Pengelana Dunia Utusan Para Dewa

Pengelana Dunia Utusan Para Dewa
Ch. 21 - Awal Gejolak Dunia Regalias


__ADS_3

Setelah dua hari berlalu, pembersihan tanah itu akhirnya telah sepenuhnya selesai, tersisa tanah lapang luas, yang siap untuk di penuhi kembali, namun bukan dengan sampah sampah lain, tapi bangunan bangunan megah yang akan mulai membangun pengaruhnya juga disana.


" Untuk seminggu sampai dua minggu ke depan, apakah tidak apa apa jika kalian harus tinggal terlebih dahulu di tenda seperti ini sampai rumah rumah kalian nanti selesai dibangun? " tanya Arzha pada warga kumuh itu.


Semua warga yang mendengar itu mengernyitkan dahinya,


" Tuan Arzha.. Bagaimana bisa kami tinggal di tempat yang nyaman jika anda sendiri pun tinggal di tenda seperti ini? "


" Anda tidak perlu mengkhawatirkan kami Tuan Arzha.. Tenda tenda ini cukup nyaman, juga makanan selalu tersedia setiap waktu makan, itu lebih dari cukup bagi kami sementara ini, daripada keadaan kami dulu, ini jauh lebih baik, kami sangat berterima kasih pada anda Tuan! "


Arzha yang mendengar itu akhirnya bernafas lega,


" Syukurlah kalau begitu, mari kita tunggu pembangunan ini bersama, aku jamin takkan menelantarkan kalian, " ucap Arzha.


" Baik Tuan! " ucap semua warga kumuh itu.


Beberapa hari ke depannya, mulai berdatangan warga kota Cosovo untuk sekedar mencari tahu siapa dibalik pembangunan juga pembersihan besar besaran itu, lain lagi bagi mereka yang berada di balik dinding dinding mansion megah yang berdiri di beberapa tempat di kota Cosovo itu.


Terlihat seorang Pria tua sedang duduk di balkon teras salah satu mansion yang ada di kota itu, dengan segelas kopi di tangannya.


" Kau sudah mendengar kabar itu? Coba kau cari tahu seluk beluk dan asalnya, aku ingin mengetahuinya, " ucap Pria tua itu sambil menyeruput kopi di tangannya.


Dari belakang, terlihat seorang Pria muda setengah manusia membungkuk kepada Pria tua itu.


" Baik Tuan! " ucapnya lalu menghilang dari sana.


Pria tua itu kembali bergumam sambil menerawang cakrawala di depannya.


" Siapa lagi yang sedang berusaha mencampuri bisnis ini? Semakin kesini, dunia semakin merepotkan saja, " gumam Pria tua itu.

__ADS_1


Di sebuah ruangan yang lain, seorang Pria paruh baya terlihat mondar mandir di tempatnya.


" Seorang tetua Platinum lain? Dan juga langsung membangun sebuah mansion yang luas, ditambah mengambil semua warga kumuh disana sebagai pelayan nya? "


" Seberapa kaya orang itu? Dan juga kami bahkan baru pernah mendengarnya sekarang.. "


" Semoga informasinya bisa segera ku dapatkan, aku tak ingin ada lagi kejadian seperti waktu itu.. " gumam Pria paruh baya itu.


" Hatchuuhh... "


" Siapa yang sedang membicarakan ku? " gumam seorang Pria muda yang tidak lain adalah Arzha.


Kembali ke orang yang sudah menjadi sorotan nomer satu di kota Cosovo itu, Arzha Tetrasena, Ia sedang kebingungan depan laporan yang di dapatkannya sejak seminggu ini.


Menurut para bawahannya, informasi dari beberapa pedagang, invasi Raja Iblis di Kerajaan Voulgrade dan Kekaisaran Romanus sudah semakin intens, bahkan kabarnya Kerajaan Voulgrade sudah mengirim surat ke Kepulauan kita, dan juga ke Kekaisaran Suci Helmia.


Untuk Kepulauan Tengah, para Dewan memutuskan untuk mengirim beberapa bantuan pangan dan juga persenjataan ke Kerajaan Voulgrade itu.


" Semoga saja mereka masih bisa menahan invasi nya beberapa waktu ke depan.. " gumamnya.


