
Besoknya seperti kata Aryo bahwa hukumannya adalah membawakan pesanan atau makanan untuk Aryo di sekolah dan menurut nya itu bukan hukuman tapi peluang untuknya berbisnis karena Aryo akan membayar nya dan membelii makanan tersebut.
" Pagi ini masak apa buat pesanan orderan pertama Bapak Guru itu ya, bahan nya belum beli lagi aku lupa kemaren " Gumam Zahira
" Samakan saja lah sama sarapan, mumpung masih pagi habis shubuh juga " Ucap Zahira dan Zahira menyamakan pesanan tersebut dengan sarapannya
Dia akan membuat nasi goreng telur de gan sayuran juga ada nuget tempe yang dia buat dadakan itu setelah matang dia sarapan dan menaruh pesanan makanan di kotak makan plastik yang ada dulu karena dia belum beli, rencanar nanti pulang dari sekolah dia beli nya sebelum berangkat ke kafe.
Sampai di sekolah dan di kelas Zahira dan Manda bercerita seperti biasanya dan Zahira juga menceritakan tentang Aryo nyang memesan makanan padanya akibt ketemu di kafe dan tidak menceritakan tentang dirinya yang pingsan dan kemarin ke rumah gurunya itu, hingga jam pelajaran pertama di mulai.
Jam istirahat datang dan sebelum Zahira ke kantin menyusul Amanda dia pergi ke ruangan kantor lebih dulu untuk memberikan pesanan Aryo.
" Tok.. Tok.. Tok.. " Suara pintu di ketuk dari luar
" Ya cari siapa kamu " Ujar guru yang melihat Zahira mengetuk luntubkantir meskipun luntubkantir di buka karena semua guru sedang istrahat juga dan gerah makanya kantor di obuka ealaunkadangbdi tutup juga.
" Maaf Bu saya cari Pak Aryo mau antar pesanan makanannya " Ujar Zahira sopan pada guru tersebut
" Sebentar saya panggilkan dulu masuk saja dulu daripada kamu berdiri di sini " Ujar guru itu dan di angguki oleh Zahira namun tak juga Zahira masuk ke kantor karena makin banyak gitungutu di sana juga
" Pak Aryo ada murid yang mencari anda katanya kasih pesanan " Panggil gitu Sofia guru bahasa Inggris
" Ohh iya terimaksih Bu sudah di sampaikan" Jawab Aryo dan dengan cepat Argo menghampiri Zahira yang masih menunggu nya dibuat kanit berdiri di samping ointu masuk
" Zahira " Panggil Aryo oada Zahira yang sedang menundukkan kepalanya
" Iya Pak, ini pesanan Bapak kemarin " Jawab Zahira laku memberikan paper bag yang berisi pesanan makanan yang Aryo
__ADS_1
" Ya jadi berapa harganya kalo boleh tahu " Ujar Aryo
" Hmmm biasanya itu berapa ya Pak ini kali pertama saya jualan jadi gak tahu pastinya, eee coba kalo lima ribu kemahalan gak ya " Tanya Zahira bingung untuk masalah harga makanannya
" Ya gak mahal sih kalo saya kalo mau jualan ke orang lain menunya di tanya aja mau apa nanti habisnya berapa lalu kamu totalin dan kamu kira kira jadi kamu jualannya harga berapa biar bisa terima hasil bersihnya dan laba penjualan kamu " Jelas Aryo pada Zahira
" Ohh jadi gitu ya, ya sudah yang itu tiga ribu Pak karena menunya tadi sama kayak sarapan saya, maaf Pak " Balas Zahira
" Ohh kalo begitu ini uangnya kembaliannya ambil saja, besok saya pesen menunya yang ada sayur nya ya " Jelas Aryo kembali sebelum pergi untuk makan di kantor tersebut
" Terimaksih Pak, baik besok saya buatkan pesanan Bapak " Ujarnya lalu Zahira pergi dari sana langsung menuju kantin di kantin sudah ada Amanda yang juga sudah memesankan makanan untuk mereka.
" Lama banget ngapain ja sampean dama Pak Aryo selain nganter pesenan " Nada suara Amanda nampak tidak bersahabat pada Zahira
" Cuman nganter pesenan Amanda sama tanya harga tadi kamu yang pesan ini, makasih ya dan uangnya berapa aku ganti deh semuanya " Ujar Zahira merasakan tidak enak
" Ini semua 10 ribu " Ujar Amanda lalu Zahira memberikan yang 10 ribu pada Amanda buat mengganti uang yang dipakai oleh Amanda.
Selesai dari kantin Amanda langsung meninggalkan Zahira masuk ke dalam kelas setelah selesai makan pesanan nya, dan Zahira yang terkejut karena tidak biasanya Amanda kesal atau marah seperti itu, kadang memang Amanda amarah dan kesal padanya jika dia berbuat atau membuat Amanda marah dan kesal.
