Pengelana Dunia Utusan Para Dewa

Pengelana Dunia Utusan Para Dewa
Ch. 22 - Mengirim Undangan & Rencana Arzha


__ADS_3

" Benar benar seperti pada konsep sketsa yang ku gambarkan, ini benar benar menakjubkan.. "


Dari arah mansion terlihat beberapa orang kekar ditemani si ahli bangunan yang sejak tempo hari membangun ini atas permintaan Arzha.


" Bagaimana Tuan? Apakah kau puas dengan hasilnya? " tanya ahli bangunan itu.


" Puas? Haha.. Ini menakjubkan, sangat sangat menakjubkan.. Haha.. " ucap Arzha.


" Begitukah? Saya ikut senang mendengarnya, sejak awal saya hanya takut gagal Tuan, namun setelah mengerjakannya ternyata saya bisa lebih percaya diri, " ucap ahli bangunan itu.


" Ini sangat bagus, benar benar bagus, berapa harga dari bangunan mu ini? " tanya Arzha yang langsung to the point.


" Mungkin untuk seluruhnya 500 koin emas, penambahan pekerjaan seperti membuat air mancur itu, beberapa rumah, dan juga penghiasan taman, dan pembuatan benteng yang cukup tinggi dan besar, " ucap ahli bangunan itu.


" 500 koin Emas? Ini ambillah, ambil juga kembaliannya, " ucap Arzha memberikan sebuah koin Platinum.


" Ini.. Ini.. Terima kasih banyak Tuan! Terima kasih banyak! " ucap ahli bangunan itu.


" Nanti jika aku membutuhkan beberapa polesan lagi, aku akan memanggil mu tenang saja, " ucap Arzha.


" Baik Tuan! Saya selalu siap kapanpun! Kalau begitu saya pamit dulu Tuan.. " ucap ahli bangunan itu.


" Baik! Terima kasih karena sudah membuatkan bangunan ini untukku, " ucap Arzha.


Para tukang bangunan itu membungkuk ke arah Arzha di awali oleh sang ahli bangunan yang membawanya, lalu pergi dari sana.


" Kalian telah menumbuhkan kembali kenangan dan rasa cinta yang telah ku pendam lama pada sejarah sejarah abad pertengahan di dunia ku, " gumam Arzha.


Ia lalu berjalan jalan sedikit menikmati mansion luasnya itu, lalu tanpa melupakan janji nya pada Tuan Winston, Arzha langsung meminta Syla sang mantan penunggu toko alkemis untuk datang menghadap kepada nya.


" Apa yang bisa ku bantu Tuan? " ucap Syla.


" Pertama panggil Tuan Winston, lalu catat siapa saja yang perlu kita undang, kemudian buatlah surat resmi sesuai arahan dari Tuan Winston, kirim beberapa orang orang ku untuk mengantarkannya, kau mengerti? "


" Mengerti Tuan.. Untuk tanggalnya? "


" Simpan saja itu untuk seminggu dari sekarang, kita masih harus menyelesaikan beberapa urusan disini, cepat konsultasikan dengan Tuan Winston dari sekarang, " ucap Arzha.


" Baik Tuan! " sahut Syla.


" Huh.. Untuk sementara basis utama ku sudah dibangun, sekarang tinggal memikirkan bagaimana cara memperluas pengaruhku bahkan hingga ke luar pulau pulau ini, "


" Mengingat keadaan sekarang, sepertinya rencana ini harus segera dilakukan, " gumam Arzha.

__ADS_1


" Rodrigo! "


" Tolong panggilkan beberapa anak buah ku yang terpercaya, juga berkemampuan tinggi sekarang juga, "


" Baik Tuan! "


" Ahh.. Jangan lupa juga panggil dua pangeran dan juga dua dark elf itu, " ucap Arzha.


" Baik Tuan! " sahut Rodrigo sambil keluar dari ruangan itu.


Setelah beberapa saat Arzha menunggu, akhirnya mereka semua datang ke hadapannya,


" Salam Tuan! " ucap semuanya serentak.


" Bagus kalian datang semuanya, pertama untuk kalian para mantan bandit yang ku bawa ke sini, coba kumpulkan lah kuda kuda di kota ini, beli sebanyak mungkin, lalu tadah kotorannya, kumpulkan ke dalam sebuah wadah besar, sangat besar jika ada, tadah sebanyak banyak nya, lalu simpan di gudang, setelah itu nanti biar aku yang mengaturnya, kalian mengerti? " ucap Arzha.


" Mengerti Tuan! "


" Oke bagus! "


" Lalu, suruh para warga untuk membakar kayu kayu sisa rumah mereka, bakar saja semuanya, lalu sisa pembakarannya jangan dibuang, simpan saja kumpulkan seperti kotoran tadi, simpan baik baik nanti di dalam gudang, "


" Kerjakan sekarang, ambil uang ini untuk membelinya, jika kuda tidak cukup, maka beli hewan apapun yang ada di kota, juga minta pada ahli bangunan yang membangun mansion ini untuk membuat beberapa kandang hewan, dan gudang di belakang, "


" Baik Tuan! "


" Selanjutnya untuk kedua pangeran.. adakah kalian mengingat atau mengetahui tentang sebuah gunung yang dalam jangka beberapa waktu selalu menyemburkan api kental dari dalamnya membanjiri wilayah pinggiran gunung? " ucap Arzha.


