
Sampai terdengar suara adzan subuh berkumandang Zahira baru selesai olah raga dan latihan, dia dengan cepat meminum minumannya yang tinggal sedikit dan menghabiskannya setelah itu biasa masuk ke dalam rumah karena ia berlatih di halaman rumah, sebab halaman rumah itu cukup luas.
Kemudiannya Zahira mandi pagi dan menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim setelah selesai barulah Zahira berganti pakaian dengan seragam sekolahnya lalu turun ke bawah dan belum ada yang bangun ternyata.
" Belum ada yang bangun kah udahlah mending aku masak aja dulu " Batin Zahira di dapur masih ada susa telur satu butir
" Cuman ada telur masak apa ya, nah iya masak telur mata dewa aja deh " Gumam Zahira ia mencari cetakan telur ternyata tidak ada
" Lhah gak ada gak punya mungkin dadar aja lah terus di iris kayak yang ada di nasib kuning " Pikir Zahira kembali, setelah itu Zahira pun mulai dengan kegiatan memasaknya, masak nasi dan telur
Tidak lama Ibu Anggi turun ke bawah untuk pergi ke pasar membeli bahan makanan karena harga lebih murah di pasar dan bisa dapat banyak juga jika di pasar tidak ada baru beli di supermarket nanti agak siangan karena bila pagi toko belum buka.
" Lhoh Zahira kamu udah bangun, udah dari tadi kamu bangunnya nak ? " Tanya Bu Anggi pada Zahira
" Sudah Bu, iya dari tadi Ibu mau kemana bawa tas besar " Balas Zahira
" Mau kepasar, kamu lagi apa di dapur jam segini yang lain masih pada tidur "
" Masak Bu paling juga sebentar lagi mereka bangun pasti lapar "
" Masak apa kanu kan semuanya habis tinggal telur aja satu sama berasnya tinggal dikit paling hanya cukup buat sarapan ini rencananya mau beli di pasar Ibu " Jelas Bu Anggi
" Iya masih cukup kok buat sarapan ini masak telur sama nasi " Terang Zahira
" Ya sudah kalo begitu Ibu kepasar dulu nanti tolong kamu bangunin Deon ya kalo Ibu belum pulang dari pasar "
" Iya Bu nanti Zahira bangunin "
Setelah percakapan singkat tersebut Bu Anggi pergi kepasar dan Zahira yang sudah selesai menggoreng telurnya ya telur satu itu menjadi 2 karena Zahira menggoreng nya di bagi dua setelah itu Zahira mengiris nya serupa dengan mie karena panjang panjang tetapi di gulung dulu agar mudah.
Tidak lama Ayah turun mencari istrinya tetapi kedapatan Zahira yang lagi menata piring yang berisikan telur yang sudah masak di meja makan
__ADS_1
" Zahira kamu lihat Ibu ? " Tanya Ayah
" Ibu ke pasar Yah beli sayuran dan bahan masakan lainnya di pasar " Jawab Zahira
" Ooohh ya sudah Ayah ke depan dulu cari angin "
" Iya Yah " Balas Zahira, tidak lama nadi matang dan Zahira oun menyajikannya du meja makan.
Sudah pukul 6 rupanya subuh tadi pukul 4 Zahira masak pukul setengah lima dan sekarang sudah pukul 6 sarapan udah matang tinggal buat minumannya, Zahira membuat kopi untuk Ayah nya dan teh untuk yang lainnya.
Setelah jadi ia juga menyajikannya di meja makan, lalu ke atas untuk membangunkan kakaknya dan mengambil tadi sekolahnya sekian sepatunya.
" Tok.. Tok... Tok.. " Suara pintu di ketuk
" Mas Deon , bangun Mas udah pagi sarapan sekolah, Mas sekolah kan " Panggil Zahira laku mengetuk pintu lagi sebanyak tiga kali tetapi belum ada jawaban dan Zahira tidak berani masuk kamar karena tidak mw dapat jawaban atau izin dari pemilik kamar.
Ayah Yogi yang baru masuk lihat Zahira mengetuk pintu Deon dan memanggilnya untuk bangun namun tak kunjung dapat jawaban.
" Baik Yah, terimaksih " Jawab Zahira setelah itu Zahira ke kamarnya mengambil tas dan sepatunya kemudian sarapan di bawah setelah sarapan dan membersihkannya ia pun pamit pergi ke sekolah karena jarak sekolah dan rumahnya sekarang lumayan jauh dari saat dia ada di panti.
Zahira mengayuh sepedanya dengan lumayan cepat dan jam tujuh kurang 15 Zahira akhirnya sampai di sekolah.
