Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Dia berbohong


__ADS_3

Arkana terdiam sejenak, dia tidak tahu jika akan menjadi sangat sulit hanya untuk membawa putrinya pulang.


Tetapi Arkana segera mendapat ide.


“Alina, jadi kau tidak akan pulang bersama Ayah? Baiklah, kau tidak usah pulang, Ayah akan tinggal disini sampai kau mau pulang!”


Arkana yang tidak percaya dengan ucapan putrinya mengenai Barata, tidak mau kalah, dia akan tinggal di mansion Barata dan melihat celah agar ia bisa merebut putrinya kembali.


“Berikan ruangan kepada ayah Alina,” bisik Barata pada Pak roy yang dekat darinya itu.


Pak Roy segera menunduk dan mematuhi perintah tuannya.


Dengan sangat hati hati ia datang kepada Arkana dan Alina yang masih berdebat.


“Tuan, saya akan tunjukkan ruangan anda,” seru Pak Roy pada Arkana yang masih kelihatan marah.


Arkana sama sekali tidak mau berbicara dengan Barata, karena jika dia berbicara dengannya maka mungkin Arkana tidak akan bisa menahan emosinya.


Setelah itu diputuskanlah jika Arkana akan tetap tinggal sampai putrinya ikut dengannya pulang bersama, seorang ayah tidak akan tega meninggalkan putrinya sendirian di tempat predator buas, Arkana tidak akan percaya jika Barata sungguh sungguh mencintai putrinya.


Barata yang sedari tadi terdiam dan tidak mau mencampuri konflik ayah dan anak itu sekarang datang mendekat kearah Alina.


Barata menyentuh bahu istrinya, “Sayang,” serunya lembut sekali.

__ADS_1


Tetapi Alina hanya diam saja, Barata melangkah kehadapan istrinya dan menghadapkan wajah Alina dengan menggenggam dagunya.


Saat itulah Barata melihat betapa pilu tangisan Alina, air matanya tidak mau berhenti sedari tadi.


“Kenapa kau berbohong kepadaku? Apakah karena aku bodoh?”


“Apakah karena aku lemah?”


“Apakah benar kata ayahku jika kau ingin memiliki aku demi kepuasan mu?”


“Jika ayahku tidak datang hari ini, sampai kapan kau berencana mengurung dia? Kau sudah tahu kan jika aku tidak membunuhnya dan jika dia lah yang menargetkan aku dengan kejahatannya, sampai kapan kau berencana membodohi aku!” teriak Alina pelan sekali, dia tidak ingin ayahnya mendengar perdebatan mereka ini.


“Sampai selamanya, aku tidak peduli jika aku menanggung dosa ini di pundakku sendiri selamanya, dia telah membuatmu menderita dan menyiksamu, dia harus menebus kesalahannya,” dengan tegas dan jujur Barata menjawab pertanyaan istrinya ini.


Tetapi sebelum Alina melangkah terlalu jauh, "Jangan ganggu aku malam ini, kau tidur saja di ruang kerjamu!" ketus Alina masih terlihat sangat marah.


Alina butuh waktu sendiri, memproses kebohongan yang dilakukan suaminya.


Barata yang terdiam mendengar kata-kata itu entah kenapa tertampar dengan ucapan istrinya.


Juga entah kenapa ada rasa bangga di hatinya, "Kapan lagi aku bisa melihat wajah marah nya, dia juga semakin berani, didikan ku memang sangat hebat!" gumam Barata masih sempat-sempatnya memuji dirinya sendiri


Sedangkan para pelayan yang masih tertinggal dan menunduk disitu sedang syok, mata mereka berkedip-kedip mengetahui jika ada orang yang berani membentak tuan mereka dan tuan mereka ini bahkan tidak marah seperti biasanya.

__ADS_1


***


Barata ditinggalkan di ruang tamu sendiri, apalagi kata Alina malam ini Barata akan tidur di ruang kerjanya, Alina sungguh kelihatan marah sekali, tidak pernah Baraya melihat Alina semarah itu.


Sedangkan Alina, kembali ke kamar pribadi Barata, melempar dirinya ke kasur dan mengambil bantal dan memukuli nya dengan sangat kuat.


Entah apa salah si bantal tetapi Alina tidak bisa meluapkan emosinya hanya bantal lah satu satunya sasaran empuk.


"Pembohong! bajingan! arogan!" kata-kata itu dia ucapkan dengan menekan dan penuh luapan emosi.


"Tok ... Tok ... Tok!"


Saat Alina sedang bertengkar dengan bantal bantal di kasur, terdengar ketukan di pintu, Alina hanya diam saja, dia tidak akan memaafkan Barata dengan mudahnya.


"Sayang, setelah aku pikir lagi aku tidak bisa tidur di ruang kerjaku! kau tahu kan jika kau tidak ada di sampingku aku tidak akan bisa tidur, tidak apa kau melanjutkan marah mu tetapi biarkan aku tidur bersamamu ya,"


Suara lembut dan hati-hati itu terdengar oleh Alina.


Kelihatan sekali jika Barata sungguh tidak pandai mengambil hati wanita, ya bagaimanapun selama ini wanita lah yang mengejarnya jadi ini adalah pengalaman pertama baginya.


***


Jangan lupa like dan komen yaa makasih banyak

__ADS_1


__ADS_2