
***
Mendengar ucapan Alina yang lagi-lagi mengejutkan Barata, sungguh beberapa hari terakhir ini Alina selalu bisa mengejutkan dirinya entah itu melalui kata-kata ataupun tindakan.
“Tuan?” karena terlalu lama berdebat Pak Roy memanggil tuannya lagi.
Barata tidak bisa berbuat banyak terhadap keteguhan hati istrinya, lagian ini memang berhubungan dengan ayah Alina, Barata tidak memiliki bakat untuk berbicara baik-baik, bisa-bisa nanti Barata malah bertengkar dengan ayah Alina karena kearoganannya.
Barata tidak ingin bertengkar dengan ayah Alina jadi mungkin keputusan tepat membawa Alina berhadapan dengan ayahnya.
Setelah itu baik Barata, Alina dan Pak Roy segera ke lantai bawah untuk bertemu Arkana yang sudah tidak sabaran meluapkan emosinya dan membawa putrinya pulang.
“Ayah,” seru Alina kepada ayahnya yang sedang menunggu di ruang tamu.
“Alina, kemarilah, Ayah sudah tahu apa yang kau hadapi, Ayah akan membawamu pulang,” Arkana tidak bisa menahan emosinya, dia menitikkan air mata dan tangannya gemetaran hendak meraih putrinya.
Gambaran kejadian yang ia lihat memang sungguh menunjukkan saat Alina dalam masa kritis saat lalu.
Hati Alina sungguh pilu saat melihat rasa sedih mendalam ayahnya yang entah kenapa mengetahui penyiksaan yang dilakukan pelayan ibu Barata atas suruhan Freya saat lalu.
__ADS_1
Walau Alina sudah menguatkan hatinya tetap saja seorang putri ingin mengadu kepada ayahnya tentang kesulitan dan kesusahan yang sedang ia lalui, saat ini ayahnya sepertinya sudah berdamai dengan rasa sakit hatinya setelah peninggalan ibunya jadi mungkin ini saat yang tepat Alina berteriak dan curhat banyak kepada ayahnya.
“Pergilah Alina, kau ingin memeluk ayahmu kan?” seru Barata mengetahui apa yang sedang ada didalam hati Alina, Barata bisa merasakannya, apalagi barusan genggaman tangan Alina semakin kuat pertanda tendensi perasaannya semakin meningkat.
Air mata Alina yang sudah berderaian melihat ayahnya yang sudah sedikit tua itu menangis hendak meraihnya, segera melepaskan Barata dan berlari kearah ayahnya dan memeluknya kuat sekali.
“Ayaaahhh!” Alina mennangis dengan sangat kuat seperti anak kecil menangis kepada ayahnya.
“Alina sudah baik-baik saja Ayah, Alina tidak menderita, Ayah jangan menangis, hati Alina sakit jika melihat Ayah menangis,” Alina sembari sesenggukan memeluk ayahnya dengan sangat kuat.
Tubuhnya gemetaran dan suara tangisannya memenuhi ruangan.
“Maafkan Ayah, Alina, Ayah lebih mementingkan diri Ayah sendiri, bahkan saat kau pulang dan ingin mengadu Ayah tetap saja terpaku kepada kesedihan Ayah sendiri, sekarang sudah tidak apa, Ayah bisa membawamu pulang, ayah akan berusaha melawan siapapun bahkan keluarga si brengsek ini jika dia membuatmu menderita lagi,”
Arkana yang tidak bisa menahan sakit hatinya sebagai ayah yang melihat bagaimana menderitanya putrinya saat lalu, dan mengetahui betapa liciknya Barata membuat Arkana begitu dendam dan tidak akan memaafkannya selamanya.
Barata yang mendengar ucapan penghinaan itu sangat murka, bagaimanapun dia mengidap paranoid, dia tidak suka direndahkan dan di hina, namun dia tidak bisa marah karena dia tidak ingin terlihat buruk dihadapan ayah mertuanya ini.
Saat mendengar ucapan haru ayah dan putrinya itu, sesaat Barata sadar betapa kejinya perlakuannya saat dulu, bagaimanapun dia memang kurang kasih sayang, dia tidak bisa berpikir sadar dan menimbang-nimbang perbuatannya terhadap Alina.
__ADS_1
Walau Barata tidak memukul Alina tetapi tidak bisa dipungkiri jika Barata telah merusak mentalnya dahulu, perasaan ayah mana yang tidak menderita jika mengetahui putrinya yang sangat ia cintai dilukai dengan sangat sadis oleh orang lain.
Barata yang berkaca dengan kesalahannya lagi menunduk, dia mengepal tangannya karena dia tidak bisa meredam emosinya,
“Seperti dulu lagi, saat Kakak tertuaku pergi dari hidupku, aku melakukannya lagi, karena aku, semua orang yang aku sayang akan pergi meninggalkan aku sendiri di kegelapan yang sepi,” gumam Barata entah kenapa mengingat perasaan saat dulu kakaknya tiba-tiba meninggal, dan semua orang menyalahkannya untuk itu sampai ia diasingkan oleh ibunya.
“Mungkin perasaan lembut Alina tidak pantas untukku, mungkin dia akan pergi dengan ayahnya hari ini, meninggalkan aku,” seru barata lagi entah kenapa merasa sangat sakit, melihat betapa Arkana sangat menyayangi putrinya seolah memukul Barata dan membuatnya mengingat penderitaan Alina yang ingin ia kubur dan lupakan.
Barata kira mengobati Alina sudah cukup, tetapi Barata lupa jika kesalahan dan dosanya tidak bisa dihilangkan apalagi di lupakan.
Sedangkan Alina yang mendengar ucapan ayanya segera melepaskan pelukan ayahnya, dia masih sesenggukan, “Ayah, Barata adalah suamiku, aku tidak akan meninggalkannya, dia bilang aku adalah hal paling berharga untuknya, bagaimana mungkin aku bisa meninggalkannya, Ayah?” seru Alina berbicara begitu lembut mencoba memberikan pengertian untuk ayahnya.
Barata yang mendengar hal itu dimana saat ini hatinya seperti sedang runtuh dan sakit, kejadian mengharukan yang ada di hadapannya ini mengingatkan Barata pada kakaknya, disaat hatinya sedang kalut dan terasa sakit, Alina memberikan pengakuan yang mengejutkan dan membuat Barata terdiam, emosi dan kemarahan juga trauma nya seolah terhempaskan begitu saja.
Dia tidak tahu jika saat istrinya ini mengakuinya sebagai suami dan memilih untuk tidak meninggalkannya membuat Barata melupakan trauma masa lalu yang selalu mengikutinya.
***
Guys jangan lupa di like dan komen ya ☺ biar akunya juga semangat update terimakasih, jika ada kesalahan ketik langsung komen aja ya biar aku perbaiki.
__ADS_1
Terimakasih