" Gunung yang menyemburkan api? Kami belum pernah melihatnya Tuan, namun menurut rumor, di pegunungan selatan, tepatnya di Pulau Besar Barat, terdapat satu disana, namun untuk kebenarannya mungkin anda harus menanyakannya pada kedua dark elf itu, " ucap Ken.


" Tanyakan pada mereka? " tanya Arzha.


" Itu.. Karena disana adalah tempat kami tinggal Tuan, memang benar seperti apa yang dikatakan oleh Ken, disana memang terdapat gunung yang seperti anda katakan Tuan, kalau boleh tau untuk apa semua ini Tuan? " tanya pelayan dark elf itu.


" Sudahlah tunda pertanyaan kalian itu, nanti juga perlahan kalian akan mengetahuinya, ngomong ngomong sebelumnya siapa nama kalian berdua? Aku belum sempat menanyakannya " tanya Arzha.


" Saya sebagai pelayan sang Putri bernama Nina, lalu ini adalah Tuan Putri Chyla, " ucap Nina.


" Nina dan Chyla ya? Sepertinya sedang ada masalah di keluarga dark elf kalian juga ya, tapi nanti aku akan memikirkannya lagi, " ucap Arzha.


" Rodrigo! Suruh beberapa anak buah ku dan juga para warga itu ke sini, tepatnya mereka yang pernah bepergian ke Pulau Besar Barat, lalu cari orang atau pedagang atau siapapun di kota yang mengetahui betul seluk beluk dari Pulau Besar Barat itu, lalu bawa kepada ku, kerjakan sekarang, kau mengerti? " ucap Arzha.


" Mengerti Tuan! " sahut Rodrigo.

__ADS_1


" Bagus! Cepatlah.. "


Dengan cepat Rodrigo pergi meninggalkan Arzha dan keempat orang yang kebingungan itu.


" Lalu.. Apakah dari kalian ada yang mengetahui tentang anti sihir? Entah itu skill, ataukah hal hal dasar tentang anti sihir? " tanya Arzha.


" Anti sihir? Maksud anda penghilang efek atau energi sihir? " tanya Nina.


" Ya.. Jelasnya seperti itu, " ucap Arzha.


" Efek seperti itu biasanya dihasilkan oleh sebuah benda, biasanya sebelum berperang beberapa orang akan mengintai, atau menyusupkan itu lalu menyimpannya disebuah tempat, karena sifatnya yang menyebar, itu bisa memungkinkan untuk melemahkan aktivasi sihir seisi kota atau wilayah, " ucap Nina menerangkan.


" Tunggu.. Jika disebar maka akan melemahkan efek ativasi sihirnya, lalu bagaimana jika tidak? Atau dipadatkan dalam satu titik? " tanya Arzha lagi.


" Ya.. Mungkin seperti yang anda mau Tuan, penghilanganmutlak efek dari sihir, bahkan sihir apapun itu, " tambah Nina.


" Bagus juga.. Kalau begitu tugasmu Nina, carilah benda seperti itu, satu saja sudah cukup bagiku, entah kau harus membelinya atau pun tidak, kau harus mendapatkannya, juga belilah barang barang logam rongsokan di sepanjang jalan yang kau temui, juga senjata senjata gagal, atau apapun yang yang terbuat dari logam, beli saja mereka menggunakan koin itu, kau paham? " ucap Arzha.


" Mengerti Tuan! " sahut Nina.


" Bagus! Kerjakan sekarang.. "


" Untuk Chyla, kau siapkan makanan bersama beberapa pelayan baru kita untuk semua orang disini, kau mengerti? "


" Mengerti Tuan! " jawab Chyla.


" Bagus! Aku akan melihatnya nanti.. "


" Dan untuk kalian berdua.. Latihlah para prajurit baru kita, aku sudah membentuknya, dan ajaklah mereka berburu sebanyak dan sesering mungkin, rekrut juga beberapa petualang penyihir ke pasukan kita, minta Rodrigo nanti membantu kalian, " ucap Arzha.


" Baik Tuan! " ucap keduanya.


~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~\=~


Apa ya yang mau dibuat oleh si MC kita ini? 🤭


Sambil baca, sambil tebak tebakan yuk, mari kita tes pengetahuan para pembaca noveltoon ini, yang paling komplit dan juga benar tebakannya, emm.. ya benar aja, sekaligus tambah tambah ilmu🤭😂


Clue? Ya itu, jangan lupain orang seperti apa Arzha di kehidupan sebelumnya, jadi apa yang ada dipikiran Arzha?


Ramaikan kolom komentar ya🤭✌


Terima kasih🤗🤗🤗

__ADS_1


Note : untuk pihak noveltoon, ini cerita udah 1000 lebih kata ya, jadi yang ini ga ikut serta, cuma tambahan buat para pembaca aja biar ga boring, jangan di buat penilaian minus ke level karya nya ya😌😔✌


__ADS_2