Pengelana Dunia Utusan Para Dewa

Pengelana Dunia Utusan Para Dewa
Ch. 25 - Kedatangan Para Tamu & Dimulainya Acara


__ADS_3

Setelah Tuan Winston pergi, Arzha lalu mengubah beberapa rencana nya, awalnya Arzha akan menyiapkan Ken dan Brian untuk mengawalnya, dan Rodrigo Ia tugaskan untuk menjadi pengatur acaranya, namun ia memutuskan untuk merubahnya.


Rodrigo sebagai pengawalnya, Ken dan Brian Ia tugaskan untuk berburu saja dan melatih para prajurit di hutan dekat Kota Cosovo itu, apa reaksi semua orang jika mengetahui Arzha memiliki pelayan seorang pangeran dari ras naga dan juga vampire.


Rencana awalnya Arzha akan menyiapkan lima ratus prajurit di mansion nya itu untuk berjaga jaga, termasuk para prajurit elit dan prajurit barunya, di luar dan di dalam mansion.


Namun tentu saja Arzha mengubahnya, ia hanya akan menempatkan seratus prajurit elitnya saja yang akan di sebar di dalam mansion, beberapa mungkin di simpan di pintu masuk.


Setelah menerapkan hal itu, kemudian Arzha menunjuk Nina sebagai pemandu acaranya, Pak tua Jhon sebagai kepala pelayan dengan ditemani oleh Syla, dan beberapa pelayan manusia bekas warga kumuh disana.


Setelah itu ia Ialu memutuskan untuk berburu sekaligus memeriksa para pasukan barunya yang sedang berlatih bersama Ken, Brian, dan juga Rodridgo, level ketiga anak buah terkuatnya itu sudah hampir menyamai nya, itu menandakan bahwa mereka tidak pernah berhenti meningkatkan kekuatannya.


Setelah sampai disana, Ia melihat hampir seribuan orang sedang berlatih, beberapa bahkan berpencar memburu para monster tingkat tinggi, Arzha kemudian mengikuti mereka dan berburu masuk ke dalam hutan.


Saat hari sudah menjelang malam, Arzha memerintahkan semuanya untuk kembali ke mansion, dan beristirahat untuk bersiap acara esok hari bagi orang yang telah ditunjuknya.


" Sudahi dulu latihan hari ini, mari kita beristirahat dan persiapkan diri kalian esok hari, bagi mereka yang ku tugaskan di acara itu, " ucap Arzha.


" Baik Tuan! " ucap semuanya serentak.


Mereka kemudian kembali ke tempat tinggalnya masing masing di mansion itu, beberapa sebagai warga asli disana kembali ke rumahnya, Arzha pun kembali ke kediamannya dan langsung beristirahat.


**


Keesokan paginya, hiasan hiasan lain telah menambah keindahan mansion itu, Arzha bersiap di kamarnya, para pelayan sudah berdiam di tempatnya, mansion nya itu telah siap untuk kehadiran para tamu undangannya.


Satu persatu para tamu undangan mulai berdatangan ke mansion nya, beberapa memilih menikmati pemandangan luarnya yang indah dan asri sebelum acaranya dimulai, menunggu 3 perwakilan keluarga para Dewan Tertinggi itu.


Tuan Winston sudah sejak pagi datang ke sana, memberitahu sopan santunnya, juga memberitahu siapa saja orang orang yang sekarang memegang kendali pimpinan atau kepala klan di 3 keluarga besar itu.


Tuan tua Louis de Stronghold sebagai kepala klan Stronghold, ada juga putra sulung dan tunggalnya yang mungkin sebentar lagi akan menggantikan sang ayah, Alexander de Stronghold.


Kepala klan Croshead, Christopher de Croshead, dan juga kepala klan Ambrosia, Rosede Ambrosia, dengan beberapa pelayan nya.


Arzha dan juga Tuan Winston kemudian menunggu sambil menemani berbincang beberapa tamu nya, entah itu yang berada di luar ataupun di dalam.


Semakin berjalan hari, tamu pun semakin berdatangan memenuhi halaman dan ruangan mansion Arzha, setelah menemani para tamu beberapa waktu, akhirnya salah satu orang atau kelompok yang ditunggu pun tiba.

__ADS_1


" Utusan perwakilan dari Keluarga Croshead telah tiba! " ucap penjaga gerbang di depan.


Dari dalam terlihat seorang Pria paruh baya turun dari kereta kuda berwarna emas yang mewah dan megah, ditemani beberapa pelayan dan pengawalnya, Arzha yang mendengar hal itu dengan cepat bergegas menuju pintu gerbang untuk menyambutnya.


Dari luar Pria paruh baya itu berjalan perlahan menuju pintu gerbang, di dalam Arzha sudah menunggu untuk menyambutnya.


" Itukah kepala klan Croshead, Christopher de Croshead? Sungguh pria yang anggun dan bermartabat.. "


" Selamat datang Tuan Tuan! Sebelumnya saya sangat berterima kasih atas kehadiran anda di mansion kecil kami ini.. " ucap Arzha ramah.


