
Sudah satu nunggu ini Zahira masih berbisnis mengantarkan makanan dan pesanan buat Gurunya itu yang tidak lain adalah Aryo dan sudah satu minggu dia menjabat atau berprofesi sebagai Shef, dan dapur kafe nampak lebih berwarna dan hidup yang biasanya hening dan tegang kali ini bisa santai namun serius.
Hari ini ada pegawai baru yang menjabat sebagai koki, bukan lebih tepatnya asisten karena kekurangan orang di dapur, sebab Zahira menjadi Shef dan menjadi koki.
Dia bernama septian seorang laki-laki yang juga masih duduk di bangku SMA sma seperti Bela dan, Sahila.
Septian dia kekurangan finansial ekonomi dan orang tua nya bekerja serabutan untuk membantu orang tuanya Septian bekerja di kafe tersebut, dan hari ini hari pertama dia bekerja di kafe sebagai asisten koki buat Bela.
" Apakah ada anak baru Bel kok tambah satu orang lagi? " Tanya Zahira dia sudah datang setelah pulang sekolah tadi dan dengan cepat pergi ke kafe setelah menjalankan kewajibannya dan mandi tentu saja .
" Ohh, iya asisten koki " Balas Bela
" Perkenalan dong siapa namnya anak baru kan " Ujar Zahira pada Septian
" Ohh iya nama saya Septian baru bekerja di sini mohon bantuannya semuanya " Jawab Septian memperkenalkan dirinya pada mereka
" Selamat datang Septian masih sekolah " Balas Sahila
" Masih kak " Ujar Septian
" Panggil nama aja aku Sahila "
" Masih SMA kamu Sep "
" Iya masih SMA kelas 2 ini "
" Sama dong kayak kita kenalin nama ku Damar koki mu, itu namnya Bela " Ujar Damar
" Iya kak "
" Ya kenalin juga aku Tia "
" Veronika "
" Bagas "
" Dan aku adalah Zahira selamt bergabung di dapur kafe ini kalao ada yang gak tahu atau gak faham bisa tanya ke Bela atau Damar dan yang lainnya ya jangan sungkan ya dan di dapur ini tidak ada kata maaf kalo salah ya salah kalo gak bisa bilang kalo bisa itu lebih baik ya, bilang aja kali ya nanti di ajarin sama sama " Ucap Zahira dengan nada tegas
" Oky kak saya paham " Jawab Septian
" Hmm ada pesanan nih, Tia buatin jus jambu ya, dan Vero buatin gule kambing, Sahila buat ayam geprek dan Bela, buat kue Sus ya " Perintah Zahira kada mereka
__ADS_1
" Porsinya Za masak satu satu semua
" Ya satu semua karena di meja yang berbeda beda mereka datang bersamaan " Ujar Zahira
" Ohh ya Septian buat kamu bantuin Bela perhatikan baik baik cara pembuatannya dan bahan apa saja yang di perlukan kalo perlu kamu catat di buku tidak masalah " Terang Zahira
" Oky Shef " Jawab Septian
" Shef saya memang Shef tapi jangan panggil saya Shef, cukup kamu panggil nama atau senyaman kamu saja saya juga masih belajar " Tegas Zahira dia tidak terlalu suka jika ada yang memanggilnya Shef dua lebih nyaman saat di panggil dengan namanya saja
" Ahh iya kak baik "
" Damar, kamu buat apa itu belum ada perintah dari saya loh " Ucap Zahira yang membuat Damar kaget
" MasyaAllah Za ngagetin aja, ya daripada nganggur aku buat nasi goreng spesial nasi goreng mawut, kenapa mau kah, tenang bisa di makan saat istirahat nanti kalo pengunjung sepi " Jawab Damar
" Boleh juga, coba rasanya " Ucap Zahira lalu mencicipi rasa nasi goreng yang di buat Damar
" Enak tapi gosong, lumayan udah enak juga tinggal atur api nya besar kecilnya dan suhu panasnya lama memasak nya agar gak gosong ya udah oky penampilan sip lah " Terang Zahira
" Hmmm sudah sana pergi lihat yang lain " Ungkap Damar, dia merasakan sedikit jengkel karena Zahira kalo berkomentar tuh pasti nyebelin banget gak bisa bohong sama sekali tetapi enak nya pasti di beri tahu solusinya atau di terangkan kesalahannya di mana.
