
...Yani tersenyum sinis , sambil menatap tajam kearah Marnia. membuat wanita paruh baya itu terdiam kebingungan sambil membalas tatapan Yani yang kini masih menatap kearah nya menunggu jawaban dari dirinya ....
..." a_apa maksud mu " tanya marnia gugup....
..." bukan kah barang ini adalah milik anda nyonya ?" tanya Yani masih menatap Marnia tajam sambil tersenyum manis ....
..." mana mungkin , itu bukan barang ku, itu adalah barang pria pembunuh itu " kata marnia dengan tegas tapi sebenarnya gugup ....
...Yani pun kembali tersenyum dan memilih untuk menyerah kan barang itu , agar hakim dapat melihat barang bukti itu , tapi sedikit kesal karna marnia masih tidak mau jujur ....
..." apakah korban di aniaya menggunakan benda ini ?" tanya hakim sambil meneliti barang bukti itu tanpa menyentuh nya hanya melihatnya dengan teliti ....
..." ya benar yang mulia , pelaku memukul korban dengan barang bukti itu , itu di karenakan pelaku saat itu sangat membenci seseorang yang mungkin dekat dengan dirinya dan juga korban , karna sangat bencinya pelaki pun ikut membenci korban dan melampiaskan kemarahan nya kepada sang korban ! " jelas Yani dengan tegas....
..." menurut penelitian saya yang mulia ayah sang anak sama sekali tidak bersalah ! " ....
...mendengar kalimat itu terlontar dari mulut Yani sontak satu ruangan terkejut dan menatap Yani dengan penuh pertanyaan di kepala masing_ masing , begitu pun Panto yang tadi nya hanya tunduk kini ia mengangkat kepalanya menatap Yani yang berdiri dan masih setia menatap kearah hakim ....
..." apa maksud mu ! , apa kau menuduh ku membunuh anak ku sendiri !!?" tanya marnia sambil menatap tajam ke arah Yani seakan ingin memakan wanita yang ada di depannya saat ini ....
..." apa kau mendengar bahwasanya aku menuduh mu ibu marnia terhormat ?!!" tanya Yani dengan nada bicara sedikit naik ....
..." kenapa kau mengatakan bahwa pria itu tidak bersalah ?!" tanya marnia kesal .Yani tersenyum sinis melihat tingkah dari marnia ....
..." ibu marnia saya sungguh merasa kagum dengan keahlian anda dalam berakting " ....
..." apa maksud mu ahhh!!!! " bentak marnia...
...sontak membuat semua orang menatap curiga kearah marnia yang dari tadi dirinya terus menangis membuat semua orang iba pada nya seperti tak bersalah ....
..." yang mulia pelaku yang membunuh anak berumur tujuh tahun tersebut itu tak lain adalah ibu kandung nya sendiri, yaitu nyonya marnia ". kata Yani sambil mengarahkan pandangan nya kepada marnia ....
...semua orang kaget dengan tindakan yang di lakukan Yani , karena marnia adalah klien nya yang seharusnya ia bela tetapi malah membela sang lawan di depan hakim, membuat marnia naik darah mendapatkan tindakan yang tak pantas ia dapat ....
..." aku sudah membayar mu kenapa kau malah menyalakan aku, klien mu sendiri !!" tegas marnia....
..." ibu Marnia dimana air mata anda yang sedari tadi selalu anda keluar kan, saat sebelum saya menyatakan bahwa p anda adalah pelaku pembunuh anak anda sendiri ?" tanya Yani dengan lembut sambil tersenyum manis kearah marnia ....
..." dan sekarang kata kan pada dunia bahwa andalah pembunuh anak malang itu , anak anda sendiri ! " kata Yani sedikit tegas dengan senyum kemenangan, karna ia tahu saat ini marnia sudah tak bisa apa apa lagi ....
..." tidak !! . aku sama sekali tidak membunuh anak ku !! " kata marnia sedikit gugup dan melihat ke kanan ke kiri seakan kedua matanya ingin mencari jalan untuk kabur dari ruangan ini saat itu juga ....
..." baiklah , jika anda tidak juga mau mengaku , tidak masalah bagi saya . " kata Yani , membalikkan badan nya kearah meja hakim ,...
__ADS_1
..." yang mulia selain barang itu saya juga memiliki bukti lainnya " kata Yani sembari menoleh kearah marnia sekilas ....
...marnia menatap sinis kearah Yani , jika mereka hanya ada berdua di dalam ruangan ini , mungkin marnia sudah menghajar Yani habis-habisan , karna ia sangat merasa geram akan tindakan Yani kepada dirinya ....
