
Amanda yang sudah sampai di kelas dan duduk di tempatnya pun mulai berbincang pada Zahira yang sudah melepaskan earphone nya itu.
" Apa lagi mau cerita ayolah mumpung gurunya belum datang ya meski pun sudah masuk " Ujar Amanda
" Hmmm kamu tahu kan kalo aku dari kecil sudah ada di panti terus kemarin itu ada orang mau menjadikan aku jadi anak mereka, sebenarnya aku tuh gak terlalu berharap bisa di angkat anak tapi Alhamdulillah ada yang mau angkat anak dan kemarin pindahan rumahnya besar dan luas ada anaknya juga laki laki dia lebih tua dari aku " Cerita Zahira
" Ya syukur alhamdulillah Za kamu bisa di angkat jadi anaknya, terus perasaan mu gimana apa kah kanu merasa senang atau biasa saja biasanya kan kalo ada yang di angkat rasanya itu senang sekali gitu kok aku lihat kamu gak terlalu senang atau bagaimana "
" Senang sih tapi gak terlalu juga, aku takut aja sih secara aku sendiri juga belum tahu orang tua kandung aku rencananya pulang sekolah kemarin itu aku mau pindah di kos yang kemarin aku ceritain ke kamu itu sama uangku yang sudah ngumpul banyak di bank bisa aku pakek dan sedikit bisa ku pakek buat cari orang tua aku, untungnya pas baru masuk SMA dulu aku cepet cepet buat ATM sama bank biar bisa buat nyimpen uang nya "
" Di nikmati aja dulu kali Za siapa tahu mereka juga mencari mu kan gak ada yang tahu bisa saja kan kamu bertemu dengan mereka kembali suatu hari nanti kan"
" Nah iya benar sekali, ini gurunya dari tadi kok gak datang-datang ya apa jam kos atau bagaimana"
" Jam kos kayaknya lihat anak-anak yang lain masih main di kelas lain juga, masih banyak yang jajan meskipun sudah bell tadi "
Obrolan santai berlanjut dan ternyata kelas mereka memang jam kos di mata pelajaran bahasa Inggris karena gurunya tidak datang ada kendala lain atau memang tidak masuk kelas.
Sampai pada waktu jam pelajaran terakhir yaitu bahasa Indonesia Pak Aryo datang dan kelas menjadi hening namun tak tegang karena Pak Aryo orangnya santai walau pun tegas dan dingin tipe tipe orang kaku tapi santai, sedikit ramah jika Pak Aryo mau tidak ramah kalo Pak Aryo gak suka ya begitulah sifatnya.
Kali ini pelajaran bahasa Indonesia mereka di suruh mengerjakan soal latihan uji kompetensi dan isian pada buku setelah di jelaskan.
__ADS_1
Tidak terasa waktu berlalu kini sudah waktunya pulang sekolah, seperti biasa Zahira pulang menaiki sepedanya ke rumah nya, sampai di rumah ada kedua orang tuanya kakanya masih di kampus mungkin karena ia tidak menemukannya.
Selesai membersihkan diri dan berganti dengan pakaian kerja Zahira makan siang lebih dulu karena pulang sekolah pukul 12 siang sampai rumah setengah satu lalu ia siap-siap dan menjalankan kewajibannya sampai seteng 2 siang setalh makananan itu habis berangkat lagi kerja paruh waktu di kafe.
" Za kamu gak capek kerja paruh waktu terus, keluar aja dari pekerjaan kamu kami bisa membiayai mu sampai lulus dan kuliah tidak perlu khawatir tentang uang " Ujar Ibu Anggi dan di angguki Ayah Faris saat ia sedang makan siang di rumah
" Tidak terimakasih saya sudah biasa dan dari pada nganggur gak ada kerjaan di rumah Zahira kerja buat kegiatan hitung-hitungan bantu Ibu di panti buat adek adeknya Zahira " Terang Zahira dengan suara halus tetapi Zahira tidak sadar jika saat itu ia menyinggung mereka.
Satu bulan kemudian Zahira di perlakukan seperti pembantu awalnya sikap mereka baik tetapi lama kelamaan menjadi tidak baik karena Zahira yang jarang di rumah sebab ia bekerja di kafe pada awalnya hanya Deon yang suka menyuruh nyuruh Zahira untuk memasak karena rasa masakannya enak sebab Ibu nya kalo memasak pasti tidak enak kadang rasanya hambar atau asin ya di keluarga mereka tidak ada yang benar benar bisa masak jadi makannya ya pas pasan, setelah Deon berganti Ayahnya yang suka perintah lalu Ibunya jadi di rumah tiada hari libur Zahira membersihkan rumah sampai memasak jadi semakin hari semakin capek.