" Terima kasih atas sambutannya Tuan Arzha.. Ini bukanlah sebuah mansion yang kecil, melainkan sebuah mansion yang begitu indah, apalagi ketika aku mengetahui tempat apa ini sebelumnya, benar benar menakjubkan, " ucap Tuan Chris itu sambil berjalan melihat lihat pemandangannya.


" Sungguh pujian yang tidak layak saya terima Tuan.. "


" Silahkan lewat sini Tuan.. " ucap Arzha menuntun Tuan Chris itu menuju ke kediamannya.


Setelah Tuan Chris menempati kursi kehormatan yang sudah di siapkan Arzha, tak berselang lama penjaga gerbang kembali berteriak,


" Utusan perwakilan dari Keluarga Stronghold telah tiba! "


Kereta kuda berwarna abu abu yang dilapisi oleh logam logam kuat dan berharga, dengan duri duri dan juga senjata yang terpajang di pinggiran kereta kuda itu, aura gagah dan menakutkan keluar dari kereta itu.


" Tuan tua Louis de Stronghold, dan juga sang penerus sah nya Alexander de Stronghold.. "


" Selamat datang Tuan Tuan! Terima kasih karena telah menyempatkan waktunya untuk menghadiri acara kecil yang kami adakan di tempat yang seperti ini, " ucap Arzha ramah.


" Hoho.. Itu tidak masalah, terima kasih juga karena telah menyambut kami di depan seperti ini, benar benar tempat yang indah dan menakjubkan, " ucap Tuan tua itu.


" Ahh.. Ternyata Tuan Chris sudah terlebih dahulu sampai disini, salam salam.. " ucap Tuan tua itu sambil menangkupkan tangannya.


" Salam Tuan tua, anda sepertinya terlihat sangat sehat sekali hari ini.. " ucap Tuan Chris berbasa basi.


" Aku belum terlalu tua untuk dapat mengetahui masa depan dunia ini 5 sampai 10 tahun ke depan, hoho.. " balas Tuan tua itu.


" Doa panjang umur dari saya selalu menyertai anda Tuan tua, haha.. " ucap Tuan Chris.


Keduanya kemudian berjalan menuju ke tempat kehormatan yang sudah dipersiapkan oleh Arzha, namun.. belum juga mereka sampai, suara kereta kuda kembali terdengar, diiringi oleh teriakan sang penjaga pintu gerbang.

__ADS_1


" Utusan perwakilan dari Keluarga Ambrosia telah tiba! "


Arzha, Tuan tua Louis, Tuan Chris, Tuan Alex, dan juga pelayan Tuan tua itu kembali menolehkan kepalanya dan berjalan perlahan menuju pintu gerbang masuk lgi, Arzha sedikit mempercepat langkahnya, meminta izin mendahului untuk menyambutnya.


" Sang nyonya Kepulauan Tengah, Rose de Ambrosia, beserta para pelayan nya, benar seperti apa yang dikatakan rumor, sepertinya ia tak pernah membawa pelayan sedikit.. " gumam Arzha.


" Selamat datang Nyonya! Terima kasih karena telah menyempatkan waktunya, semoga dengan kehadiran anda disini dapat membuat mansion kecil yang kotor ini menjadi sebuah tempat yang sangat indah.. " ucap Arzha dengan senyuman ramahnya.


" Anda terlalu merendah seperti itu Tuan Arzha.. Ini mansion yang sangat indah, juga aku menghargai proses penyambutannya, terima kasih sebelumnya telah mengundang saya.. " balas Nyonya Rose itu.


" Sepertinya para tamu terhormat ini telah berkumpul semuanya Tuan Arzha? " ucap Tuan tua Louis dari belakang.


" Ku kira itu suara siapa.. Ternyata Tuan tua Louis yang terhormat, salam Tuan tua.. " ucap Nyonya Rose.


" Dan juga salam Tuan Chris.. "


" Salam Nyonya Rose.. Selamat datang! " balas Tuan Chris.


" Salam juga Tuan Alex.. "


" Salam Nyonya Rose.. Salam.. " ucap Tuan Alex.


" Tuan Arzha.. Proses sapa menyapa dan juga perkenalan ini sepertinya telah selesai, apakah masih ada yang harus ditunggu? " tanya Nyonya Rose itu.


" Ahh.. Tidak tidak.. Mari saya antar anda semua ke dalam, " ucap Arzha.


" Baiklah.. Ayo semuanya! " ucap Nyonya Rose itu pada semua pelayan yang dibawanya.


" Ayo kita juga bergegas ke sana Tuan tua, " ucap Tuan Chris.


" Mari Tuan Chris.. " ucap Tuan tua Louis itu.


Arzha lalu menuntun masuk mereka bertiga bersama orang orang bawaannya untuk masuk ke dalam mansion nya, dan duduk di tempat kehormatan yang telah disediakan olehnya.


Arzha lalu kembali ke tempat duduknya sambil berdiri memegang sebuah cangkir besar ditangannya,


" Bersulang! semuanya para Tuan dan Nyonya! Bersulang! " ucap Arzha mengacungkan cangkirnya.

__ADS_1


" Bersulang!!!!!


__ADS_2