Pengelana Dunia Utusan Para Dewa

Pengelana Dunia Utusan Para Dewa
Ch. 20 - Mulai Membangun Mansion


__ADS_3

Tuan Winston terlihat sangat kaget saat datang lagi ke sana, bahkan hari sudaah mulai malam, banyak orang sedang membersihkan wilayah kumuh itu, sedikit sedikit sampah sampah yang berserakan disana sudah mulai menghilang.


Di sisi lain, telah banyak didirikan tenda tenda darurat beserta panci panci berisi air mendidih dan potongan potongan makanan yang telah siap saji, beberapa orang mulai membawa sebuah mangkuk kayu mendekati para penunggu panci itu.


" Inikah ide yang anda sebutkan tadi itu Tuan Arzha? "


" Namun.. Bagaimana caranya anda meyakinkan mereka? Jangan bilang? " ucap Tuan Winston.


" Ya dengan sedikit rayuan Tuan Winston, tapi sebagai gantinya, aku jadi mempunyai tanah lebih luas yang bisa ku pakai untuk keperluan apa saja kedepannya, hehe.. " ucap Arzha.


" Bukan hanya tanah Tuan Arzha, juga pengurus dan pekerja baru, namun.. jangan lupakan biaya yang harus kau keluarkan setiap bulannya Tuan Arzha, " ucap Tuan Winston mengingatkan.


" Anda hanya perlu tenang saja Tuan Winston, itu menjadi urusan ku sekarang, dan juga bagaimana jika ku beritahu kalau koin koin seperti yang ku berikan pada mu tempo hari di kota Sesile itu aku masih memiliki nya banyak? " bisik Arzha pada Taun Winston.


Seketika Tuan Winston terdiam di tempatnya selama beberapa detik,


" Kau memiliki lebih banyak koin itu!? Jangan jangan tujuan mu ke Ibukota ini!? " ucap Tuan Winston.


" Rahasiakan dulu hal itu Tuan Winston, kau bisa memilih nantinya, aku akan mengirimkan pilihannya saat waktu itu tiba, " bisik Arzha.


" Sekarang mari kita selesaikan dulu pembangunannya, bagaimana Tuan Winston? " ucap Arzha.


Sedikit terbengong Tuan Winston, " Emm? Pembangunan? Ahh.. Ahli bangunan itu ya, aku sudah membawanya namun mereka menunggu di jalan sebelah sana, " ucap Tuan Winston.


" Kalau begitu.. Biar saja kita yang ke sana, mari Tuan Winston.. " ucap Arzha sambil mempersilahkan.


" Ahh.. Mari mari.. " dengan cepat Tuan Winston membimbing Arzha menuju ahli bangunan yang ia pesan itu.


Mereka berdua kemudian berjalan sedikit menjauh dari sana, menghampiri si ahli bangunan pesanannya, kemudian mereka sedikit bernegosiasi.

__ADS_1


" Salam Tuan! Kata Pak tua Winston ini anda sedang membutuhkan seorang ahli bangunan terbaik di kota ini? Tidak di pulau ini? Anda telah benar menghubungi saya, " ucap si ahli bangunan itu.


" Langsung saja.. Bisakah kau membangun mansion yang seperti ini, " ucap Arzha sambil memberikan beberapa kertas sketsa hasil gambarannya.


Ahli bangunan itu mengambilnya lalu melihat sketsa yang telah dibuat oleh Arzha, namun beberapa detik kemudian wajah mereka mulai mengkerut.


" Ini.. Bangunan mansion apa ini Tuan? Kami tidak mengenalinya sama sekali, " ucap si ahli bangunan itu sambil bolak balik melihat kertas kertas itu.


" Ahh.. Ini hanya gambaran mansion yang terlintas dari pemikiran ku saja, bagaimana? Pertama tentang konsep dan modelnya? " ucao Arzha.


" Ini lebih seperti miniatur sebuah kastil Tuan, bahkan strukturnya pun sedait ini, juga banyak sekali bahan bahan dan penyeimbang yang tertulis disini, dan apa ini? Penggunaan emas asli dalam pembuatannya? Itu lebih membingungkan Tuan! Tapi ini sangat luar biasa " ucap si ahli bangunan.


" Begitukah? Bagaimana jika kalian membuatnya? " tanya Arzha.


" Kami? Membuat ini? Itu sebuah kehormatan, namun mungkin dengan beberapa orang dari kami saja ini tidak akan bisa dibangun dengan cepat, " ucap si tukang bangunan.