" Sepertinya aku harus segera memeriksa beberapa wilayah gunung di Kepulauan Tengah ini, jika tidak ada.. Mungkin aku bisa memanfaatkan misi menyelamatkan keluarga dua pangeran itu untuk mengeksplorasi dunia ini lebih jauh, "


" Dan juga.. Terdapat rahasia apa di Pulau Ujung Selatan yang kecil itu, aku semakin tak sabar untuk mencoba mengunjunginya, namun sangat susah aksesnya bagiku untuk bisa pergi ke sana, "


" Baiklah.. Mari kita pikirkan itu nanti, sekarang kita fokus saja dulu pada pembangunan ini, dan juga rencana ku untuk mencari pengaruh seluas mungkin terlebih dahulu di Asosiasi Pedagang ini.. " gumam Arzha.


Jauh dari Kepulauan Tengah tempat Arzha tinggal, tepatnya di sebelah kanan dari Kepulauan Tengah, sang Pulau Besar Timur, yang dikuasi oleh kekaisaran terbesar dan terluas di dunia regalias itu, Kekaisaran Suci Helmia.


Terlihat dua orang yang sedang berbincang rahasia di kegelapan ujung ruangannya, seorang Pria tua dengan seseorang yang terlihat seperti bayangan namun memiliki sayap, Pria tua itu terlihat seperti sedikit membungkuk pada Pria bersayap itu.

__ADS_1


" Bagaimana? Apakah hal yang ku pinta sudah kau laksanakan? " tanya Pria bersayap itu.


" Sudah Tuan.. Anda tenang saja, mungkin kekuatan kerajaan itu hanya tinggal tersisa beberapa bulan lagi, atau paling lama satu tahun berkat bantuan para Asosiasi di Kepulauan Tengah itu, " ucap Pria tua itu.


" Kabar yang begitu bagus! Aku akan segera melaporkannya, kau bekerja dengan sangat baik kali ini, kau akan mendapatkan hadiahnya nanti, " ucap Pria bersayap itu lalu menghilang ke dalam bayangan kegelapan itu.


" Hehe.. Kalian benar benar bodoh, mereka bukanlah kekuatan yang bisa kalian kalahkan.. " gumam Pria tua itu di ruangannya dengan sedikit seringai.


Di pulau besar lainnya, tepatnya ujung dari Pulau Besar Barat, di wilayah utara Kerajaan Voulgrade, tempat berkecamuknya perang besar dengan para monster dan ras iblis, terlihat pertempuran yang masih sedikit berimbang, namun sedikit demi sedikit stamina para prajurit mulai terkikis habis.


" Para prajurit di garis depan sudah mulai kelelahan kak, sepertinya kita harus memundurkan pos pertahanannya, dan memberikan benteng ini, " ucap seorang wanita yang terus saja melihat ke arah pertempuran berlangsung.


" Tidak! Jangan pernah beri para iblis itu tanah walau sepetak pun, itu akan memudahkan mereka merangsek masuk dan mengacak acak negara kita nantinya, "


" Kecepatan setiap pasukan dari mereka bukanlah hal yang bisa pasukan kita manusia imbangi, secara perlahan kita akan disudutkan ke Ibukota kita pada waktunya, namun tidak untuk secepat itu! "


" Kirim surat kepada orang di Ibukota untuk mengirim beberapa pasukan lagi ke sini, kita kendalikan mobilisasi para prajurit, jika sudah sampai suruh yang baru untuk menggantikan mereka yang berada di pertempuran, yang sedang berada dalam pertempuran secara perlahan kembali dan menyembuhkan diri di benteng ini, "


" Kita gunakan strategi seperti ini saja, sampai semoga keajaiban datang membantu kita, " ucap Pria muda itu.


Beberapa hari terus berlalu, satu minggu tak terasa berjalan maju, Arzha keluar tendanya di pagi hari, terlihat sebuah bangunan tinggi megah berbenteng di depannya, dengan beberapa rumah sederhana di dalamnya.


Perkampungan kumuh itu berganti menjadi sebuah lingkungan mansion abad pertengahan modern, yang bahkan belum ada di dunia, tepatnya di Kepulauan Tengah itu.


Terdengar beberapa suka cita dari balik benteng yang melapisi mansion itu, orang orang mulai membuka gerbang nya dan mempersilahkan pada Arzha untuk masuk ke dalamnya.


Setelah berjalan dan mulai masuk ke sana, Arzha benar benar tak bisa berkata kata, tanah yang menjadi tempat perkampungan kumuh itu bisa Ia rubah menjadi sebuah tempat yang indah, dengan beberapa konsep air mancur, taman, dan lainnya.


" Benar benar seperti pada konsep sketsa yang ku gambarkan, ini benar benar menakjubkan.. " gumam Arzha.

__ADS_1


__ADS_2