Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Sayang, Lagi ....


__ADS_3

***


Barata yang sadar betapa lemahnya istrinya menarik Alina agar dapat mendekapnya erat erat, Barata memeluk istrinya dan mengusap rambutnya lembut, “Kau melakukannya dengan baik, tetapi sepertinya staminamu memang sangat kurang, haruskah kita melakukan olahrga bersama?” pertanyaan itu Barata, lontarkan saat istrinya sudah mendekap di dalam pelukannya.


“Cih, dasar tidak tahu diuntung, ingin lebih lagi, aku tidak mau, aku lebih suka seperti ini!” ketus Alina keceplosan, dia kesal bagaimana mungkin Barata bisa mengatakan hal seperti itu, meminta lebih dan merasa tidak malu saat meminta hal itu.


“Sayang, kenapa kau suka sekali melawan aku, kau tahu di dunia ini hanya kau yang berani menentangku, kau memang sangat berani, yah mau bagaimanapun aku akan tetap akan melinduningmu,” seru Barata mencubit pipi istrinya ini merasa gemas.


“Barata,” Alina mencoba membuka pembicaraan lagi, dia merasa Barata sedang dalam emosi yang baik jadi mungkin dia sudah bisa membicarakan apa yang ia ingin bicarakan dengan perlahan.


“Hmm, panggil aku sayang,” seru Barata sebelum Alina melanjutkan ucapannya.


“Aku sedang tidak bercanda, aku ingin membicarakan sesuatu,” jawab Alina sembari menelan salivanya.


“Aku juga sedang tidak bercanda, aku suami mu, kau sudah pantasnya memanggil aku sayang, bukan nama, jika kau tidak memanggilku sayang, aku akan membuatmu berjaga semalaman,” balas Barata menyeringai, matanya tajam dan senyumannya nakal sekali.

__ADS_1


“Kenapa kau selalu saja mempertaruhkan tubuhku dengan segala perkataan mu, tubuhku ini milikku kau tahu?!” dengan suara yang sedikit meninggi dan sedikit kesal, Alina ingin menegaskan jika tubuhnya ini miliknya, tidak boleh dipertaruhkan oleh Barata seperti itu.


“Tidak, tubuhmu ini milikku,” seru Barata tidak mau kalah, semakin Alina menjauh semakin Barata mempererat dekapannya.


“Buk!”


Keadaan menjadi berbalik, sekarang yang kehabisan kesabaran bukanlah Barata melainkan Alina, Alina memukul dada suaminya tetapi Barata sama sekali tidak merasakannya, karena tenaga Alina telah habis akibat olahrga mereka barusan.


“Sayang, lagi, rasanya seperti kau mengurut aku,” balas Barata tertawa pelan, sembari menatap tajam kearah istrinya.


Alina yang kehabisan kesabaran harus menghela nafas panjang-panjang, berbicara dengan Barata sama saja mencari kemarahan itu sendiri.


“Ah sudahlah aku mau tidur,” seru Alina sudah menyerah berdebat, dia terlalu lelah, pinggangnya pun pegal sekali.


“Panggil aku sayang dulu, baru bisa tidur, kau tahu, aku bisa melakukannya berkali-kali, kau mungkin akan pingsan jika dilanjutkan jadi syarat agar aku berhenti kau sebaiknya memanggil aku sayang,” barata belum berhenti menggoda Alina, bahasanya terlalu nakal ditelinga Alina.

__ADS_1


Entah mengapa sisi Barata yang ini sungguh membuat Alina merasakan berbagai perasaan, rasanya aneh, malu sekali, kesal dan berbagai perpaduan perasaan yang lain.


Kejahilan Barata tidak berhenti, tangan Barata sudah mulai menjamah di sana-sini, Alina yang panik langsung menggenggam tangan suaminya.


“Ja … jangan, akan aku katakan, jadi jangan lagi ya, aku sudah lelah sekali,” seru Alina dengan mata nya yang bulat seperti kucing yang sangat imut.


“Glek!”


Barata menelan salivanya, pipinya merah sekali melihat ekspresi wajah Alina yang sekarang.


“Tidak bisa, ini terlalu berbahaya, jika dia melihatku seperti itu sambil memanggilku sayang, mungkin aku akan meledak dan tidak bisa menahan diriku lagi, kenapa dia ini sangat imut sih!” Barata menatap Alina sembari menahan nafasnya, entah mengapa Alina semakin terlihat imut setiap kali dia mengerjainya.


“Sa … sayang!” dengan kecepatan cahaya Alina menyebut kata sayang namun langsung menunduk dan bersembunyi, sama seperti sebelumnya bagi Alina hal ini bukanlah sesuatu yang biasa dan membuatnya malu sekali.


***

__ADS_1


Mulai hari ini akan update sesuai jadwal jam 00:00 tapi 1 bab ya. maafin author lagi sibuk. 😭


__ADS_2