..." dipersilahkan untuk menunjukkan barang bukti tersebut " ijin sang hakim lagi ....
...Yani pun memberi sebuah boneka Teddy bear milik korban , dimana di dalam nya berisikan alat perekam, yang dapat merekam setiap tindakan yang mereka lakukan saat korban masih hidup ,Yani pun mengeluarkan alat itu ,dan menanyangkan video dimana pelaku memukuli sang anak hingga tak bernyawa lagi. ya , di dalam video itu terlihat jelas wajah marnia yang memegang kayu Broti yaitu barang bukti , sambil memukuli korban tanpa berhenti , hingga anak malang itu meninggal , semua orang yang menonton video itu menangis dan menutup mata , tak tahan akan perlakuan marnia yang tega melakukan tindakan sekasar itu pada anaknya sendiri , hingga membuat anak itu meninggal ,...
...Panto pun menangis melihat perilaku mantan istri nya itu pada anak nya yang masih berumur tujuh tahun tersebut, ia menyesal tak mengambil anaknya dari marnia agar mereka hidup bahagia berdua , tapi tidak, semuanya kini sudah terlambat . Yani yang menyaksikan langsung video itu dimana dirinya sedang memukuli anaknya sendiri hingga tewas , merasa sangat di permalukan , marnia pun berdiri menatap tajam kearah Yani seaka ingin membunuh Yani saat itu juga ....
..." IYA AKU YANG MEMBUNUH NYA , AKU JUGA MEMAKAI KAYU ITU UNTUK MEMBUNUH NYA , APA KALIAN SEMUA PUAS MENDENGAR ITU SEMUA AHH !!!! " bentak marnia sambil berdiri menatap semua orang dengan sangat menyeramkan, berbeda dengan tadi, ia menangis seakan bukan dia lah pelaku nya , kini semua orang sudah merasa di tipu dengan drama yang di buat oleh marnia ....
..." AKU BENCI ANAK ITU " kata Marnia lagi sambil menangis ....
...kini seisi ruangan penuh dengan suara - suara kecil dari beberapa orang yang berada di dalam ruangan , agar semua kembali tenang hakim memukul kan kembali palu nya agar semua kembali seperti sebelumnya....
...hakim yang melihat dengan jelas video yang ditanyangkan oleh Yani dan juga perkataan jujur dari sang pelaku membuat hakim memukulkan palu nya tiga kali menandakan bahwa hakim akan memberi keputusan kepada pelaku pembunuh anak berumur tujuh tahun tersebut ....
..." kepada pelaku yaitu saudari Marnia aninta karna sudah jelas bahwa anda bersalah atas pembunuhan ini dan melakukan nya atas dasar keinginan anda sendiri dan melakukannya tanpa bantuan seseorang , anda di beri sanksi atas pasal 338 KUHP yang menyatakan bahwa anda , si pembunuhan anak berumur tujuh tahun tersebut di beri hukuman pidana selama lima belas tahun penjara !" kata hakim dengan tegas , sambil memukul kan palu nya tiga kali menandakan bahwa semua nya sudah selesai ....
...bersamaan dengan itu Panto menangis bahagia dan sedih karna dia di nyatakan tidak bersalah dan juga ia harus kehilangan anaknya satu satunya ....
...persidangan pun telah selesai semua orang bubar dari ruang pengadilan termasuk Yani , sedang kan marnia ia langsung di bawa ke penjara untuk menjalani hukumannya selama lima belas tahun , Dan panto juga tak lupa berterima kasih pada Yani karna membantu dirinya yang tak bersalah , Yani pun hanya tersenyum ramah pada pria paruh baya itu dan pergi meninggalkan Panto sendirian ....
...sesampai nya dirumah, semua orang yang sedari tadi menunggu Yani pulang ,senang saat melihat dirinya memasuki rumah....
..." bagaimana , siapa yang salah , ? " kata salah satu wanita paruh baya yaitu adalah mamanya Yani Diandra dirgantara ....
..." mahh biarkan Yani istirahat dulu " kata seorang pria paruh baya , yaitu adalah papa nya Yani Damos dirgantara ....
..." yani pergi lah istirahat ! " kata seorang pria yang sudah tua tapi masih sangat sehat yaitu adalah paulan dirgantara . kakek kesayangan Yani....
..." kakek " kata Yani langsung memeluk erat paulan dengan penuh kelembutan dan kesedihan ....
..." kenapa nak , apa masalah mu , ceritakan lah pada kakek mu ini ? " tanya sang kakek sambil mengelus lembut rambut halus Yani ....
