Pengelana Cinta

Pengelana Cinta
BAB 12 : Jati Diri


__ADS_3

Ibu Retno yang sudah mendengar semua cerita Zahira kini menjadi tahu dengan semua nya dan ia juga tak menyangka akan jadi seperti ini meskipun Bu Retno tak menyalahkan Zahira tapi tak membenarkan perbuatan Zahira hanya saja Bu Retno bisa mengerti kenapa Zahira berbuat demikian.


" Zahira ndok Ibu mau bilang sama kamu tentang dirimu sebenarnya " Ujar Bu Retno pada Zahira


" Beneran Bu, kalo gitu apa yang mau Ibu sampaikan pada Zahira " Balas Zahira


" Sebenarnya kamu tidak di titipkan di panti ndok Ibu menemukanmu di jalan saat ada kecelakaan mobil lalu lintas orang tuamu meninggal di tempat, dan barang barangnya untung saja tidak hancur ada akta kelahiran mu dan kartu keluarga kamu juga, bisa kamu ambil di almari Ibu Zahira " Jelas Ibu Retno, jelas ada perasaan sedih pada Zahira tapi ia tidak meneteskan air matanya di depan Ibu panti, zahira meneteekan air matanya dan menangis saat mengambil barang barang penting itu yaitu akta kelahiran yang mungkin baru jadi saat itu dan ada kartu keluarganya juga


Saat Zahira melihat namanya memang Zahira Putri Anaya anak dari Bapak Suliswanto dan Ibu Ajeng prameswari di kartu keluarganya dia andalah anak tunggal namun kini otang tuanya sudah meninggal dia juga tidak tahu kerabat dari sang Bapak dan Ibu nya.


" Terimaksih Bu udah kasih tahu Zahira, Zahira juga berterimakasih sama Ibu karena udah rawat dan besarin Zahira selama ini " Ujar Zahira sendu dan dengan rasa yang campur aduk pastinya mendapati kenyataan pahit ini secara tiba tiba.


" Ibu juga sayang sama kamu nak, sudah gak udah sedih Ibu tetap jadi Ibu kamu dan ada adik adik mu di sini, panti selalu terbuka untukmu Zahira "


" Iya Bu makasih banyak, Bu dua hari lagi sekolah adain lomba masak seblum ujian datang dan yang dapat juara satu dapat beasiswa universitas Zahira mau ikut dan pendaftarannya gratis boleh ya Bu "


" Boleh Zahira Ibu do'akan semoga berhasil "


" Terimaksih Bu, ohh iya ini sudah hampir malem ternyata kalo gitu Zahira mau pulang dulu Bu besok datang lagi "


Setelah percakapan tersebut Zahira membawa surat surat penting lalu pulang ke kos kosannya dan kebetulan dia belum sholat karena asik berbincang dengan Ibu Retno akhirnya dia mampir ke mushola untuk sholat ashar dan maghrib setel itu barulah dia pulang ke kos, sesampainya di kos Zahira pun membersihkan dirinya dan berganti pakaian dan ya tadi dia baru mengetahui bahwa dia berhalangan.


Dan setelah berganti pakaian Zahira langsung merebahkan tubuhnya ke kasur dikamar kos nya dan ia merasa sangat capek hari ini.


Pagi hari aktivitas seperti biasa Berangkat sekolah dengan sepeda ontel dan ya pertemanan Amanda dan Zahira pun tidak ada lagi sebab Amanda kini memiliki banyak teman selain Zahira sedangkan Zahira pun merasa biasa saja dia bisa berteman dengan semua orang namun dengan sahabat dia tidak punya.


Pagi itu jam pelajaran olahraga dan pelajaran nya adalah basket walaupun Zahira suka dengan pelajaran olahraga tetapi dirinya tidak terlalu bisa main basket .


