Pengelana Cinta

Pengelana Cinta
BAB 10 : Sang Pemaksa


__ADS_3

berbagai cara telah Arti lakukan untuk bisa membujuk Zahira agar mau pulang bersamanya, karena jengkel akhirnya Zahira mau juga meskipun terpaksa dan Arti juga terkesan memaksa sebab ia juga tidak ragu untuk mengatakan ancaman pada Zahira muridnya.


" Maksih Pak sudah antar saya sampai kos " Ujar Zahira berterimakasih pada Aryo


" Ya sama-sama, ini saya gak di tawarin masuk dulu atau kamu mau usir saya untuk segera pulang Zahira " Balas Aryo sebab ia ingin mengajak Zabora lagi untuk ke kafe dan rencananya Dia mau makan siang di kafe karena hari ini ada teman-teman kampusnya yang mau reunian di kafe


" Astaghfirullah Pak kok bilang gitu banget, aduh Pak jangan seperti itu lah bukannya orang tua Bapak cariin gimana Pak, kalo Bapak Aryo gak pulang ke rumah " Ucap Zahira merasa tersinggung tapi tak sampai hati


" Itu aku udah bilang sama Ibu kali hari ini ada reuni teman kampus di kafe sekalinya aja ku antar kamu kan sama tujuannya ke kafe " Ujar Aryo pada Zahira


" Ishh maksa banget sih itu orang maunya sih langsung ku usir aja dia pulang tapi dia guru masak diusir dosa tahu, yaudahlah daripada nanti dia gak pergi pergi turutin aja dulu apa salahnya kan bentuk kesopanan dan kemanusiaan ini mah haah " Batin Zahira kesal dan dongkol sebab guru nya yang baru saja menga tarkan nya pulang adalah seorang yang pemaksa rupanya


" Baiklah kalo gitu mau langsung masuk Pak Guru saya mau ganti dulu sama sholat ini sudah adzan Bapak mau langsung sholat itu ada masjid di sana bisa langsung ke masjid " Ujar Zahira dengan senyuman nya walau hati merasa kesal sekali


" Baiklah aku ke masjid aja dulu sampai nanti " Ujar Aryo


Selanjutnya Zahira bernafas lega karena Aryo ke masjid untuk sholat ya mereka pulang lebih awal sebelum adzan dan sampai di rumah pas adzan dzuhur , setelah masuk ke dalam kos Zahira langsung mandi dan berganti pakaian kerja juga makan siang lebih dulu untung nya nasi goreng sisa pagi tadi masih ada tinggal menghangatkan saja dan di makan.


Lima menit kemudian Zahira selesia makan dan Zahira pun biru biru keluar dari kos ternyata Aryo sudah menunggu nya di luar baru saja selesai dari masjid


" Sudah selesai Dek, ayo berangkat aku antar gak usah malu diluar sekolah ini " Ujar Aryo kembali pada Zahira


" Pak Aryo itu guru lo di sekolah tapi kok bisa gini sih sama Zahira " Balas Zahira bergumam sendiri namun masih terdengar oleh Aryo


" Bisi gini gimana maksudnya Za, maksa ya, banyak omong bikin kesel cerewet atau apa " Terang Aryo dia tidak kesal hanya saya Aryo suka membuat Zahira menjadi kesal menurutnya Zahira itu orangnya sangat tertutup jadi Aryo sangat sangat penasaran akan diri Zahira


" Semuanya, ehhh Maaf Pak saya tidak maksud buat Bapak marah " Ungkap Zahira pada Aryo


" Hahaha lucu kamu ya, sudah sudah ayo berangkat nanti telat kamunya , ohh iya pulang kafe sore kan bisa ku antar balik sementara sepedah kamu belum selesai di benerin kan " Ucap Aryo pada Zahira


" MasyaAllah Pak Aryo udah kayak suami saya aja sukanya ngatur gak mau di bantah Kalo gak kena semprot dah padahal Bapak Aryo itu guru saya, ini saya kenapa jadi ketularan sama kayak Bapak ya " Jengkel Zahira tidak sadar berbicara terus terang saat di perjalanan, tak lama mereka berangkat ke kafe dengaan motor Aryo yang membonceng Zahira dan Aryo hanya tersenyum saja sebab Zahira lebih santai padanya sekarang setelah kejadian kemarin itu.

