Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Kemarahan seperti bom waktu


__ADS_3

***


“Halo sayang, apakah kau baru bangun?” suara Barata langsung terdengar dari ponselnya.


“Bukan itu masalahnya, siapa yang kau suruh datang kesini, aku tidak sakit kenapa aku harus diobati?” dengan cepat dan pelan juga hati-hati Alina menanyakan pada Barata.


“Mereka adalah dokter yang aku pilihkan sendiri, aku tahu kau terharu dan hampir menangis karena perhatianku yang sangat besar, tapi tidak perlu,”


“Kau hanya perlu duduk manis dan menerima perawatan,” dengan percaya diri Barata menjawab pertanyaan Alina.


“Ais, percuma saja berbicara dengan lelaki yang memiliki kepercayaan diri setinggi langit!” ketus Alina menjauhkan ponselnya sedikit lalu mulai berbicara dengan tenang agar Barata mengerti dia tidak suka b berhadapan dengan dokter yang begitu banyak.


“Barata, dengar aku, aku tidak sakit, aku hanya mudah terkejut, itu saja, tolong suruh mereka kembali yah,” dengan selembut mungkin Alina mencoba meluluhkan hati Barata.


“Sayang, coba kau lihat tanganmu, kakimu, juga beberapa dibagian siku,”


Saat Barata mengatakan hal itu, Alina memeriksa jika bagian-bagian yang dikatakan oleh Barata sudah diperban karena lukanya tadi malam.


“Kau lihatkan, aku selalu saja berakhir mengobati mu, memandikan mu, membersihkan semua yang ada di tubuhmu, kau selalu saja berakhir terluka, aku tidak menerima alasan apapun, kau harus diobati dan kau tidak bisa menolak,”


“Ooo, tapi tunggu dulu, kau sengaja ya? kau ingin aku terus memandikan mu, kau senang ya, lelaki tampan sepertiku membersihkan tubuhmu, yah aku sih tidak masalah, aku senang jika bisa melihatnya setiap hari ….”


Sebelum Barata melanjutkan ucapannya, wajah Alina sudah memerah dan seperti ada lava meledak dari kepalanya.


“Berhenti! Berhenti! Berhenti! Aku tidak mau dengar, aku akan menerima pengobatan, berhenti berbicara mesum!” teriak Alina langsung mematikan panggilan suaminya dan guling-guling di kasur.


Dia sesaat lupa jika sudah berapa kali Barata memang membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya.


“Aaaaaa! Aku bodoh! Aku bodoh! Aku bodoh!’ teriak Alina ingin melempar dirinya saja keluar jendela saking malunya.

__ADS_1


Para dokter dan para pelayan yang mendengar drama suami istri dari dalam kamar hanya bisa geleng-geleng kepala dan tersenyum kaku.


“Sungguh, Nyonya dan Tuan sebenarnya sama-sama butuh pengobatan ekstrim,” gumam pelayan itu mengangguk-angguk.


Sedangkan Barata yang mengetahui panggilannya di matikan langsung kesal, dia memang tidak bisa menahan sifat arogannya, dia langsung menghubungi Alina berkali-kali, tetapi tidak diangkat, jadi dia menghubungi kepala pelayan mansion nya.


“Tok … Tok … Tok!”


“Nyonya,” terdengar suara kepala pelayan itu lagi.


Alina langsung terkejut karena tenggelam dalam rasa malunya, dia lupa berapa banyak orang yang menunggu nya di luar.


Alina langsung berlari membuka pintu dan tersenyum kaku, tetapi yang menyambutnya adalah ponsel yang langsung disodorkan oleh kepala pelayan mansion.


“Dari Tuan, katanya Nyonya harus angkat,” seru kepala pelayan itu tersenyum kaku menyodorkan ponsel tersebut.


***


“Ha … halo?’ dengan gugup dan menunduk Alina menjawab.


“Nyo … Nyonya, itu video call,” seru kepala pelayan agar Alina melihat ke layar bukan menempatkannya di telinga.


“Ah, begitu,’ seru Alina tersenyum ramah pada kepala pelayan dan mulai melihat ke layar.


“Beraninya kau mematikan panggilan dariku! Ingat ya, aku tidak suka jika panggilanku dimatikan, juga tidak mau jika kau tidak mengangkat panggilan dariku lewat dari tiga detik, jika kau melanggar aku akan menghukum mu!” suara memekik dan mengejutkan sungguh membuat semua orang membelalakkan mata dan terdiam.


Inilah bom waktu yang disebutkan oleh Alina, tempramental Barata memang tidak ada yang bisa membendung.


Para dokter yang tadinya datang untuk mengobati sungguh terhibur dengan drama suami istri yang sedang terjadi, “Tidak kusangka Tuan Barata bisa ngambek karena panggilannya tidak diangkat,” gumam salah satu dokter yang ada di situ senyam senyum.

__ADS_1


Alina kembali menutup pintu kamar agar pembicaraan dengan suami tidak di dengar, karena Alina yakin jika Barata tidak peduli dengan apa yang akan ia katakan nanti.


Dia segera melihat ke layar dan melihat wajah Barata yang entah kenapa semakin terlihat tampan, wajahnya yang terlihat marah terlihat seperti anak kecil yang sedang ngambek.


“Astaga astaga, kuatkan hati! kuatkan hati! Jangan luluh, dia memang tampan tapi dia ini monster, ingat Alina!” geram Alina mengelus dada dan menguatkan tembok pertahanan dalam hatinya.


“Sayang, ingat ya, aku akan menghubungi lebih sering, aku sangat sibuk jadi mungkin akan pulang terlambt karena itu jika aku merindukanmu aku akan langsung menghubungimu, jika kau tidak ingin aku mengikatmu bersamaku kemanapun, sebaiknya kau angkat panggilanku!’ dengan mata yang tajam dan ekspresi dingin, Barata memperingati Alina.


“Tuan, kita sudah sampai,” terdengar suara Ben yang memang sedang menyetir membawa Barata entah kemana.


“Beraninya kau menggangguku saat aku sedang berbicara dengan istriku, bonusmu yang saat lalu akan aku hanguskan jika kau mengganggu!” teriak Barata langsung membuat Ben terdiam dan tersenyum kaku.


Dia sudah terbiasa jadi tidak masalah baginya, Barata memang orangnya seperti ini, apalagi penyakit paranoid dan sikap arogannya memperparah temperamennya.


“Glek!"


Alina menelan salivanya dan sadar betapa Barata memang tidak bisa ditentang, Alina geleng-geleng kepala dan kebingungan melihat Barata yang ada di layar ponsel kepala pelayan.


“Sayang, jawab aku,” seru Barata lagi mengejutkan Alina.


“Umm, I … iya aku akan melakukan perawatan, mengangkat panggilan mu, dan, umm aku akan bersikap baik,” seru Alina langsung duduk tegap bagaikan seorang tentara dihadapan kaptennya.


***


Jangan lupa like dan komentar membangun nya yaa, terimakasih semuanya.


Btw tengah malam nanti, aku punya novel baru loh, judulnya 'Boss Playboy'


Hehe, itu novel lama yang harusnya aku taruh di berbayar tapi menurut aku terlalu ringan dan mahal kalau di taruh disana, hiks jadi aku kasih gratis aja lah yaa, semoga kalian suka.

__ADS_1


Yang nanya The King, maafkan aku idenya belum ngalir kesana, kayaknya tunggu beberapa waktu lagi. Biarkan Sean bersenang-senang dulu wkwkwk 🤩🥰😘


Btw Stay safe and healthy y'all 🥰😘


__ADS_2