" Ayo pelajaran kali ini adalah basket sebelum dimulai mari kita pemanasan lebih dulu, Zahira, Maya dan Amanda kalian yang akan memimpin teman teman kalian ayo maju ke depan " Ujar guru olahraga itu yang bernama Pak Rafli


" Kenapa juga harus sama kamu juga males banget aku " Ucap Amanda yang berjalan beriringan dengan Zahira dan gumaman Amanda terdengar oleh Zahira


" Ya kalo kamu gak mau bisa bilang langsung sama Pak Rafli Manda " Jawab Maya karena dia pun sempat mendengar perkataan Amanda pada Zahira


Selama lima menit itu mereka melakukan lemndan terlebih dahulu sebelum memuji pelajaran basket, dan setelah selsai mereka berlanjut untuk main basket, kelompok Zahira bersama dengan Maya dan satu anak laki-laki yang bernama Agung

__ADS_1


Dan Zahira tidak terlalu bisa main Basket jadi hasilnya juga tidak sebagus kelompok lain sebab di kelompok nya hanya Agung yang pandai basket sedangkan Maya dia sama sekali tidak bisa main basket.


Meskipun begitu permainan terasa menyenangkan karena ketiganya kompak dalam tim juga terkadang di selilingi oleh ocehan Maya juga Zahira.


Pada jam istirahat seperti biasa Zahira mengantarkan pesanan pada Aryo ke kantor guru tetapi hari ini Amanda sudah tidak tahan karena setiap hari Zahira mengantar makanan pada Pak Aryo dan Amanda merasa cemburu buta ingin sekali mencari keributan dan masalah pada Zahira dengan gitu agar Zahira tidak lagi mengantar makanan pada Pak Aryo yang di sukai oleh Amanda.


" Za ikut kantin yuk gak ada temen aku, Disana sama Sofi dia gak ke kantin, mereka bawa bekal hari ini " Ajak Maya pada Zahira dia mencari teman untuk di ajak ke kantin bersama


" Ayo tapi aku mau antar pesanan Pak Aryo guru bahsa Indonesia kan setiap hari Pak Aryo pesen makanan ke aku dan Alhamdulillah bisnis lancar jaya " Ujar Zahira pada Maya


" Oky deh yuk langsung jalan " Balas Maya lalu keduanya berjalan menuju ruang guru tetapi Amanda mengikuti mereka Zahira sebenarnya sadar ada yang mengikuti nya tetapi gak tahu siapa pikirnya itu adalah orang lain atau murid lain yang juga akan ke kantor guru


" Tok... Tok... Tok... " Pintu di ketuk oleh Zahira karena tertutup


" Siapa Pak yang ketuk pintu " Tanya guru di sana


" Pesenan saya mungkin Pak, sebentar saya lihat dulu " Jawab Aryo dinkuar Zahira fan Maya tidak memperhatikan sekitar karena mereka berbicara berdua sedangkan Amanda yang tahu bahwa keduanya tidak memperhatikan nya dia dengan cepat memasukkan kecoak mainan pada paper bag makanan Zahira itu lalu langsung pergi dari sana


" Rasain itu, salahnya sendiri deket deket sama Pak Aryo, orang yang aku suka awas aja kamu Zahira tak buat kamu menjauh dari Pak Aryo " Kesal dan marah Amanda lalu dia pergi ke kelasnya setelah membeli minuman di kantin


" Zahira itu pesanan saya kan " Ujar Aryo setelah membukakan pintu kantor dan memihat Zahira juga Maya di sana


" Astaghfirullah kecoak " Teriak Aryo namun tidak keras hanya saja bisa de dengar oleh Zahira dan juga Maya sekian paper bag itu pun jatuh ke lantai


" Kecoak ini mainan " Ucap Zahira setelah melihat dan ia tadi buru buru mengambil dan melihat apa yang ada lalu setelah diperhatikan lama kalo kecoak asli pasti berbau tidak sedap ini tidak ada bau dan terlihat seperti mainan Zahira mencoba meraihnya dan benar daja itu hanya mainan kecoak .


" Maaf Pak ada kecoa mainan saya tadi kayaknya main nanya jatuh maaf sekali lagi sekarang aman tapi kalo Bapak udah gak mau biar saya beliin di kantin tidak papa " Jelas Zahira lalu membuang kecoak mainan itu di tong sampah.


