggi , tekstur badan yang bagus , dapat membuat semua kaum wanita mengantri ingin memiliki dirinya , tapi sifat angkuh nya itu yang membuat Yani sedikit tak menyukai pria itu . seakan ia ingin sekali memukul keras Wajah angkuh pria itu ....
__ADS_1
..." neng " panggil mbok Elis , membuat lamunan Yani hilang dengan sekejap saat mbok Elis menyentuh tangan nya ....
..." kamu gak papa kan neng ? " tanya mbok Elis dan langsung membuat Yani tersenyum manis kepada mbok Elis , dan menggelengkan kepalanya , mbok Elis pun menyuruh Yani tetap duduk dan dirinya kembali bekerja karna sebentar lagi keluarga ini akan makan malam dan harus cepat di sajikan di meja makan ....