Pengelana Cinta

Pengelana Cinta
BAB 08 : Di Jemput Bapak Guru


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasanya Zahira melakukan rutinitas paginya dengan olah raga dan latihan lalu setelah selesai dan menjalankan kewajibannya dia memasak sarapan dengan menu sederhana saja yaitu tempe goreng nasi dan kecap sama krupuk maklum Zahira suka makan itu karena sangat enak dan mantab sekali apa lagi di makan saat masih hangat beuhh kerasa banget rasanya mantab betul.


Baru saja selesai makan di depan sudah banyak orang yang ngumpul dan Zahira penasaran ehh gak tahunya ada gurunya di sana


" Lhah itu Pak Aryo ngapain pagi-pagi kemari belum ada jam 7 masih jam 6 lewat 15 dan sudah ada di depan kos, terus banyak orang-orang nya lagi " Gumam Zahira lalu berjalan melewati banyaknya orang dan berhenti tepat di depan motor Aryo, ya banyak karena karena ibu ibu yang dekat kos kosan nya sedang pada beli sayur dari tukang sayur yang lewat, ada juga penghuni kos yang lari pagi sedang joging atau sekedar jalan jalan pagi di area komplek dan kos tersebut sebab mereka adalah mahaswi atau anak SMA seperti Zahira.


" Pak Aryo jangan kira pagi-pagi sudah datang ke sini ngapain Pak, mau beli sayur kok jauh banget ini banyak ibu ibu yang deketin Pak Aryo gak risih Pak, saya lihat Bapak cukup risih dan tidak nyaman " Ujar Zahira ketika sudah ada disamping motor Aryo di sana


" Jemput kamu dek ayo kita kerumah aku, Ayah sudah tahu mulai sekarang kamu bisa terima job pesanan kalo di rumah ada acara, dan pagi ini mereka minta di masakin kamu seperti ucapan kamu kemaren itu " Jelas Aryo pada Zahira


" Bapak beneran bilang nya itu gak bohong kan " Balas Zahira lagi


" Mana ada bohong kamu mungkin yang bohong ayolah cepetan ini udah gak betah ini ibu ibu komplek pada ngumpul " Ujar Aryo dan menerbitkan senyuman Zahira akhirnya dengan sedikit tidak rela setelah menutup pintu kos nya Zahira ikut Gurunya ke rumahnya dengan di bonceng di motor nya.


Tak lama keduanya sampai di rumah milik Aryo dan rumahnya lebih besar dan luas dari rumah orang tuanya yang mengangkatnya anak dulu ternyata pak Aryo orang kaya juga.


" Besar banget itu rumahnya lebih besar dari rumah Ayah dan ibu nya Mas Deon" Ucap Zahira dalam hati, Zahira sengaja tidak memberitahukan pada Ibu panti agar tidak khawatir dengan nya dan di sana Ibu panti juga harus mengurus anak anak yang ada di panti .


" Ayo masuk kita sudah di tunggu sama Ayah dan Ibu " Ajak Aryo sama Zahira


" Iya Bapak Guru " Balas Zahira


" Panggil abang aja atau Mas jangan Bapak Guru ini bukan di sekolah " Ucap nya


" Iya Mas " Jawab Zahira lagi mengganti panggilannya pada Aryo menjadi Mas Aryo agar lebih sopan


" Bang udah datang , kok lama sekali kata Ayah jemput shef kokinya lama jadi mereka menunggu dan ada di ruang tengah nonton tv " Ujar Adiknya yang bernama Maria


" Iya maaf tapi kan ini juga Abang sama koki nya udah dateng Dek, kalo gitu kita ke sana aja, terus kamu ngapain di sini? " Tanya Ayi kembali ke adik nya


" Ya nunggu Abang lah emang mau ngapain lagi " Balas nya sambil tersenyum lebar


" Dasar bocil udah sana bilangin ke Ibu orangnya udah dateng dan di dapur suruh nunggu di meja makan aja " Ujar Aryo pada Maria


Ayah Aryo bernama Surya dan ibunya bernama Santi , Aryo kemari sama Zahira dan sekarang Aryo mengantar Zahira ke dapur nya agar bisa langsung memasak kan sarapan mereka, dan sudah tersedia semua bahan bahan nya di sana juga sangat lengkap sekali.


" MasyaAllah ini bahannya lengkap sekali emang kalian mau makan apa buat sarapan pagi ? " Tanya Zahira sopan dengan nada suara halus


" Terserah kamu ajalah mau buat sarapan apa Ohh kalo butuh bantuan bilang aja kita tunggu di meja makan ya " Jawab Aryo karena sebenarnya di rumah mereka tidak ada yang bisa masak jadi mereka selu menyuruh art nya untuk memasak sarapan, makan di bagi dan malam buat mereka, tetapi hari ini tidak datang karena mereka maunya di masakkan sama Zahira.

__ADS_1


" Ya sudah kalo gitu Mas Aryo duduk aja di sana saja bir saya yang masak " Ujar Zahira lugas dengan bahasanya


Lalu sekarang Zahira mulai memasak kembali dan menunya kali ini cukup sederhana yang gampang saja karena ini pertama kali dan memasak buat gurunya dan keluarganya lagi takutnya nanti mereka gak suka.


