Pengelana Dunia Utusan Para Dewa

Pengelana Dunia Utusan Para Dewa
Ch. 28 - Awal Peperangan


__ADS_3

Dua minggu telah berlalu, benteng yang dibangun bersama sama telah hampir rampung, fondasinya membentang dari ujung pantai di utara sampai ke selatan.


" Bagaimana perkembangan pembangunan nya di tempat anda Tuan Arzha? " ucap Rodrigo lewat telepati yang telah di sambungkan sebelumnya oleh Arzha.


" Sudah hampir jadi, bagaimana ditempat mu Rodrigo? " ucap Arzha.


" Sudah selesai terlebih dahulu Tuan, mungkin akan segera berpindah, namun.. menurut pengintai, sekitar beberapa hari lagi pasukan musuh akan mendarat di sini, persis seperti apa yang anda sarankan, "


" Mereka akan mendarat di tempat terdekat, jadi kita bisa menunda pembangunan di ujung utara dan selatan, dan memfokuskan pembangunannya di tengah, " ucap Rogrigo.


" Tapi Rodrigo, kabarkan pada Tuan Winston untuk terus mengintai keadaan sekitar, aku takut ada beberapa pasukan musuh yang di selundupkan melalui pantai pantai di utara dan selatan, atau di putarkan menuju pulau barat, " ucap Arzha khawatir.


" Anda bisa tenang Tuan, sekitar sepuluh ribu pasukan yang angkut oleh masing masing 100 kapal berisi 50 orang sudah disiagakan di sepanjang pantai utara dan selatan, juga sekitarnya, " ucap Rodrigo.


" Bagus kalau begitu, kita tinggal menunggu kedatangan mereka dan merampungkan benteng ini, kebetulan jebakan jebakan juga sudah di siapkan di sepanjang pantai timur ini, " ucap Arzha.


" Baik Tuan.. semoga pertempuran ini bisa kita menangkan! " ucap Rodrigo lalu menutup pembicaraannya.


" Apa yang menyebabkan Kekaisaran Suci Helmia tiba-tiba menyerang tanpa alasan seperti ini? Apalagi sangat bertepatan dengan penarikan pasukan Raja Iblis dari kerajaan Voulgrade dan juga Kekaisaran Romanus, aku harus bisa menyelidikinya, " gumam Arzha.


**


Tiga hari berlalu, benar apa yang dikatakan para pengintai itu, kurang lebih lima ratus kapal berisi masing masing seratus orang dengan total hampir lima puluh ribu orang mendarat di lepas pantai timur Kepulauan Tengah.


Namun.. Tanpa mereka sadari, dihadapannya terlihat benteng yang menjulang tinggi, juga beberapa perangkap sihir yang sanggup untuk membuat para pasukan itu waspada, mengirim pengintai untuk memeriksa seberapa panjang benteng itu, namun tak menemui hasil yang pasti.


" Sejak kapan ada benteng besar dan juga panjang disini? Pasti tersadapat beberapa kesalahan informasi disini! " ucap salah satu orang yang memimpin tentara pertama itu.

__ADS_1


" Penyihir! Coba kalian serang benteng itu.. " ucap si pemimpin.


Swoosshh


Boomm!!


" Anti sihir ya? Sepertinya informasi ini telah bocor sebelumnya, jadi mereka sudah menyiapkannya sedemikian rupa, " gumam pemimpin pasukan itu.


" Cepat kirim informasi untuk setidaknya membawa item atau aksesoris sihir yang bisa digunakan disini, atau alat berat sekalipun, dan juga sisir seberapa panjang benteng ini! "


Beberapa kapal terlihat diberangkatkan kembali untuk mengirimkan informasi informasi yang telah di dapatkan, namun.. mereka tidak tau bahwa kapal kapal itu bahkan tidak akan pernah sampai dari setengah perjalanan menuju pulau pulaunya kembali.


Arzha mulai menghubungi para Dewan Tertinggi dan juga anggota asosiasi lainnya untuk segera mempersiapkan beberapa ribu pasukan mereka, untuk menahan jika pasukan musuh melakukan pergerakan.


Benar saja seperti apa yang Arzha duga, para pasukan itu hanya bertugas membangun tenda dan menunggu yang lainnya datang kepercayaan diri yang tinggi terlihat di beberapa pasukan yang membusungkan dadanya.


