Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Sayang, aku mau kamu


__ADS_3

***


Hari yang panjang telah terlewati, Lucas sudah melakukan langkah awalnya, dia sedang datang melakukan hubungan bisnis dengan ayah Alina.


Dia tidak akan terburu-buru lagi, dia akan menagih ucapan Barata, sampai saat ini Lucas masih tetap memperjuangkan Alina.


Dia tahu mendekati Alina sekarang hanya akan membangunkan monster, jadi dia akan pelan tetapi pasti, dia akan membantu perusahaan ayah Alina, agar Barata tidak bisa lagi mengikat Alina dengan iming-iming perusahaan atau ayahnya.


Lucas tidak tahu jika semakin lama Barata bersama Alina maka semakin Barata tidak akan melepaskan nya dengan cara apapun.


***


Hari yang panjang dan melelahkan, di perusahaan Barata juga harus menyelesaikan banyak hal, dia harus berurusan dengan Tasya dari perusahaan Henskin, dari gelagat Tasya tentu saja Barata tahu Tasya tertarik padanya.


Tetapi itu malah membuat Barata merasa risih dan kesal, dia ingin hari cepat berlalu dan pulang memeluk istrinya.


Di mansion Barata,


Semua dokter yang di perintahkan Barata sudah kembali ke ruangan khusus yang disediakan oleh Barata, para dokter itu memang di pekerjaan oleh Barata selama penuh waktu.


Mansion nya sangat besar jadi para dokter itu memiliki ruangan mewah dan luas untuk di tinggali.


Di kamar pribadi Barata,


"Cih, dia bilang akan menghubungi aku, tetapi sudah malam begini dia tidak menghubungi aku sekalipun! pembohong!" ketus Alina melempar ponselnya ke kasur.


Dia juga ikut melempar tubuhnya keatas ranjang.


"Heh! Alina! apakah kau gila! kau menunggu panggilan darinya? wah wah! otak mu seperti nya sudah di racun! iya benar! alih alih memikirkan panggilan darinya sebaiknya aku pikirkan saja kapan waktu bisa kabur dengan menggunakannya bukti yang ada di rumah!" ketus Alina menepuk kedua pipinya agar dia fokus dan tidak terlena lagi.

__ADS_1


Tetapi sebelum sempat memikirkan apapun rasa kantuk langsung menyerang, matanya yang tadi berfokus melihat langit-langit kamar sekarang sedikit demi sedikit terpejam.


Saat hampir mau tidur, pintu kamarnya terbuka.


"Dia sudah tidur? padahal aku sudah berusaha keras pulang lebih cepat!" ketus Barata melangkah sembari melepas jas, dasi dan melemparkan tasnya ke kursi sofa di kamar tidurnya.


Dengan cepat Barata sudah naik ke atas ranjang, dia membaringkan tubuhnya agar dia bisa melihat dengan jelas wajah Alina.


"Fuuh!"


Barata menghembuskan nafasnya ke wajah Alina, memastikan apakah Alina benar-benar susah tidur apa belum.


Ternyata Alina ketahuan belum tidur, matanya masih berkedip sedikit tadi saat Barata menghembuskan nafasnya.


"Sayang," Barata langsung berubah menuju mode jahil dan nakal, matanya langsung tajam dan senyuman berubah jadi nakal sekali.


"Sayang, kau mau pura-pura tidur sampai kapan? aku tahu kau beluk tidur, jika kau tidak ingin aku memakan mu sampai besok pagi sebaiknya kau buka matamu dan lihat aku," bisik Barata dekat sekali di telinga Alina.


Rasanya nafas Barata terasa panas, dan itu membuat Alina pusing, ya, Alina merasa aneh jika Barata dekat dan menyentuhnya dia akan kehilangan akal dan lupa diri.


Alina yang tetap tidak mau membuka matanya tetap pura-pura tidur, tentu saja itu seperti memancing predator datang.


"Kau tahu, sepanjang hari aku hanya memikirkan mu, aku sangat merindukanmu, apakah kau sama?" bisik Barata lagi mulai melahap bibir istrinya.


Sangat lembut, Barata tahu betul bagaimana cara berciuman dengan baik.


Sedangkan Alina hanya gelagapan, dia memiringkan wajahnya dan mendorong suaminya menjauh.


"Kenapa kau melakukan itu? dasar mesum! aku tidak merindukan mu, jadi lepaskan aku!" ketus Alina langsung bangkit dan bangun, wajah kesal nya terlihat terlalu imut di mata Barata

__ADS_1


Jadi Barata hanya terkekeh sedikit saat melihat wajah memerah istrinya.


"Srek"


Hanya dalam satu tarikan, Alina jatuh kedalam dada bidang suaminya.


"Sayang, aku merindukan mu, jadi kau wajib dan harus merindukan aku juga, jika tidak aku benar-benar akan mengikat mu di sisiku setiap kali aku pergi!" seru Barata dengan wajah nakalnya.


"Haaahhh!"


Alina menghela nafasnya dalam-dalam.


"Ya ya ya, aku lah yang gila disini karena meladeni mu! aku mengantuk aku hanya ingin tidur!" gumam Alina berhenti memberontak dan hanya ingin tidur.


Tangan Barata mengusap rambut Alina, namun tangannya perlahan masuk kedalam bajunya.


"Sayang, kau tahu, aku menahan diriku sudah terlalu lama, apakah sudah boleh? aku hampir gila memikirkan ini seharian, aku ingin kamu sekarang, tidak akan sakit lagi, kamu mau kan?" nafasnya yang berat dan panas terasa di tengkuk Alina.


Nafas berat dan panas itu diikuti gigitan tipis dan kecupan menekan di lehernya.


Disaat tangan bidang Barata meraba tubuhnya, mulutnya sekarang aktif mencium di sana-sini.


***


Pengen skip adegan gini soalnya aku ga pintar buatnya tapi harus buat biar ada ******* ceritanya, hiks


Semoga next eps aku bisa ya nanti menuliskan nya secara baik dan tidak kaku 😭


Yang belum cukup umur jangan dibaca pokoknya yaa.

__ADS_1


__ADS_2