__ADS_1


Sampai di kafe Zahira langsung menuju tempatnya berada yaitu dapur dan segera mengganti pakaian kokinya lalu memakai apron seperti biasanya.


Zahira sebenarnya sudah di beri tahun oleh Bela bahwa dirinya mendapatkan hari libur saat sakit dan bisa bkerja saat sudah benar benar sembuh namjanya Zahira sudah sembuh dan jauh lebih baik karena Zahira hanya kecapean saja kemarin itu.


Tidak lama pesan datang sikit berganti Zahira nampak semua Gat seperi biasa nya walau dia sebenarnya masih sedih sebab dia sudah tak memiliki teman lagi dan sekarang temannya adanya Bela di kafe meski begitu tidak menghilangkan ke profesionalnya pada saat bekerja.


Zahira dan Bela juga teman lainnya memasak berbagi macam menu makanan dan minuman juga di sana namun fin tengah itu ada datunkrang yang sudah resefadi di kafe jadi saat pelatih ggan sepi kafe di tutup dan hanya berisikan orang yang mereserfasi kafe tersebut dan tak lain adalah Aryo karena acara reuni teman teman kampus nya di tersebut.


" Semuanya Dengar kafe sudah di pesan untuk acara reuni dan mereka ingin bergairah kudapan dan berbagai makanan yang sederhana namun enak juga minumannya, lalu untuk kue nya mereka meminta salah satu koki yang memasaknya saja yang lain bebas " Ujar Shef Malik pada mereka semua


" Zahira kamu yang buat kue atau makanan menutup nya dan lainnya ya lalu yang lainnya bisa memasak makanan andalan kalian juga minuman andalan kalian " Perintah Shef Malik


" Baik Shef " Jawab mereka serentak tidak lama mereka sibuk dengan pekerjaan mereka


Bela sibuk membuat makanan yang menurutnya enak atau makana yang bisa dia buat, yang lainnya juga begitu baik makanan atau minumannya.


Sedangkan Zahira membuat berbagai menurutnya makanan penutup atau pencuci mulut, Zahira masih bingung mau buat apa namun saat dalam keadaan buntu itu saat dia melihat susu dia terliitkan mau buat apa dan resep resep serta menu-menu makanan langsung muncul dalam otak kecil Zahira.


" Susu, nah iya buat puding susu, bola bola susu, buat brownis, buat bolu sama desert lainnya yaitu salad buah " Gumam Zahira senang laku Zahira mengambil bagian bahan yang di perlukan


Dua jam berlalu semua koki telah selesai membuat makanan dan minumannya dan sudah di antar ke pelanggan untuk acara, lalu tidak lama kemudian Zahira selesai membuat semua menu penutup dan juga di antar ke sana, setelah selsai membuat dan di antar para pelayan dan lainnya istirahat di dapur sejati ada yang makan dengan sisa masakan mereka ada yang mencicil sisa menu makanan penutup dan juga ada yang ngobrol santai sampai waktu pulang tiba dan pelanggan pulang kafe tentu nya.


" Za puding kamu enak banget rasanya mantab kerasa itu buah anggur sama susu nya juga melon nya " Puji teman laki-laki yang bernama Adam


" Alah itu mah biasa aja kamu juga bisa kan buatnya Dam " Balas Zahira


" Bisa tapi gak seenak kamu yang buat, gimana masakan aku enak gak "


" Enak mantab udah pasti lah lumayan "


" Ishh kamu itu ya pelit pujian banget tahu gak " ujar Sahila dia sama seperti Bela yang merupakan asisten koki

__ADS_1


" Ya nanti jalo berlebihan bisa besar kepala mau tanggung jawab kalo dia jadi suka di puji padahal gak enak tuh makannya , ya kalo enak itu gak papa kalo gak masak kita mau bohong kan gak mungkin banget Sahila " Terang Zahira pada Sahila


