
saat mbok Elis telah selesai menyajikan makan malam di meja makan , ia pun menghampiri Yani yang masih duduk di kursi dapur .
" apa neng gak mau makan ? " tanya mbok Elis pada Yani yang dari tadi terus menatap dirinya .
" mbok , apa mbok tidak capek ? " tanya Yani .
mbok Elis pun tersenyum sambil menatap Yani .
" ini sudah pekerjaan mbok neng kalau capek yah itu sudah hal biasa buat mbok " jawab mbok Elis santai .
" Yani sayang mbok " kata Yani dan memeluk mbok Elis , wanita paruh baya itu pun membalas pelukan Yani .
" ayo neng kita makan malam " ajak mbok Elis melepas pelukannya pada Yani , karna majikan mereka sudah datang untuk makan malam . dan sudah menduduki kursi masing_ masing , di sana sudah ada nyonya dan tuan Sanjaya , Gandri Sanjaya , dan cucu nya Gama Nadra Sanjaya .
" Mira !! " panggil Gandri sambil menoleh kearah dapur .
mendengar nama samaran nya di panggil Yani pun langsung menuju meja makan .
" loh ini siapa Pi " tanya Yohana Sanjaya ibu gama .
" dia ini pembantu baru di rumah ini , nama nya Mira " kata kakek , Yani pun tersenyum manis kepada mereka .
" kok kami gak tau kalau ada pembantu baru pi " tanya Ganda Sanjaya , ayah gama .
" percuma papi kenalkan toh juga kalian gak bakalan peduli " sindir Gandri pada anak dan menantunya .
__ADS_1
" tapi kakek harus kasih tau dia peraturan di rumah ini biar dia gak cepat keluar dari rumah ini " kata gama ketus sambil mengambil makanan yang ada di meja makan yang ada di depannya .
Yani melirik tajam kearah gama , ingin rasanya ia melemparkan semua makanan yang ada di meja ini ke wajah nya yang sok ganteng itu . ' tapi memang ganteng sih ' batin Yani
" Mira , ayo kita makan " ajak Gandri santai , Gandri tidak melihat tiga manusia yang sedang menatap heran padanya .
" Mira ayo kita makan " ajak Gandri lagi .
" Pi kok dia makan sama kita ? " tanya Yohana dengan wajah tak suka .
" kenapa ? " tanya Gandri menatap kearah Yohana .
" kek , Mira makan Sama mbok aja " kaya Yani sambil tersenyum .
" tapi "
sebenarnya Gandri merasa tak enak melihat Yani harus melakukan semua itu hanya untuk mengenal gama yang sama sekali tak menghiraukan perjodohan mereka berdua .
setelah mereka semua sudah selesai makan mbok Elis dan Yani pun membersihkan meja makan yang sudah tidak rapi seperti sebelumnya , sesudah semua nya selesai , Gandri memanggil Yani untuk datang ke kamar nya , yani pun pergi meninggalkan mbok Elis di kamar sendiri sedangkan dirinya pergi ke kamar Gandri .
sesampainya Yani di kamar Gandri ia hanya berdiri di depan pintu melihat lihat isi kamar itu yang memang begitu luas seperti kamar nya di rumah atau mungkin kamar ini lebih luas lagi ,
" masuk lah " kata Gandri , membuat Yani terkejut dan langsung tersenyum melihat wajah Gandri , mereka pun duduk di sofa dalam kamar Gandri .
" kek , kenapa kakek memanggil Yani kesini ? " tanya Yani penasaran .
__ADS_1
"kakek udah tidak bisa lagi lihat kamu kayak gini sayang , kakek kasihan sama kamu , kamu itu calon menantu di sini bukan pembantu " kata Gandri mengelus lembut rambut Yani .
" tapi kek , Yani udah putus kan semuanya dan Yani yakin Yani pasti sanggup menghadapi nya sampai Yani tau gama siap atau enggak nikah sama Yani " kata nya sekilas matanya menoleh kearah pintu kamar yang tak tertutup .
sontak Yani terkejut dan langsung berdiri , Gandri heran melihat ekspresi dari Yani yang melihat kearah pintu dengan mimik wajah terkejut ia pun ikut melihat ke arah di mana mata Yani terhenti , ternyata Yohana dan Ganda sudah berdiri di depan pintu dari tadi mendengar pembicaraan mereka berdua membuat mereka sangat marah dan kesal lantara tidak di beritahu bahwa Mira adalah Yani calon menantu mereka .
mereka berdua pun masuk kedalam dan mengunci pintu agar tak ada yang melihat mereka .
" kenapa papi bohong sama kami Pi kenapa gak kasih tau kalau dia ini Yani mantu kami bukan pembantu ! " kata Yohana mendekati Yani yang berdiri sambil menundukkan kepalanya karna ia takut .
" apa pun yang kamu lakukan sayang kami setuju " kata Ganda mengelus lembut rambut palsu Yani , Yani pun mengangkat kepalanya dan tersenyum manis kepada ganda , diikuti oleh Gandri dan Yohana .
" kamu harus kasih pelajaran sama si gama biar dia itu berubah , mama percaya kamu pasti bisa " kata Yohana yang masih senyum manis kepada Yani .
sungguh Yani sangat terkejut mendengar Yohana mengganggap dirinya sudah seperti anaknya sendiri walaupun dia belum menjadi menantunya .
" maaf kan Yani Tante om Yani udah berbohong " kata Yani menunjukkan wajah bersalah nya .
" jangan panggil Tante dong panggil mama aja sama papa " kata Yohana mengelus lembut rambut Yani lembut .
" tapi... " kata Yani menatap mereka secara bergantian " Yani gak bisa selalu ada di rumah , soalnya Yani harus mengurus pekerjaan Yani di pengadilan " kata Yani dengan senyum yang terpaksa .
" ya tidak papa sayang asal kan kamu mau jadi mantu mama " kata Yohana
mereka pun tertawa kecil dan setelah beberapa lama mereka pun keluar dari kamar Gandri sebelum keluar Yani sempat meminta ijin kepada Gandri untuk pergi keluar besok , karna Yani ada pekerjaan penting di pengadilan . dengan senang hati Gandri mengijinkan Yani untuk keluar besok . setelah itu Yani pun memasuki kamar nya yang ada di belakang khusus kamar pembantu .
__ADS_1
" mbok , mbok dan tidur ? " tanya Yani mendekati ranjang mbok Elis , Yani melihat mbok Elis tidur sangat nyenyak , Yani merasa mbok Elis kecapekan Yani jadi kasihan pada mbok Elis , Yani pun mencium pipi mbok Elis lalu pergi keranjang nya untuk tidur , walaupun kecil , dan tak selembut bed di kamar nya Yani tetap merasa nyaman tidur di ranjang kecil itu karna ia tidur bersama mbok Elis .