" Banyak banget ini masak apa ya yang mudah simpel gitu, hmmm " Gumam Zahira bingung dan seketika ia dapat ide mau buat masakan apa buat sarapan ini


" Ahaa buat tempe penyet aja, sayurnya asem sama cah kangkung lumayan kan toh itu juga ada jamurnya nya juga bisalah di gabungkan semoga mereka suka sama masakan aku " Senang Zahira ketika mendapat ide madakan apa yang akan di buat nya


" Yo itu murid mu kan yang kamu ceritain selama ini " Tanya Ayahnya


" Hemm dia murid ku, anaknya rajin, pinter gak banyak tingkah juga tutur bahasanya halus dan sopan gak bar bar kayak Maria "


" Hehh mana ada aku adek mu Bang " Sewot Maria


" Gitu aja sensi dek dek "


" Udah kalian itu lo mesti berantem mulu kalo berdua, sudahlah terus Abang suka sama siapa itu namnya? " Ujar sangat Ibu


" Zahira Bu namanya Zahira " Jawab Aryo


" Iya Zahira tapi apa kamu suka sama dia Aryo "


" Ya deketin tetus lah Ibu mu dulu ya gitu tak deketin terus sampek bisa " Candaan dari Ayah buat anak laki-laki nya


" Ishh Dia bukan kayak mereka mereka yang suka deket cowok Yah, salaman aja dia gak mau apa lagi di deketin macam Ayah deketin Ibu colek colek pasti marah itu Zahira nya "


" Itu tandanya adalah wanita idaman Yo dia bisa menjaga dirinya, dan gak mau bersentuhan dengan lawan jenis Kalo gak sangat terpaksa banget dan kepepet kalo mau kamu juga harus bisa jadi imam yang baik buat nya paham kamu " Jelas Ayah Surya pada Aryo


" Ya Aryo paham, Bu masakan nya harum ya " Ujar Aryo kembali


" Iya kamu bener kayak nya enak dari bau masakannya aja udah jelas itu enak banget rasanya "


Setengah jam berlalu akhirnya masakan Zahira matang juga dan Zahira juga membuat kopi serta teh hangat buat mereka karena kalo pagi pagi pasti enak yang hangat hangat .


Selanjunya Zahira menyajikan masakan nya di meja makan dan tatapan mereka nampak berbeibar tak sabar untuk mencicipi dan mencoba rasa masakan makanan dari Zahira.


" Silahkan di coba semoga suka " Ujar Zahira sopan pada mereka


" Duduklah kita makan sama sama " Ujar Maria pada Zahira

__ADS_1


" Ohh enggak usah tadi udah makan di kos " Balas Zahira menolak halus


" Ayolah Mbak pasti gak kenyang tadi masak Mbak yang masak kita yang habisin, oyo Mbak makan sama sama biar enak " Rengek Maria dan karena Zahira tak tega untuk menolaknya lagi akhirnya mereka makan bersama di sana.


" Belajar dari mana kamu nak bisa masak seenak ini? " Tanya Ibu dari Aryo


" Yang pertama di ajarin sama Ibu panti lalu saya senang masak, jadi kebiasaan dan suka bantu masak di sana, selanjutnya belajar dari bimbingan shef di kafe " Jelas Zahira oada Ibu Santi


" Wahh enak sekali ini Bu kalo ada acara di rumah gak usah pesen makana di kafe biar Zahira aja yang buat mau kan " Ucap Ayah Surya


" Ee i iya Pak" Jawab Zahira


" Mbak cantik, udah punya pacar Mbak? " Tanya Maria


" Gak punya kalo bisa langsung nikah aja gak baik pacaran dosa " Jawab Zahira kembali


" Istri idaman Bang beruntung orang yang bisa dapetin Mbak Zahira ini alias muridnya Abang Aryo " Bisik Maria pada Aryo


" Makan Cil Bocil jangan omong aja kesedak baru tahu kamu ya " Kesal Aryo pada adiknya itu


" Ehh dek Mbak boleh tanya gak sama kamu " Ujar Zahira kebetulan Zahira sudah selesai sebab ambilnya sedikit karena sebelum kesini dia sudah makan takut kekenyangan dan gak enak perutnya nanti kalo kenyang kenyang


" Boleh, emang Mbak mau tanya apa " Balas Maria


" Itu Abang mu kok bisa bicara banyak banget di sekolah dia itu terkenal dengan sikapnya yang dingin dan kadang ramah kadang enggak juga bicara seperlunya, cuman bicara banyak pas jelasin pelajaran aja di kelas " Tanya Zahira yang penasaran.


" Ya Mbak tanya aja sama orangnya kalo aku yang jawab nanti takut orangnya marah " Jelas Maria


" Ya gak gitu juga kali di awal Mbak nabrak Abang kamu terus kemarin pingsan masak sekarang mau tanya langsung ya sungkan kalo mau tanya malu "


" Healah Mbak ini di rumah bukan sekolah mau tanya aja ribet ya Mbak Zahira ini " Ungkap Maria , Zahira tidak marah dengan ucapan Marian dia hanya tersenyum kecil karena memang itu adanya


" Ya gimana lagi kan aku murid bukan siapa siapa, gak sopan tahu tanya tanya kayak gitu " Jelas Zahira lagi dan orang tua serta Aryo hanya menyimak pembicaraan Maria dengan Zahira saja tanpa mau ikut campur atau menegur dan melarangnya.


Akhirnya mereka selesai makan dan Zahira di bantu oleh asisten rumah tangga yang baru datang untuk bersih bersih rumah membersihkan piring piringnya dan gelas kotor nya.


Setelah selesai Zahira tidak berani mengatakan bahwa dirinya ingin pulang dan sekarang dirinya masih ada di rumah Aryo di ruang keluarga mereka berkumpul di sana dan Maria dudah mengadukan apa yang di bicarakan tadi bersama Zahira pada Abang nya itu.


Siang harinya karena sudah mau adzan dzuhur Aryo mengantarkan Zahira pulang ke kos kosannya lagi pada saat maria memberitahukannya padanya jika dari tadi Zahira nampak ingin pulang saat hari sudah menjelang siang.

__ADS_1


__ADS_2