Malam hari Zahira nampak lesu badannya panas dan kepalanya pusing dia memejamkan matanya untuk menghilangkan rasa pusing dan lelah pada tubuhnya
" Apakah aku sudah menyinggung mereka aku tak tahu, perasaan tidak sama sekali aku kepikiran yang satu bulan lalu saat mereka ingin aku keluar dari kafe apakah mereka sempat tersinggung dengan ucapan ku "
" Jadi itukah sikap mereka berubah yang berubah sebab itu Astagfirullah " Pikir Zahira yang ingat waktu itu dan tidak menyangka sama sekali awalnya mereka baik dan semakin lama menjadi tidak baik padanya.
Akhirnya Zahira berfikir untuk tidak lagi menjadi anak angkat mereka dan melakukan rencananyq sendiri kedepan nya nanti.
Pagi harinya Zahira berencana untuk memberitahukan maksudnya pada mereka sebelum berangkat sekolah sesudah menyiapkan sarapan untuk mereka.
" Ibu, Ayah, semuanya saya berencana untuk pindah rumah maaf sebelumnya jika saya ada salah sama kalian tapi sikap kalian saya tidak bisa menerimanya kalian memperlakukan saya semena mena di sini " Terang Zahira ya memang Zahira sedikit ada rasa takut tapi sikap mereka memang semena mena, Zahira tak melakukan kesalahan dan dia hanya membela dirinya sendiri
__ADS_1
" Ohh jadi kamu mau jadi anak yang tidak tahu terimakasih sudah saya angkat jadi anak, itu salah kamu, kamu udah membuat perasaan saya sakit waktu itu jadi ini alasan kami melakukan nya kalo kamu gak betah pergi saja kamu dari sini ohh ya surat adopsi mu sudah saya bakar saat itu " Marah Ibu Anggi dan Zahira hanya mampu menahan rasa kesalnya dengan menjaga sikapnya agar tetap tenang di sana
" Saya senang dan berterimakasih pada kalian sudah mau mengangkat saya jadi anak kalian tetapi sekarang saya sudah tahu apa yang saya ingin kan dan maaf sebelumnya jika saya salah selama ini sama kalian saya pamit mau membereskan barang saya dan pergi semoga kalian di beri hidayah " Balas Zahira membuat amarah Bu Anggi meluap namun masih bisa di tahan dan Ayah Faris dan Deon nampak tidak menghiraukan hal itu.
Setelah memasukkqn dan membereskan barang nya Zahira keluar dari rumah itu sembari menuntun sepedanya untung saja hari ini akhir pekan jadi sekolah libur.
Zahira mencoba untuk kembali ke rencana awalnya dia menuju kos yang sempat ia pilih dan kebetulan sekali sampai di kos yang dulu sempat ia pesan masih belum ada yang sewa jadi hari ini keberuntungan ada pada dirinya la hsubg dpat kos dan bisa di tempati sekalian dia menata barang barang di sana ya meskipun kos kosannya kecil namun masih cukup untuk dirinya sendiri.
Lelah karekan membersihkan dan menata tempat kosnya nyang ia tempati Zahira merebahkan dirinya dikasur di kamar kos kosan itu, kepalanya berdenyut pusing kavi ia juga belum sempat sarapan tadi.
Tidak lama Zahira tertidur di sana sampai siang hari, bangun bangun Zahira langsung mandi dan sholat setelah itu masak di dapur yang ada untung nya masih ada bahan masakan di sana Zahira membuat omelet sayur dan mie kuah setelah matang ia pun memakannya dengan cepat sebentar lagi dia berangkat kerja ya saat akhir pekan kage tersebut akan mengadakan konser seperti band yang di isi oleh anak SMA jadi akan ramai pengunjung juga biasanya lembur sampai malam, meskioun keadaan Zahira kurang fit namun ia tetap memaksakannya untuk bekerja.
Saat bekerja ada masakan yang di buat oleh Zahira yaitu kue bulan dan jus anggur serta nasi gurih ayam suwir.
Setelah merasakan masakannya enak dan mantab betul mereka pun memanggil sang koki yang memasak dan Zahira sudah nampak pucat sekali sebab pusing di kepalanya kembali mendera dirinya.
" Zahira ada yang memanggil mu sana temui kalo ada yang komplain saya potong gaji kamu " Tegas Shef Malik pada Zahira
Pada akhirnya Zahira pun menemui pelanggan yang memanggilnya setelah melepas apron yang dipakai dan merapikan penampilannya.
Tanpa di duga ternyata yang memesan adalah gurunya di sekolah yang tak lain adalah gurunya Aryo dan dua perempuan serta satu laki-laki Zahira menebak jika itu adalah orang tua serta adik dari gurunya tersebut.
__ADS_1