Tapi hari ini Zahira tidak tahu dan Zahira berfikir dia telah membuat Amanda marah dan kesal tetapi tidak tahu karena apa.
Saat sudah selesai Zahira juga masuk ke dalam kelas namun ia terkejut kembali saat mendapati Amanda pindah tempat duduk dengan dirinya, Amanda menjadi di belakang nya bangku ke lima dari depan dan yang di sampingnya bergantian temannya yang lain yaitu Maya.
" May kamu pindah ke sini dan Amanda di sana ? " Tanya Zahira setelah duduk di kursinya
" ohh iya Za katanya Amanda dia ingin pindah sama ke sana jadi kita tukeran tempat duduk " Jawab Maya
__ADS_1
" Alasannya tahu gak? " Tanya Zahira kembali
" Gak tahu, coba kanu tanya aja sama dia la gsybg kayaknya tadi itu dia marah, jadi aku tidak berani untuk bertanya takutnya salah "
" ohh gitu ya sudah coba aku tanya aja langsung sebelum gurunya datang " Balas Zahira lalu dengan cepat ia bertanya pada Amanda sebelum guru datang ke kelas mereka.
" Manda kanu kenpa kok pindah tempat duduk, marah kah , kesel kah sama aku, apa aku punya salah sama kamu bilang Man aku gak tahu kalo kamu cuman diem aja " Ujar Zahira pada Amanda dengan perasaan yang bingung entah apa
" Gak ada salah kok cuman sekarang kita gak usah temenan aja lagi aku bosen ya, kalo kamu mau bilang aku teman penghianat atau apalah aku gak peduli aku bilang sekarang kalo aku itu temenan sama kamu itu sebab kasiahan bukan karena suka sekarang aku udah gak suka dan kurasa kita temenannya cukup sampai di sini jadi udah sana pergi, gak usah deket aku lagi, untuk traktiran kamu anggap aja itu tanda perpisahan dari aku , sudah pergi sana kembalilah ke bangkumu sendiri " Sergah Amanda pada Zahira dan Zahira merasa sakit hati dengan ucapan dan kata-kata Amanda pada nya dan tanpa berkata lagi Zahira kergi ke tempat duduknya dan mencoba untuk menenangkan hatinya yang sakit dan sedih karena teman satu satunya ia sudah tidak punya lagi.
" kenapa apa dia udah gak mau temenan sama kamu, sudahlah temenan sama aku saja, kamu masih bisa berteman dengan banyak orang, kali ada apa apa bilang saja sama aku " Ujar Maya
" Gak papa May gak ada apa-apa tuh gurunya udah datang kita belajar aja ya " Ungkap Zahira dia tidak akan membicarakan hal hal yang menyakitkan dan hanya akan berbagi kebahagian saja pada orang-orang yang dia sayangi saja.
Pulang sekolah tiba dan Zahira pulang menaiki sepeda ontelnya namun nasib buruk menimpanya di tengah jalan ban sepedah Zahira bocor, namun nasib baik juga menghampirinya sebab Aryo lewat jalan yang di lewati oleh Zahira.
" Zahira kenapa sepedahnya? " Tanya Aryo pada Zahira setelah menghentikan motornya di samping pedah Zahira
" Bapak Aryo, pedah saya ban nya bocor Pak mau ke bengkel dulu, duluan Pak " Jawab Zahira pada Aryo lalu menuntun ia menuntun sepedah nya menuju bengkel di sekitar sekolah tetapi Aryo masih mengikuti nya di belakang Zahira sampai di bengkel
" Naik Za, biar ku antar pulang " Tawar Aryo oada Zahira
" tidak usah Pak terimaksih tapi saya bisa jalan sendiri itu udah dekat kok " Tolak Zahira halus
" Dek ayolah ini udah di luar sekolah, bukannya kamu harus ke kafe biar aku antar nanti pedah nya aku antar ke kos kamu kalo udah selesai " Kekeh Aryo masih ingin mengantar Zahira
" Tapi Pak, saya tidak papa itu udah dekat kok terimaksih " Balas Zahira ia merasakan tidak enak masa di antar pulang oleh guru mana mau di kata nanti kalo ada orang orang tanyain
__ADS_1
Dia sendiri diri juga tidak terbiasa di antar oleh laki-laki ya meskipun itu guru, menghindari hal hal yang buruk dia pun menjadi anti de gan lawan jenis nya jika dia tidak percaya atau ragu mending tidak udah sekalian.
namun Aryo tidak menyerah sampai di situ ia terus membujuk Zahira agar mau untuk ia antarkan pulang sebab hati itu memang sangat tarik dan panas.