" Ehh hehehe iya juga ya, tapi emang bener sih itu masakan kamu emang enak banget rasane aku jadi mau lagi "


" Ya silahkan di makan ambil lagi masih banyak sisanya ini " Ungkap Zahira pada teman temannya


" Ohh iya Zahira karena kamu masakannya sudah enak dan saya tidak bisa berkomentar lagi, dua hari lagi saya keluar dari kafe karena mau pindah kerja di perusahaan saya jadi mulai sekarang kamu akan menjadi Shef yang menggantikan saya " Ungkap Shef Malik tiba tiba


" Lohhh Shef kenapa saya, masih banyak senior yang lebih berhak dari saya Shef dan lagi saya kan masih sekolah mana bisa kerja full time saya aja masih kerja paruh waktu " Terang Zahira berusaha menolak apa yang di katakan oleh Shef Malik


" Ini kesempatan kamu, dan ya saya punya informasi tentang lomba memasak, sekolah kamu pasti mengadakannya dan juaranya akan dapat beasiswa di Universitas ternama gak mau " Jelas Shef Malik, ya meskipun Shef Malik terlihat dingin dan cuek serta tegas namun kadang kala disaat saat tertentu atau sedang santai Shef Malik juga bisa menjadi orang yang humbel dan bersahabat seperti ini kepada seluruh bawahannya


" kalo bisa dapat beasiswa aku mah gak nolak terima aja Zahira kesempatan emas " Bujuk Bela


" Iya Za kita semua setuju ya kan teman teman siapa nih yang gak setuju sama pendapat Shef Malik " Sabila pun ikut ikutan juga


" Kalo aku sih gak masalah toh Zahira sendiri sudah ahli buat berbagai macam masakan dan minuman apalagi rasanya ini makanan penutup nya juga gak di ragukan lagi udah pantas kali jadi Shef " Ucap Adam


" Sama aku juga setuju banget, walaupun kita udah lama kerja tapi kita masih banyak kurang nya dan kurasa Zahira cocok untuk posisi itu karena Zahira jiga bisa tegas saat ada yang salah atau tidak benar " Sambung Fahmi yang juga teman selama koki


" Bener banget udah Za Terima aja itu kesempatan buat mu kita setuju dan seneng banget kalo kamu bisa nerima tawaran itu " Ujar Tia


" Kalian.... Yahh gak bisa berkata kata aku jadinya, oky deh Shef saya terima tapi buat jadwal kafe nya sama sekolah saya bagaimana kan belum bisa kerja full time Shef " Ucap Zahira yang menerima tawaran tersebut


" Bisa di kondisikan , sementara kamu sekolah biar senior yang menggantikan kamu jadi posisi Shef kosong saat lagi dan masakannya akan di cicipi oleh semua orang biar tahu rasanya kalo belum pasti bisa di ulang dan Bela atau sabila, serta Tia bisa mengawasi mereka jika ada yang berbuat curang saat siang kamu kerja baru bisa menjalankan pekerjaan kamu sebagai Shef " Jelas Shef Malik pada Zahira


" Ohh ya Shef mau tanya, apakah seorang Shef sama kayak Shef Malik hanya menyuruh dan menyuruh mencicipi rasanya enak atu tudak, saat rasanya tidak sesuai, atau menyuruh bereksperimen sendiri seperti waktu saya masak dan bisa seperti sekarang Shef " Tanya Zahira tanpa ragu pada Shef Malik


" Tidak juga kamu bisa menjadi Shef yang kamu inginkan dengan cara kamu sendiri tidak perlu mengikuti cara saya atau orang lain "


" Paham Shef terimaksih " Balas Zahira senang.

__ADS_1


Perasaannya lebih senang ketimbang dia di angkat jadi anak dan dia lebih senang sast menjabat dadi Shef dan juga senang karena menanti lomba masak dan dapat beasiswa untuk kuliah nanti.


Tidak kerasa ternyata sudah waktunya pulang dan hari juga sudah sore sekali, acara reuni bubar dan Zahira pulang di antar Aryo lagi sampai di kos dan ternyata sudah sampai saja dan mereka sudah ada di depan kosnya.


__ADS_2