Di kelas Zahira mulai mengantuk setelah duduk di kursinya Zahira menelungkupkan kepalanya dan tidur sebentar sebelum bell masuk berbunyi, meskipun sedikit bising atau berisik karena anak anak lain juga sudah berdatangan dan banyak yang mengobrol juga Zahira tetap bisa tidur meski terdengar suara ramai di pendengaran nya.
15 menit kemudian bell masuk berbunyi dan Amanda yang sampai pada saat bell bunyi Amanda datang dan membangunkan Zahira sebelum gitu yang mengajar datang ke kelas mereka.
10 menit setelah bell bunyi dan Zahira telah bangun guru yang mengajar pun datang mereka langsung di hadapkan dengan pelajaran matematika pagi ini.
Zahira juga sangat pandai termasuk di bidang akademik dan lainnya, Zahira pernah juga saat lomba cerdas cermat dan mw dapatkan medali, Zahira juga dapat piala saat mengikuti lomba baca puisi juga karya tulis motivasi
Dan terakhir Zahira mendapatkan medali di tambah piala saat menjuarai lomba silat antar sekolah menengah dan Piala tersebut juga di bawa ke rumah barunya sekarang.
__ADS_1
Pelajaran pertama dan kedua berakhir dan mereka istirahat di kantin Zahira dan Amanda mempan makanan berbeda Jika Amanda memesan mie ayam dan es teh Zahira memesan nasi liwet dan teh anget sama sama teh nya tetapi yang satu ada es nyanyang satu hangat mwreka juga memesan jajan seperti siomay dan batagor.
" Za kamu ngantuk, gak biasanya nya kamu ngantuk dan tidur di kelas kalo gak kecapean "
" Hmm ya aku ngantuk banget, kemarin pesenan banyak jadi masak terus gak ada istirahat ada tapi cuman sebantar cukup buat makan dan minum doang saat Adzan Ashar karena pengunjung sepi dan gak ada perintah dari Shef Malik pada saat itu, malemnya habis dari kafe langsung masak karena gak ada makanan habis makan belajar sampek ketiduran bangun kayak biasa sampek pagi " Jelas Zahira sembari memakan siomay nya karena makannya udah habis
" Ya sekali kali lah kamu minta libur sama bos mu di kafe buat istirahat Za biar tidak sakit kamu kalo sakit kan ribet minum obat gak bisa kemana mana, pelajaran ketinggalan gak dapat gaji kamu nanti, kalo gak kerja iya kan "
" Iya tapi hari ini gajian, besok deh minta libur sehari buat istirahat kalo bisa kalo gak ada acara di kafe kalo ada ya sudah deh gak tahu lihat aja dulu Man "
" Bener juga, ohh ya katanya guru baru itu masih muda dan jomblo lo banyak tuh ciwi ciwi pada deketin si guru baru Pak Aryo "
" Ya iya kan secara Dia ganteng, Baik dan idaman para kaum hawa masak iya gak jadi rebutan tapi gak tahu benar gak sih kalo dia itu masih sendiri kirain udah nikah punya anak "
" Ya mana ku tahu tanya aja sama orang nya "
" Amanda mana berani atuh kan kemarin baru nabrak orangnya aku gak enak aja main tanya tanya gak sopan tahu "
" Hehehe siapa tahu kamu berani tanya langsung ke Pak Aryo nya Zahira "
" Iya deh iya sesuka you aja "
" Ohh ya udah habis tinggal bayar kita ke kelas yuk mau masuk juga kan " Ajak Zahira pada Amanda
" Ayok biar aku aja yang bayar tadi udah ku bilang aku yang teraktir "
" makasih banget loh Amanda aku duluan ku tunggu di kelas kita lanjut lagi " Teriak Zahira tetapi tidak terlalu kencang
Dan di berikan jempol oleh Amanda, sesampainya di kelas Zahira menyiapkan buku pelajaran selanjutnya, sambil menunggu Amanda datang Zahira pun mendengarkan musik dengan ponsel nya dengan earphone, Zahira dapat ponsel itu baru saat ia masuk SMA setelah lama menabung dan uangnya cukup untuk membuat ponsel yang biasa tidak layar sentuh dan merk nya jarang sekali yaitu evercoss untungnya ada yang buat earphone nya untuk mendengarkan musik .
Jadi Zahira belum punya media sosial dan belum bisa chat WA karena masih SMS atau telepon saja jika internet bisa hanya saja menghabiskan pulsanya jadi saat ada tugas kelompok mencari di google atau internet Zahira selalu ke warnet atau kalo bisa gabung sama orang yang punya ponsel atau laptop agar mudah.
__ADS_1