Setelah hampir 5 hari berikutnya, akhirnya seluruh pembangunan benteng dadakan itu telah rampung, para pasukan mulai disiagakan di beberapa pos benteng itu, para angkutan laut bantuan mulai di kirimkan melalui jalur pantai utara dan selatan, menambah kekuatan penghadang segala informasi, dan juga pangan yang di kirim dari Pulau Besar Timur.


" Aku sudah tidak sabar ingin menyerang mereka! " ucap pemimpin pasukan itu.


" Tunggu kapten! Sebaiknya kita bergerak seperti apa yang telah para jenderal itu perintahkan, kita tunggu saja mereka.. " ucap seorang punggawa nya.


" Benar Tuan! Mohon untuk bersabar sedikit lagi, setelah kedatangan mereka kemenangan sudah dipastikan akan menjadi milik kita! " ucap yang lainnya.


" Cihh.. Baiklah aku akan mendengarkan saran kalian kali ini, " sahut si kapten pasukan itu kembali ke tempat duduknya.


Hari hari berikutnya tanpa disadari kebutuhan pangan pasukan mulai berkurang, sang kapten pasukan yang mendengar itu akhirnya geram.

__ADS_1


" Kalian ini kerjaannya setiap malam berpesta, setelah persediaan menipis, baru memberikan informasi padaku! Bukankah kita kesulitan bergerak disini! Sejak awal aku mendengarkan ocehan pecundamg kalian, sekarang aku memerintahkan untuk bersiap untuk menyerang! " ucap kapten pasukan itu.


" Ta - Tapi kapten.. "


" Tidak ada tapi, mungkin ini akan mengurangi kebutuhan pangan kita, cepat perisiapkan pasukan! "


Si kapten mulai memerintahkan beberapa ribu pasukannya untuk menyerang benteng bagian tengah yang di jaga oleh Tuan tua Louis, tak lama laporan penyerangan pun sampai ke telinga Arzha.


" Lapor Tuan Arzha! Di pos 5, tepatnya benteng bagian tengah, pasukan musuh mulai melakukan pergerakan, namun pasukan dari Tuan tua Louis dapat dengan mudah menahannya, bahkan tidak menyebabkan kerusakan yang signifikan, " ucap pengintai nya.


" Bagaimana jumlah korban nya? " tanya Arzha.


" Pasukan musuh mengalami kerugian yang cukup signifikan, Tuan tua Louis hanya kehilangan beberapa ribu anak panahnya, " ucap pengintai nya itu.


" Itu hanya akan menjadi serangan yang sia sia, di sisi lain pangan mereka mulai menipis, dan mungkin kedatangan pasukan pembantu masih harus menunggu beberapa hari lagi, mari kita tunggu, " ucap Arzha.


" Baik Tuan! "


Di hari hari berikutnya pertempuran kedua belah pihak mulai terlihat semakin intens, pasukan musuh semakin agresif menyerang, namun.. dengan tanpa peralatan yang memadai mereka hanya akan memberikan perlawanan yang sia sia.


Benteng telah dipasangi anti sihir secara berkala oleh Arzha, jadi kekuatannya bukan main main, beberapa penyihir dari pasukan Asosiasi Pedagang pun mempertahankan anti sihir itu dari serangan serangan berkelanjutan.


" Lapor Tuan! Pasukan bantuan musuh terdiri dari sepuluh barikade kapal di lautan, sekitar hampir dua ribu lima ratus kapal lebih diterjunkan untuk mengantar para pasukan, setiap barikade terdiri dari dua ratus lima puluh kapal, seperti yang telah anda perkirakan, pendaratan mereka dipisah di beberapa titik pantai, " ucap seorang pengintainya.


" Bagus! Kirim surat pada Tuan Winston dan lainnya, untuk melakukan serangan kejutan pada barikade mereka yang bertugas mendarat di pantai paling utara dan selatan, lakukan di malam hari dengan cepat, mereka membawa kapal kapal besar yang akan sangat lama bermanuver, jadi kita bisa sedikit mengurangi kekuatan mereka, " ucap Arzha.


" Baik Tuan! " ucap pengintai itu.

__ADS_1


" Hehe.. Mari kita menangkan perang ini! " gumam Arzha.


Seperti yang telah anda informasikan, dengan cepat Tuan Winston dan anggota lainnya menenggelamkan beberapa ratus kapal dalam waktu satu malam, memanfaatkan kelincahan kapal kapal milik para anggota asosiasi yang kecil, memudahkan mereka untuk dengan cepat menenggelamkan kapal kapal besar musuh.


__ADS_2