" Bagus Tia udah sip udah oky lolos " Ujar Zahira lalu pelayanan datang dan mengambil pesanan nya
" Ya, cuman dikit kan ya udah kasih aja tuh nanti kukasih setengah ke banyaknya lagi " Jawab Veronika
" Hehehe setengah kurangin dikit " Balas Zahira
" Gimana udah enak baru ku tambahin tadi "
" Sip udah enak lolos Mbak Vero "
" Jangan panggil Mbak dong berasa tua tahu gak sih Ra "
" Iya Vero " Balas Zahira
" Sep kamu bisa aduk ini jangan terlalu cepat aduk nya " Ujar Bela menyuruh Septian mengaduk isian yang akan di pakai untuk membuat Sus nya
" Septian atur api entar gosong, Bela bantuin mengaduk adonan ya dia masih baru kamu kira kita ya kalo tekstur nya udah cukup sudahi jangan sampai bantat gak enak " Tegur Zahira pada keduanya
" Iya Zahira " Jawab Bela
__ADS_1
" Septian itu udah belum bantuin saya ini cetak adonan sus nya " Ujar Bela
" Kak dlsaya gak tahu ini udah belum baru pertama masak jadi gak tahu " Jujur Septian
" Kenapa Bel kok kesel gitu "
" Ini Za ini ribet tahu " Keluh Bela namun tetap mengerjakan nya
" Hmm udah bagus sih rasanya lumayan ini " Ungkap Zahira yang mencicipi sus nya agar tahu rasanya bagaimana
" Septian kamu bisa tidak masaknya kalo gak bisa bilang Sep itu udah mau gosong matikan kompornya " Tegas Zahira
" I iya kak maaf " Ucap Septian lalu dengan cepat mematikan komopornya
" Pesanan lagi, Damar perbaiki nasi goreng mawut mu itu udah gosong agak pahit hangatin tambahin pedesnya dan buat untuk 3 porsi bisa di atur kan " Ucap Zahira
" Bisa Za aku masak sekarang " Ucap Damar
" Sahila buatkan wedang jahe ya 2 sama es jeruk peras satu lalu buat pisang goreng dan crocet kentang keju ya masing masing 1 porsi "
" Oky Ra "
" Mas Bagas bantuin Vero ya buat kepiting asam manis sama gurame pedas manis nya masing masing 1 porsi "
" Siap Za "
" Ini udah selsai " Tanya Zahira
" Udah Za ini semoga lolos "
" Ya udah oky lolos lah, tuh langsung di ambil sama pelayannya "
" Septian kamu bisa bantu bantu yang lain dan cermati baik baik perhatikan cara mereka membuat nya " Ujar Zahira
Dapur nampak riweh dengan pekerjaan mereka yang sedang kebanjiran pengunjung yang memesan berbagai menu makanan, dan akhirnya jam pulang kerja tiba hari ini kurang lebih awal tepatnya pukul 4 sore karena biasa kafe biasanya tutup sekitar jam 5 sebab banyak pengunjung namun hari ini hm 4 pengunjung sudah sepi dan akhirnya kafe tutup lebih awal.
Dapur di bersihkan dan di bereskan kembali peralatan nya setelah itu semua pelayan dan koki serta Shef dapur pulang bekerja, begitu pun dengan Zahira yang pulang dari kafe, menuju panti ya dirinya ke panti untuk bertemu dengan Ibu panti dan adik adiknya sudah sangat lama ia tidak berkunjung ke sana karena sibuk belajar untuk ujian dan persiapan lomba memasak yang di adakan di sekolah dan penerimaan beasiswa universitas melalui lomba tersebut.
Rasa kangen dan rindu terobati dengan sendirinya saat Zahira bertemu dengan Ibu Retno panti nya dan semua adik adiknya di sana.
Acara temu kangen itu Zahira juga menceritakn masalahnya dengan Bu Retno karena Bu Retno tidak tahu apalagi dana yang di berikan orang tua angkat Zahira telah di ambil lagi hanya saja tidak tahu alasan nya dan baru tahu saat Zahira menceritakan semuanya dan Bu panyinitu nampak prihatin pada Zahira.
__ADS_1
Dan mungkin ini sudah waktunya Ia memberitahu kan pada Zahira asal usul nya karena umur Zahura yang sudah 18 tahun dan sudah mau masuk kuliah juga.