..." ibunya kek , ibunya tega membunuh anak nya sendiri kek " kata Yani sambil menangis dan melepaskan pelukan nya dari sang kakek....
..." marnia , klien ku itu kek , dia adalah anak malang , dan wanita itu yang sudah tega membunuh anaknya itu dan menuduh mantan suaminya yang melakukannya " kata Yani menangis , tak tega dengan anak tersebut kedua tangan Yani terus mengelap air yang sedari tadi tak berhenti keluar dari kedua mata indah miliknya ....
...paulan hanya bisa diam menyembunyikan kesedihannya, agar cucunya bisa tegar menghadapi setiap masalah yang saat ini ia hadapi , agar Yani tetap semangat membantu orang orang benar di luar sana ....
..." tega sekali wanita itu membunuh anak yang ia lahirkan sendiri dari rahim nya " kata Diandra sambil mengelus punggung Yani dengan lembut ,agar Yani bisa tenang dan tidak bersedih lagi ....
__ADS_1
...Yani pun kini sudah tenang , dengan dukungan dan kasih sayang dari keluarganya ia selalu bisa menghadapi setiap masalah yang selalu ia hadapi ....
..." Yani sayang " panggil paulan pada cucu kesayangannya yang sudah merasa agak mendingan dan tidak bersedih lagi ....
..." hmmmm " kata Yani berdehem sambil menatap kearah paulan ....
..." jadi , kapan kamu akan menikah ? " tanya kakek menatap Yani sambil menunggu jawaban dari cucu kesayangan nya itu....
...sontak Yani langsung terkejut , pertanyaan itu seakan menghapus semua masalah yang ia hadapi tadi , yang mungkin membuatnya sedikit sedih perkara seorang ibu yang tega membunuh anak nya sendiri , ditambah lagi dengan sang kakek menanyakan kapan ia akan menikah , ini sungguh membuat Yani sangat stress Lantaran ia belum mau untuk menikah ....
..." Yani belum punya calon nya kek " kata Yani pelan menundukkan wajah nya malu menahan rona merah yang sudah menutupi seluruh wajah nya...
..." kakek punya " usul sang kakek ....
..." kek......." rengek Yani...
..." kakek gak bohong Yani , kakek serius , kakek ingin punya cucu banyak dari kamu cucu kakek satu satu nya ,dari anak kakek satu satunya , ayah mu " jelas sang kakek dengan senyuman ....
..." tapi kek Yani belum siap menikah " kata Yani menolak, dengan sedikit manja ....
..." itu terserah pada mu Yani kakek tidak akan memaksakan dirimu , itu hak mu mau atau tidak " kata sang kakek dengan nada suara sedikit kecewa ....
...Yani terdiam sejenak memikirkan itu ia sangat tak sanggup melihat sang kakek tercinta nya kecewa....
...dengan terpaksa iapun menyetujui perjodohan diri nya , tetapi ia membuat persyaratan membuat semua keluarga penasaran di buat nya akan persyaratan yang ia buat ....
..." Yani mau melihat dia terlebih dahulu kek " kata Yani , sambil menatap keluarganya secara bergantian....
..." baik lah Yani besok kita akan membuat pertemuan keluarga dengan keluarga jodoh mu " kata sang kakek sambil tersenyum ....
..." tidak kek " kata Yani menolak . perkataan itu justru membuat semuanya kembali heran ....
..." Yani mau menyamar " usul Yani dengan pasti ....
..." apa maksudnya ?" tanya sang kakek ....
..." kek, Yani gak mau kenal dulu dengan dia , Yani mau menyamar untuk mencari tahu bagaimana dia , apakah dia baik , apakah dia mau menikah dengan Yani , atau tidak , jika dia baik dan mau menerima Yani apa adanya Yani mau menikah dengan nya , tapi jika tidak , Yani gak mau menikahi pria pilihan kakek , apa kakek setuju? " tanya Yani dengan penuh harapan agar kakek nya menyetujui rencana yang di buat nya . dan benar saja, paulan menganggukkan kepalanya setuju karna ia tahu cucunya benar akan hal itu , yani pun langsung memeluk kakeknya dan menciumi pipi paulan sambil tersenyum manis....
..." tapi kek "...
..." apa lagi sayang ? " tanya paulan dengan suara lembut miliknya ....
..." Yani gak mau meninggal kan pekerjaan Yani " . kata Yani takut jika kakeknya akan menyuruhnya berhenti untuk bekerja ....
__ADS_1
..." kakek tahu " kata paulan sambil tersenyum kembali memeluk cucu kesayangan nya itu ....