
***
"Jagalah putriku dengan baik, jika dia menangis maka usaplah kepalanya,"
"Jika dia marah, jangan membiarkan nya sendirian,"
"Jika dia menangis tolong hibur lah dia,"
"Jika dia mengatakan dia kuat, sebenarnya dia sedang mengatakan dia sedang dalam keadaan lemah dan peluklah dia,"
"Aku memang marah saat tahu kau menyakiti putriku, tetapi aku tahu alasannya dan aku akan mempercayakan kebahagiaan putriku kepadamu,"
"Aku ayahnya dan masih menganggap dia seperti putri kecilku, aku akan terluka dan menderita jika suatu saat dia menangis karena mu lagi, jadi tolong kali ini jangan lah hancurkan dia,"
"Putriku yang berharga, hartaku, aku menyerahkan kebahagiaan nya kepadamu,"
Itulah pesan Arkana pada Barata, pesan seorang ayah yang ingin merelakan putri kesayangan nya demi kebahagiaan nya.
Barata bisa mengerti, dia juga senang bagaimana Alina bisa memiliki ayah seperti Arkana.
"Aku akan menjaganya dan menyimpan ucapan mu ayah mertua, percayai padaku, dia akan bahagia berada di sisiku selamanya, tidak akan kubiarkan setetes air mata kesedihan menetes di pipinya,"
__ADS_1
jawab Barata dengan sangat yakin.
Arkana hanya bisa tersenyum lalu menepuk bahu menantu nya ini.
***
Malam ini semua orang bisa melihat cinta dari mata mereka berdua, keduanya sama sama saling ingin melindungi.
Barata yang menunjukkan perubahan demi orang yang ia cintai, juga sebaliknya Alina juga menunjukkan perubahan demi orang yang ia cintai.
Hubungan mereka semakin kuat karena tidak ada yang menyerah, hati mereka semakin kuat karena keduanya saling melengkapi.
Penderita Barata sejak ia kecil ia lepaskan, juga rasa sakit Alina dari pengkhianatan yang ia alami juga ia lepaskan.
Lembaran hidup baru mereka akhirnya akan dimulai, tanpa rasa takut, dendam dan amarah.
***
"Sayang, kau serius kan ingin memiliki anak?" bisik Barata sedang memeluk istrinya dari belakang, semua keluarga sudah kembali ke tempat rumah masing-masing dan Barata juga Alina sedang menikmati malam dengan duduk santai di balkon kamar sembari memandangi langit malam penuh bintang.
"Aku ingin sekali memiliki anak denganmu, bagaimana ya jika dia mirip seperti aku, atau kamu, ah aku tidak sabar," Alina sangat tidak sabar bagaimana nanti kalau dia memiliki anak.
__ADS_1
Barata hanya bisa tersenyum bersemangat, "Aku tidak masalah mau mirip siapa, yang jelas setelah punya anak, aku tetap harus menjadi prioritas utama, anak yang kedua," seru Barata semakin mempererat pelukannya.
"Ha? kenapa? kan itu anak mu juga," ketus Alina langsung melihat kearah suaminya.
"Iya memang, tetapi aku tetap tidak rela jika nanti kau lebih memperhatikan mereka, jadi aku katakan dari sekarang!" seru Barata dengan sangat yakin.
Belum juga mereka memiliki anak tetapi perdebatan sudah dimulai.
***
Beberapa minggu setelah itu, semuanya telah kembali normal, Barata dengan ke posesifan nya, juga keinginannya yang ingin selalu berada di dekat Alina, Barata akan selalu mengatakan sudah dua tahun tidak bersama jadi Alina harus membayar.
Oleh karena kerajinan Barata berolahraga panas dan serius untuk mendapatkan keturunan dengan cepat Alina mengandung.
Bagaimanapun hal itu adalah hal favorit Barata, tentu saja bisa dengan cepat di dapatkan.
Alina baru mengandung selama satu bulan dan Barata sudah over possessive, dia menjaga Alina seperti menjaga harta karun, dan drama baru kehidupan mereka dimulai.
Sikap Barata yang berlebihan tidak akan pernah berubah memberikan warna tersendiri dalam rumah tangga mereka.
TAMAT
__ADS_1
***