Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Bertemu lagi


__ADS_3

***


"Hehe, nah, begitu baru istri yang baik, ingat ya jangan keluar dari mansion sampai aku pulang, aku tidak akan memaafkan mu jika kau berakhir di situasi tragis seperti tadi malam," Barata kembali memperingati Alina.


Agar Alina lebih berhati-hati lagi, Barata memiliki banyak musuh, bukan hanya dari keluarga nya namun juga ada beberapa saingan bisnis yang selalu ingin Barata jatuh.


Lalu setelah menyampaikan pesan itu, panggilan video call Barata dan Alina akhirnya berakhir, Barata sudah sampai di tujuan nya dan dia akan menyelesaikan urusannya terlebih dahulu.


Alina yang memang masih menjauhi masalah dan tekanan yang melemahkan hati dan pikiran nya melakukan seperti yang diinginkan oleh Barata.


Dia mulai mendapatkan perawatan yang dilakukan oleh beberapa dokter handal, Barata sangat arogan bahkan dokter yang merawat Alina saja tidak cukup satu.


Alina sebenarnya sedang berpikir bagaimana dia akan menyampaikan temuan yang dia temukan di rumahnya, itu adalah tiket Alina agar bisa lepas dari kekangan Barata, tetapi melihat sisi posesif dan tempramen mengerikan dari Barata, Alina harus menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu Barata dan bisa pergi tanpa menimbulkan masalah.


Jika Alina mengatakan ingin pergi sekarang maka Alina tidak akan siap menerima kemarahan Barata.


Situasi ini memang sangat aneh, tidak bisa dipungkiri lagi jika Alina masih tetap dalam pendirian nya ingin pergi dan hidup bebas dan biasa saja, sedangkan Barata memang sedang mengikat Alina dengan berbagai cara yang ia bisa.


Bahkan sekarang Barata bermaksud melenyapkan rintangannya tanpa diketahui oleh Alina, dia akan mencari tahu sendiri asal muasal malapetaka yang menimpa Alina akibat Freya.


***


Sekarang ini Barata sedang ada di rumah sakit milik salah satu cabang group perusahaan keluarga ibunya.


"Heh, pantas saja tidak bisa diselidiki, nampaknya keluarga ku benar-benar menyembunyikan mereka dengan baik," seru Barata dengan wajahnya yang muram.

__ADS_1


Tidak salah lagi, rumah sakit ini adalah tempat dimana Freya berada bersama ibu kandungnya.


Skenario kematian yang sebenarnya tidak menguntungkan Freya, Barata ingin tahu sebenarnya apa yang telah terjadi. Imbalan apa yang lebih besar sampai Freya rela melakukan skenario kematian yang besar itu.


Tetapi mengingat jika ibunya pasti memiliki sangkut paut dengan semua ini, Barata tidak terlalu terkejut, ibunya adalah anak konglomerat yang terlalu pintar dan licik, tidak ada yang tahu sebabnya apa yang ada di dalam kepalanya.


***


Sesuai dugaan Chatrine Lorren, sekarang dia baru saja menerima pesan dari mata-matanya yang mengawasi di rumah sakit miliknya jika Barata telah sampai bersama para bawahannya.


Chatrine merasa sedari awal Freya memang bukanlah bagian dari rencananya, keberadaan Freya hanyalah sebuah kejutan yang menguntungkan Chatrine.


Disaat Freya merasa dia telah menjebak dan mengambil keuntungan dari ibu Barata, disitulah kesalahan terbesar Freya, dia tidak tahu jika yang sebenarnya bermain sebagai boneka bukanlah ibu Barata melainkan dirinya sendiri.


Chatrine tentu saja tidak lagi memberikan perlindungan pada Freya, dia ingin kejutan menguntungkan yang ada pada Freya akan membawa putranya pulang.


Barata akan melakukan segalanya sampai dia bisa melakukan apapun dengan kekuasaannya.


***


Di sebuah ruangan rahasia di rumah sakit,


Barata dengan bermodalkan gps ponsel Freya dari para bandit itu mengetahui ruangan rahasia itu, ada di tingkat atas rumah sakit.


Barata sudah mempersiapkan dirinya bertemu Freya, dia akan membereskannya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Tak!"


Barata langsung membuka pintu rumah sakit, tetapi Barata kebingungan, tidak ada Freya di sana, melainkan seorang wanita paruh baya yang sedang duduk, wajahnya pucat sekali dan terlihat sangat kurus.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Barata melangkah mendekat, memperhatikan dengan matanya yang tajam.


Dia menyilang kan tangannya dan berbicara dengan lantang.


"Dimana Freya!" serunya mengejutkan wanita paruh baya yang kelihatannya baru saja sadar.


"Tring!"


Sebelum Barata melanjutkan ucapannya dan sebelum wanita paruh baya itu menjawab, suara lift khusus kamar terdengar.


Di dalam kamar itu memang fasilitas nya begitu mewah, bahkan ada lift khusus nya.


"Ibu, aku ...."


Suara yang dikenal Barata terdengar begitu nyaring di telinga.


Suara yang saat lalu ia kira adalah suara gadis yang lugu dan polos.


"Brak!"

__ADS_1


Freya yang memang baru saja keluar membeli sesuatu menjatuhkan apa yang ada di tangannya, tubuhnya bergetar hebat dan ketakutan memenuhi kepalanya.


"Kenapa Barata bisa ada disini? apakah Nyonya Lorren mengkhianati aku?" gumam Freya terdiam terlalu sembari Barata menoleh kearahnya.


__ADS_2