
Setelah sampai di meja pelanggan Zahira sempat terkejut sebentar karena ada Gurunya dan keluarganya di sana ternyata merekalah yang memanggilnya.
" Selamat sore apa kalian yang mamanggil saya Tuan " Sapa halus Zahira dan sopan pada mereka
" Lhoh Zahira kamu kerja di sini ? " Tanya Aryo saat ia tahu yang datang adalah Zahira
" Iya Pak, maaf Pak ada yang ingin di bicarakan " Jawab Zahira setenang mungkin karena kini kepalanya terasa berat dan juga pusingnya bertambah dan matanya sedikit berkunang kunang ia hampir saja tumbang namun ia memaksanya untuk tetap bertahan selama yang ia bisa.
" Jadi kamu koki yang masak " Sambung Ibu dari Aryo
" Iya " Jawab singkat Zahira
" Yah jadi dia yang tadi Ayah panggil " Bisik adik dari Aryo
" Ohh masakan kamu enak juga pas di lidah kami kamu belajar di mana bisa masak seenak ini " Ucap Ayah dari Aryo
" I itu.... " Belum sampai dia melanjutkan ucapannya Zahira sudah limbung karena ia sudah tak kuat lagi dan untungnya di tangkap oleh Aryo
" Astaghfirullah Bang pingsan Dia bawa ke rumah sakit Bang cepet " Ujar Ibunya
" Iya iya Bu ya udah lah Aryo bawa ke rumah sakit kalian ikut atau masih mau di sini "
" Ikut Bang, Ayah tolong kasih tahu menejer dan Shef nya kan kafe nya punya Ayah " Ujar istrinya itu
" Iya Bu sudah kalian cepat ke rumah sakit nanti Ayah susul " Balas nya lalu Aryo, dan Ibunya serta adiknya segera berangkat ke rumah sakit terdekat dengan mobil milik Ayah nya sebab Aryo tadi memakai motor.
Sedangkan sang Ayah ia ke ruang menejer untuk memberitahukan apa yang terjadi dan Shef Malik pun mengizinkannya tak lupa barang yang di bawa Zahira juga di berikan karena Shef Malik sudah mengizinkan Zahira libur selama sakit dan menejer kafe juga sudah setuju dengan itu.
Di rumah sakit setelah Zahira mendapatkan perawatan dan di infus ia pun mulai sadar di sana ada gurunya namun tidak nampak ada orang lain lagi.
" Aduhh kepalaku sakitnya Allah Ya Rabb " Gumam Zahira pelan
" Udah sadar minun dulu ini " Ujar Aryo pada Zahira
__ADS_1
" Ehh Pak Aryo, ma makasih Pak " Balas Zahira
" Hmmm, kamu sakit, kalo sakit mending gak usah masuk kerja daripada pingsan " Tegur Aryo namun nada suaranya tidak tegas hanya samar samar terdapat rasa khawatir karena Zahira pingsan tadi di depannya
" MasyaAllah, Pak maaf jadi malu maluin... Maaf tadi saya gak maksud " Balas Zahira menunduk malu dan takut tentu saja
" Gimana sih kamu itu Za malu maluin aja kamu itu apa lagi di depan guru dan seluruh keluarganya lagi " Monolog Zahira dalam hatinya
" Ohh ya kamu istrahat saja dulu di sini setelah infusnya habis bisa pergi saya tungguin di sini "
" Maaf Pak sekali lagi saya minta maaf, lalu orang tua Bapak dimana? " Jawab Zahira
" Mereka sudah pulang kamu kelamaan pingsan sekarang udah malem " Balas Aryo
" Astaghfirullah lama banget pingsan nya gak biasanya ishh memalukan " Gumam Zahira lagi tetapi dengan suara lirih dan pelan namun Aryo masih bisa mendengarnya sunguh tajam pendengaran guru satu itu
" Tidak, istirahatlah aku akan membelikan mu bubur tunggulah disini sebentar jangan kemana mana awas kalo sampai kemana mana akan ku hukum dirimu nanti! " Perintah Aryo
" Hmmm, saya pergi sebentar " Ujar nya lalu Aryo berjalan ke luar dari ruangan pasien tersebut dan membeli bubur dikantin rumah sakit.