" Untunglah hanya mainan coba kalo beneran, lain kali di lihat dan di teliti dulu ya Zahira, tidak papa saya makan ini saja toh hanya mainan, ya jangan lupa kamu nanti tunggu di parkiran sekolah awas kalo gak ada saya tambahin " Garang Aryo dan Maya merasa aneh dengan sikap Pak Aryo pada Zahira semntara Zahira biasa saja menanggapi nya tidak berlebihan dan tidak lebay


" Iya Pak hukumannya jangan berat saya capek nanti " Lanjut Zahira


" Katakan lagi jawabanmu " Pinta Aryo


" Iya Bapak Guru siap laksanakan " Ujar Zahira kembali dengan mengganti bahasanya

__ADS_1


" Bagus " Gumam Aryo dengan senyuman jumawa


" Udah yuk May langsung kantin udah laper aku "


" Kuy lah kantin aku juga laper "


Sesampainya di kantin kedua memesan makan mereka yaitu soto betawi di sana ada soto betawi dan soto ayam kampung dan keduanya memesan yang soto ayam betawi dan minumannya wedang jeruk


Lalu saat pesanan mereka sampai keduanya langsung memakan nya dengan lahap hingga habis, setelah itu mereka masih ada dub kantin untuk mencerna makanan nya sebentar sebelum ke kelas .


" Ohh ya Za itu Pak Aryo kelihatan nya beda banget ya sama kamu sikapnya ramah banget kayak udah kenal lama sama kamu emang ada apa kamu sama Pak Aryo ? " Tanya Maya pada Zahira


" Ohh itu biasa aja emang Pak Aryo suka gitu bilangnya aja hukuman tapi gak di hukum kok hanya saja kamu di suruh suruh suruh kayak tadi tuh di suruh ke parkiran pulang sekolah palingan suruh buatkan makanan lagi atau ada pesanan mendadak dan acara keluarga mau pesen makanan aja " Jelas Zahira pada Maya


" Ohhhh emangnya kamu ngak ada rasa suka gitu sama Pak Aryo secara kan orangnya baik dan jadi suami idaman para wanita semuanya "


" Gak tahu May aku gak tahu tapi gak ada perasan lebih selain guru sama murid gak tahu lah pusing pala ku kalo soal itu ya luhat aja nanti kedepannya gimana " Terang Zahira santai


" Terus tadi kecoak mainan itu dari mana perasaan tadi gak ada deh ya saat kita lihat dan antar kok tiba tiba ada "


" Mana ku tahu Maya, paling ada orang iseng sama kita yang penting bisnis tetap berjalan aku aman hehehe "


" Biasa ya kamu itu bisnis mulu otak nya, terus kerjaan mu di kafe lancar katanya di kafe itu ada pegawai baru aku denger dari abang ku yang kerja di sana "


" Abang, kamu punya abang namanya siapa? kalo kerja disana mungkin aku kenal "


" Namanya Bang Bagas "


" Mas Bagas, dia Abangmu Ya Allah udah lama kerja tapi gak tahu , iya emang ada namnya Septian dia asisten koki temen ku di sana, lancar sih tapi tanggung jawab nya berat toh bentar lagi ada lomba aku ikutan dari perwakilan sekolah besok udah ada infonya karena beberapa hari lalu aku sempat tanya wali kelas dan daftar "


" Wahh semangat Za emang lombanya di mana Za "


" Di gedung aula sma xxx "


" Semoga sukses ya Za, masuk yuk udah bell tuh "

__ADS_1


Tidak lama mereka masuk kedalam kelas dan memulai pelajaran selanjutnya di sisi lain Amanda nampak kesal tak karuan rencana gagal sebab tadi saat selsai dari kantin dia sempat melihat dan mendengar percakapan antara Pak Aryo dan Zahira.


Seperti yang di katakan Aryo tadi pulang sekolah Zahira menunggu gurunya datang dan tidak lama Aryo tiba dengan senyuman nya ingin sekali mengerjai Zahira sebab Zahira tidak sadar akan kedatangannya, namun sekarang dirinya yang malah terkejut karena tidak sengaja Zahira membalikkan badannya dan mengejutkan Aryo yang baru saja ingin mengejutkannya.


__ADS_2