" Pekerja? Kau lihat disana, tersedia hampir 100 lebih pekerja sukarela yang siap membantu kalian, apa itu cukup? " ucap Arzha.


" Baiklah kalau begitu.. Aku akan menunggunya, berapapun harganya, datangi saja aku setelah selesai, mungkin besok tanah luas ini akan selesai di bersihkan, juga.. buat beberapa rumah besar setelah menyelesaikan mansion itu, nanti gambarnya aku berikan lagi, satukan saja tagihannya dengan mansion itu, " ucap Arzha.


" Baik Tuan.. Anda bisa menyusulkan gambarnya nanti, kalau begitu karena hari sudah mulai malam, sepertinya saya harus beristirahat terlebih dahulu, juga mengabari teman teman lainnya, " ucap si ahli bangunan itu.


" Bawa saja gambar dan sketsa itu, tunjukkan juga pada teman teman mu, lalu rencanakan semua nya dengan matang, aku tidak menyukai kegagalan, apalagi dengan hal yang bersangkutan dengan uang, " ucap Arzha.


" Baik Tuan! Anda bisa tenang, kalau begitu saya pamit, " ucap ahli bangunan itu dan pergi dari sana.


" Begitulah Tuan Winston, rencana nya kau akan beristirahat dimana malam ini Tuan Winston? " tanya Arzha.


" Ahh.. Itu.. Mungkin mencari penginapan terdekat saja Tuan Arzha, " ucap Tuan Winston.

__ADS_1


" Begitukah? Tadinya aku mau menawari anda menginap disini bersama kami, merayakan kebersamaan dan juga menyambut saudara baru kami, " ucao Arzha.


" Terima kasih atas tawarannya, namun sepertinya saya memiliki beberapa urusan terlebih dahulu disini, mengingat kabarnya mungkin sudah di terima para orang tua itu, juga kenaikan pangkat anda akan segera di umumkan, "


" Saran saya.. Setelah peringkat keanggotaan Platinum amda di umumkan, buatlah pesta atau perayaan di mansion baru mu nanti, untuk meyakinkan para tetua lain bahwa anda mempunyai fondasi yang cukup sebanding dengan mereka, jika kau bermaksud untuk mencalonkan diri menjadi Dewan Tertinggi, " ucap Tuan Winston.


" Seperti yang ku pikirkan Tuan Winston, baiklah aku akan mengikuti saran mu nanti Tuan Winston, " ucap Arzha.


" Baiklah kalau begitu saya izin pamit dulu Tuan Arzha, jika memungkinkan besok saya akan kembali kesini, " ucap Tuan Winston sambil berjalan pergi dari sana.


Arzha pun kembali ke tenda nya dan mulai merebahkan tubuhnya, karena efek kelelahannya, tak butuh waktu lama bagi Arzha untuk tertidur.


**


Arzha kemudian terbangun di saat matahari baru saja mau naik ke permukaan, Ia lalu keluar dan mencari tempat untuk sedikit mencuci mukanya, beberapa warga kumuh disana juga mulai bangun satu persatu, tanpa lelah mereka pun meneruskan pekerjaan bersih bersih nya itu.


Dengan perlahan Arzha mulai membangunkan para anak buahnya dan menyuruh mereka untuk membuat sarapan secepat mungkin, sebelum para warga kumuh itu beraktifitas, Ia merasa tak tega bila mereka harus mengawali aktifitas tanpa mengisi perutnya sama sekali.


Terlihat dari kejauhan beberapa puluh orang berbadan besar mulai menghampiri Arzha, di pimpin oleh si ahli bangunan yang kemarin bertemu dengan Arzha.


" Salam Tuan! Kami sudah siap untuk memulai pembangunannya hari ini Tuan! " ucap ahli bangunan itu.


" Silahkan, apakah sebidang tanah yang sudah bersih itu cukup untuk memulai pembangunan ini? Mungkin pembersihannya akan berlanjut hingga besok atau lusa, " ucap Arzha.


" Itu tidak masalah, kita bisa bergotong royong membersihkan juga membangunnya, anda bisa tenang, "


" Ayo! Kita mulai bangun fondasi nya! " ucap si tukang bangunan pada teman temannya.


Dengan cepat mereka memulai proses pembangunannya, pengukuran luas, dan juga pemasangan fondasi dikerjakan oleh mereka terlebih dahulu.

__ADS_1


" Kalian semua, sedikit percepat pembersihan tanah lapang ini, prioritaskan tanah yang akan segera diisi bangunan! " teriak Arzha pada semuanya.


" Baik Tuan! " jawab semuanya.


__ADS_2