" Allah kok malu-maluin banget sih bisa bisanya pingsan depan guru ada orang tuanya lagi kamu itu Za kenapa gak pingsan saat di dapur aja biar gak dilihat orang banyak " Gerutuan Zahira saat Aryo sudah pergi
" Ohh iya ucapan ku tadi belum selesai udah pingsan aja , nanti deh kalo Pak Aryo dateng akan aku jelaskan saja biar di kasih tahu ke orang tuanya " Lanjutnya bermolog dengan dirinya sendiri.
Tidak lamam Aryo datang dengan teh hangat dan bubur ayam di nampan lalu di berikan pada Zahira yang duduk termenung di ranjang pasien yang sudah di atur agar bisa senderan
" Makan, biar gak sakit " Titah Aryo
" Makasih Pak nanti uang nya saya ganti " Balas Zahira
" Tidak perlu di ganti kamu hanya perlu ganti dengan penjelasan resep masakan kamu saja itu sudah cukup " Terang Aryo
" Tapi.. "
__ADS_1
" Mau saya hukum kamu sekarang " Potong Aryo sebelum Zahira meneruskan ucapannya dan Zahira pun menggeleng lemah itu menimbulkan seulas senyum pada bibir Aryo
Setelah makan dan minum Zahira menjelaskan resepnya pada Aryo agar tidak kelupaan jika di tunda tunda
" Saya sudah selesai, saya akan menjelaskan ke Bapak tentang pesanan yang tadi Bapak pesan " Ujar Zahira
" Hmm oky lah " Jawab Aryo pada Zahira
" Iya Pak, jadi masakan yang saya buat itu asli resep saya tapi ada bimbingan dari shef yang di dapur jadi kalo ada kurangnya Zahira mohon maaf masih belajar butuh banyak pengalaman juga " Jelas Zahira pada Aryo
" Masakan kamu udah enak pas banget di lidah saya atau Ibu , adik sama Ayah saya maksud Ayah tadi panggil kamu dia mau pesen lagi di bawa pulang tapi dengan menu berbeda satu porsi " Balas Aryo setelah mendengar penjelasan dari Zahira
" Maaf Pak jadi gak bisa besok kalo ada waktu saya akan membuat kan makannya biar bisa di coba " Ucap maaf Zahira lagi pada Aryo
" Benarkah, baiklah saya akan beritahu Ayah dulu, dan ya mulai besok kamu harus bawa pesanan makan siang saya setiap hari itu hukuman buat kamu " Terang Aryo merasa seneng banget kayak dapat angin segar mendengar ucapan Zahira itu.
" Ehh Bapak gak bercanda kan itu " Ucap Zahira memastikan
" Gak ada bercandaan saya serius ada bayarannya kamu bisa terima gaji ya buat referensi tambahan kamu jualan makanan ke saya kan bisa "
" Ma makasih banyak Pak atas kebaikan Bapak saya benar benar berterima kasih "
" Ya, besok libur kan hari minggu ? " Tanya Aryo lagi tak biasanya dia banyak bicara dengan krang asing apalagi muridnya sendiri ini
" Iya Pak, libur " Balas Zahira dan Zahira teringat akan barang nya yang tertinggal di kafe namun sejurus ia melihat barangnya ada di dekatnya spertinya tadi mereka juga sempat membawa barangnya Zahira saat membawa Zahira ke rumah sakit akibat pingsan
Infus nya habis dan Zahira bisa pulang dari rumah sakit, Aryo tak menagih uang rumah sakit sebab dia tahu kehidupan Zahira dan Aryo mencari tahu saat pertama kali dia melihat Zahira dan tertarik padanya jadi tidak heran kalo Aryo bisa tahu semua hal tentang Zahira.
Dan yang tidak diketahui tentang Aryo adalah saat Zahira bekerja di kafe milik ayahnya mungkin saja ia terlewat di bagian pekerjaan Zahira.
Dan tentang barang Zahira sudah Aryo berikan ketika pulang, dan Aryo bersikeras mengantarkan Zahira hingga sampai di kos kosan Zahira, sebenarnya Zahira merasa malu dan sungkan pada gurunya itu, tetapi Aryo tetap memaksanya hingga mau tidak mau Zahira menurutinya.
Dan Zahira baru sadar jika hari ini gurunya itu banyak sekali berbicara dan bertanya padanya karena biasanya gurunya itu hanya bicara seperlunya saja, hanya akan bicara panjang lebar ketika menjelaskan pelajaran saja.
__ADS_1